NovelToon NovelToon
Anggun Bidadariku Season 2

Anggun Bidadariku Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:374k
Nilai: 4.8
Nama Author: Erna Wati

Anggun yang mengira hidupnya sudah bahagia dengan mendapat cinta Adrian,, namun ternyata itu hanya mimpi sesaat baginya. Kenyataan pahit menghempaskannya kembali pada kehancuran dimana Adrian harus terjerat kembali pada wanita di masa lalunya.
Dan kali ini dia harus menghadapi badai yang lebih berat dari sebelumnya. Adrian melayangkan gugatan cerai padanya di saat dia sendiri sudah menanggalkan cintanya pada pria tersebut. Dan disaat yang bersamaan,, muncullah pria yang sebelumnya selalu memberikan dukungan untuknya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Akankah Anggun memperoleh kebahagiaannya kembali?? Simak kisahnya di "Anggun Bidadariku Season 2"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Anggun bisa merasakan tubuhnya bergetar hebat. Sungguh, dia tak menyangka kalau dirinya akan shock mendengar berita ini. Padahal sebelumnya ia tau kalau hal ini akan terjadi. Cepat ataupun lambat, Adrian pasti akan meminang Andini.

"Adrian, katakan kabar gembira ini pada mbak Anggun. Bukankah kita akan bertunangan sebentar lagi?" Suara Andini membuyarkan ketegangan di antara kedua insan yang pernah terjalin ikatan resmi tersebut.

"Heh? Ehm....ya. Aku dan Andini akan bertunangan," katanya mempertegas. Hanya sekilas saja Adrian melirik ke arah Anggun dan setelahnya dia mengalihkan pandangannya kembali.

Meski tak begitu jelas dia menatap mantan istrinya itu, namun jiwa Adrian sebagai laki-laki bisa merasakan keterlukaan pada wanita itu melalui sorot matanya. Tidak!! Aku tidak boleh lemah, Adrian berteriak dalam hati. Itulah sebabnya ia tak ingin menatap Anggun sedikitpun. Meski demikian, Adrian tetap merasa bersalah sejak awal. Dia tau kalau Anggun sesungguhnya masih berat dengan dirinya.

Anggun hanya diam tak bergeming. Matanya menatap kosong pada sosok pria di hadapannya.

"Dan apa yang mbak Anggun lakukan di tempat ini? Apakah mbak Anggun juga memesan sebuah gaun?" Andini bertanya lebih lanjut.

"Eh....aku...." Sungguh Anggun ragu apakah ia akan mengatakan kalau dirinya disana juga memiliki tujuan yang hampir sama. Saat kebimbangan menyelimuti hati Anggun, tiba-tiba suara berat membelah kesunyian.

"Sayang, lihatlah gaun yang ku bawa." Suara itu ternyata berasal dari Dion. Sontak ketiga orang di ruangan itu menoleh seketika pada sosok pria yang tengah berdiri sambil menenteng sebuah gaun pernikahan berwarna putih di tangan kanannya.

Ketiga pasang mata itu terpana pada apa yang ada di hadapannya. "Dion?" Andini menyapa dengan nada bertanya.

"Hei, kalian ada disini juga?" Suara dan sikap Dion nampak tidak terkejut sama sekali dengan kehadiran Adrian dan Andini di tempat itu.

"Apa yang kau lakukan disini, Dion?" Andini menelusur. Wanita itu memang tak asing dengan sahabat-sahabat Adrian terutama Dion yang merupakan sahabat dekatnya sejak SMA.

"Oh, hmmm....kami sedang fitting baju pengantin." Seketika itu pula mata Andini membelalak. Adrian yang ada di sampingnya juga ikut tercengang di buatnya.

"Kami? Maksudmu...." Andini mencoba menebak namun belum sempat kalimatnya berlanjut, Dion memotong cepat melengkapi kalimat tersebut.

"Aku dan Anggun," jawab Dion sambil melebarkan senyum. Dia lalu berjalan mendekati Anggun. "Ayo Sayang, kau coba dulu baju pengantinnya." Anggun melotot mendengar ucapan Dion barusan. Tidak biasanya pria itu bersikap romantis dengan memanggil sayang di depan orang lain.

