NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Berbagi Cinta : Mencintai Diriku Dan Dirinya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Poligami / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: m anha

Jatuh cinta pada pria yang tak dikenal, itulah yang dirasakan Khanza.

Hanya dengan melihatnya dari kejauhan.

Setelah lima tahun tak pernah melihat sosok Cinta pertamanya, mereka kembali di pertemukan.
Khanza tak menyangka jika mereka akan dipertemukan kembali sebagai atasannya.

"Maukah kau menikah denganku," kalimat yang keluar dari mulut pria yang menjadi cinta pertamanya itu seolah membuat Khanza melayang.

Apakah mereka akan bahagia bahagia? Tentu saja, apalagi mengetahui ada janin yang sedang berkembang di rahimnya, bulan kedua pernikahannya.

Bermaksud ingin memberi kejutan, justru dialah yang mendapat kejutan dari suaminya.

"Kau boleh meminta apa saja, tapi jangan memintaku meninggalkannya. Aku mencintai dirimu dan dirinya."

'HANCUR' saat suaminya mengatakan jika ia telah menikah sebelum menikahinya.

Istri Keduanya, itulah kedudukannya.

Mampukah Khanza berbagi cinta dengan wanita lain ...?
Akankah ia menerima atau justru harus pergi dari cinta pertamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencintai diriku dan dirinya.

Hari-hari Khanza sangat bahagia, usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 6, bayinya sudah terasa bergerak. sesekali  Khanza bisa merasakan bayinya itu menendang. 

Abizar semakin memanjakannya, menghujaninya dengan Cinta, begitu juga dengan ibu mertuanya yang kini mulai mendukungnya. Ia bahkan meminta Santi melakukan apa saja yang Khanza inginkan.

Khansa memanfaatkan itu, ia meminta Santi untuk melakukan ini dan itu untuknya. Walau marah Santi tetap melakukannya, ia tak mungkin membantah ucapan Warda. Mengingat dia hanya menumpang di rumah mereka. Ia juga harus terus bersikap baik pada Warda agar tetap mendapat kepercayaan nya.

Khanza benar-benar membalaskan sakit hatinya pada Ibu dari madunya itu.

Farah juga sedikit demi sedikit mulai mendekatkan diri kembali pada Khanza, ia memanfaatkan keahliannya dalam memasak untuk mengambil hati Khanza yang belakangan ini selalu ingin makan ini dan itu. 

Beruntung Khanza sangat menyukai masakannya.

Tak jarang Farah memasak masakan untuk Khanza  di tengah malam, di saat Khanza memintanya membuat makanan yang tiba-tiba diinginkannya.

Farah melakukan semuanya dengan ikhlas, agar bayi yang ada di dalam kandungan Khanza tumbuh menjadi bayi yang sehat.

"Khanza! Apa kamu masih marah sama mbak?" tanya Farah pada Khanza yang sedang makan.

Khanza menghentikan makannya,

"Sebenarnya kenapa Mbak melakukan semua itu kepadaku? Aku sudah menyayangi Mbak seperti kakakku sendiri." ucap Khanza menatap mata Fatah.

"Mbak juga sangat menyayangimu, nggak pernah menganggap kamu sebagai madu, tapi aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri. Selama ini Mbak membantu dan menemanimu tak ada maksud apapun. Mbak melakukannya tulus karena menyayangimu" ucap Farah mencoba meyakinkan Khanza.

"Lalu mengapa kalian semua merahasiakan pernikahan Mbak dan kak Abi kepadaku?"

"Khanza, beberapa tahun terakhir Mbak terus mencari wanita yang tepat untuk mas Abi, untuk menjadi ibu dari anaknya, Kamu pasti bisa mengerti perasaan Mbak, Mbak tidak bisa memberikannya anak untuk mas Abi,  mbak merasa bukankah istri yang baik untuknya. Saat Mbak tahu jika dia menyukaimu Mbak tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan memintanya untuk menikahimu. Awalnya kami ingin jujur kepadamu, tapi di suatu kesempatan kau mengatakan tak  ingin menjadi istri kedua dari seorang pria. Kami pun memutuskan untuk merahasiakannya dan akan mengatakan setelah kau menikah dengan mas Abi," jelas Farah dengan hati-hati.

