Menjadi tulang pungung sejak masih kecil untuk keluarga membuatnya banting tulang tanpa pernah memikirkan kepentingan pribadinya, baginya ibu dan kedua adiknya menjadi prioritas utama sejak ayah mereka kawin lari dengan perempuan lain.
Dalan keadaan frustasi karena tekanan ekonomi dia jatuh disambar petir, petir juga mengaktifkan sistem misterius yang dikemudian hari membantu dirinya dalam menjawab tantangan dunia.
Berbagai kejadia dia alami dan dia hadapi diantara perjalanan dan petualangannya yang membuat dirinya menjadi matang dan dewasa dalam melihat kehidupan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 Pembunuh Bayaran
Steve merasa senang dengan berdirinya perusahaan, dia meminta bantuan Tiara untuk merekrut tenaga kerja yang baik dan profesional untuk salary gaji dia tidak segan membayar mereka dengan tinggi yang penting etos kerja yang mereka miliki sesuai dengan harapan.
Tiara yang sudah berkenalan dengan jannet menjadi akrab satu sama lain, memang kalau dua wanita introvet sudah saling bertemu maka banyak hal yang menjadi topik perbincangan.
Steve sudah meminta agar Tiara berhenti berkerja di sekuritas, dia menginginkan Tiara menjadi CEO di perusahaan yang dia miliki, dan pak Handoko sudah memberi restu
Tiara sih senang dan gembira, selain jabatan CEO dia juga dekat dengan dengan kekasihnya Steve, padahal belun ada pernyataan cinta satu sama lainnya, tapi Tiara sudah mengangap Steve sebagai miliknya dan dia juga yakin Steve memiliki perasaan yang sama.
Steve di pangil ke markas besar pertahanan dia memiliki tugas untuk mengantarkan Dania ke pusat penelitian reaktor nuklir yang dimiliki oleh pemerintah.
" Steve perjalanan ini harus dilakukan karena hanya Dania yang bisa mengerjakan reaktor nuklir, perjalanan berbahaya, anda bertugas terus berada di sisi dania, dan biarkan prajurit lain yang menghadapi jika ada bahaya dan serangan " Handoko sudah memiliki firasat perjalanan ini tidak mudah, toh kedatangan Dania sudah bocor di Indonesia.
Perjalanan darat dimungkinkan untuk membawa dania ke laboratorium rahasia yang dimiliki oleh pemerintah, sangat rentan jika melalui udara, jika terjadi serangan udara maka sulit bagi Steve untuk melindungi dania.
Empat mobil pengawalan dan sepuluh prajurit khusus diturunkan untuk melindungi mobil utama, Handoko tidak mau lengah dan ambil resiko, jika dania diculik atau dibunuh maka habis sudah harapan negara untuk bisa membuat persenjataan nuklir, senjata nuklir sangat berguna bagi negara untuk mengatasi tekanan dari pihak asing
Sudah terlalu kita mengalah dengan membiarkan kekayasn sumber daya alam dikelola oleh pihak asing, karena lemahnya persenjataan negara, asing dengan mudah mengintervensi negara melalui persenjataan nuklir mereka jika negara menolak investasi yang dilakukan, padahal investasi yang dilakukan tidak berdampak bagi negara dan kesejahteraan masyarakat
Mana ahli ahli santet yang sering hilir mudik di televisi, ketika negara memerlukan mereka tidak satupun ilmu mereka mampu membunuh musuh, jangankan membunuh mengusir saja tidak mampu
Padahal Handoko sudah membentuk team supranatural untuk membantu pertahanan keamanan nasional tapi tak satupun yang berhasil membuktikan ilmu mereka, mungkin ilmu mereka hanya berlaku untuk masyarakat yang bisa dibodohi dan ditipu, Handoko sangat muak dengan kondisi tersebut
Semua kembali pada kekuatan dan tekhnologi, kekuatan didapat jika tekhnologi sudah maju, tekhnologi maju jika mau belajar, tidak ada makan siang yang gratis dizaman milineum ini
Munculnya tokoh tokoh jenius seperti Dania tentu menjadi harta karun negara yang harus dilindungi dan dijadikan aset negara, bukan tidak banyak jenius jenius yang bermunculan tetapi jenius yang pakar dibidang pembuatan nuklir mungkin hanya satu di banding seratus juta orang
Untuk bahan pembuatan nuklir negara memiliki bahan paling banyak di dunia yang tidak mereka ketahui tekhnologi pembuatannya.
