NovelToon NovelToon
My Dangerous Boy

My Dangerous Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: sharon10

Dihadapi oleh kenyataan yang menyakitkan, Shella menjadi lelah untuk menjalani hidupnya. Ia berjalan tanpa arah dan tanpa jiwa. Kepercayaan yang ditaruhnya telah dipatahkan oleh orang yang dicintainya, saudara yang disayanginya juga meninggal dengan tragis.

Ini sangat sakit. Ia telah jatuh pada lubang yang dalam dan tanpa dasar. Tidak ada yang mampu menolongnya dalam kegelapan. Dunianya seakan-akan runtuh, menghancurkan dirinya secara perlahan-lahan.

Tetapi, tiba-tiba semuanya berubah sejak malam itu. Seorang pria yang terkenal kejam dan berbahaya datang padanya. Pria itu mengulurkan tangannya kepada Shella, membantunya untuk kembali bangkit. Ia seperti cahaya yang muncul dalam kegelapan, mengantarkan gadis itu ke dunia baru. Dunia yang tidak pernah disangka olehnya. Dunia yang penuh dengan

Darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sharon10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19 - Not Me, But You

Darah Shella berdesir cepat, sedangkan jantungnya kembali memompa dengan gila, membuatnya langsung tersadar pada kenyataan. Ia mendorong dada bidang Zavier dengan kuat hingga sedikit terpental. Dan pada gerakan terakhir, ia langsung menjambak rambut berwarna coklat milik pria itu.

Bibir Zavier yang tadinya hampir mengenai bibir Shella tidak terjadi karena kepala Zavier yang tiba-tiba tersentak kebelakang.

"Sialan kau wanita gila," erang Zavier saat merasakan jambakan di rambutnya. Pria itu semakin menjerit histeris begitu Shella menambah kekuatan jambakkannya.

"Apanya yang gila? Kau ingin melakukan apa tadi? Tidak sopan sekali!" bentak Shella keras. Ia menggerakan tangannya yang masih menjambak rambut pria itu, membuatnya harus berdiri dari kursi dan mengikuti dimana arah Shella menjambaknya.

"Stop it." Zavier menjerit dan berusaha melepaskan tangan gadis tersebut. Shella mendengar itu, namun ia tidak memiliki rasa kasihan sedikit pun. Ia melepaskan jambakkannya dengan kuat, membuat pria itu langsung terjengkang ke belakang. Beberapa helai rambut miliknya tampak rontok dan terjatuh di atas lantai.

Seketika, bokong pria itu mencium lantai hingga merasakan sakit yang luar biasa dan menjalar menuju ke arah tubuh lain. Rasa panas dan sakit berpadu menjadi satu, diiringi dengan suara erangan yang terdengar.

"Apa kau memiliki niat untuk membunuhku di sini?" erangnya sembari mengusap-usap bokongnya. Sakit.

Mata biru Shella sontak berubah menjadi kilatan marah. "TIDAK, bukan hanya membunuhmu. Rasanya aku juga ingin membakarmu dan memotongmu menjadi serpihan kecil, lalu melemparkannya ke laut agar dimakan oleh ikan hiu. Setelah itu, pergilah ke neraka dan membusuklah di sana! Akulah orang yang pertama kali bersyukur dengan penderitaanmu nanti!" seru Shella sembari mengacungkan jari telunjuknya, pertanda bahwa saat ini ia sedang serius dengan perkataannya.

Oh god.

Ucapan itu langsung membuat Zavier terdiam, buktinya tidak terdengar lagi erangan-erangan yang dikeluarkannya. Ia menatap gadis itu dengan horor, sementara seluruh bulu kuduknya mulai meremang-remang hebat. Ia berusaha untuk berdiri, namun sakit yang menjalar di bokongnya membuat pria itu kembali jatuh terduduk.

"Apa kau adalah seorang manusia atau neraka iblis?" celutuknya tanpa sadar.

Shella terkesiap dan melotot tidak percaya ke arah Zavier. Seringaian yang tadinya tercetak di wajah cantiknya langsung berubah menjadi melongo marah. "APA KAU BILANG? KAU INGIN MENCARI MATI DENGANKU?"

