NovelToon NovelToon
Baby Twins CEO

Baby Twins CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Anak Genius / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ☆Queen

Aurel Luvenia, takdirnya begitu konyol mendapati kekasihnya sedang bercumbu dengan sahabat dekatnya. Ternyata kecerdasannya selama ini masih bisa di bodohi oleh kedua makhluk yang sangat ia percayai.

Karena sangat prustasi dan lelah, Aurel meminum Bir dan membuatnya mabuk. Hingga terbangun di sebuah hotel. Tentunya, ia sangat menyesali perbuatan bodohnya, lalu meninggalkan Sang pria.

Aurel, pergi meninggalkan negaranya dan terbang ke Inggris karena ia merasa sangat tidak sanggup untuk berada di negara yang penuh dengan kenangan buruk.

Hingga kenyataan konyol lainnya muncul, ia hamil. Mengandung anak pria yang sama sekali tidak ia kenali. Merawat, menjaga dan melindungi kedua bocah kembar itu, hingga tumbuhlah mereka menjadi anak yang sangat aktif, cerdas dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Karena kedua anaknya terus bertanya tentang Ayah kadung mereka.
Akhirnya Aurel memutuskan untuk kembali.
Bagaimana dengan Arga? Apakah bisa menerima mereka? atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ☆Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Hari Pertama

Akhirnya, Aurel meminta Ferrell untuk mengajarinya memasak makanan enak. Selama ini, ia hanya tau makan dari Amanda dan Ferrell, karena sangking sibuknya. Semua aktivitas yang ia lakukan tertuju untuk seorang gadis, tapi tidak untuk seorang yang sudah memiliki anak.

"Mommy, serius?" tanya Ferrell.

"Serius, kita enggak bisa numpang gratis disini! Ma-Mommy enggak tau harus bayar pakai apa, jadi pembantu enggak boleh," jelas Aurel, dengan raut kesal.

"Baiklah."

Mereka benar-benar belajar dengan serius, Ferrell sempat kesal dengan Aurel. Baru saja di ajarkan sekarang sudah lupa, tapi akhirnya Aurel mengerti walau hanya masak-masakan sederhana. Dulu, ia hanya bisa masak Mie instan, telur goreng dan sayur kacang andalannya dari kecil.

"Yes, I did it!" teriak Aurel, bangga.

"Makasih sayang, nanti Mommy bakalan buatin kamu masakan spesial dari Mommy," ujar Aurel, selama ini ia belum pernah memberi tahu Ferrell bahwa ia bisa memasak walau cuma masak sayur kacang tumis.

"Bukannya Mommy hanya bisa masak mie dan telur, dan barusan?" tanya Ferrell, dengan wajah heran membuat Aurel gemas.

"Lihat aja nanti, Mommy masakin buat Kamu, Ferlin dan Paman Arga yah."

Apa Mommy benar-benar bisa memasak, mungkin hanya satu, batin Ferrell.

Besoknya Aurel, Ferrell dan Ferlin pindah kerumah Arga. Para pelayan disana menyambut mereka dengan gembira, akhirnya Aurel luluh dan mau tinggal bersama dengan mereka.

"Terima kasih, Nona Aurel." Aurel tanpa tersenyum senang, melihat pelayan Arga begitu setia.

"You're welcome."

*****

Karena meminta libur untuk membereskan barang-barang Aurel, terlihat gelisah. Entah, apa yang ada di pikirannya sekarang.

"Duh, sekarang semuanya udah beres. Mau ngapain yah," gumam Aurel, duduk termenung di sofa.

"Ish, nyebelin banget deh, kalo kerja nanti di laporin," ujar Aurel, bosan.

"Ah iya, masak. Masa masak aja enggak boleh," gumam Aurel, merasa ada kesempatan.

Didapur.

"Non, Nona biar kami saja," ujar Sari, takut mereka akan di marahi Arga dan takut Aurel terluka.

"Udah, Bi. Enggak apa-apa, Lagian aku bukan anak manja yah," ujar Aurelz tegas, akhirnya mereka yang disana membuat masakan lainnya dan membiarkan Aurel memasak.