"Jangan melotot padaku, atau aku akan semakin jatuh cinta padamu." Dion mencolek dagu Anggun membuat wanita itu merona karena malu. Bagaimana tidak? Disana ada Andini dan Adrian yang merupakan sahabat Dion sekaligus mantan suaminya.

Anggun lalu melangkah menuju kamar pas untuk mencoba baju tersebut.

"Tu....tunggu!! Jadi, kalian mau menikah?" Andini menelaah.

"Ya," jawab Dion seraya menganggukkan kepalanya.

"Tapi..tapi...bagaimana mungkin? Kalian...kalian...sejak kapan saling kenal?"

"Kau penasaran? Sebaiknya kau coba tanya Adrian karena dia yang tau semua kisahnya." Dion menarik salah satu sudut bibirnya. Adrian membuang muka langsung saat Andini menoleh padanya bermaksud meminta penjelasan.

"Sebaiknya kita segera ganti baju dan cepat pulang! Aku lupa kalau hari ini aku ada urusan lain di luar." Adrian mencoba mengelak. Lalu tanpa meminta pertimbangan lebih dahulu dia segera melangkah ke kamar ganti yang lain di ikuti Andini di belakangnya.

Ada senyum smirk yang menghias bibir Dion.

Memangnya siapa kalian bisa menyakiti calon istriku? Sampai kapanpun tak akan ku biarkan Anggun tersakiti.

👇

👇

Adrian sudah keluar lebih dulu lalu menunggu Andini di sebuah kursi tunggu di ruangan itu. Tidak jauh darinya Dion masih setia menunggu kemunculan Anggun dengan baju pengantinnya.

"Jadi kapan kalian akan menikah?" Suara Dion membuka percakapan. Adrian yang kelihatan sibuk mengalihkan perhatiannya dengan membaca sebuah majalah bisnis tampak tak menanggapi pertanyaan sahabatnya. Merasa tak di hiraukan, Dionpun bertanya sekali lagi, "Aku harap kau akan mengundangku ke pernikahanmu nanti."

Adrian menjadi jengah karenanya. Di letakkannya majalah di tangannya ke atas meja dengan kasar. "Aku belum ingin menikah, Dion," jawab Adrian setenang mungkin.

"Lalu? Kalian disini? Dan baju yang kalian coba tadi?"

"Itu baju untuk pertunanganku dengan Andini. Apa kau puas dengan jawabanku?"

Dion mengerdikkan kedua bahunya bersamaan. "Well, aku pikir kau cepat-cepat menceraikan Anggun karena ingin segera menikahi Andini."

"Dan sayangnya kau salah. Aku bukan sepertimu yang dengan cepat menyambar mantan istri orang untuk cepat kau nikahi, seolah tak ada wanita lain saja di dunia ini." Adrian berkata dengan nada mengejek. Dan ucapan Adrian barusan tentu membuat Dion geram. Dia merubah ekspresi wajah dan sikapnya dengan cepat.

"Aku melakukan hal ini karena aku tidak sebodoh dirimu, Adrian. Inilah caraku mencintai Anggun. Ingin cepat menjadikan dia milikku supaya aku bisa menjaga dan melindunginya, terutama dari **** sepertimu," tuding Dion tanpa takut.

Adrian mengepalkan kedua tangannya. Kedua orang bermata elang itu saling menatap tajam satu sama lain. Pada saat itulah muncul Anggun dengan gaun pengantinnya. Wanita itu terkejut saat menjumpai dua pria yang tengah duduk kursi tunggu sedang berperang mata satu sama lain.

Anggun tak mau mengambil resiko terlalu lama. Dia lalu mencoba menengahi ketegangan diantara keduanya. "Ehmm, Dion...." mendengar suara lembut barusan, Dion menoleh seketika diikuti dengan pandangan Adrian kepada wanita itu.

Kedua pria itu tak dapat menampik kekagumannya. Terutama Dion. Dia beranjak langsung dari tempat duduknya.

