NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Assalamualaikum Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen School/College / Romansa-Teen school
Popularitas:59.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elisa_nafiah

Bagaimana perasaanmu ketika dibersamakan dalam ikatan halal bersama ia yang mengagumimu dalam diam?
Ini tentang kisah mereka yang saling terkagum dalam diam dan do'a. Tak berani mendekat dengan sesama, melainkan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Hati terlebih dahulu.
Karena Allah tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Bagi mereka lelaki baik untuk perempuan baik, dan bagi mereka lelaki tidak baik untuk perempuan tidak baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elisa_nafiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17- MASA SMA- Penjelasan

  

Karena cinta yang diumbar lama-lama akan hambar, dan cinta yang terpendam lama-lama akan mekar dalam wujud keindahan.

✿✿✿

    Ada yang berbeda akhir-akhir ini. Suasana canggung antara aku dengan Vian yang berjaga jarak. Vian lebih suka masuk ke kelas jika bel sudah berbunyi. Kami jarang mengobrol atau bertukar cerita seperti lalu.

   

   Bahkan jika ada acara kecil untuk sekadar makan siang di starfood aku lebih memilih untuk menyibukkan diri di Osis. Jika aku bisa, terkadang Vian lebih sibuk untuk mengikuti ekstrakurikuler basketnya. Kita jarang bersama lagi seperti. Teman. 

    Aku yang pagi itu merunduk fokus menggesekkan pensil dan merangkai kata jadi mendongak dengan mata melebar. Kerusuhan yang baru datang membuat pandanganku teralih.

    "Halluww everybody, gue mau ngumumin sesuatu. Nanti malam tepat pukul jam tujuh, gue ngadain acara pesta di rumah gue. Dan gue harap kalian datang. Ok see you all," umum Natassa bersama gengnya di depan kelas dengan anak-anak yang terfokus mendengarkan dan beberapa ada yang heboh rusuh, siapa lagi kalau bukan Hashim? 

 

     Aku menghela nafas, kembali merunduk tak mendengarkan kelanjutan pengumumannya lagi. Ku lantunkan istighfar berkali-kali.

   "Nanti malam ikut gak?" tanya Zaskia mendekat dan duduk di bangku depanku sembari membawa kipas elektrik kecil. Aku mendongak, memainkan bibir bawah sesaat.

    "InsyaAllah deh," jawabku tak minat dan kembali merunduk melanjutkan. Zaskia mendengus, mencibir kecil karena ku respon singkat.

    "Kenapa si lo? Akhir-akhir ini beda?" tanya Zaskia menaikkan intonasi bicaranya.

    Aku tersentak, memberhentikan aktivitasku.

   "Ada yang lo sembunyiinkan?" lanjutnya bertanya.

   "Hm? Ga ada kok," kataku cepat lalu menutup buku dan membereskannya.

  

   "Sa, gue sahabat lo bukan?" tanya Zaskia menghadap aku penuh dengan serius. "Ada apa? Akhir-akhir ini lo lebih banyak diem," lanjutnya.

   Aku menghela nafas, menatap balik Zaskia dengan tenang. "Kia, gapapa. Aku ga ada apa-apa," ucapku meyakinkan.

   "Beneran?" tanyanya masih tak percaya. Memang sorot mataku sebenarnya tidak bisa membohongi, apalagi firasat sahabat terkadang lebih kuat membuatnya kadang bisa menebak apa yang kita alami dengan melihat perubahan kita yang sebelumnya.

   Aku mengangguk kembali.

   "Udahlah abaiin, kita masih sibuk ngurusin bazar nanti," kataku mengalihkan pembicaraan membahas bazar dua hari lagi sebagai acara sebelum masa liburan panjang satu semester.

   "Oh iya!"

    Zaskia akhirnya beranjak, kembali ke tempat semula yaitu diskusi di depan seperti semula sebelum Natassa mengumumkan acaranya sendiri. Zaskia mulai memberikan arahan.

      Hashim yang berlari kejar-kejaran dengan Natassa karena Natassa dibuat kesal itu langsung dilempari kemoceng oleh Zaskia.

   "Diam ga?!" suruhnya galak membuat Hashim langsung menciut dan mencibir namun memilih duduk mendengarkan kembali. Walau tak lama.

    "IYAAAA YA AMPUN-- EH NATASSA BISA BOTAK INI GUEEE!" teriaknya kesakitan saat Natassa menarik rambut Hashim. Seisi ruangan malah menertawakan hal tersebut dengan miris.

    "GUE SEBENARNYA NGELAKUIN INI KHILAF YA!" kata Natassa masih memegang rambut Hashim gemas menariknya, membuat Hashim berkali-kali meronta kesakitan.

    Emang terkadang tingkat keusilan Hashim itu akan meningkat menjadi 90% disaat seperti ini.

✿✿✿

    Malam itu aku memutuskan untuk menghadiri pesta Natassa dengan balutan gamis berwarna maroon dengan khimar simple yang senada. Tak lupa menggunakan flatshoes berwarna putih. Aku melangkah ke halaman belakang rumah Natassa yang bernuansa putih gading.

