Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Angga
Arjuna mengantar Olive dan Yasmin sampai depan rumah dengan menaiki ojek yang mangkal didepan gang, karena mobil tidak dapat masuk.
Dirumah Olive..
Jam 11.00 WIB.
"Masuk mas, ini rumah ku. Assalmualaikum.." Ucap Olive ketika masuk kedalam rumah. "Letakkan disitu aja mas tasnya. Terima kasih sudah mau antar."
Olive merasa tidak enak menyuruh Arjuna pergi.
"Ok aku mengerti kamu tenang saja. Aku akan segera pergi." Menaruh tas yang dibawanya dilantai dan berjalan mendekati Yasmin.
"Yasmin cepat sehat ya, nanti kita main kalau Yasmin sudah sembuh." Ucap Arjuna.
"Ya om, nanti main lagi kesini ya."
Arjuna pun pergi keluar rumah, langkah kakinya berat. Berapa hari ini ia bersama dengan Olive dan Yasmin sungguh membuatnya lebih bahagia. Ada secercah harapan untuknya. Pasalnya ia belum pernah dekat dengan perempuan mana pun. Ada kekecewaan untuknya dalam menjalin hubungan dengan perempuan, akibat rusaknya rumah tangga orang tuanya.
Baru melangkah maju kedepan, banyak orang memandangnya dengan tatapan tajam kearah Arjuna.
"Mas ini siapanya Olivia ya? Kok mas yang ganteng ini mau sih berteman sama dia. Saya kasih tau ya, sebelum masnya menyesal. Dia itukan janda beranak satu. Dia juga suka mengoda suami orang. Jadi mendingan mas sama anak saya aja." Ucap seoran ibu yang ditemuinya dijalan.
Arjuna tidak menjawab dan meladeni ibu tersebut. Ia lebih memilih terus berjalan kemobilnya.
Pantesan Olive melarang aku lama-lama disana, ternyata mulut ibu-ibu disini lebih tajam dari pada pisau. Batin Arjuna.
...-----------------...
Dirumah Olive sedang membereskan rumah yang sudah beberapa hari ia tinggalin. Sedangkan Yasmin sedang tertidur.
Nyapu sudah, ngepel sudah, sekarang tinggal masak saja. Tapi ga ada sayuran dikulkas, bagaimana ini? Batin Olive, yang sedang duduk menatap isi kulkas yang kosong.
Tok tok ..tok..
Olive mendengar ada yang mengetuk pintu dari arah luar. Ia pun berdiri dan melangkahkan kakinya kedepan.
Dibukakan pintu, ternyata seorang pengantar makanan online.
"Maaf dengan Olivia Al Farish, ini ada pesanan untuk mba!" Ucap seorang pengantar pesanan makanan online.
Olive bingung, sedangkan dirinya tidak memesan makanan. "Maaf mas itu memang nama saya, tapi saya ga merasa pesan. Mas yang salah kali." Ucap Olive.
Suara ponsel Olive pun berdering ternyata panggilan Arjuna, yang mengatakan pesanan makanan untuk Olive dan Yasmin sudah sampai belum?
Ia baru tersadar, ternyata makanan itu dipesan untuknya dari Arjuna.
Ia segera menutup panggilan tersebut.
"Maaf mas, saya baru tau kalau yang memesan makanan adalah teman saya. Jadi saya ambil ya!"
Olive mengambil makanan tersebut dan mengucapkan terima kasih.
"Ini kebetulan aku dan Yasmin sedang lapar, tapi, kenapa dia jadi peduli padaku ya!" Ucap Olive sendirian dan membuka makanan tersebut.
"sayang ayo bangun kita makan dulu. Ini ada makanan dari om Juna. Coba kamu lihat dulu." Olive menunjukkan bubur yang dikirim oleh Arjuna dan Yasmin.
Yasmin tersenyum, matanya memandang bubur. "Aku mau makan itu." Ucap Yasmin yang memegang sendok ditangannya.
Selesai makan Olive memberikan obat untuk Yasmin dan menyuruhnya kembali beristirahat. Yasmin tertidur pulas dipangkuan mamanya. Sedangkan Olive, tidak bisa tidur, ia harus memikirkan rencana kedepannya untuk membayar hutangnya kepada Arjuna.
Aku harus usaha apa lagi ya! Kerja dibutik dengan gaji segitu tidak bisa membayar hutang ku pada mas Arjuna. Apa aku kerja ditempat lain saja. Batin Olive.
Olive akhirnya tertidur pulas dalam duduk...
Jam 04.30 WIB.
Suara adzan membangunkan Olive dipagi hari, ia bergegas melaksanakan sholat Shubuh. Selesai sholat Olive beraktifitas seperti biasa, mencuci pakaian...
