pertemuan singkat antara Revandra seorang duda beranak 1 dengan seorang mahasiswa bernama Nada menumbuhkan cinta dihatinya.
disaat kebahagiaan mulai melengkapi kehidupan mereka, sebuah kenyataan pahit harus mereka terima, hingga membuat mereka harus memilih ..
akan ada drama menguras emosi dan penuh air mata..
mudah-mudahan pada suka ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Yang sempurna
episode 18
.
.
" tuan, saya sudah kenyang. " Nada memberanikan diri berkata meski mendapat pelototan tajam dari Revandra.
" tubuhmu kurus sekali, makanlah yang banyak. kau mau pulang atau tidak ??!!!" Revandra meninggikan suaranya
" apa hubungannya dengan kepulanganku tuan, dokternya tidak menyuruhku makan banyak begini."
" diamlah, dan cepat habiskan. "
Nada hanya pasrah. hingga suapan terakhir. lalu Revandra dengan cekatan mengambilkan obat yang harus diminum Nada.
tokk..
tookk..
tookk...
pintu diketuk, Revandra mengerutkan alisnya Sambil menatap nada, nada hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
dan...
cekleek...
pintu terbuka nampak Nurra bersama dosen Davian. Nada tersenyum senang.
Nurra terkejut bukan kepalang mendapati kakaknya berada dikamar sahabatnya.
begitupun dengan Revandra, ia tk kalah syok namun semua masih bisa ditutupi dengan wajah dinginnya itu.
" kak vandra ?? kakak ngapain dikamar temenku ?? jangan bilang kakak tersesat ya" tanya Nurra heran
" temanmu ?? " Revandra menatap Nada yang juga terkejut karna Nurra mengenal.orang yang menolongnya.
" Nurr, apa maksudmu dengan kak ?? kau mengenal tuan Revandra ??" Nada ikut bertanya.
" tuan Revandra ini kakakku Nad. dan kau sejak kapan mengenal kakakku ?? tunggu, jadi pria yang kau maksud menolongmu itu kakakku ini ??" Nurra berkata sambil memandang Revandra bergantian sengan Nada.
" iya Nur, tuan Revandra ini yang menolongku dan juga menjagaku disini." terang Nada.
" jadi semalam kakak ngk pulang karna nungguin temenku ini ya ??"
Nurra berkata demikian sambil.menyilangkan tangannya tersenyum penuh arti.
" diamlh !! kau heboh sekali. memang kenapa kalau dia temanmu ??!!! " Revandra berucap ketus.
" tidak apa-apa kak, q sedikit lega. ternyata yang menjaga sahabatku ini kakakku sendiri...
Nad, gimana keadaanmu ??"
Nurra bertanya
" q sudah lebih baik Nur, kau harusnya tidak perlu repot kemari. " Nada berkata demikian sambil melihat dosen Davian yang memperhatikannya dari tadi.
" Nada, bagaimana kau bisa terluka begini ??" tanya dosen Davian sambil melangkah mendekati Nada,
" kemarin saya mau dirampok pak waktu pulang ngojek, sampai seperti ini. untung saja ada tuan Revandra dan asiatennya yang nolongin saya." Nada menjawab lembut.
Hal itu tentu saja membuat tidak nyaman seseorang, yaitu Revandra.
" Nad, saya kn pernah bilang terlalu berbahaya kau menjadi tukang ojek, setelah keluar dari sini berhentilah jadi tukang ojek, saya akan mencariaknmu pekerjaan yang sesuai denganmu." Dosen Davian berkata demikian.
" tidak usah repot pak, saya...."
" dia akan bekerja denganku, !!!" Revandra menyela kata - kata Nada.
" apa ???!!!"" Nurra terkejut, dosen Davian dan juga Nada melihat Revandra yang terlihat santai sambil memainkan ponselnya.
" apa maksud kakak ?? " Nurra mendekati kakaknya yang terduduk disofa.
" apa !!!?? kau tidak tuli kan Nur ??" Revandra menjawab ketus.
" iya q dengar, maksudku kakak mau nyuruh Nada kerja apa ?? dia sahabatku lo kak, "
" trus kalau sahabatmu kenapa ?? diamlah dan sampaikan pada dosenmu itu tidak.perlu repot-repot mengurusi orang lain.!!!"
Nada masih mematung dengan keterkejutannya.
Dosen Davian hanya mengukir senyumnya.
" syukurlah kalau begitu, tuan ternyata baik sekali."
" tentu q baik, !!" Revandra mulai angkuh lagi.
hal itu membuat Nurra geleng-geleng kepala.
" pak Davian, kok tau saya disini?" Nada mengalihkan topik
" oh.. itu, saya menjenguk teman juga, dia baru dioperasi, lalu ketika saya mau pulang ketemu Nurra di lift, dia bilang kau kecelakaan makanya q langsung ikut dia kesini." dosen Davian menjelaskan santai sambil memandang wajah Nada.
" terima kasih pak."
" sama - sama, kalau begitu saya pamit dulu ya. ada kelas pagi yang harus say isi." Davian berpamitan
"iya pak, ." Nada menjawab sambil.tersenyum.
" q juga kekampus dulu ya Nad, lagian udah ada kakakku juga disini. ntar sore kalau sempat q sini lagi deh .." Nurra ikut berpamitan sambil memeluk Nada,
" iya Nur. makasih ya, kalau nanti sudah ngk ada waktu, ngk kesini juga ngk apa-apa, lagian ntar sore q juga pulang."
Setelah acara dram a pamitan selesai, Nurra keluar ruangan bersama Dosen Davian. sesaat Nurra memandang kakaknya yang fokus memainkan ponselnya.
.
.
.
.
.
lagi ngk semangat banget... jadi lumayan amburadul lagi deh...
.
nyimak yaa
kan ravendra juga sdh memberi tahu nada.
semangat Mayra,,,semoga cepat mendapatkan jodoh yg jauh lebih baik.