NovelToon NovelToon
RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Bulan gadis 18 tahun terpaksa menikah dengan Bharata, majikan ibunya karena dijebak.
Karena tidak ingin ibunya dipenjara, Bulan terpaksa menjadi istri ke 3 Bharata yang sudah berusia 39 tahun.
Tetapi setelah menikah, Bharata justru kecewa karena dibalik wajah innocent Bulan, dia menyimpan rahasia besar.
Bulan ternyata adalah sugar baby sahabatnya sendiri yang bernama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMU TAK DIUNDANG

Tap tap tap

Seorang wanita cantik dengan tampilan glamour memasuki rumah mewah tempat tinggal Bulan.

Tanpa permisi wanita itu masuk dan berteriak teriak.

"Bulan, Bulan." teriak wanita itu.

"Nyonya kenapa anda berteriak teriak dirumah orang?" Tanya Rianti. Dia bingung kenapa penjaga diluar mengijinkan wanita ini masuk. Rianti tidak tahu jika wanita itu adalah Bianca istri ke 2 Bharata.

"Dimana Nyonya kalian?" tanya Bia.

"Bulan maksudnya?" tanya Rianti. Dia belum biasa menganggap Bulan sebagai nyonya rumah ini.

"Memang siapa lagi, bodoh." Hardik Bia.

"Anda siapa, kenapa mencari Bulan?"

"Aku istri kedua Tuan kalian, Bharata putra Prayoga." Bianca menekankan kata katanya.

Rianti terkejut mengetahui jika yang dihadapannya adalah istri kedua majikannya.

"Dimana dia?" tanya Bia.

"Dihalaman belakang. Biar saya panggilkan."

"Tidak perlu, biar aku cari sendiri."

Bia memandang takjub atas kemewahan rumah ini. Apartemen yang dihuninya tidak ada apa apanya dibanding rumah ini.

Bia berjalan menuju halaman belakang. Matanya menemukan pemandangan yang aneh.

Dia melihat Bulan menyapu daun daun kering dihalaman belakang.

"Apa aku tidak salah lihat. Dia menyapu halaman?" batin Bia.

Dia melihat Bulan menyapu ditemani oleh seorang laki laki muda. Laki laki merapikan tanaman disana.

Saat Bia ingin mendekat, dia melihat laki laki itu mengambil daun yang jatuh di kepala Bulan.

"Berani sekali dia menyentuh istri Bharata. Kenapa seperti ada yang janggal disini . Dan wanita itu, kenapa tampilannya sangat biasa. Dia tidak nampak seperti seorang Nyonya besar. Dan laki laki itu terlihat tidak sungkan padanya." batin Bia.

"Kesini kau." Bia memanggil Rianti yang berdiri tidak jauh dari tempatnya "Siapa laki-laki itu?"

"Dia kepala pelayan disini Nyonya, namanya Aryo."

"Dan Bulan, kenapa dia melakukan pekerjaan pembantu?"

"Tuan Bhara menyuruh kami memperlakukan Bulan sebagai pembantu disini."

"Apa!" Bia terkejut mendengarnya. Senyuman merekah dibibirnya. Dia seakan mendapat jacpot. Menurutnya akan sangat mudah menyingkirkan Bulan jika Bhara hanya menganggapnya pembantu.

"Panggil Bulan kesini," titah Bia.

"Baik Nyonya." Rianti segara memanggil Bulan yang sedang menyapu halaman belakang. Dia memberitahu jika Istri ke dua Bhara mencarinya.

Bia duduk disofa dengan gaya seperti Nyonya besar. Dia menyilangkan kakinya dengan tangan bersedekap di dada.

"Untuk apa kau kesini?" tanya Bulan. Dia tahu siapa Bia, mereka pernah bertemu saat pernikahan Bulan dengan Bhara. Bhara juga sempat mengenalkannya.

Arum pernah berpesan kepada Bulan agar tidak mencari masalah dengan Bia. Bia sangat licik. Arum mengetahuinya karena dulu Bia tinggal satu rumah dengan Bhara dan Dilla.

Bia sering membikin ulah dan semena mena pada pembantu. Bia sering sekali bertengkar dengan Dilla. Oleh sebab itu, Bhara memindahkan Bia ke apartemennya.

"Aku ingin menyapa maduku, sejak kau pindah kesini, aku belum pernah berkunjung."

Bulan tersenyum sinis mendengarnya. Dia tahu, Bia pasti punya rencana lain dengan datang kesini.

"Rumahmu sangat bagus. Apa kau bahagia tinggal disini?"

"Bukan urusanmu." Jawab Bulan sinis.

"Hei sayang, bicaralah yang sopan pada kakakmu ini. Apa kau mau aku mengadukanmu pada Mas Bhara? Kau tahu kan jika Mas Bhara sangat tergila gila padaku. Dan kau, kau hanya dianggap seorang pembantu olehnya." Bia menatap Bulan dangan tatapan meremehkan.

"Apa maumu datang kesini?"

"Apa kau tidak ingin menawariku minum, aku sangat haus. Cepat buatkan aku minum." Titah Bia sambil memegangi tenggorokankan yang terasa kering.

Bulan berjalan kedapur lalu membuatkan minuman untuk Bia. Dia tak berani meminta bantuan pembantu yang lain. Karena disini kedudukan mereka sama.

"Minumlah." Bulan meletakkan minuman dimeja depan Bia.

"Kau tidak menaruh racun diminumankukan?"

Bulan mengepalkan tangannya. Kata kata Bia selalu sukses membuatnya geram.

