NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Kisah Cinta Cucu Manja Oma

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sobri Wijaya

Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_19 Tawaran

Hari itu Al nampak kebingungan mencari Cinta di kampus. Ia ingin langsung mengutarakan tujuannya untuk meminta Cinta menjadi pacar nya untuk menemui Oma Alima. Namun hingga pelajaran berakhir, Cinta tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Tomky dan ketiga sahabatnya terlihat sedang memperhatikan dirinya dari kejauhan saat tengah sibuk bertanya ke setiap temannya layaknya mata-mata. Namun nampaknya tidak ada satu orang pun yang mengetahui nya.

"Menurut mu, Al sedang cari siapa?" tanya Tomky membuka percakapan.

"Ya Cinta lah," timpal Bara yakin.

ketiganya pun memandang Bara. "Cinta? si maha siswi baru itu?" tanya Ilyas mengernyit.

"Iya, Boy, Delpa sedang menantang Al untuk menjadikan Cinta pacar nya dalam seminggu," terang Bara lagi.

ketiganya terkekeh. Yang benar saja?" tanya Tomky tak percaya. "Benar begitu, Del?" tanya Tomky lagi melirik kearah Delpa yang masih pokus memandang aktivitas Al.

"He'eh," jawab Delpa singkat.

pletak!

Ilyas menyentil kepala Delpa namun Delpa sigap membalas

menyungut kepala Ilyas. "Berani nya kau?" gerutu Delpa tak terima.

"Yang bener saja, Del?" oceh Ilyas. "gadis itu gak cocok sama Al, terlalu rendahan, buat tantangan yang sepadan dong." Ilyas menyentak wajah Delpa.

Tomky terkekeh. "Menarik? apa imbalannya?"

"mentraktir Al selama seminggu," sahut Bara lagi.

"Ha? yang benar saja?" Tomky melotot. "Yang menarik dikit dong, Del. itu ma sama saja bohong dan bukan tantangan namanya, aku yakin Al gagal!" celetuk Tomky lagi sambil mengacungkan sepatu dari kakinya kearah Delpa.

"Hais, itu juga berat kali Tom, Al kan makanya banyak," elak Delpa yang tak terima akan protesnya Tomky karena menurutnya keputusannya sudah benar.

"Dasar cacing kalong!" maki Tomky.

"Timbang lo, ular kadut," balas Delpa.

"Cacing kalong!" kekeh Tomky.

"Dasar ular kadut," balas Delpa lagi tak mau kalah.

"Cacing kalong kepanasan," pancing Tomky tertawa mengejek.

"Mendingan juga cacing kalong banyak manfaat nya mengobati berbagai penyakit ketimbang ular kadut, hi menjijikkan." lagi-lagi Delpa tak mau kalah hingga akhirnya keduanya saling perang badar.

Bara dan Ilyas jadi puyeng melihatnya sambil berkaca pinggang dan tak mau melerai. "Dasar anak-anak," desis Bara sambil menghela nafas.

"Ke kantin aja yok!" ajak Ilyas tersenyum mengartikan kesempatan agar mereka kabur.

Bara menaikkan kedua alisnya. "oke."

Tomky dan Delpa yang melihat keduanya mengabaikan mereka pun melongo dan saling dorong-dorongan untuk saling mendahului.

Al menemui Yudha yang tengah duduk menyendiri di Taman bunga. "Yud!" sapa Al sambil berdiri dan memasukkan lengannya di saku celana.

"Al, ada apa?" tanya Yudha penasaran.

Al menatap Yudha. "Lihat Cinta?"

Bingung. "E.. E...enggak?"

Al tak banyak bicara, Ia memutuskan pergi kerumah Cinta setelah tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya pada Yudha hingga membuat Yudha bertanya-tanya.

Setibanya dirumah Cinta yang diantar oleh Galih, ternyata Al tidak mendapati keberadaan Cinta disana termasuk Ibunya.

Al pun kembali masuk kemobil dan meminta Galih membawanya ke kafe Pak Edy.

Tampa berlama-lama, Al langsung menemui Pa Edy dan menanyakan keberadaan Cinta. "Pak, apa Cinta ada disini?"