"Bagaimana penampilanku, Dion?"

"Luar biasa. Kau benar-benar seperti bidadari," puji Dion dengan pandangan mata berbinar tak lepas dari wanita itu. Anggun tersenyum-senyum sendiri dengan wajah sedikit memerah menahan malu.

"Kau terlalu memujiku, Dion. Ini karena gaun yang ku pakai memang benar-benar bagus."

"Ya, dan kaulah yang menyempurnakannya." Dion semakin dekat dengan Anggun. Meraih pinggang wanita itu perlahan agar merapat padanya. Anggun merasa detak jantungnya berdetak lebih cepat apalagi mata Dion menatap Anggun penuh makna.

"Rasanya aku ingin menikahimu saat ini juga." Mata pria itu mengunci pandangan Anggun. Dan suasana intim itu membuat seseorang merasa gelisah di tempatnya.

Adrian. Dia menggigit bibirnya sendiri. Tidak tahu kenapa sedikit ketidak relaan muncul di benaknya. Matanya memicing melihat ke arah Anggun dan Dion yang tampak mesra. Meski Adrian bisa melihat sikap Anggun yang masih tampak malu-malu kucing pada pria di hadapannya, namun nyatanya wanita itu tak keberatan dengan rengkuhan dan tatapan Dion padanya.

"Kita pergi dari sini?" Suara sapaan itu mengagetkan Adrian.

"Hah? Oh....eh....ya," jawab Adrian cepat. Matanya melirik sekilas pada Dion dan Anggun. "Ayo!!" ajaknya kemudian.

"Tunggu!!! Kita berpamitan pada mereka dulu." Adrian tak menyahut. Hanya matanya saja yang tetap setia mengawasi kedua pasangan yang tengah asik dengan dunianya sendiri. Pada akhirnya, Adrian hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar.

Sementara itu Dion dan Anggun juga tengah mengobrol serius. "Dion, bukankah kita akan segera menikah?"

"Ya."

"Kalau begitu, boleh aku minta sebuah permohonan padamu untuk terakhir kalinya?" Dion tak langsung menjawab. Matanya menelusuri wajah ayu di depannya.

"Katakan!"

Anggun berfikir sejenak. Menunduk perlahan dan selang beberapa detik kemudian menatap Dion kembali tanpa berkedip.

"Aku ingin bicara dengan Adrian." Mata wanita itu menyiratkan permohonan. Dion menghembuskan nafasnya perlahan. "Aku mohon, aku janji setelah ini aku tak akan menoleh lagi padanya. Ini adalah yang terakhir kalinya. Karena setelah ini, hanya kaulah yang akan mengisi seluruh hidupku."

Tak dapat di percaya, Dion menguraikan senyumnya dan dia mengangguk perlahan. "Baiklah."

Andini yang hendak berpamitan, tiba-tiba tindakannya di dahului oleh Dion. "Boleh aku bicara denganmu sebentar?" Tanpa meminta pertimbangan lebih jauh, Dion sudah melangkah pergi keluar butik. Terpaksa Andinipun mengikuti langkahnya. Dan kini, tinggallah Anggun dan Adrian di tempat itu. Beberapa orang petugas yang berjaga disana kemudian menyingkir satu persatu, bermaksud memberi kesempatan pada mereka secara pribadi. Ya. Sebelumnya Dion memang sudah memberi kode pada orang-orang itu.

Anggun mendekati tempat Adrian berada. Pria itu sibuk dengan ponsel di tangan kanannya sedang tangan kirinya tersimpan di saku celana.

"Adrian, bisa kita bicara sebentar?" Anggun menyapa sekaligus bertanya. Adrian terhenyak mendengar suara halus tersebut. Tangannya lalu meng-off kan ponsel yang ia pegang. Menyimpannya kembali ke dalam saku saku celananya. Pria itu menoleh perlahan pada Anggun.

"Ya," jawabnya lirih. Kedua mata itu saling bertemu.