"Hummm." Para pelayan mencium aroma yang sangat enak dari masakan Aurel, tentunya resep yang dari dulu ia simpan karena tidak mau mengingakannya akan Ibunya yang telah tiada. Tapi, sekarang ia sudah melupakan semua itu, dan berusaha pokus pada masa depan Ferrell dan Ferlin.

"Harum sekali," ujar Sari.

"Iya, ini sangat harus Nona," sambung Yati, pelayan paling muda.

"Hehe, ini resep dari ibuku. Dulu, ia mengajari Aku memasak tumis kacang, tapi ketika ingin mengajariku memasak lebih banyak lagi ... Ia sudah tiada, hiks ..." Aurel menangis, Sari dan Yati ketakutan dan langsung memeluk Aurel.

"Tenang Nona, biarkan semuanya sudah berlalu, sabar," ujar Sari, menenangkan Aurel.

"Tapi, setelah kematian Ibu dan Daddy. Aku sama sekali enggak berani masak tumis kacang, karena itu mengingatkan aku tentang mereka yang selalu tersenyum manis, menerima masakan Aku ... hiks."

Setengah Jam, akhirnya Aurel berhenti menangis. Matanya membengkak, Sari dan Yati sudah terima nasib akan di marahi Arga. Tapi, mereka senang Aurel mau cerita dan melepaskan masa lalunya. Ia ingin cerita mungkin karena selagi masak, ia menahan rasa rindunya terhadap kedua orang tuanya.

"Daddy!"

"Daddy!"

Ferrell dan Ferlin, berlari mendekati Arga yang baru saja pulang dari kantor. Arga kaget, ia baru ingin sekarang ia tidak lagi tinggal sendiri. Melainkan bersama anak-anak yang imut dan seorang perempuan yang sedang memandang dirinya dari kejauhan.

Aku merasa seperti benar-benar memiliki anak dan istri, batin Arga, terkekeh dalam hati.

Walaupun kalian bukan anakku, aku merasa kalian adalah kebahagiaanku. Terutama Aurel.

"Sayang," ujar Arga, memeluk keduanya dan mengangkat Ferrell di kanan dan Ferlin di kiri.

"Gimana? Suka tinggal dirumah Daddy?" tanya Arga, sambil menciumi kedua bocah itu.

"Senang, bisa makan cemilan, main game dan mandi di backup," ujar Ferlin.

"Terutama bisa memeluk Daddy ketika Daddy pulang kerja, dan bisa tinggal bersama Daddy. Semuanya tidak menyenangkan tanpa adanya Daddy," ujar Ferrell, entah kenapa apa yang ada dihatinya terucap begitu saja.

Arga tertegun, bagaimana bisa anak sekecil Ferrell. Mengatakan kata-kata begitu manis dan membuatnya terharu. Mata Arga berkaca-kaca, membuatnya berusaha menahan air mata itu.

Sial, kedua bocah ini benar-benar bisa memengaruhi perasaanku, batin Arga.

"Hehe, Daddy mau menangis?" tanya Ferlin, dengan polosnya.

"Ti-tidak! sembarang."

Aurel mendekati mereka yang sedari tadi tidak bergerak malah sibuk bercerita sendiri. Padahal ia sudah pegal menunggu mereka, takut masakannya keburu dingin didalam.

Aurel terkejut melihat mata Arga yang berkaca-kaca, lalu tertawa kecil.

Ternyata ngobrol yang menyedihkan,' batin Aurel.

Sret, Aurel langsung memegang pipi Arga dan menghapus air mata itu. Ketika Arga tidak sadar, karena sedang berusaha mengelak bahwa dirinya ingin menangis, mendengar perkataan Ferrell.

"Au-aurel?"

"Sudah, jangan ngobrol disini. Ayo masuk, Mommy udah masakan kalian makan," ujar Aurel, tersenyum pada Arga.

Para pelayan lagi-lagi tersenyum senang melihat mereka yang begitu akrab dan bahagia. Baru kali ini mereka melihat Arga menangis, walau berusaha ia tahan.

Meja Makan.

"Mommy! Ini tumis kacang?" tanya Ferrell, kaget lalu melihat mata Aurel yang terlihat bengkak walau sudah ditutupi oleh bedak.

