Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Kandungku
Menunjukkan pukul 7 malam, Naura sudah bersiap untuk pulang dari rumah sakit. Dia pun menuju ke parkiran mengambil motor matic-nya yang biasa dia pakai bekerja. Dia langsung berlalu pergi dari pekarangan.
Saat ada dengan lampu isyarat, Naura pun menghentikan sepeda motornya karena lampu berwarna merah.
Tapi tiba-tiba, dia merasa seperti ada seseorang yang sedang menatapnya. Mengedarkan pandangan, tak sengaja melihat Anggara yang sepertinya juga baru pulang dari tempat kerja.
Pria itu tampak duduk di dalam mobil mewahnya, menatap ke arahnya. Hanya diam, tanpa menyapa.
Naura membuang muka, tak ingin berurusan dengan pria itu. Saat lampu berubah warna hijau, dia segera kembali menjalankan motor.
Nasibku ini aneh sekali, aku tidak habis pikir bagaimana aku bisa hidup serumah dengan laki-laki yang pernah hampir menjadi suamiku, batin Naura dalam hati.
Sebenarnya, sebelum itu Anggara tidak tinggal di rumah ibunya kalau bukan permintaan dari Safira sebelum keluar luar kota.
Anggara sebagai anggota militer tentu saja punya rumah dinas yang dikhususkan untuk tempat tinggalnya. Tapi karena keinginan Safira, alhasil pria itu pun tidak membantah dan berakhir mereka hidup serumah beberapa hari ini.
Tanpa Naura ketahui, kalau mertuanya itu sudah berada di rumah menunggu kedatangannya.
_______
Safira sudah tiba di parkiran kediaman keluarga Anggara, dia buru-buru memarkir sepeda motornya lalu berlangkah masuk ke dalam rumah sengaja menghindari Anggara yang tiba bersamaan dengannya.
Akan tetapi, langkah kakinya terhenti di ruang keluarga saat melihat ibu mertuanya sudah pulang bahkan di sana ada Nada yang duduk bersebelahan dengan Cakra.
Tak lupa, Kakek Rama juga ada di sana, yang lebih mengejutkan Naura sehingga membuat jantungnya berdebar-debar karena ada sesosok gadis kecil yang tak lain dan tak bukan adalah putrinya.
Melihat kedatangan Naura, gadis kecil itu langsung berseru. "Mama!" teriaknya berdiri lalu berlari pelan menghampiri sang mama.
Naura menyambut putrinya sembari berjongkok, dia memeluk putrinya dengan jantung yang seperti ingin keluar dari tempatnya. Dia tidak tahu apa yang terjadi, kenapa bisa putrinya ada di rumah itu.
Bersamaan, Anggara juga muncul dari belakang punggungnya heran melihat Naura yang memeluk seorang gadis kecil, yang pria itu perkirakan usia gadis itu mungkin dalam 6 atau 7 tahun.
"Melihat kedatanganmu dan dia memanggilmu Mama, kalian seperti ibu dan anak. Jadi benar? Dia itu putrimu?" tegas Safira, langsung bertanya pada menantunya tentang anak kecil yang memanggilnya mama.
Tentu saja pertanyaan itu membuatnya bungkam. belum lagi di sana ada Kakek Rama yang menatapnya dengan tatapan kecewa.
Dia bingung bagaimana harus menjelaskan. Sementara bungkamnya dia, membuat semua orang berpikir kalau Naura sedang mengatakan 'iya' untuk tuduhan tersebut.
"Naura, kau tidak budek kan? Kau dengar Mama sedang bertanya padamu tentang siapa gadis kecil itu," ucap Cakra, yang melihat Naura tidak menjawab mamanya.
Dia merasa kalau Naura bersama kakeknya telah bersekongkol untuk membodohi mereka.
Menghadapi tatapan yang menghakiminya, Naura sedikit menciut dan menarik erat putrinya ke dalam pelukannya.
Anggara yang memang ada di dekatnya, tidak sengaja memperhatikan wajah gadis kecil di pelukan Naura.
Dia merasa kalau bocah itu sangat mirip dengannya. Mata, hidung, alis, dan sebagainya. Apa yang terjadi? Siapa bocah itu? Batin Anggara bertanya-tanya dalam hati.
Kakek yang melihat cucunya terus saja bungkam, akhirnya melemparkan pertanyaan yang sama.
"Naura, Kakek tanya sama kamu. Siapa sebenarnya anak itu?"
Tes !
Kristal bening mengalir dari pipi Naura. "Naura minta maaf, kek," hanya kalimat pendek itu yang bisa keluar dari bibirnya.
Tentu saja jawab tersebut, membuat Rama kaget. "Katakan dengan jelas, Naura!" Tegas Kakek lagi.
"Kiki memang putri kandung Naura, Kek,"
DEG!!!
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls