Bunga Qisyal wanita cantik, diusianya yang masih muda 22 tahun sudah menjadi CEO ternama di perusahaan papanya.
Mencintai teman kecilnya yang bernama Jasson Anggara Utama, keduanya begitu dekat. Suatu hari, keluarga Jasson mengalami kebangkrutan.
Bunga ingin menolongnya dengan catatan Jasson harus menikah dengannya. Tentu saja pria itu menolak dan marah besar namun keluarga Jasson memaksanya hingga membuat Jasson tidak memiliki pilihan.
Kejadian itu membuat Jasson membenci Bunga, karena Jasson sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berencana akan menikah.
Jasson menganggap jika Bunga adalah wanita egois yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Rasa sayangnya kepada Bunga sebagai teman berubah menjadi sebuah kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku, Jasson! Bab 19
Setelah kepergian Ade dari rumah, Jasson kembali menjadi dingin dengan Bunga
Bahkan seringkali mengabaikan dirinya, Jasson pun jarang pulang kerumah walau mertuanya ada dirumah mereka.
Jasson selalu beralasan, jika dirinya sibuk mengurus proyek. Padahal Bunga tahu jika Jasson selalu pulang kerumah Ade.
"Bunga, aku ingin bicara dengan kamu!"
Ara memanggil sahabatnya, Bunga pun mendekati Ara.
"Kamu jujur ke aku, wanita itu selingkuhan Jasson kan?"
"Eng-enggak kok!"
Bunga masih berbohong menutupi kebohongan suaminya, namun Ara tidak percaya. Ia mengatakan jika dirinya pernah memergoki Jasson dan Ade bermesraan bahkan ia sering mendengar Jasson dan Bunga berdebat.
"Aku diam dan tidak mengatakan itu kepada Mami, karena aku tahu jika kau tidak mau membuat mami sedih. Namun mau sampai kapan kamu mengorbankan dirimu dan perasaanmu?"
Bunga terdiam, walau ia menyangkal namun semuanya sia-sia. Bahkan Ara sudah mengetahui jika wanita itu sedang mengandung anak Jasson.
"Bunga, aku sudah tahu semuanya. Kamu mengira diam ku membuatku buta dan bisu tentang apa yang terjadi kepada sahabatku? Bunga yang aku kenal tidak sebodoh ini!"
Bunga menatap sahabatnya dengan tatapan sendu, ia memeluk Ara dengan erat.
"Aku enggak tahu harus gimana lagi, ini salahku yang memaksakan segalanya. Jika aku tidak memaksa Jasson menikah dengan ku, aku tidak akan seperti ini. Aku akan menanggung semuanya, Ara! Karena ini bukan lah kesalahan Jasson! Ia menikah dengan ku karena terpaksa!"
Ara mengeratkan pelukan mereka, mengapa kehidupan keduanya begitu menyedihkan seperti ini
Jika mami saja bisa melindungi ku, mami juga bisa melindungi mu. Kau harus mengatakan segalanya kepada mami!
Ara meminta sahabatnya untuk menceritakan segalanya kepada Salvira, Mamanya Bunga!
Bunga menggeleng, ia tidak setuju "Kita mungkin sedikit sama, namun sangat berbeda. Suamimu menyiksa dirimu sedangkan Jasson tidak pernah memukul ku. Ini hanya mengenai perasaan, tidak ada yang bisa di salahkan."
Bunga melepaskan pelukannya dari sang sahabat "Aku sudah menyerah, sudah dua bulan namun aku gagal membuat Jasson mencintai ku. Aku akan meminta perceraian dengannya, dan aku tidak akan mengatakan apapun dengan keluarga. Aku tidak akan membahas perselingkuhannya, biarlah aku yang mengalah, Ra!"
Ara menangis mendengar ucapan sahabatnya, ia tahu bagaimana Bunga. Wanita yang begitu kuat, namun detik ini Bunga menjadi lemah hanya karena cintanya.
Ara yang kesal pun ingin menemui Jasson di kantor, namun Bunga mencegah "Itu tidak perlu! Biarlah ini menjadi urusan aku dengan Jasson! Aku tidak ingin melibatkan siapapun di sini."
Ara merasa bangga dengan sahabatnya, ia selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Berbeda dengan dirinya yang selalu bergantung kepada Bunga dan juga keluarganya.
Bunga pun meminta kepada Ara untuk tidak memberitahu maminya tentang semua ini.
"Aku mohon, jangan beritahu mami! Aku akan menyelesaikan segalanya. Aku tidak mau membuat mami sedih dengan semua ini."
Ara pun berjanji akan merahasiakan semuanya dari ibunya, Bunga.
Keduanya pun saling tersenyum, memeluk dan memberikan kekuatan untuk satu sama lain.
Bunga tidak pernah menyalahkan Jasson atau pun Ade dengan apa yang terjadi di hidupnya. Begitu lah wanita ini, walau sudah disakiti namun ia memaafkan keduanya.
"Ayo kita kembali bersama mami, aku takut nanti mami curiga."
Ara mengangguk, mereka pun kembali ke meja makan.
Salvira berbincang dengan kedua besannya, terlihat kebahagiaan di wajah mereka. Bunga meneteskan air mata, ia tidak sanggup menghancurkan kebahagiaan yang di miliki oleh keluarganya, bagiamana ia bisa mengatakan perpisahan itu?