"Jadi, kau dan Andini akan bertunangan?" Adrian menghembuskan nafasnya, kasar.

"Kau sudah dengar sendiri tadi bukan? Apakah aku perlu mempertegasnya sekali lagi?" Pria itu membuang pandangannya ke sisi lain.

Ada pancaran mata kesedihan di mata Anggun. "Aku...." entah apa yang ingin ia ucapkan. Semua terasa kelu. "Selamat untukmu." Akhirnya hanya ucapan selamat yang mampu ia lontarkan.

"Terima kasih." Adrian tersenyum kecut.

Sejenak kemudian suasana terasa hening. Kedua tangan Anggun sudah basah oleh keringat dingin yang membanjir. Akhirnya wanita itupun membuka suara kembali.

"Aku dan Dion....."

"Aku tau kalian akan menikah. Dan aku ucapkan selamat untukmu juga. Semoga kalian bahagia," potong Adrian cepat.

Anggun menggigit bibirnya, pedih. Entah kenapa dia merasakan perih di hatinya saat Adrian mengucapkan selamat padanya. Rasanya dia sudah tidak sanggup lagi. Anggun ingin menangis.

"Ya. Terimakasih." Suara Anggun berubah serak.

"Kalau tidak ada hal yang perlu di bicarakan lagi, sebaiknya aku pergi." Adrian hendak melangkahkan kakinya saat tiba-tiba Anggun bersuara kembali.

"Aku ingin bertanya satu hal padamu, Adrian." Langkah pria itupun terhenti. Meski tanpa menolehkan kepala, dia berusaha menunggu pertanyaan yang akan di ajukan Anggun padanya. "Tidak adakah sedikitpun perasaanmu padaku selama ini, Adrian?"

Tak ada jawaban apapun dari pria itu. Hal itu berlangsung sampai tiga puluh detik. Dan pria itu membalikkan tubuhnya kembali menghadap Anggun.

"Masih perlukah aku memberikan jawaban padamu sedangkan kau sendiri sudah mengetahuinya?" ucapnya datar.

"Sedikit. Sedikit saja, tidak adakah cinta di hatimu untukku?" Adrian mendengus karenanya.

"Kalau aku mencintaimu, aku tidak mungkin menceraikanmu, Anggun."

Baiklah. Cukup. Anggun merasa, pintu sudah benar-benar tertutup untuknya. Dia mencoba sekuat mungkin menahan lelehan air mata yang siap meluncur ke pipinya.

"Ya. Aku mengerti. Mulai sekarang, kita akan menempuh jalan kita masing-masing," putusnya kemudian dengan suara yang ia tegaskan.

"Semoga kau bahagia." Adrian memberikan ucapan selamat padanya untuk terakhir kali sebelum akhirnya ia melangkah kembali meninggalkan Anggun yang masih berdiri terpaku dengan tatapan nanar dan kosong.

Kebekuan Anggun tak menyadarkannya kalau saat ini Dion sudah masuk dan berada di hadapannya kembali.

"Kau tidak apa-apa?" Suara Dion terdengar lembut dan lunak. Pria itu tau kalau saat ini Anggun tengah berperang melawan perasaanya.

"Dion, bukankah kita akan menikah?"

"Ya." Kedua alis pria itu tampak menyatu seakan menyiratkan kebingungan akan pertanyaan Anggun.

"Kalau begitu, bantu aku berubah. Aku ingin mengubah semua dalam diriku." Anggun menatap Dion pasti.

"Semua?"

"Ya. Aku ingin berubah. Aku ingin menutup lembaran lama dan menggantinya dengan lembaran yang baru. Aku ingin menulis kembali kisah dimana hanya ada aku dan dirimu. Jadi, maukah kau membantuku? Maukah kau membuatku jatuh cinta padamu?"

Dion tak sanggup menahan getaran kebahagiaan dalam dirinya. Kalimat yang di ucapkan Anggun dengan antusias dan kesungguhan tadi seperti hujan emas yang bertaburan dalam hatinya.

