NovelToon NovelToon
Letting Go, My Husband

Letting Go, My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Bella kira hidupnya sangat sempurna, namun siapa sangka jika suaminya malah berselingkuh dengan pelayan di rumah mereka.

Bella sempat ingin mundur, namun kembali berusaha mempertahankan rumah tangga itu, apalagi saat sang suami memohon untuk kesempatan kedua.

Benarkah kami bisa bersatu? Batin Bella, saat melihat sang suami yang tertidur pulas disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LGMH BAB 19 - Seribu Bunga Mawar Putih

Selalu mendapatkan penolakan dari Bella membuat hati Azam mencelos.

Bahkan niat untuk kembali memaksa gadis ini kerap kali muncul di kepalanya. Menarik Bella masuk ke dalam kamarnya dan menunjukkan bahwa kini mereka adalah sepasang suami istri.

Tapi saat teringat akan kesalahannya sendiri, membuat Azam kembali berpikir, jika pantas Bella memperlakukannya seperti ini.

Melihat Bella yang sudah menghilang dari pandangannya. Azam pun mulai melangkah untuk menyusul. Namun beberapa langkah kakinya maju, tiba-tiba ia mengurungkan niat.

"Jika aku menghampirinya pasti Bella akan pergi," gumam Azam.

Ia menelan salivanya, lalu memilih berbalik. Azam ingin Bella betah dulu di mansion ini, tak ingin membuat istrinya itu merasa terusik.

Akhirnya Azam pergi, dan memilih naik ke lantai 2 dan masuk ke ruang kerjanya.

Duduk seraya terus memperhatikan Bella dari layar cctv.

Dilihatnya, Bella yang menyusun barang di lemari pendingin. Lalu berkutat di dapur dan membuat sebuah masakan.

Azam tak pernah tahu, jika Bella sepiawai itu di dapur. Bahkan Bella pun membersihkan semua peralatan yang sudah ia pakai.

Lalu duduk dimeja makan dan mulai makan hasil masakannya sendiri. Setelah usai, Bella pergi meninggalkan dapur.

Hati Azam, kembali berdesir.

Kembali teringat pemikiran buruknya tentang Bella. Si anak manja yang tidak akan bisa mengurus dapur.

Saat melihat sang istri sudah masuk ke dalam kamarnya, Azam lantas kembali turun ke lantai 1. Ia langsung menuju dapur dan membuka tudung nasi diatas meja.

Dilihatnya, 2 macam masakan sang istri. Dan Azam, langsung mencicipi salah satunya.

"Sejak kapan Bella bisa masak?" tanya Azam, yang ia tanyakan pada dirinya sendiri.

Karena tidak ada orang lain disana yang mendengar pertanyaannya itu.

Hari ini berlalu dan keesokannya lagi Azam kembali memberi ruang Bella untuk sendiri.

Azam setia duduk di ruang kerjanya dan memperhatikan Bella dan Fhia yang duduk di ruang keluarga. Kedua gadis itu merajut, membuat beberapa sepatu kecil-kecil, seolah sepatu untuk bayi.

Azam, sungguh bertanya-tanya, untuk apa itu semua.

Seolah banyak sekali yang ia tidak tahu tentang istrinya itu. Karena dibenak Azam Bella itu hanyalah gadis kontroversi, gadis seksi, dan bukan ahli ibadah. Hanya tahu caranya berpoya-poya dan berbuat semaunya.

Mengambil ponselnya di atas meja, Azam akhirnya menghubungi Ben.

Meminta asisten pribadinya itu untuk datang kesini.

10 menit kemudian Ben datang, menyapa ramah sang Nyonya dan Fhia yang masih berada di ruang keluarga. Tapi Bella dan Fhia juga mengabaikan Ben.

Membuat Ben seperti seekor nyamuk, berdengung lalu pergi dengan sendirinya.

"Kamu lihat sendirikan apa yang dilakukan Bella? untuk apa dia merajut seperti itu?" tanya Azam bertubi, setelah sang asisten berdiri di hadapannya.

"Itu untuk bayi-bayi di yayasan Nyonya Bella Tuan," jawab Ben apa adanya, membuat kedua netra Azam membola.

