NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.Groveling Dimulai

"Bawa anjing gila itu pergi. Pastikan dia membusuk di sel isolasi terdalam tanpa bisa melihat cahaya matahari," desis Aksa tajam, sama sekali tidak gentar mendengar teriakan ancaman Bima barusan.

Polisi langsung mendorong kasar tubuh Bima masuk ke dalam mobil tahanan. Sirine berbunyi nyaring menembus kerumunan wartawan yang saling dorong. Aksa membalikkan badan, menatap Dimas yang berdiri siaga dengan payung hitam di belakangnya.

"Kirimkan lebih banyak pengawal bayaran untuk mengawasi Klinik Bakti Kasih. Jangan sampai sisa-sisa orang suruhan Bima berani menyentuh sehelai rambut pun dari kepala Naya," perintah Aksa tegas sambil berjalan cepat menuju mobilnya. "Dan pastikan semua pesanan alat medis terbaru serta bahan bangunan renovasi sudah tiba di sana."

"Siap, Pak Aksa," jawab Dimas patuh.

***

 Suara bising mesin bor dan ketukan palu langsung menyambut kedatangan Aksa begitu ia melangkah masuk ke dalam Klinik Bakti Kasih. Dinding yang tadinya berjamur kini sedang dicat ulang putih bersih. Lantai kusam di ruang tunggu sudah dibongkar sebagian untuk diganti keramik baru yang mengilap.

Di sudut ruangan, Naya berdiri mengawasi seorang perawat yang sedang membalut luka sobek pada lutut anak kecil. Lengan kanan wanita itu masih tergantung kaku di dalam balutan gips putih tebal.

"Tekan sedikit lebih kuat di bagian atas lukanya, Suster. Jangan sampai perbannya kendur saat dia lari-lari nanti," instruksi Naya pelan, memberikan arahan tanpa bisa turun tangan langsung. Wajah cantiknya terlihat pucat dan lelah.

Aksa melangkah mendekat pelan-pelan, meletakkan dua kantong besar berisi makanan hangat dari restoran paling mahal di atas meja administrasi. Bau harum rempah makanan itu mengalahkan bau obat murahan di ruangan.

"Makan siangmu, Naya. Kamu belum menyentuh makanan apa pun sejak berjam-jam lalu," ucap Aksa lembut, suaranya sangat kontras dengan nada sedingin es yang biasa ia pakai di ruang rapat direksi.

Naya bahkan tidak menoleh sedikit pun. Matanya tetap fokus pada pasien kecil di depannya. "Suster, tolong buang sampah di meja depan itu ke tempat pembuangan di luar. Jangan biarkan orang asing menaruh barang sembarangan di klinik kita. Mengganggu pemandangan."

Dada Aksa berdenyut nyeri mendengar kalimat tajam itu. Naya benar-benar menganggapnya seperti orang asing tak kasat mata.

"Ini makanan kesukaanmu. Tolong makanlah sedikit saja," bujuk Aksa lagi, menahan ego yang sudah ia kubur dalam-dalam. "Atau kamu mau aku yang menyuapimu?"

"Pasien selanjutnya, silakan masuk!" panggil Naya lantang, sama sekali mengabaikan keberadaan sang miliarder yang sedang berdiri mengemis perhatian di sebelahnya.

Naya melangkah melewati Aksa begitu saja tanpa melirik sedikit pun, tapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap deretan tumpukan kardus besar. Di sana teronggok mesin USG portabel keluaran terbaru, monitor detak jantung, dan kotak-kotak berisi alat bedah minor kualitas premium.

"Dari mana barang-barang mewah ini berasal?" tanya Naya tajam pada perawat di dekatnya. "Klinik ini tidak punya anggaran untuk membeli alat seharga ratusan juta."

"I-itu sumbangan donatur anonim, Dokter Naya," jawab perawat itu gugup, mencuri pandang ke arah Aksa yang berdiri kaku.

Naya berbalik cepat, menatap Aksa dengan kilat kemarahan di matanya yang sayu. "Bawa pergi semua barang rongsokanmu ini, Aksa! Kami tidak butuh donasi darimu! Berhenti merenovasi tempat ini secara paksa dan berhenti muncul di hadapanku!"

"Alat itu untuk memudahkan pekerjaanmu di sini, Naya," jawab Aksa parau, melangkah maju mencoba meraih tangan kiri Naya. "Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk..."

"Untuk mencuci rasa bersalahmu?!" potong Naya telak, menepis tangan Aksa dengan kasar. "Kamu pikir dengan membelikan alat mahal dan mengecat ulang tembok kumuh ini, dosamu bisa luntur begitu saja? Memperbaiki gedung ini tidak akan bisa mengembalikan fungsi tanganku yang putus! Kehadiranmu di sini cuma membuatku muak!"

Aksa mematung. Umpatan itu tepat sasaran merobek hatinya. "Hukum aku sesukamu, Naya. Tapi tolong jangan tolak bantuanku. Biarkan aku melindungimu."

"Aku tidak butuh pelindung yang tangannya berlumuran darahku sendiri," desis Naya sedingin es.

Naya membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam ruang istirahat staf, membanting pintu kencang-kencang hingga tembok klinik terasa bergetar. Aksa menunduk dalam, mengepalkan kedua tangan menahan rasa perih yang menggerogoti kewarasannya. Ia tidak akan menyerah. Ia pantas menerima semua kebencian ini.

Waktu terus merambat naik hingga langit sore berubah segelap malam. Suara guntur menggelegar keras membelah langit, disusul hujan badai yang turun sangat deras bagai ditumpahkan langsung dari atas awan. Angin kencang meniup dedaunan liar dan membuat udara terasa menusuk tulang.

Jam operasional klinik sudah berakhir. Naya merapikan jasnya, memegang tas selempang dengan tangan kirinya yang bebas, lalu mendorong pintu kaca klinik untuk pulang. Hembusan angin dingin langsung menampar wajahnya.

Namun, langkah kakinya mendadak membeku di lantai teras depan.

Di bawah guyuran hujan badai yang brutal, seorang pria tinggi besar berdiri mematung di halaman klinik yang becek oleh lumpur cokelat. Kemeja mahalnya sudah basah kuyup menempel mencetak tubuh tegapnya. Air hujan mengalir deras dari rambut dan wajahnya.

Aksa berdiri di sana tanpa payung, menatap lurus ke arah Naya dengan tatapan memohon yang luar biasa putus asa. Sang miliarder arogan itu menolak pergi dari terjangan badai sebelum wanita yang telah ia hancurkan itu mau berbicara padanya.

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!