Pak Edy tampak berpikir dan Teringat tujuan Cinta tadi pagi.

"Oh iya, mungkin sedang menunggui Ibunya yang sedang sekarat Tuan," jelas Pak Edy.

Al sedikit terkejut. "Apa! lalu bagaimana keadaan Ibunya?" tanya Al lagi ingin tau lebih jauh.

"Tidak tau Tuan." Tentu saja Pak Edy enggan berterus terang kepada Al kalau Cinta baru saja datang untuk meminjam uang padanya. Sebab jika Ia ceritakan, pasti Ia akan mendapat masalah dengan Al.

Al pun meninggalkan Pak Edy dan mengajak Galih kerumah sakit. Dengan setia dan tampa protes Galih menurut saja mau Tuanya itu.

Saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Al membulatkan matanya tak percaya ketika mengamati seorang gadis yang memiliki postur tubuh yang sangat dikenalnya itu sedang duduk menangis terisak dipinggir trotoar. Al pun mengucek kedua matanya berulang-ulang untuk meyakinkan jika penglihatannya benar-benar tidak salah.

"Berhenti disini, Lih!" pinta Al hingga membuat Galih mengerem mendadak. "Pinggirkan mobilnya!" pinta Al lagi. Galih pun menurut.

Al segera turun dan menghampiri Cinta. "Cinta! ada apa menangis?"

Cinta yang terkejut akan kehadiran Al pun langsung menghapus air matanya dan hendak pergi.

"Mau kemana?" Al menahan lengan Vania.

Vania menoleh dengan pandangan tidak suka. "Jangan urusi hidupku!" sentak nya sembari memutar bola matanya keatas agar air matanya tidak kembali luruh, namun tetap saja air matanya tak terbendung. "Hidup ku ini sangat menyedihkan," kelu nya menggigit bibir bawahnya.

Al pun memutar tubuhnya yang masih membelakangi Cinta lalu mendekatkan wajahnya kewajah Cinta dan tiba-tiba merengkuh tubuh Cinta. "Ya ampun kau tidak mandi ya!" Al nampak mencium bau tak sedap dari tubuh Cinta.

"Hey, apa yang kau lakukan?" geram Cinta berusaha melepaskan diri.

"Diam lah! aku hanya ingin memberi mu kekuatan!" Sergah Al yang menangkup tubuh Cinta dengan mesra.

"A.. apa?" Cinta repleks menginjak kaki Al.

"Aw!" Al kesakitan dan memegangi kakinya. "Apa yang kau lakukan? aku kan cuma memberikan bahu ku agar bisa berbagi kesedihan!" ketus Al menohok.

"Makannya jangan cari kesempatan berdalih memberikan kekuatan, padahal karena memang mintak dipeluk kan, dasar Tikus Got, play boy!" Oceh Cinta lagi-lagi melotot.

Al Memicingkan matanya tak percaya. "Sebegitu jeleknya kau menilai ku? apa kau pernah melihat ku gonta ganti pacar? kalau iya, dimana? cepat katakan!" sentak Al kesal.

Cinta pun menunduk dan kembali menangis sesenggukan, benar juga, Ia memang tak punya alasan untuk mengatakan Al sebagai play boy karena sekali pun Ia tak pernah memergoki Al bersama gadis dan selalu mengikuti kemana pun Ia pergi.

Al merasa bersalah. "Maaf, jika perkataan ku salah, aku cuma butuh bantuan mu, itupun kalau kau bersedia?"

Cinta kembali menghapus air matanya. "Aku tidak bisa!' teriaknya ditelinga Al hingga Al segera menutupnya. " O ya mana hutang mu kenapa belum kau bayar?" Cinta menengadahkan tanganya kearah Al.

"Ya ampun! Al tergelak. " baiklah akan ku bayar, tapi kau harus jadi pacar ku dulu," tukas Al memaksa.

"Hah?" Lagi-lagi Cinta melongo. kau pikir aku cewek apaan? mau begitu saja nerima tikus got kayak kamu?" sewot Cinta.

Al pun mengumpat. "Percaya diri sekali sih," lirihnya. "Bukan masalah itu, mari kita buat perjanjian."