Olive kaget yang berdiri dihadapannya adalah putri kecilnya yang sedang meperhatikan tanpa bersuara.
'Sayang kenapa disini."Olive pun bertanya.
"Nunggu mama! Aku udah lapar ma?" Balas Yasmin dengan memegang perutnya. "Aku mau makan apa, ma! Lihat perut aku udah kempes."
Olive tersenyum wajahnya memancarkan kebahagian.... Anak kecil ini sudah kembali lagi dengan cerewetnya. Sekarang tinggal mama yang usaha buat membayar uang om Juna. Batin Olive.
"Baik sayang nanti mama beli bubur untuk princess mama. Ok."
Olive sudah selesai dengan mencuci, dimandikannya Yasmin dengan tangannya. Kemudian rambut Yasmin yang panjang dikuncir dua. "Cantik deh anak mama. Sekarang kita cari sarapan dulu."
Ketika membuka pintu dilihatnya Angga sedang berdiri mematung didepan pintu. "Ngapain kamu kesini, mas! Belum cukup kamu menyusahkan aku dan Yasmin."
Bolat mata Olive melotot, tangannya menggenggam. Jantungnya berdetak kencang, ia sangat ketakutan.
Yasmin berdiri dibelakang Olive tidak berani menatap papanya, kejadian yang menimpa mamanya. Meninggalkan sebuah luka untuk Yasmin.
"Sayang, papa kangen mau ketemu Yasmin. Sini sayang..." Angga terus berusaha merayu Yasmin dengan kata-kata manisnya.
Olive tidak percaya lagi kepada Angga, ia lebih memilih untuk menutup pintu dan meninggalkan Angga sendirian.
Angga tidak tinggal diam, ia terus mengikuti Olive dan Yasmin dari belakang.
Berusaha mengejar..
"Ma, aku capek jalan buru-buru.Gendong." Ucap Yasmin, kedua tangannya mengarah kepada Olive.
"Sini sayang." Olive pun mengendong Yasmin dan berjalan cepat.
Dirumah bude.
Jam 08.00 WIB.
Sampai didepan rumah bude. Olive dan Yasmin segera masuk kedalam, tanpa mengucapkan salam.
"Ada apa Liv, seperti orang ketakutan saja." Ucap bude yang melihat Olive dan Yasmin berada dibalik pintu dengan napas yang ngos-ngosan.
"Itu bude ada mas Angga diluar, dia ngikutin aku dari rumah. Aku ga mau ketemu sama mas Angga bude. Tolong aku!" Ucap Olive dengan seluruh tubuhnya gemetar dan penuh keringat.
"Awas kamu minggir, biar bude yang menemuinya." Bude membuka pintu dan dilihatnya Angga sedang berdiri.
"Ada apa lagi? Kamu mau ganggu Yasmin sama Olive. Kamu sudah banyak nyakitin Olive. Belum puas kamu bikin dia sedih atas ulah kamu. Mau apa lagi jawab Angga!"
"Bude.. aku mohon aku pingin liat keadaan Yasmin. Aku minta maaf kalau selama ini aku udah bude kecewa! Sekarang biarkan aku bertemu Olive untuk menjelaskan semuanya." Pinta Angga.
"Bude akan coba bicara sama Olive, kalau dia mau bicaralah didalam."
Bude berjalan kedalam, memanggil Olive. "Liv, cepat keluar sana temui Angga biar cepat selesai dan pulang. Bude ga mau dia disini seharian. Ganggu orang saja." Celetuk bude kesal.
Mau tidak mau Olive melangkahkan kakinya keluar. Ditemuinya Angga yang sesak duduk. "Masuk mas dan jelaskan semua yang mau kamu bicarakan?" Ucap Olive kesal.
Angga masuk kedalam dan duduk dikursi. "Terima kasih kamu mau memberi aku kesempatan. Aku kesini ingin minta maaf atas semua yang aku lakukan kekamu."
"Lalu.."
"Aku menyerahkan uang itu buat kamu tanpa sepengetahuan Dian. Makanya waktu kemarin kamu kirim pesan ke aku, ternyata yang baca Dian. Dian sangat marah dengan semua itu. Aku minta maaf."
Angga menjelaskan dengan pelan.
Lalu kenapa kamu tidak bilang tentang yang terjadi Sebenarnya waktu dirumah. Kenapa mas? Kenapa juga kamu malah fitnah aku. Kamu tau semua yang kamu ucapkan membuat aku semakin terluka." Olive berkata tetapi matanya mengeluarkan air mata.
"Aku minta maaf, Liv."
"Aku sudah tidak lagi mempercayai mu, mas. Jadi aku mohon bukti supaya kamu bisa membuktikan bahwa kamu benar-benar menyesal. Bukannya hanya ucapan mu yang selalu bilang menyesal."
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!