"Tidak usah diminum jika kau takut."

"Aku tidak takut, tak mungkin kau berani meracuniku. Tikus kecil sepertimu tak mungkin punya nyali untuk melakukannya."

Glek Glek Glek

Bia meneguk orange jus buatan Bulan.

"Aku sangat lelah. Bisakah kau memijatku? Aku dan Mas Bhara berolah raga hingga pagi. Entah berapa kali aku membuatnya berada dipuncak kenikmatan."

"Cih, jijik sekali aku mendengar kata kata perempuan ini." batin Bulan.

"Cepat kemari, pijat aku." Perintah Bia sambil memegang bahunya.

"Apa kau tidak ada uang untuk membayar tukang pijat? kenapa harus aku yang memijatmu?"

"Kau hanya pembantu disini. Kau tidak ada hak untuk melawan perintahku. Cepat lakukan."

Karena malas berdebat, Bulan akhirnya mematuhi perintah Bia.

Bia menggulung rambutnya ke atas. Bulan dapat melihat beberapa kissmark di leher Bia. Bia menyadari jika Bulan memperhatikan lehernya.

"Apa yang kau lihat? Apa Mas Bhara tidak pernah membuatkanmu tanda seperti ini?" ejek Bia.

Bulan tak menggubris, dia mulai memijat bahu Bia.

"Mana tenagamu, aku tak merasakan pijatanmu sama sekali." bentak Bia.

Dari sudut lain, Rianti tertawa melihat Bulan diperlakukan seperti itu oleh Bia. Sedangkan Aryo, dia kasihan melihat Bulan.

"Aw." pekik Bia. "Kau sengaja menekan kuat agar aku kesakitan kan?" bentak Bia.

"Kau bilang tadi tak terasa. Saat ditekan kuat kau bilang sakit. Dasar plin plan."

"Apa kau bilang? berani sekali kau bicara seperti itu padaku."

Bulan malas menanggapi Bia. Dia melangkah pergi meninggalkan Bia.

"Hei kau mau kemana?" teriak Bia.

Bulan diam saja, pura pura tak dengar walaupun suara Bia menggelegar. Karena geram Bia melempar bantal sofa tepat mengenai kepala Bulan.

Bulan memegang kepalanya karena terkejut ada benda asing mengenai kepalanya. Rasanya tidak sakit karena bantal itu empuk. Bulan tak ingin menambah masalah. Dia memilih tetap pergi tanpa menoleh ke arah Bia.

Bia geram karena tidak dianggap oleh Bulan. Dia beranjak dari duduknya dan langsung menyusul Bulan.

"Hei gadis kurang ajar." Bia menarik rambut Bulan dengan kasar.

"Aw... lepas." teriak Bulan. Bukannya melepaskan, Bia justru makin menarik rambut Bulan.

Bulan yang geram membalas dengan menarik rambut Bia.

"Lepaskan sialan." Maki Bia.

Mereka berdua saling menjambak dan memaki. Para pembantu menjadikan itu layaknya tontonan gratis.

Aryo tak bisa tinggal diam. Dia berusaha melerai mereka berdua.

"Nyonya hentikan Nyonya, saya mohon hentikan." Ucap Aryo sambil berusaha melerai.

Bia mulai melepaskan tangannya dari rambut Bulan, begitupula dengan Bulan.

PLAK

Bia menampar Bulan dengan keras.

PLAK

Bulan tak mau kalah, dia membalas tamparan Bia.

"Berani sekali kau tikus kecil." Ucap Bia sambil memegangi pipinya yang panas. "Aku akan mengadukanmu pada Mas Bhara," ancamnya.

"Adukan saja, aku tidak tahut."

Bia makin geram melihat sikap berani yang ditunjukkan Bulan.

"Aku akan pastikan kau membayar mahal atas tamparanmu kali ini. Aku akan membalasnya dengan lebih kejam. Kau belum tahu siapa aku. Lihat saja, kau akan menangis darah setelah ini."

"Lakukan sesukamu, aku tidak takut."

1
chika aprilia zubaidah
tim satria tp gak tahu deh terserah othor aja🤣
Gia Nasgia
welcome to the wold my baby Hiro🥰🥰
Gia Nasgia
Ternyata Tiara suka dgn pria dewasa juga🤭
Gia Nasgia
Happy forever Satria and Moon😍😍🥰🥰 terimakasih kk abd tetap cemungut😘👍💪
Gia Nasgia
congrats Papa gula and Moon😍🥰🥰
Gia Nasgia
Tom and Jerry old 😂😂
Gia Nasgia
Cieee papa gula gass pool😍
Gia Nasgia
Enak aja
Gia Nasgia
Tim nya Satria Moon
Gia Nasgia
Klau melihat antusiasnya papa gula kayaknya mereka nggak balikan,Satria fix jodohnya Moon😍
Gia Nasgia
Apa Moon jodohnya papa gula
Gia Nasgia
Jangan blang klau mobil Satria yg di tabrak ayu
Gia Nasgia
Dasar lambeh turah minim ahlak😡
Gia Nasgia
Akhirnya benar "berpisah🥺
Gia Nasgia
Mode garangnya Bhara
Gia Nasgia
B ,mama Dilla adalah mama sambung pilihan😍
Gia Nasgia
Semoga aja ada cctv😂
Gia Nasgia
jangan marah bunda Moon😂 demi B
Gia Nasgia
Hahaha emang enak di cuekin😂
Gia Nasgia
Bulan klau kamu ingat surga kamu harus bisa memafkan inti nya di sini siapa yg bisa mengendalikan diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!