"Apa itu berarti kau sudah bisa membuka hatimu untukku?" tanya Dion memastikan. Dan tanpa pikir panjang, Anggun menganggukkan kepalanya penuh keyakinan. Dion tak mampu mengelak rasa haru sekaligus bahagia yang saat ini mengguyurnya. Tanpa permisi, di raihnya tubuh Anggun yang masih terbalut gaun pengantin ke dalam pelukannya. Di peluknya erat seakan ia tak akan pernah melepasnya kembali.

"Terima kasih, Anggun. Aku berjanji akan menaungimu dengan senyum kebahagiaan. Hanya kau, kau, dan kau satu-satunya wanita yang akan ku cintai. Pendamping hidup hingga matiku dan Ibu dari calon anak-anakku. Hanya kau, Anggun. Kaulah.....Bidadariku."

🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺

1
Mom Q
bagus awalnya cma maaf endingnya agak janggal kya blm selesai.
kecuali klo ada bonus nya
Erna Wati: Emang belum karena masih ada yg season 3. "Anggun Bidadariku Ending Story". kalau mau baca di platform sebelah. WP
total 1 replies
abu😻acii
nyimak dulu
Azzuraaa
aku suka tulisan bagus begini, tapi kok yang baca sepi ya? tetep semangat thor
Lili Lintangraya
ditunggu lanjutannya,gmn kehidupan dion&anggun.adrian jg,penasaran kehidupanny selanjutny
Neni Anggraini
angun dh ambil tuh batang emas (Dion).... buang batang kayu (Adrian) bikin dia nyesal lemepas kamu.... 🤣🤣
Yudhiari Denada
kayaknya masih nggantung?
tapi seru c
semua dpt porsinya, Andini & andrian g bersatu,, Andini suka mempermainkan, andrian blm dewasa, cepat kebawa emosi, labil, kasih yg jadii pasangannya, gampang terombang ambing. baca ceritanya yg ending part 1 aja udah jelas hambar rumahtangga nya, cuma main² aja. memang baik anggun sama dion, cuma agak aneh, klo habis kena serangan jantung atau apalah yg keliatan sakit, knp habis ijab kabul gak istirahat aja?
Erna Wati: season 3 ada platform sebelah. sudah end juga kok disana.
total 2 replies
rumah kazuya
end nya koq gak enak amat yaa...
Yulianna Novia
aihhh... kok aku tak puas niiii, lanjut donk
Erna Wati: ada yang season 3 di pf sebelah.
total 1 replies
Nenk Kwr
ceritanya sudah tamat. tapi pelakor andini tidak diceritain dapat karma.
Ar Syaina Syaina
penyesalannn ayoo mendekatlah adrian sdh menunggu,,semoga RSJ,,masih menerima adrian
Ar Syaina Syaina
hmmm adrian terllalu percaya diri,,,,ingat penyesalanmu sdh mulai merapat,,,ayoo thoor semangat critamu baguss jempol yg bnyk utkmu👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👌🏼👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼👌🏼
bunga seroja
👍👍👍👍👍👍👍
Mawar berduri
benar2 cerita yg byk memguras airmata & emosi jiwa dgn tingkah lelaki bagas & adrian. kok bs orgtua mrk yg sgt baik & penuh kasih bs punya 2 anak lelaki yg berengsek bin pecundang🤦‍♀️
Rai Ayi Rohayati
ih jd gemes thuu c andrian, buktikan anggun kau bisa lebih hebat dr pelakor....
Efan Zega
koq dah end sih. aq penasaran dion sakit apa sih. trus bagas gak datang ya kepernikahan anggun
Erna Wati: Ada Anggun season 3
total 1 replies
Efan Zega
loh katanya u gak mencintai anggun rian
Efan Zega
wahhh anggun tambah cantik nih....nyesel u rian
Efan Zega
2 bersaudara sama aja,,,biadab smua
Efan Zega
nyesek bgt lihat nasibmu gun..
dulu bagas dan niken skrg rian dan andini
Efan Zega
sakit banget kelakuan smua keluarga bagas dan rian. kalo mertuanya gak cerita keandini pasti smua gak sekacau ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!