NovelToon NovelToon
Fake Lines

Fake Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah pendar lampu Los Angeles, hidup Lux Victoria hancur dalam semalam. Maksud hati hanya memeriksa kesehatan, hasil tes justru menyatakan dirinya hamil. Padahal, Lux bersumpah belum pernah tersentuh pria mana pun.

Demi membuktikan kebenarannya, Lux Nekat membeli tes Kehamilan di larut malam.

Takdir konyol justru mempertemukannya dengan Braxton Valerio Desmon, putra kedua dari pengusaha kaya keluarga Desmon.

Demi memenangkan taruhan konyol bersama teman-temannya, Braxton nekat mencium Lux di depan apotek.

Sial bagi mereka, keluarga Lux yang menguntitnya mendapati situasi tersebut dan salah paham.

Kejadian beruntun itu menyeret Lux dan Braxton ke dalam jerat kesalahpahaman, di mana pernikahan paksa menjadi satu-satunya jalan keluar yang disiapkan kedua orang tua Lux.

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Brak!

Pintu kayu unit apartemen itu didobrak paksa dari luar, menghantam dinding dengan suara dentuman nyaring yang memecah keheningan koridor.

Braxton melangkah masuk dengan napas terengah-engah, wajah tampannya pucat pasi dipenuhi rasa panik yang membakar.

Di belakangnya, tiga orang pengawal bertubuh tegap bersiap dengan posisi siaga penuh. Jantung Braxton berdegup gila-gilaan sepanjang jalan—membayangkan skenario terburuk di mana istrinya yang polos dan lembut disakiti oleh Amelia Giger yang tak lagi berakal sehat.

Namun, pemandangan yang menyambutnya di dalam ruangan remang itu seketika membuat Braxton mematung kaku. Pria narsis itu menganga lebar, matanya membelalak tak percaya pada apa yang baru saja disaksikannya.

Di atas lantai yang dingin, sebuah pisau lipat tajam tergeletak tak berdaya. Di sudut ruangan, Amelia Giger terduduk gemetar, tersandar kaku di dinding dengan wajah pucat pasi dan tatapan mata yang membeku oleh syok hebat.

Napas wanita gila itu memburu ketakutan, seolah baru saja berhadapan langsung dengan iblis pencabut nyawa.

Sementara itu, tepat di tengah ruangan, Lux berdiri anggun.

Lux sedikit merapikan gaun sutra hijau zamrudnya yang melambai halus, menyapu beberapa helai rambutnya ke belakang telinga dengan gerakan yang amat santai dan elegan.

Raut wajahnya memancarkan ekspresi yang amat sulit dijelaskan—sebuah perpaduan antara keanggunan seorang ratu, kepuasan dingin, dan tatapan meremehkan yang amat mematikan.

Lux berpaling menatap Braxton. Tatapan mata abu-abunya yang dingin seketika melunak hangat begitu melihat sosok suaminya berdiri di ambang pintu.

"Oh... kau sudah datang, Braxton?" panggil Lux dengan suara yang teramat lembut dan tenang, seolah ia baru saja menyapa suaminya di taman bunga.

Braxton masih terpaku dengan mulut setengah terbuka. "L-Lux...? Kau... kau tidak apa-apa?"

Lux melangkah menghampiri Braxton, melewati tubuh Amelia yang masih membeku syok tanpa meliriknya sedikit pun. "Tentu saja aku tidak apa-apa, Sayang. Ayo kita pulang. Tempat ini membuatku mual."

Lux mengapit lengan kekar Braxton dengan santai, menuntun suaminya yang masih linglung keluar dari unit apartemen tersebut, meninggalkan Amelia Giger yang hancur berkeping-keping oleh teror nyata yang baru saja diterimanya.

Langkah kaki mereka melintasi lorong menuju pelataran parkir bawah. Braxton mengikuti ketukan langkah anggun istrinya dengan pikiran yang berputar hebat.

