Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan
🍃🍃🍃🍃
Sebulan berlalu semenjak kejadian itu Danish dan Alea tak pernah saling tegur dan sapa. Keduanya acuh meski tinggal serumah. Selain itu juga Danish jarang tidur di sana, dalam seminggu hanya tiga malam Danish menemani Alea di penthouse selebihnya dirumah sang Daddy dan Rebecca
Entah sampai kapan Danish tidak tahu, Danish pikir bila diacuhkan Alea akan melunak. Namun nyatanya wanita itu kian menjadi tak pernah mencoba memperbaiki hubungannya dan Danish
Saat ini Danish sedang memimpin meeting penting dikantornya. Dihadiri sejumlah pemegang saham dan semua kepala divisi termasuk Rey. Pria itu baru hari ini kembali bekerja setelah mengambil cuti panjangnya selama satu bulan full
Sejak tadi Danish hanya memandangi Rey dengan mata elangnya yang siap membunuh. Ia terus membandingkan Rey dengan dirinya, ia pikir Rey tak ada lebih baiknya sama sekali dibandingkan dengan dirinya. Wajah sudah jelas kalah, tubuh apalagi. Danish terus berpikir apa yang kurang darinya untuk Alea
" Apa karena?" Danish melirik kebawah pada sang adik
" Ah tidak mungkin, jelas adikku akan lebih unggul." Gumam Danish dalam hati
Saat Rey bangkit dan meminta ijin keluar untuk kekamar mandi, saat itu juga Danish mengikutinya. Pria itu mengekori Rey menuju kamar mandi dan berdiri disamping Rey yang hendak menurunkan resleting celananya
" Hay Dan." Sapa Rey
" Sepertinya kau sangat bahagia." Rey kembali menoleh sembari mengeluarkan adiknya dibawah sana. Sementara Danish melihat kebawah
" Ya Tuhan, sekecil itu tapi terus ditangisi Alea." Gumam Danish dalam hati meledek adik Rey yang menurutnya tak sebesar miliknya
" Bahagia." Rey tertawa kencang
" Aku tidak pernah bahagia kecuali saat bersama Alea." tambah Rey dengan wajah mendadak sendu, sebulan ini ia terus memikirkan Alea, merindukan Alea. Apa alasan yang harus ia beri untuk Alea, Rey menyadari posisinya, Alea membencinya itu hal yang wajar karena ia terlalu menyakiti wanitanya itu
Merasa Danish terus memperhatikan adiknya dibawah sana sedikit membuat Rey bergidig takut. Cepat-cepat pria itu memasukan adiknya kembali setelah mengeluarkan air seninya
" Emmh Dan, bagaimana keadaan Rebecca? kau masih bersamanya kan?" tanya Rey membuat Danish mengangkat wajah
" Apa urusanmu?" Rey menggelengkan kepala dan memberi jarak tubuhnya dan Danish, pelan-pelan pria itu mudur kebelakang
" Aku akan kembali." Ucapnya memutar tubuh lalu keluar dari kamar mandi
" Ada apa dengannya, aneh sekali." Gerutu Danish lalu menurunkan resleting celananya dan menunduk
" Kau yang terbaik." Ucapnya pada sang adik
Sama halnya seperti Danish, Alea juga memikirkan pernikahannya. Diacuhkan oleh Danish sedikit membuat Alea murung dan sering melamun. Seperti saat ini ia sedang melamun dimeja kerjanya, memandang keluar jendela
Tama sebagai kepala divisi disana juga merasa enggan menegur Alea, lebih tepatnya ia tak berani pada Alea yang Benny bilang seorang special bagi Boss
Tepat sekali saat ini sudah memasuki jam istirahat. Alea segera bangkit dari kursinya, ia membutuhkan suasana yang hening untuk menyegarkan otaknya dan rooftop adalah pilihan Alea
Alea membuka pintu menuju rooftop, ia terpaku melihat seorang pria yang ia sangat kenali sedang bediri dipagar pembatas, membelakangi Alea. Bukan rindu yang ia rasakan namun rasa benci yang membuncah
" Rey." Gumam Alea dalam hati. Lama ia menatap punggung itu, lalu memundurkan langkahnya. Ia tak ingin bertemu pria itu lagi, demi apapun ia sudah sangat sakit hati
Tapi ia malah menabrak pintu sehingga menimbulkan suara yang membuat Rey membalikan badan. Pria itu terpaku untuk sesaat
" Alea." Panggilnya lalu melangkah
Alea segera keluar dan ia berlari, ia tak ingin berdekatan lagi dengan pria itu. Tanpa tahu Rey juga mengejarnya dengan cepat, lebih cepat dari Alea, pria itu menyusul Alea dan menarik lengan Alea yang akan memasuki lift
" Alea." Lirihnya menatap Alea sendu
Plak
Satu tamparan Rey dapatkan oleh tangan Alea yang lain, sangat keras hingga pipi Rey memerah. Alea mengeluarkan semua rasa marahnya melalui tamparan itu
" Lepaskan aku brengsek, jangan menyentuhku!"