   Pestanya diadakan di halaman rumah, lampu tumblr yang menghias dan menyala warna-warni membuat suasana jadi lebih hangat dan indah.

   "Sa," panggil Hashim melambaikan tangan padaku. Aku menoleh, menemukan dia di samping Vian yang juga menatap ke arahku.

    Aku tersenyum tipis lalu menghampiri mereka.

   "Minum, Sa?" tanya Vian menyodorkan gelas minuman padaku. Aku meneguk ludah, menerima minuman tersebut dengan canggung namun berusaha sebiasa mungkin.

   "Makasih."

    Vian hanya bergumam, setelah itu kembali mengambil handphone dan sibuk memandang layar berbentuk persegi panjang tersebut.

   "Zaskia mana?" tanya Hashim celingukan ke sana kemari sejak aku menghampiri mereka. Memang tadi aku ke sini berangkat sendirian dan tidak bersama Zaskia ataupun yang lainnya.

   "Belum datang mungkin," jawabku sembari merunduk memainkan jari memegang gelas.

       "Bentar, gue gabung sama anak kelas dulu. Lo berdua mau ikut gak?" tanya Hashim lagi setelah matanya tadi menemukan kerumunan anak kelas di sudut sana dekat dengan kolam renang yang berhiaskan balon-balon yang mengapung.

  

    "A-"

   "Duluan aja," saut Vian ketika aku hendak membuka mulut. Hashim mengangguk, lalu melangkah pergi meninggalkan kami berdua yang canggung.

    Kami berdua diam dengan aku yang terus memainkan jari sesekali meneguk minum untuk meredakan kecanggungan.

    Aku yang semenjak tadi duduk hanya bisa mendesah lelah karena menunggu Zaskia belum juga datang menghampiri.

    Kami berada di gazebo mini dengan lampu tumblr menghias dan masih ada orang berlalu lalang di depan kami atau setidaknya keberadaan kami masih bisa dijangkau.

    "Datang sama siapa tadi?" tanya Vian membuka suara terlebih dahulu, masih menunduk memainkan handphonenya tanpa melihat ke arahku.

   Aku kembali menunduk setelah meliriknya kecil. "Sendiri," jawabku singkat lagi-lagi meneguk ludah karena setiap kali bicara dengannya membuat tenggorokanku terasa tercekat. 

   

   Dulu yang aku biasa tukar cerita dengan Vian, malam ini dan beberapa hari lalu langsung muncul kecanggungan tanpa aba-aba. Ada jarak yang tiba-tiba.

    "Oh...." Vian hanya mengangguk-angguk kecil.

  Oh? Katanya? 

   Aku mengernyit, kembali membiarkan. Ingin beranjak dan gabung dengan yang lainnya tapi mataku menyorot ke seluruh halaman, setiap orang bergerombol dengan gengnya masing-masing. 

  Lagipula tadi aku sudah berjanji pada Zaskia untuk menunggunya dan tidak boleh keluyuran lebih dahulu sebelum dia datang.

"Sa," panggil Vian membuat aku terkejut kecil dan refleks menoleh.

   "Hm?"

   "Lupain kata-kata gue waktu itu."

   Aku senantiasa menunggu lanjutan kalimatnya.

   "Gue cuma bercanda," katanya tegas dan menoleh sepenuhnya ke arahku. Mendengar itu tentu saja hatiku merasa mencelos tak terima.

   "Maksud kamu?!" tanyaku tanpa sadar sudah menaikkan intonasi. "Astagfirullah," lanjutku beristighfar. Berkali-kali mengucapkan istighfar untuk meredakan gejolak amarah yang tiba-tiba menguasai diri.

   "Kenapa?" tanyanya santai. "Bukannya gue bercanda ataupun serius, lo tetep nolak gue kan?"

    Bagai dikutuk tepat.

  "Dan gue bilang bercanda pada akhirnya. Apa itu yang pengen lo denger sebenarnya?" lanjut Vian lagi kian menyudutkan.

    "Kenapa lo marah disaat guru bilang gue bercanda soal rasa itu? Apalagi gue serius."

 

   Aku mengerjap kecil, membasahi bibir sesaat dan memperbaiki diri.

    "Vian!" sela ku tegas. "Kenapa bahas itu lagi? Bukannya kita sudah sepakat untuk tidak membahasnya lagi?"

   Vian mengangguk kecil, melengos dengan tatapan tepat memandang kerumunan orang di depan. "Gue tau kok, percuma kan. Karena lo cintanya sama Fariz. Gue yang selama ini memperhatikan lo dan iyain mencari tau tentang Fariz. Lo biarin gitu ajakan? Seolah gue emang bener-bener temen lo," katanya memain-mainkan handphone dengan diputar.

   "Aku ga minta kamu buat jadi mata-mata, lagipula... kamu tau dari siapa aku suka sama Fariz?"