Jika mereka mengetahui tekhnologi pembuatan nuklir, maka sumber daya listrik, persenjataan, bisa teratasi dengan mudah, banyak industri baru yang bisa dibuat oleh pemerintah seperti pesawat bertenaga nuklir, kereta tenaga nuklir, kapal bertenaga nuklir bahkan sampai pesawat luar angkasa bertenaga nuklir, sehingga negara bisa mencapai puncak kejayaan
Bukan tugas mudah yang di emban oleh Steve kali ini, bisa saja banyak orang yang menduga terlalu lebay dengan memberikan pengawalan yang begitu kuat dan ketat, itu bagi orang yang tidak paham dan mengerti tentang pentingnya keberadaan ilmuwan di negara ini.
Steve dan rombongan meluncur menuju laboratorium rahasia milik negara yang terletak di luar kota Jakarta, posisi mobil Steve dan Dania berada di tengah, mobil itu tahan poluru dan roket.
Perjalanan yang semula mulus dan lancar ketika sudah berada di luar kota mengalami serangan frontal dari pihak musuh
Duar..duar...
Serangan peluru dan roket tanga. berhamburan menuju rombongan Steve, mobil di depan sebagai pengawal utama hancur dan terguling, mobil yang kedua mencoba melakukan drift menjadi tameng bagi mobil yang dikendari oleh Steve
" Cepat merunduk dan keluar dari mobil kecuali mobil SSS 05," teriak salah satu pasukan khusus yang menjadi komando pengawalan
Pasukan khusus di dua mobil lainnya segera keluar dan bersembunyi di balik mobil dan mempersiapkan senjata mereka, mereka belum tahu dimana posisi lawan, sebenarnya yang mereka takutkan adalah penembak jitu jika berada di area terbuka seperti ini.
" Dania tetap tenang kita berada di mobil anti peluru dan roket, saya akan melindungi anda sehingga selamat sampai tujuan " Steve menatap dania yang sedang gemetaran ketakutan, Steve merasa kasihan melihat dania diusia yang begitu muda sudah menjadi incaran pembunuh asing, berkat kepintaran yang dia miliki, tetapi demi negara dia rela berkorban.
Desingan peluru dari sniper mengenai pasukan khusus hampir semua pasukan khusus cedera, yang lebih parah pasukan yang berada di depan dan terkena roket tangan, bahkan mereka belum bisa keluar dari mobil.
" Dania bisakah anda percaya kepada saya " ujar Steve sambil menatap dania dengan tegas
" Saya akan turun dan menghabisi musuh, tugas anda hanya perlu berada di mobil dan jangan pernah turun apapun yang terjadi " Steve meminta persetujuan dania, dia tidak berdiam diri melihat rekan rekannya terluka dan tidak berdaya
Dania setuju , dia pasrah dengan keadaan, walaupun kali ini tidak selamat biarlah dia sudah melakukan yang terbaik untuk negara, sambil menutup mata dia berdoa kepada Tuhan
Steve turun seperti ular merayap dan dengan cepat menutup kembali pintu mobil, dia memindai keberadaan rekan nya, setelah puas dan mengetahui posisi mereka dengan melakukan gerakan yang halus dan tidak terdeteksi dia mendatangi satu persatu.
Dengan cepat Steve mengeluarkan jarum peraknya dan mengeluarkan peluru yang berada dalam tubuh pasukan khusus, pengobatan yang dilakukan oleh Steve untuk satu orang hanya dua sampai tiga menit, dan kemeudian dia menuju ke pasukan khusus lainnya.
Setelah semua selesai diobati, Steve segera menghilang dengan kecepatan dan ringan tubuhnya, beberapa jarum perak terlihat seperti cahaya menusuk titik vital pada penembak jitu, satu persatu penembak jitu tewas tertusuk jarum perak
Sedangkan untuk pasukan musuh yang memiliki roket tangan, Steve sudah mengincarnya, dia tidak mungkin membunuh, dia harus melumpuhkan mereka dan mengali informasi.
Bayangan putih berkelebat dan memukul telak semua pasukan musuh, gerakan cepat ini sama sekali tidak bisa dilihat dan terperhatikan oleh musuh. Steve kemudian membawa satu musuh yang sudah dilumpuhkan untuk di introgasi, sedangkan yang lain terbunuh karena jarum perak dan pukulan Steve.