"Tapi, itu semua menyakitkanku mbak.Kalian sudah tahu jika aku tak menerima dimadu, tapi kenapa kalian seperti mencoba menjebakku ke dalam pernikahan ini, Aku menggantungkan banyak harapan dari pernikahan ini, Mbak. Yang aku dapatkan hanyalah penghianat dan kebohongan."

"Aku mengerti perasaanmu, tapi percayalah Mas Abi sangat mencintaimu, bahkan saat ini aku merasa mas Abi lebih mencintaimu daripada diriku.

"Benar, kak Abi  sangat mencintaiku karena ada janinnya di dalam rahimku. Mungkin setelah aku melahirkan bayi ini, ia akan merebutnya dariku dan akan  kembali kepada Mbak. Aku bisa melihat dari mata kak Abi. Jika dia lebih mencintai Mbak dari pada aku, aku tak ada artinya di mata kak Abi."

"Aku sudah bersama dengan mas Abi semenjak kami duduk di bangku Sekolah menengah atas. Mbak sudah mengenalnya lama sebelum menikah dengannya, aku tak tahu perasaan kami cinta atau hanya persahabatan, tapi yang pasti Mbak bisa meyakinkanmu jika mas Abi juga sangat  mencintaimu dan percayalah pada cintanya."

"Kalau mas Abi mencintaiku, aku tetap tak bisa berbagi Mbak, aku ingin memiliki suamiku seutuhnya, aku tak bisa berbagi. Walau aku mengatakan iya, tapi  hatiku tetap tak terima."

"Mbak bisa merasakan apa yang kau rasakan, kita mencintai pria yang sama, kita menjadi istrinya. Mbak mengerti apa yang kamu rasakan selama ini karena mbak juga mengalaminya."

"Tak ada yang mengerti perasaan aku Mbak, kecuali aku sendiri. Tidak Mbak, tidak mas Abi tidak siapapun, kalian semua jahat sama aku," ucap Khanza berdiri dari duduknya meninggalkan Farah  yang hanya bisa melihat dengan penuh rasa bersalah.

Abizar menyandarkan badannya di tembok dapur, tadinya ia ingin mengambil air minum dan ia tanpa sengaja mendengar pembicaraan kedua istrinya.

 Abizar mendengar semua  percakapan mereka, ia tak menyangka dibalik senyum kedua istrinya ternyata mereka semua merasakan hal yang sama. Mereka merasakan sakit yang namanya diduakan, berbagi cinta itulah yang mereka lakukan saat ini di dalam rumah tangga nya, Abizar harus membagi cintanya secara adil untuk keduannya. Ia sudah berusaha melakukannya selama ini, tapi ternyata ia gagal dan justru menyakiti hati keduanya.

Pagi ini Khanza menikmati udara pagi di balkon kamarnya, menghirup udara segar yang sungguh sangat sejuk dan menyegarkan.

Abizar menghampiri dan memeluknya dari belakang mencium  tengkuknya dan mengelus perut buncitnya.

Abizar tersenyum bahagia saat merasakan tendangan dari bayinya.

Khanza mencoba melepas pelukan Abizar dan menjauhkan tubuhnya, tetapi Abizar semakin mempererat dan menciumi sekitaran leher jenjangnya.

"Kak, cukup. Hentikan," ucap Khanza yang merasa geli dengan apa yang dilakukan Abizar.

"Bisakah kau berhenti marah padaku," ucap Abizar mengelus perut tanpa mengubah posisinya.

"Kak, Aku sudah sehat begitu juga dengan bayiku, Aku ingin menagih janjimu," ucap Khanza.

"Janji? Janji apa? Apa masih ada yang kurang yang aku belikan untukmu?" tanya Abizar yang selama ini selalu memanjakan Khanza dengan barang-barang branded tas, sepatu, semua yang disukai wanita ia belinya hanya untuk menyenangkan hati Khanza. Namun sepertinya itu semua tak berhasil. Khanza belum juga sikap jutek kepadanya. Saat beberapa kali Abizar meminta haknya Khanza pun masih menolaknya.

"Janji untuk membawaku ke kampung. Aku sangat merindukan kakek dan nenek," ucap Khanza.

"Iya, aku janji akan membawamu, tapi tunggulah sampai bayi kita lahir, aku takut terjadi apa-apa saat di jalan. Sekarang kandungan kamu sudah semakin besar," ucap Abizar.