Rey hanya bisa menatap Alea, kedua matanya berkaca." Ini salahku Alea, aku benar-benar bodoh. Aku tidak berharap kamu memaafkanku, aku hanya ingin tahu apa kamu baik-baik saja selama ini?" Kini kedua mata Alea yang menggenang airmata
" Jangan menangisi aku." Lirih Rey, ia hendak memeluk Alea namun didorong wanita itu hingga terpental kebelakang
" Kenapa kau memilih Khanza? apa yang kurang dariku selama ini? apa karena Khanza berani memberikan tubuhnya?" Tanya Alea dengan suara membentak
" Dia hamil Alea, aku tidak bisa menyangkal bahwa itu memang anakku!" Alea menarik nafas karena dadanya terasa sesak
" Jangan pernah menemuiku lagi." Ucap Alea dingin lalu masuk kedalam lift, tak sempat lagi dikejar Rey
Seperti biasanya setelah pulang kerja, Benny menunggu Alea didepan mobil atas perintah Danish. Meskipun mengacuhkan Alea namun Danish juga tak bisa lepas tangan dan membiarkan Alea pulang sendiri. Tanggung jawabnya pada keluarga Alea, membuat Danish harus menjaga Alea
Alea selalu menunggu sampai semua karyawan pulang barulah ia turun ke basement. Alea tak mau menimbulkan gosip lagi tentang dirinya, apalagi pernikahannya dan Danish sangatlah terasa semu, entah kapan Alea bisa mengakhiri semuanya. Sejujurnya Alea tak mau membuat kedua orangtuanya kecewa
Melihat Alea, Benny membuka pintu sehingga wanita itu masuk dan duduk disebelah Danish. Pria itu melirik Alea sejenak dan mengerutkan dahi melihat kedua mata Alea yang sembab, juga airmata masih menitik dari sana
" Apa yang membuatmu menangis?" Setelah sekian lama kini Alea mendengar lagi suara Danish, entah kenapa hatinya merasa senang. Bibirnya tersenyum sembari mengusap kedua sudut matanya
" Karena Rey lagi?" Tanya Danish, Alea menatap Danish, sejujurnya Danish selalu tidak senang airmata Alea jatuh karena Rey. Danish mengulurkan tangannya untuk memegang puncak kepala Alea, wanita itu cukup terkejut. Kedua matanya kembali menggenang airmata membuat Danish tak tega, perlahan ia mendekat lalu membawa Alea dalam pelukannya
Seketika itu juga Alea menangis kencang, menumpahkan semuanya. Kedua tangannya memeluk erat Danish, rasanya tubuh itu terasa nyaman untuk Alea hingga ia ingin mencurahkan semuanya. Rasa sakitnya selama ini
Benny yang melihat keduanya dari kaca spion tersenyum lebar, setidaknya ada perubahan diantara keduanya. Yang Benny lihat Tuannya itu sangat perduli pada Alea
Ditengah perjalanan Danish mendengar tangisan Alea sudah memelan. Ia mencoba mengurai pelukannya namun ternyata kedua tangan Alea begitu kuat memeluknya. Danish terdiam, ia menyandarkan tubuhnya yang mulai terasa pegal pada kursi belakang
" Alea sebentar lagi kita sampai." Ucap Danish menepuk punggung Alea lalu menunduk untuk melihat wajah Alea yang bersembunyi didadanya
Wanita itu tak menjawab Danish malah menguatkan pelukannya sehingga Danish merasa sedikit sesak, pria itu hanya pasrah dan balas lagi memeluk Alea, kali ini ia menyembunyikan wajahnya dipundak Alea
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️