Rain Purnama seorang pria yang menderita Sindrom Savant atau dikenal dengan sebutan idiot atau Autis dari bayi.
Rain lahir dan dibesarkan oleh Davika Purnamasari dan hidup layak nya orang pada umumnya. Davika seorang single parents, suami dan ayah dari Rain telah meninggal dunia saat umur Rain masih 5 tahun.
Kehidupan nya normal-normal saja sampai suatu waktu, Davika yang merupakan seorang agen sedang menyelidiki kasus pengedaran narkoba yang dijalan oleh Organisasi Golden Cross di bunuh oleh seseorang yang tidak dikenal tepat di hadapan Rain.
Karena kejadian itu membuat Rain ingin sembuh serta berlatih untuk mencari tahu pelaku dan membalas dendam ibunya tersebut.
Lalu, Rain pun bertemu dengan paman Kyle. Seorang veteran pasukan khusus internasional dan mengajak Rain untuk ikut dengan nya dengan penawaran, dia akan menyembuhkan dan melatih Rain.
Dan, kehidupan Rain pun dimulai yang mana dia terjun di dunia mata-mata untuk mengungkapkan kebenaran akan pembunuhan ibunya tersebut.
Dalam misi-misi itu Rain banyak menemukan arti kehidupan, cinta, persahabatan juga sesuatu yang tidak masuk akal.
Bahkan dalam menjalani Misinya, Rain mengetahui bahwa dia seorang putra dari keluarga Yakuza
Ini lah kisah dari seorang pria bernama Rain.
# Rain: The King Underground#
Kategori - Urban:
Tag 2: Bangkit dari keterpurukan.
Tag 4: Pacaran ( Dimulai bab 14 )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rain: The King Underground | Bab 19. Perdebatan Irina
...Bab 19. Perdebatan Irina...
Jam istirahat masih berlangsung, Rain pun berjalan kembali ke kelas nya namun di lorong sekolah, Rain melihat Irina sedang adu argumentasi kepada salah satu siswa berbadan besar.
Rain yang penasarannya dengan perdebatan itu dari jarak yang cukup jauh namun, Rain yang memiliki kemampuan pendengaran jarak jauh dari Nanites. Rain pun bisa mendengarkan nya.
"Irina, Lu tuh harus tahu diri, orang tua gue udah peliharain Lu! Jadi, lu harus nurutin gue!" seru kesal siswa besar.
Lalu, Irina pun tidak mau mengalah, "Njing! gua gak butuh uang Lu!"
"Wanita jlang!" seru kesal pria seraya mengangkat tangan nya dan memasang posisi untuk penampar Irina.
Awalnya, Rain tidak peduli namun dia sepintas mengingat Park Yeon untuk menjaga putrinya. Maka dari itu, Rain dengan terpaksa ikut campur urusan mereka dengan menahan tangan dari siswa besar.
Lalu, siswa besar itu menyadari dan menoleh kearah Rain, "Siapa, Lu. Taei?!"
Selain siswa besar, Irina pun terkejut dengan kehadiran Rain, "Surya!"
Siswa besar itu pun melihat Rain dan Irina, "Kalian saling mengenal, Njing!"
Rain tidak menjawab hanya dengan senyuman kecil lalu, tanpa basa-basi lagi Rain menjatuhkan siswa besar itu dengan teknik Aikido nya.
Suara gemuruh dari jatuhnya dia pun terdengar hingga semua murid yang ada di sekitar Rain menatap dirinya.
Lalu, Rain menatap tajam siswa besar itu, "Kamu tahu hanya pria yang tidak memiliki kmaluan yang bisa menampar dan memukul wanita!"
Siswa besar itu tidak banyak merespon lantaran dia sedang meringis kesakitan.
Sesudah itu, Rain melangkah melewati siswa besar itu dan berhenti di dekat Irina.
"Lebih baik kamu mencari teman yang lebih baik lagi," ucap pelan Rain di dekat Irina.
Irina tidak menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya. Lalu, Rain pun menepuk pelan bahu Irina dan pergi meninggalkan Irina.
Saat Rain melangkah, siswa besar itu merangkak bangun dan berteriak, "Njing! Urusan kita belum selesai!"
"Aku tunggu," jawab santai Rain sambil melangkah.
Setibanya dikelas, Irina masih berdiam dengan Rain. Dia ragu ingin memulai pembicaraan dan Tiara yang melihat itu, dia pun membantu nya.
Lalu, Irina pun menghampiri Rain yang sedang duduk seraya memperhatikan ponsel di tangannya.
"Surya, terimakasih atas bantuannya," ucap Irina.
Mendengar itu, Rain tersenyum dan menghentikan aktifitasnya lalu, menoleh melihat Irina.
"Tidak perlu sungkan. Kita kan teman dan," Rain pun beranjak dari kursi dan berdiri menghadap Irina. "Kita belum kenal secara resmi. Aku Surya," ucap Rain seraya memberikan tangan nya.
Dengan ekspresi yang tersenyum lebar, Irina pun menerima tangan tersebut. "Irina Park. Salam kenal juga."
Rain dan Irina pun saling bertukar senyum seraya berjabat tangan.
Diruang berbeda, siswa besar itu melaporkan kejadian yang dialami nya kepada ketua OSIS. Dia melakukan itu karena siswa besar itu merupakan anggota OSIS yang dipercaya oleh Andre.
Saat mendengar bahwa Rain telah mempermalukan teman nya itu, dia pun menjadi sangat marah. "Dia memang cari mati!" Lalu, Andre melihat kearah rekan-rekan lain nya yang ada di ruangan itu, "Kalian harus mencari orang kuat untuk memberikan pelajaran untuk dia."
Mendengar itu, siswa besar menyadari sesuatu. "Mungkinkah, anda mengundang pcundang itu untuk ikut Duel?!"
"Iya, ada apa?" jawab Andre.
"Jika memang begitu izinkan! gua untuk berpartisipasi dalam Duel! gua sangat ingin menghajar dia!" ucap kesal siswa besar.
Andre pun menoleh kearah siswa besar, "Gua Izinkan! dan, bersenang-senang lah!" ucap Andre dengan senyuman lebar.
Lalu, siswa besar itu membungkukkan badannya, "Baik. Ketua!"
Sesudah itu, Andre melangkah pelan ke arah jendela seraya berkata, "Mari kita lihat! seberapa besar kemampuan pahlawan kemarin sore itu," ucap Andre disertai dengan senyuman remeh.
Siswa besar dan anggota OSIS lain nya juga tersenyum remeh.
...# Rain: Nano System #...
•
•
sekolah di sekolah umum dan guru2nya berikan perhatian yg lebih buat anak saya
semangat