Cinta mengernyit. "Perjanjian, maksudnya?"

"Tidak hanya hutang ku yang ku bayar, tapi aku akan biayain semua kebutuhan Calon mertua ku sampai selesai, jika kau bersedia pura-pura jadi pacarku," jelas Al.

Cinta kembali melongo dan tak percaya lalu terkekeh. "Kau bercanda, biaya Ibu ku tidak sedikit?"

Al menatap dalam dingin. "Tidak masalah, asal kau menyetujui syarat yang ku ajukan?"

Cinta nampak berpikir sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya dibibir. "Kau serius?" tanyanya memastikan. "Tapi aku merasa ragu," cetusnya.

"Aku bukan pembohong!" Al meninggikan suaranya karena kesal menunggu keputusan dari Cinta. "Benar-benar ya."

Cinta pun menawar. "Baiklah, aku akan mempercayai mu jika kau segera membayar biaya untuk operasi Ibu ku sekarang, bagaimana?" Cinta menggerakkan alisnya berulang-ulang dan menunggu persetujuan Al.

Al pun menarik lengan Cinta untuk mengikutinya. "Hey, mau kemana?" teriak Cinta terkejut.

Al membawa Cinta masuk kemobil. "Ke rumah sakit Lih!" perintahnya tampa ekspresi pada Galih.

"Ha!" Cinta membulatkan kedua manik matanya. "Apa itu artinya kau menyetujui keinginan ku?"

Al tak memberikan jawaban hingga tiba dirumah sakit. Mereka segera menemui pengurus administrasi dan membayar lunas biayanya menggunakan kartu berwarna hitam milik Al hingga membuat Cinta tak percaya dibuatnya.

Kartu itu adalah salah satu kartu yang digunakan Al saat Ia benar-benar membutuhkannya. Tapi Al yang notabennya bersikap manja dan sungkan sibuk lebih memilih mendapatkan uang cast dari sang Oma, tapi sayang ,Uang cast yang biasa Ia dapat dari Sang Oma malah ditahan oleh sang Oma beserta beberapa ATM miliknya pun dibekukan.

Setelah selesai membayar, Ibu Cinta pun segera mendapat penanganan khusus di ruang VIP.

Al dan Cinta menunggui sang Ibu di ruang tunggu hingga menjelang malam. Cinta mondar-mandir merasa gelisah tak karuan. selamatkan Ibu Cinta Ya Allah, Cinta mohon ."

Al yang melihatnya pun merasa pusing sendiri, lalu kembali berdiri dan memeluk tubuh Cinta dari belakang. "Berhenti mondar-mandir, kau telah membuat mataku sakit."

Cinta yang selalu dibuat kaget pun langsung menyikut perut Al.

"Aduh!" Al meringis memegangi perutnya.

"Terus saja begitu, akan ku patahkan lengan mu!" gertak Cinta kemudian.

"Dasar, kunti! kenapa kasar sekali!" gerutu Al masih sambil meringis.

😄😄Mohon tinggalkan jejak ya reader 😄😄

kehadiran mu dalam memberikan dukungan sangat berarti untuk ku yang masih belajar ini. I Love So Much🤟🤟🤟🤟

1
Asma
keren nih ceritanya...
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉
rudi iskandar
ceritanya terlalu bertele tele kaya ga ada alurnya saja
Ka'Unna
semangat kak🥰jangan lupa mampir ya kak
its me- safea
jangan -jangan key hamil lagi waduh
kosong
✌✌✌✌...ok pakcik....nti aku smbung baca lg...😊😊
kosong
✌✌✌✌💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊✌✌
kosong
✌✌✌✌✌😊😊
kosong
✌✌✌✌😎😎
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😂😂
kosong
✌✌✌✌😘😘
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
✌✌✌✌✌
kosong
💪💪💪💪💪
kosong
😊😊😊😊eya author kesayangan ku....semoga kamu juga secsus ya.....sabar menempuhi dugaan/perjuangan mu/keluargamu/ luv uu...😘😘
kosong
💪💪💪💪💪💪
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
✌✌✌✌✌✌
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
kosong
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!