Zavier berjengit kaget. "Ti..tidak. Maksudku---" belum sempat pria itu menyelesaikan perkataannya, Shella langsung memotong dengan cepat.

"JANGAN BANYAK ALASAN! KE SINI KAU, AKU AKAN MEMPERLIHATKAN BAGAIMANA CARANYA AKU MEMBUNUH SEORANG PRIA BRENGSEK SEPERTIMU!" bentaknya.

Suara gadis itu terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan, membuat Zavier spontan terkesiap dan segera menutup kedua telinganya.

Hell... This girl is out of her mind.

Gadis itu bergerak turun dari ranjangnya, membuat Zavier langsung siap siaga. Tubuh mungil tersebut hanya dibalut dengan pakaian pasien berwarna putih, ciri-ciri khas rumah sakit. Tetapi sebaliknya dengan Zavier, lelaki itu tampak mengenakan kaos berwarna putih. Dia sedikit tidak nyaman memakai pakaian penjara seperti itu, sehingga Zavier mengganti bajunya walau harus sedikit mengancam para dokter yang merawatnya.

Geez..

Shella berjongkok di depan Zavier, membuat pria itu bertatapan dengan mata birunya yang penuh amarah.

It's seem not good....

Shella memiringkan kepalanya, lalu tangannya langsung menarik telinga pria itu dengan amarah yang meletup-letup. Sontak Zavier mengalihkan pandangannya dari wajah cantik itu dan memekik kesakitan.

Wait, wait wait... What are you talking about Zavier? Itu adalah wajah seorang wanita iblis neraka, bukan wajah wanita cantik dan seksi seperti yang ada di dalam majalah.

"You are such a crazy woman that I ever meet," teriaknya menahan sakit.

What?

Lahar api di kepalanya mulai mengalir dan semakin meletup-letup mendengar perkataan itu. Shella menggeram murka, kemudian menarik telinga yang hampir memerah itu di hadapan bibirnya. "YOU ARE THE CRAZY BOY THAT I EVER MEET. YOU SUCH AN IDIOT AND THE STUPID BOY," bentaknya di depan telinga kanan Zavier.

Pria itu meringis dan berusaha mengusap telinganya, namun dicegah oleh Shella yang kembali menarik alat pendengarannya. Belum sempat Zavier menghentikan dengungan tadi di dalam gendang telinganyanya, gadis itu berteriak lagi dengan keras, hingga rasanya ludah Shella sedikit memuncrat di depan wajahnya.

"ASAL KAU TAHU, AKU TIDAK SEGAN-SEGAN MEMOTONG LIDAHMU JIKA KAU MENGATAKAN AKU GILA UNTUK SEKALI LAGI."

Setelah menyelesaikan bentakkannya, ia langsung melepaskan telinga itu. Shella hanya menatap penuh kemenangan ketika melihat Zavier yang mengusap-usap telinganya yang memerah sembari meringis kesakitan.

Shella bangkit dan berjalan menuju ke arah ranjang. Ia duduk di atas kasur itu dengan mata yang masih tidak terlepas dari Zavier.

Selama beberapa saat, pria itu samar-samar masih dapat merasakan bekas dengungan teriakan dari Shella. Hal yang membuatnya sangat tidak nyaman, ditambah lagi tatapan tajam dari Shella yang dihujamkan ke dirinya.

Sepertinya ia akan menjadi tuli dalam waktu yang dekat.

"Jangan menatapku seperti itu, kau tampak seperti monste---" Zavier menghentikan kalimatnya ketika kilatan mata gadis itu berubah menjadi tatapan marah. Ia meneguk salivanya susah. "Maksudku, kau tampak seperti wanita cantik. Tapi lebih cantik lagi jika kau menampilkan senyumanmu," ralatnya dengan cepat.

Zavier menghela napas lega ketika melihat gadis itu yang hanya memalingkan wajahnya tidak peduli. Ia lalu berusaha untuk berdiri setelah tidak merasakan rasa panas di bokongnya lagi.