"Iya sayang, kena----."

"Mommy bodoh, enggak perlu buat makanan ini. Kalo itu bikin Mommy sedih," ujar Ferrell, marah terlihat ekspresi marahnya sangat menggemaskan.

"Eh, sedih? se-sedih apa? Mommy, Mommy enggak sedih kok," elak Aurel.

"Bohong, ini apa?" Tangan kecil itu menghapus bedak di area mata Aurel. Terlihat matanya bengkak.

"Mommy," lirih Ferlin, baru menyadarinya.

"Udah, makan aja yuk."

"Daddy Arga," panggil Ferlin, melihat Arga yang sudah selesai mandi dan bersiap makan.

Arga menatap kedua bocah itu dan menatap Aurel, ada yang berbeda kenapa matanya bengkak? Arga langsung menatap tajam Sari dan Yati. Mereka hanya menunduk takut.

"Eh, bukan salah mereka." Aurel langsung berbicara.

"Kenapa? Kenapa mata ini?" tanya Arga dingin, memegang pipi Aurel dan mengelus matanya.

Membuat Aurel dag-dig-dug, merasakan aliran panas yang mengalir dari pipinya.

Astaga, Aurel cukup! Jangan baper, okay, batin Aurel.

"Nan-nanti, pasti aku ceritakan. Tapi, tolong makan dulu. Masakanku sudah hampir dingin," mohon Aurel, merekapun makan bersama.

"Ini enak sekali, Mommy," ujar Ferlin.

Arga dan Ferrell juga terlihat menyukainya tapi berusaha menutupinya. Tapi, tetap saja Aurel menyadarinya. Karena dari cara mereka makan sangat lahap, dan hanya mengambil tumis kacangnya saja. Bahkan, sampai 2 piring habis.

"Haha, mereka benar-benar terlihat seperti Ayah dan Anak. Aku berharap mungkin, kamu benar-benar ayahnya," lirih Aurel.

1
Dewi Dama
tapi gk.masuk akal bangat masak rem blong masi bisa telponan..ceritanya...nya lama2 membosankan...
Dewi Dama
semangat thoorrr...
Dewi Dama
semangat thoorrr
Dewi Dama
bagus..cerita nya tdk ber tele2...lanjut thoorrr
Omah Tien
bikin novel goblok masa g ada hukum nya di lepas meding g usah bikin novel
Mazree Gati
SANDY DI BEBASIN TASYA GA DI TANGKAP,,,🤭
Mazree Gati
sekolah kelas berapa ko pulangnya pas jam kantor,,truz tadi pas lembur siapa yg jemput🤔🤔🤔🤔🤔
Mazree Gati
ini yg bikin malas baca bos suka suka tidur sama bukan muhrim...
Ririn Nursisminingsih
Sebenarnya critanya bagus tpi bnyak typonya
Ririn Nursisminingsih
ini gmn ceritanya tasya ,sean kok ndak dihukum kasih hukuman apa gmna lah
مي زين الش
aku lbh suka momi dedi kak author... hehehe
AnysMentari
tamat
Best juga cerita ini
tp kalau boleh nk tahu tentang anak dia. lagi lagi yg laki tu. dia sampai ada trauma and nk tahu dia jadi mafia ke atau apa saja
Mericha Alisah
lumayan menarik
Rafanda 2018
bnggung gaji 20jt masa ga punya uang
Rafanda 2018
resepsionis goblok bukanya di gerebeg,,,klo orang ngerti mending tidur sama sopir dr pd tidur sama cewe,,emang knapa klo tidur sama sopir???? jijik
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪💗💗💗💐🌼🌷🌼💐🌷🌻💐
Wanti Supriyatin
kok bingung aq baca ne Thor dari awal mommy dan Daddy kok sekarang jadi mami dan papa
☆Queenlis: lagi di revisi maaf y mengaggu
total 1 replies
thv30
diculik terus, bikin bosen
Mazree Gati: penculikan lagi,,trus dua hari lalu masa ga ada yg lapor truz kerjaan asisten reno apa thorrr
total 2 replies
Affindy Findy
Luar biasa
Affindy Findy
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!