Saat mereka tiba di samping mobil sport hitam milik Braxton, pendar lampu jalanan menerpa wajah cantik Lux. Di sana, di bawah remang malam, Braxton mendadak teringat kembali pada setiap kepingan ingatan tentang wanita yang dinikahinya ini.

Braxton mengingat bagaimana selama dua bulan belakangan ini Lux selalu bersikap galak, ketus, dan seakan mampu menelannya hidup-hidup jika ia berani bertindak lancang.

Ia teringat kembali pada malam pertemuan pertama mereka di depan apotek—saat Lux mengenakan pakaian seksi yang memperlihatkan tatanan tato abstrak bermotif bunga mawar yang indah namun liar di kulit mulusnya.

Braxton tersenyum tipis di dalam batinnya. Sebuah kesadaran yang teramat dalam menghantam dadanya: Istriku memang bukan wanita yang gampang ditindas.

Ia telah salah besar karena menganggap Lux sebagai Bunga Mawar rapuh yang perlu dikurung dalam sangkar kaca. Lux adalah mawar berduri beracun yang sanggup mencabik siapa saja yang berani mengusik ketenangannya.

Melihat leher mulus Lux yang masih terpapar udara malam—termasuk beberapa bekas kemerahan yang ditinggalkannya semalam—Braxton menyambar jaket kulit hitam miliknya dari dalam mobil.

Pria itu memakaikannya ke bahu Lux secara lembut, merapatkan kerahnya untuk menutupi kulit indah istrinya dari terpaan angin dingin dan pandangan orang lain.

"Pakai ini, Sayang," bisik Braxton lembut, membelai pipi hangat Lux.

"Terima kasih, Tuan Desmon," sahut Lux manis seraya menyunggingkan senyam cantiknya.

Braxton melangkah mengitari mobil dan mendudukkan dirinya di kursi pengemudi. Sepanjang jalan menuju Penthouse, Braxton tidak sanggup menghentikan senyuman manis yang terukir di wajah tampannya.

Pria itu berulang kali melirik istrinya dari sudut mata dengan pendar kagum yang tiada tara. Seberapa liarnya sang istri hingga mampu membuat wanita gila seperti Amelia Giger mematung tak berkutik tanpa pertumpahan darah?

Semoga anak-anak kita di masa depan punya jiwa yang tangguh dan luar biasa seperti Mommy-nya, batin Braxton membuncah oleh rasa bangga dan cinta yang kian mendalam.

Namun, ketenangan dan rasa bangga Braxton tidak bertahan lama begitu mobil sport mereka tiba dan memarkir rapi di garasi Penthouse mewah mereka.

Begitu pintu utama Penthouse tertutup rapat dan menyisakan mereka berdua di dalam ruangan yang hangat, Lux melepas jaket kulit Braxton dan melemparkannya santai ke atas sofa. Ia membalikkan tubuhnya, menatap Braxton yang baru saja melepas jam tangannya.

Rupanya, Lux tidak membiarkan Braxton bernapas tenang begitu saja.

Lux melangkah mendekat, mengikis jarak hingga ujung sepatunya menyentuh sepatu suaminya. Sepasang mata abu-abunya menatap lurus ke dalam sepasang mata cokelat Braxton dengan binar introgasi yang teramat seksi sekaligus berbahaya.

"Jawab aku dengan jujur, Braxton," bisik Lux, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan intimidasi yang halus. "Apa benar... kau tidak pernah berciuman dengan Rachel?"

Deg!

Braxton tersentak kecil, mendadak salah tingkah di hadapan istrinya sendiri. "Lux... demi Tuhan, tidak pernah! Jangankan berciuman, memeluknya saja aku tidak pernah!"

Lux menaikkan sebelah alisnya, menyunggingkan senyum miring yang penuh rahasia. Ia mengingat kembali seluruh cerita vulgar dan fantasi gila yang sering disampaikan Amelia saat mereka saling bertukar curhat dua tahun lalu.