         "Mudah ditebaklah, ngapain lo nangis di rooftop setelah dari ruang Osis dan ketemu sama Fariz dan Dilla? Lo cemburukan sama mereka?"

   "Kamu tahu?" tanyaku polos, tak menggubris penjelasannya, hanya saja dia tahu aku menangis di rooftop karena Fariz dan Dilla? 

    "Gue waktu itu ada di sana, bolos. Ngeliat lo udah nangis sesenggukan. Gue juga tau lo dari ruang Osis karena sebelum gue ke rooftop gue lewat di depan ruang Osis dimana lo juga keluar darisana. Gue sembunyi dibalik pilar lalu ngikutin lo yang ga biasanya nangis kayak gitu."

    Aku menghela nafas, lantunan istighfar menghiasi bibirku.

    "Vian... aku ga bermaksud buat nolak atau apa sama kamu. Aku... aku ga mau pacaran!" tegasku pada akhirnya. "Dan yang ku caripun bukan sosok yang mudah bilang ia cinta dan tulus tapi tak bisa menjaga. Kamu taukan pacaran itu dilarang?"

"Gue pacaran itu masa lalu, gue ngungkapin rasa bukan buat ngajak lo pacaran, Sa."

    "Bukan, Vian. Aku ga bahas masa lalu kamu pacaran atau enggak. Hanya saja jikapun kamu tahu cinta sebelum halal harus dijaga. Ku mohon kamu mengerti, ku mohon kamu berhenti mengungkapkan cinta yang belum semestinya kamu ungkapkan."

  "Gue udah nahan dari lama, gue udah diam nyimpan rasa ini buat lo. Tapi makin ke sini makin kuat bukannya lupa!"

  "Karena kamu ga minta sama Allah buat jaga rasa, kamu belum bisa ngendaliin rasa kamu." Aku terengah menjelaskan, menarik nafas dalam agar bulir bening ku tidak keluar.

   "Jikapun kamu memang serius, yang ku pinta nanti kamu mengungkapkannya bukan di depanku, tapi mengungkapkannya dulu di depan orang tuaku," lanjutku pada akhirnya. Walau terpaksa, bukan bermaksud apa. Aku hanya ingin mengajari dia untuk menyimpan rasa sebelum waktunya tiba.

   Karena cinta yang diumbar lama-lama akan hambar, dan cinta yang terpendam lama-lama akan mekar dalam wujud keindahan.

   Vian menoleh ke arahku dengan bulatan mata melotot kaget. "Haa? Maksud lo gue nembak orang tua lo dulu gitu?" tanyanya tiba-tiba melawak.

  ASTAGFIRULLAH! 

  Rasanya gemas sekali aku ingin melempar gelas yang ku bawa di depan mukanya.

   Aku melengos kesal, mengatur nafas sesaat.

   "Udahlah, percuma. Kamu ga tau apa yang aku maksud."

   "Ya makanya dijelasin, Sa!" balasnya juga ikut gemas.

   "Aku udah jelasin kamunya ga paham. Belajar tentang menjaga cinta dulu sama Allah, baru kamu tahu maksudnya. Assalamu'alaikum," pamitku pada akhirnya meninggalkan Vian dan terpaksa bergabung dengan anak yang lain yang ku kenal.

    Untung saja Natassa mengundang semua murid seangkatan. Jadi aku bergabung dengan Fanya dan Zulfa.

 

  Walau pikiranku tetap tak fokus sama sekali mengingat perdebatanku dengan Vian.

   Ya Allah ampuni hamba, semoga tidak ada kata-kata yang menyinggung hatinya.

✿✿✿

**A/n: 

    Assalamu'alaikum:) 

   Welkambek 💙  sama cerita yang tak beraturan ini heheh**^_^

   

1
suharlina
udah ngak dilanjut ya
🍒⃞⃟🦅
klepek2 uy 😻🤭
Ara Muybella
ini ko g up terus y udah hampir 2 thn ceritanya mewakili banget masa" sekolah dulu up lg dong
y
next ka
y
next
Nabila
lanjut dong kk
Nabila
lnjt kk
Nabila
bgus kk
Nabila
p
Nabila
semangat kk
Nabila
wkwkw
Nabila
bikin penasaran aj kk
Ana Ini
lanjut dong kak😊
Cummee ClluluphLuph Jendol
kk author kmn yah, kq novelnya berhentiiii. lanjut lahhhh
Reni Nuraeni
lanjut dong ka;)
M4r$@nd@~~~
Up lagi dong kak seru lohh seriusss bagus banget aku udah nunggu nunggu lohh ❤
Melly Kamili
lanjut lagi kk.
Cummee ClluluphLuph Jendol
kpan yg up dek..
Pina
haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
Sa'adah Nurjanah
nungguuu
Pina: haloo saya baru belajar menulis karyaku, mampir yu ke novel saya 😊😊


Disepertiga malamku

terima kasih sebelumnyaa😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!