Ia berjalan sedikit terseok-seok menuju ke arah pintu keluar. Matanya melirik Shella, namun perempuan itu malah membaca buku yang sepertinya diambil dari meja kecil sampingnya.

Oh my godness.

"Beruntungnya kau adalah pacarku. Jika tidak, maka sudah kupastikan tanganmu tidak akan berada di tempatnya sekarang karena telah melakukan pelecehan terhadapku," celutuk pria itu tanpa sadar.

Shella yang tadinya membaca buku itu dengan serius refleks menoleh dan menganga lebar. "APA MAKSUDMU? KAU BARUSAN MENGATAKAN BAHWA AKU TELAH MENYELECEHKANMU?" jeritnya histeris. Apa-apaan maksud lelaki ini?

"Jika bukan pelecehan, jadi namanya apa? Pemerkosaan? Apa tadi kau tidak sadar bahwa sedari tadi kau terus memegangi tubuhku?" celutuknya lagi tidak peduli. Namun ia langsung menutup mulutnya ketika mulutnya kembali berulah. Mata gadis itu memicing tajam, membuatnya langsung tersenyum kikuk.

God, kill me now.

"Sejak kapan jambakan dan jeweran tadi menjadi sebuah pemerkosaan? Bukankah kau tadi yang ingin memerkosa mulutku yang masih suci ini?" erang Shella kesal, meralat ucapan pria ini yang sama sekali tidak ada benarnya.

Zavier melotot tidak terima. Ia hendak membalas ucapan Shella, tetapi tidak terjadi karena teriakan yang tiba-tiba menggelegar di ruangan putih ini.

"KAU KELUAR SEKARANG. AKU SUDAH SANGAT MUAK DENGANMU, DAN JANGAN LUPA BAHWA PADA FAKTANYA AKU BUKAN PACARMU. INGAT ITU BAIK-BAIK ZAVIER TUNRNER."

Pria itu dengan cepat langsung melesat pergi sembari menutup telinga. Ia benar-benar akan menjadi tuli jika menetap lebih lama di dalam ruangan yang sama dengan gadis itu. Poor, sepertinya ia memang harus pergi mengecek kedua telinganya agar menjauh dari yang namanya 'tuli'.

Gadis itu sudah gila rupanya. Apa otaknya menjadi miring hanya karena demam?

Namun jika ia tidak salah dengar tadi, benarkah gadis itu menyebut nama lengkapnya dengan benar?

30 April 2020

1
Sharon10
Veryy gooddd
Biduri Aura
wah rebutan cewek nih,, Daddy vs Son 😂😂😂
S Fatimah 🐼
ak harap yg bunuh adim sehila bukn zavier😌
Maria Antonia Petra Gomu
bagus
indah asyifa
pasti si zavier🤣
indah asyifa
bagus shilla,jgn terlihat lemah agar tdk mudah dipermainkan
indah asyifa
masih nyimak
indah asyifa
gk tau mau ngomong apa😟
indah asyifa
maksutnya gimana sih,,,, apa iya sebenarnya mrk salah faham😕klo beneran kasian aron
indah asyifa
aku suka cwek yg baru baru dn gk lemah😀dn sepertinya disini shella adl gadis pemberani☺
indah asyifa
aku baru mampir thor
sweetheart 🥰🥰
baru mulai baca, sukaaaa
R.Zhie
jangan lupa mampir yaaaa.
R.Zhie
Thor aku mampir, jangan lupa mampir yaaa
RainDher
si christian masih bocil?? masih 6 tahun
Venti Melinda Goe-Chee
buat para pembaca jgn lah komen yg bikin author ny down..klo emng kurng sreng ma cerita ny ya jgn dibaca..simpel kn...& klo ada bhsa inggris ny menurut sy msh wajar2 aj..bnyk kok novel2 yg nyelipin kalimat pke bhasa inggris ...hargailah author yg dah bikin cerita ny ..kita tinggl baca gratis pula...
Nona Camel
hmm
Siska Variestha
visualnya thor
Evve Miss Plot twist
salam putri Pemuas Nafsu daddy
Olivia Sembiring
Aku tidak melihat adanya perbedaan antara Zavier dan Christian btw 😳🙄😂🔫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!