"Yayasan? kenapa kamu tidak pernah memberi tahuku Bella punya yayasan itu?"

"Karena Anda tidak pernah bertanya Tuan," jawab Ben, apa adanya.

Sebuah jawaban yang membuat hati Azam semakin merasa kecil. Yayasan Kasih Ibu yang Bella buat, berisi bayi-bayi mungil yang sudah tidak memiliki orang tua, dan tidak diharapkan oleh keluarganya.

Sama, seperti ia dulu, sampai akhirnya mama Sarah dan papa Agra mengadopsinya menjadi anak.

Selama ini Bella memang tidak terlihat aktif di sana. Karena semuanya Fhia yang mengambil alih kendali.

Sementara Bella fokus mencari uang untuk anak-anak itu.

Bahkan keluarga Malik pun tak ada yang tau tentang yayasan yang Bella bangun. Karena uang yang Bella gunakan untuk membangun yayasan itu adalah uangnya sendiri dari menjadi model.

Bukan uang terus mengalir dari perusahaan Malik Kingdom untuknya.

Semua uang Bella dari MK, masih utuh di dalam rekeningnya.

"Kenapa baru memberi tahuku sekarang Ben, kamu membuatku jadi pria yang jahat."

"Karena Anda baru bertanya sekarang Tuan, selama ini Anda selalu sibuk dengan Nona Raya."

Azam, tak bisa lagi berkata-kata. Ia sungguh kecewa pada dirinya sendiri. Bahkan kini merasa, ia lebih hina dibandingkan Bella.

Menjelang sore kala itu, Ben akhirnya pergi dari mansion. Tak lama setelahnya Fhia pun pamit pulang.

Bella lantas membereskan semua barang-barangnya dan kembali memasukkannya didalam kardus.

Jika sudah tidak ada Fhia seperti ini, Bella rasanya enggan berkeliaran di dalam mansion.

Malas jika harus bertemu dengan Azam.

Selesai berkemas. Bella hendak kembali ke kamarnya dengan membawa kardus itu.

Namun baru berbalik, kakinya langsung berhenti bergerak. Saat melihat beberapa orang masuk dan membawa beberapa pot bunga mawar putih, lalu meletakkannya di bawah kaki Bella.

Bunga-bunga itu masih hidup.

"Apa ini?" tanya Bella pada salah satu orang itu, dan bukannya menjawab, sang pengirim hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya hormat.

Tak sampai di sana, ternyata pengirim itu keluar dan kembali lagi masuk ke dalam. Kembali membawa bunga-bunga segar didalamnya.

Membuat mansion di lantai 1 ini penuh dengan bunga mawar, dari tengah, ruang tamu, juga dapur.

Bahkan deretan bunga itupun sampai menuju ke pintu kamarnya.

Dan terakhir, pengirim itu memberikan sebuket bunga mawar merah dengan kartu ucapan didalamnya.

Tahu tak bisa meminta maaf secara langsung, Azam mengirimkan Seribu bunga mawar putih untuk istrinya itu, sebagai permohonan maafnya.

Arra, maafkan aku. Aku mengaku salah.

Ucap Azam dalam kartu ucapan yang ia tulis di buket bunga mawar merah itu. Membuat hati Bella menghangat dengan sendirinya.

Belum lagi saat Bella melihat sekeliling, rumahnya yang dipenuhi dengan bunga mawar putih.

Bunga, sebagai ungkapan permintaan maaf.

Masih berdiri di ruang tengah, Bella melihat Azam yang menuruni anak tangga. Lalu berjalan menuju arahnya hingga kini berdiri dihadapan.

"Maafkan aku Arra," ucap Azam langsung. Sengaja memanggil Bella dengan nama itu. Nama panggilan Bella saat kecil.

Kembali mendengar seseorang memanggilnya Arra, membuat Bella kembali teringat kenangan manis mereka semasa kecil.

Saat mereka belajar bersama, duduk di taman sekolah, juga saat mereka pergi ke jepang kala itu.

Berlari dibawah puluhan pohon sakura yang sedang berbunga.

Bella, tak menjawab apapun. Hanya menatap kedua netra Azam yang menatapnya sendu.