"Benarkah?" goda Lux dengan bahasa yang cukup vulgar dan gamblang, mengutip setiap detail cerita halusinasi Rachel padanya. "Tapi dia bilang padaku dulu... kalian pernah bercinta di dalam mobil di bawah hujan deras, bahkan dia bilang kau sangat liar sampai membuatnya lemas dan hamil sebelum kau membuatnya keguguran?"

Wajah tampan Braxton seketika berubah merah padam karena terkejut dan muak yang luar biasa. "Astaga, Lux! Itu semua kebohongan gila! Aku bahkan baru tahu dia ada di dunia ini setelah dia mengejarku secara obsesif! Aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali!"

Melihat reaksi panik dan kejujuran murni dari wajah suaminya, Lux tidak bisa menahan tawa renyah yang amat anggun dari tenggorokannya. Ia merengkuh leher kokoh Braxton, menyandarkan tubuhnya dengan manja di dada bidang suaminya.

Rupanya, dari setiap jawaban jujur yang keluar dari mulut Braxton, Lux semakin menyadari betapa parahnya tingkat kegilaan mantan sahabatnya itu.

"Rupanya... Rachel memang benar-benar sakit jiwa," gumam Lux santai dengan nada suara yang teramat dingin namun geli. "Bagaimana mungkin keluarga Giger yang terpandang itu membiarkan putri mereka yang gila berkeliaran bebas di luar sana tanpa pengawasan dokter?"

Braxton hembuskan napas lega yang amat panjang. Ia melingkarkan lengan kekarnya di pinggang mulus Lux, memeluk istrinya erat-erat seraya mengecup puncak kepalanya dengan penuh rasa syukur.

"Biarkan keluarga Giger yang membereskannya mulai besok," bisik Braxton mantap di dekat telinga istrinya. "Yang terpenting sekarang... tidak ada lagi rahasia di antara kita, Nyonya Desmon."

Lux mendongak, menyunggingkan senyuman bahagianya yang paling murni. "Tentu saja, Tuan Desmon. Karena mulai malam ini... siapapun yang mencoba mengganggu kita, akan kuhancurkan sampai ke akarnya."

Braxton Tersenyum bahagia, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman panas yang penuh akan rasa cinta, menegaskan bahwa benteng kebahagiaan mereka kini tak akan pernah bisa ditembus oleh siapapun lagi.

1
Mita Paramita
😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pengen deh cowok yg kaya braxton🤭
Rosdianah 🌷: hihi🤭
total 1 replies
Hennyy exo
ihh makin suka thor🤭
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Hennyy exo
wow alurnya menarik dan penulisannya bagus
Hennyy exo
ihh greget banget ama braxton🤭
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
nayla tsaqif
Istri AJ / mommy braxy zephir,, knp jd cherry,, 😌??
Rosdianah 🌷: huhuhu author typo 🙏🏻🙏🏻😭😭
total 2 replies
nayla tsaqif
Emg kak, soalnya daddy mommy braxton dulu king dan queen drama,, 😌
Rosdianah 🌷: wkkwk🤣
total 1 replies
Nita Kurniawati
yampun, part ini bikin AQ mewek 😭
semangat ya bang, buat meluluhkan hati Lux
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentar nya kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
batu ketemu batu ini mah🤣sama2 keras kepala🤔
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Feni sang penulis novel
kakak maaf ya tadi aku salah menyebutin novel judul aku maksud aku seperti ini judulnya adalah jalan menuju masa depan itu yang asli judulku
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak maaf ya aku kurang sopan aku izin berkomentar aku sudah membaca semuanya alurnya Saya suka dan saya ingin memberikan bintang 5 kalau boleh kalau kakak mengizinkan saya ingin sekaligus promosi juga di sini Saya mempunyai novel yang berjudul menuju jalan masa depan semoga kakak suka dan babnya juga ada 9 bab terima kasih
Mita Paramita
king drama nih Braxton 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Braxton Sama Braxley anak Daddy AJ ya kak. jangan lupa baca Cerita Braxley dijudul.sebelah🤭
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Happy reading kak 🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!