"Kakak sudah janji, kenapa Kakak terus mengingkari janji Kakak," ucapnya penuh penekanan.

"Ok, baiklah. Aku akan mengantarkan ke kampung bertemu dengan kakek dan nenekmu, tapi kita harus periksa dulu dan meminta pendapat dari dokter kandungan mu."

"Terserah kakak aja," ucap Khanza kembali ingin melepas pelukannya.

"Biarkan seperti ini beberapa saat, aku mohon. Aku sangat merindukanmu," ucap Abizar kembali mempererat pelukannya, menghirup aroma tubuh Khanza yang begitu dirindukannya.

Khanza bisa merasakan cinta Abizar dari perhatian dan sentuhannya. Namun hatinya masih terasa sakit karena kebohongan yang pernah ia lakukan.

Khanza sudah memaafkan mereka semua.

ia sudah mencoba menerima jika ia harus berbagi cinta dengan Farah. Namun, hatinya tetap merasa sakit saat melihat mereka berduaan. 

Khanza sadar pernikahan itu bukan hanya untuk satu atau dua hari, tapi untuk selamanya.  Khanza tak sanggup untuk hidup seperti ini selamanya, salah satu dari mereka harus mengalah.

"Jika Mbak Farah tak ingin melepaskan kak Abi, biarlah aku yang melepaskannya. Aku tak sanggup hidup dengan rasa sakit seperti ini selamanya. Aku sadar kak Abi mencintaiku dan mbak Farah. Ia tak akan bisa memilih antara kami berdua," Batin Khanza memandang jauh kedepan.

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Terima kasih sudah membaca 🙏

Jangan lupa like vote dan komennya 🙏

salam dariku Author m anha ❤️

love you all 💕🤗🤗❤️

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

1
Remince Silalahi
saya setuju dengan lebih bercerai dari pd poligami yg saling menyakiti dan selalu mementingkan ke egoisan keluarga abizar
Remince Silalahi
saya suka sikap khanza ngapain bertahan dgn pria yg menganggap istri mesin pencetak anak
Hera sasuwe
👍👍
Syilvi Hesty
kanaza si lacur keenakan yah rindu burung Abi ya lacur kanza
Syilvi Hesty
harusnya bukan bukan Farah mengalah, disini BS tau kali Abizar anjing itu lebih sayang dan cinta SM afarah coba kalo dia lebih sayg dan cinta SM Kanza pastia dia akan lebih milih cereii. si Farah anjing
Syilvi Hesty
putra nya enak kali kau ngomong Farah, ada kau rasakan hamil dia, ada kau kasih asi dia walupun setetes main mengklaim aja putaraku..., putra Kanza anjing babi Farah bukan kau
Bunda
salam kenal🙏🙏🙏
Lena Sari
kok beda jauhya hasil didikan Farah,kan aziel,Lucia,sama2 d asuh Farah saat kecil.
Lena Sari
katanya nggak punya rahim...kok Hamill????
TRIDIAH SETIOWATI
cerita bisu
Lena Sari
kasih pelajaran dulu ya abidzar,jangan egois jdi suami,yg trauma Khanza,yg ngotot mau nmbah anak kmu..mna bisaaaa
Lena Sari
kamu sebetulnya cinta nggak sih sama Khanza abidzar?????kok kmu nggak mikirin perasaan Khanza!
Arni Umha
khanza gila harta tak butuh harga diri
Arni Umha
trnyta Khanza sama saja yg lain gila harta...
Rieya Yanie
siapakan tisu..mewek
Nazwa Natania Hamzah
Tampan
muth yasin
setuju Dewa... makasih dah kasih saran sama mentari
muth yasin
ketahuan karakter asli Farah. EGOIS. ngga punya anak dari Abizar mungkin karena sibuk ngejar obsesi wanita karir. begitu ingin punya anak, melibatkan hati wanita lain. sekarang obsesinya punya menantu kayak Azriel
muth yasin
dasar nya h Farah. bener bener parah banget
muth yasin
Kejadian lalu Farah meminta poligami, sebenarnya bukan tulus semata untuk kebahagiaan Abizar kok. memang dasarnya egois. ngga melihat ada yang terluka akibat permintaannya itu. sekarang juga sama. egois. merasa benar sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!