Lalu buru-buru memutus tatapan itu, saat tiba-tiba dadanya kembali berdesir.

Bella, mencari jalan untuk pergi, namun semuanya sudah tertutup oleh bunga mawar. Satu-satunya jalan sudah ditutup oleh Azam.

"Aku memang sengaja membuatmu tidak bisa kabur," ucap Azam dengan tersenyum kecil, saat melihat sang istri tak menemukan celah untuk lewat.

"Minggir, aku mau lewat!" jawab Bella, ketus.

Meski ketulusan Azam bisa ia rasa, namun tak semudah itu membuat Bella percaya.

"Ayo kita mulai semuanya dari awal Ra."

"Berhenti memanggilku Arra. Namu Bella!"

"Arra."

"Bella!"

"Arraku."

Bella, langsung bergeming kala mendengar itu. Tapi bukannya senang, itu semua terdengar seperti omong kosong.

"Minggir," pinta Bella sekali lagi.

Dan bukannya menyingkir, Azam malah berjalan mendekat. Membuat Bella terpojok sat kakinya nyaris menyentuh bunga mawar dibelakang tubuhnya.

"Jangan berontak jika tidak ingin kita berdua jatuh," ucap Azam, lalu merengkuh pinggang sang istri dan memeluknya erat.

Tubuh Bella bahkan sampai terangkat, membuat ia berjinjit.

Merasakan kepala Azam bersembunyi diceruk lehernya yang terbuka. Karena saat ini Bella hanya menggunakan tanktop. Sementara rambutnya, diikat tinggi.

"Maafkan aku," ucap Azam sekali lagi. Seraya semakin memeluk erat tubuh sang istri.

1
Rahmi Mamimima
Rebut ajalah. Drpd bella sm laki2 plin plan
Rahmi Mamimima
Bel, bel. Ngapain berharap sm org yg sdh menorehkn bnyk luka di hatimu
si kece
masalahnya yg meminggal itu bkn sodara, bkn siapa2, hanya mantan pekerja, kecuali dlu dia pernah nyelametin nyawa lo atau ngasih sebelah ginjalnya, baru deh msh masuk akal alasan lo bela2in ke bandung dan mengabaikan istri lo zam.
si kece
cm demi rusli yg bukan siapa2, km mengorbankan banyak hal zam ckckck
si kece
lu emang jahat. lu org dewasa, bkn anak2 yg gampang kehasut. mikir..
si kece
puassss bgt. dr awal gk ada rasa kasihan gw sm si raya.
si kece
telaaatttttt.. makanya jd laki kudu tau prioritas. udh tau bela msh sensitif soal raya, malah maksa ttp pergi, mau gmn pun mereka org lain, kan bs nyuruh si ben aja yg wakilin takziah.
si kece
alhhh basiiiiii
si kece
nih kelakuan cewek yg lu anggap lebih baik dr bella LOL 🤪🤪
si kece
maaf dah gw mah gk ada kasian2nya sm si raya. dia tau resiki berhubungan sm suami org. mau dipaksa gmn pun sm si azzam, klo dia pnya harga diri, jgn mau lah disuruh nunggu. jd apa yg dia rasain sendiri adalah penyakit yg dia bikin sendiri.
si kece
sengaja. biar azzam simpatik sm dia
si kece
sama bel. gw jg benci bgt. mau secinta apapun, namanya laki2 udh beristri, kita sbg perempuan baik2 ya hrs tau diri. menjauh, bkn malah mau2 aja diajak bertahan. manusia diberi akal, gunanya agar berfikir atas segala sesuatu.
si kece
sundari: sundal tidak tau diri 🤣🤣
si kece
sok perfect sih lo jd manusia. merasa paling tak berdosa
si kece
najis. munafik
si kece
gw paling benci sm org sok suci, dan menganggap org lain ahli neraka, hanya krn casing luarnya
si kece
makanya jgn suuzon sm org.
si kece
yg jelas derajat bela jauh lbh baik dr wanita yg hadir jd org ketiga, bahkan Nabi aja gk mau ksh safaat bagi perusak rumahtangga org.
si kece
dihhh
si kece
naik lg air mata gw 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!