NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (18)

Penulis: Linda Lubi

Sebentar lagi Nurdin mau live. Banyak owner-owner yang endorse Nurdin untuk produk-produk mereka. Yah beginilah hari-hari Nurdin. Bekerja hanya di dalam rumah dan dilarang keluar dari rumah oleh istrinya.

Makan siang pun jadi tak menentu. Entah karena masih kenyang entah karena suasana hati yang lagi gabut. Salima memilih istirahat karena ia merasa cukup lelah hari ini. Namanya juga bumil. Tapi ada keraguan di hatinya.

Salima menonton live Nurdin dari kamar. Banyak yang kasih emoji cap bibir ke Nurdin. Pipi Nurdin penuh dengan cap bibir. Salima jadi panas hati. Ingin ia komen tapi takut malah live Nurdin sepi. Bisa berdampak juga bagi perekonomian mereka nantinya.

***

Mbak Kunti sekarang jadi rajin berburu kuliner. Ia bikin stok untuk makan siang dan makan malam. Ngadi-ngadi aja Mbak Kunti. Melawan kodrat kuntilanak yang wajib makan darah atau bayi.

Sekali melangkah, dua tiga pulau terlampaui. Kids jaman now mana tau pribahasa itu. Siang ini Mbak Kunti pakai autfit tidak mencolok namun masih saja ada laki-laki nakal yang menggoda. Kedip-kedip mata segala. Beda banget saat dia masih tinggal di Aceh. Nggak ada laki-laki model begini. Jadi dia pun aman dan nggak risih.

"Kuenya campur-campur, Nek." Ternyata kue si Nenek sudah sesiang ini masih banyak dan belum habis.

"Berapa banyak, Nak?" Si Nenek kesenangan karena ada pembeli lagi.

"Semuanya Nek." Mbak Kunti nggak tega melihat Nenek setua itu masih berjualan se-panas ini. Anak-anaknya pada ke mana?

Dengan senang hati nenek itu membungkus kue-kue ke dalam plastik kresek. Wajahnya tersenyum bahagia. "Delapan puluh dua ribu semuanya, Nak."

Mbak Kunti menerima plastik kue-kue dari si Nenek. "Kembaliannya buat Nenek aja." Tentu saja Nenek ke-senangan.

Mbak Kunti ke warung makan tak jauh dari lapak si Nenek berjualan. Ia ingin membeli nasi campur. Banyak orang makan di warung nasi itu. Mbak Kunti sebenarnya kurang nyaman kalau ramai begitu. Tapi ya sudahlah. Terlanjur.

"Nasi campurnya Pak, 2 bungkus. Yang 1 lauknya pakai ikan itu tambah cumi-cumi." Si Bapak membungkus pesanan Mbak Kunti. Sayurnya bebas. "Yang 1 lagi pakai gulai ayam dan telur dadar, Pak." Mbak Kunti lupa kalau dia bukan manusia.

"Empat puluh delapan ribu, Buk." Jiah dipanggil Ibuk. Hilang dong kepercayaan diri Mbak Kunti.

Ia memberi selembar uang merah lalu menunggu kembaliannya. Begitu dapat kembalian, ia mencari tempat yang sepi untuk bertransformasi. Mbak Kunti menghilang lalu sudah berada di rumahnya. "Akhirnya....." Mbak Kunti mencomot beberapa kue sekali telan.

Sekitar lima jenis kue yang ia beli. Ada kue lapis, kue talam, bakwan, kue lumpang dan donat kampung. Mbak Kunti tau nama-namanya karena si Nenek tadi yang bilang. Mbak Kunti makan dengan percaya diri yang tinggi. Ia lupa beli kopi, minuman kebangsaan bersama Nurdin. Mbak Kunti keselek.

"Pasti kamu butuh kopi, kan?" Tiba-tiba Abang Kunti udah di depan Mbak Kunti.

"Kamu lagi...kamu lagi....." Mbak Kunti mendadak sebel.

"Mau nggak?" Abang Kunti yakin kalau Mbak Kunti mau menerima 1 cup kopi panas darinya.

"Oke-lah kalau kamu maksa." Mbak Kunti menerima kopi dari Abang Kunti. "Ya udah, kamu pulanglah. Kopinya sudah aku terima."

"Ta...ta...tapi....." tubuh Abang Kunti didorong keluar oleh Mbak Kunti.

"Aku minta dong kue kamu." Rengek Abang Kunti.

Mbak Kunti memanjangkan tangannya lalu mengambil 5 potong kue. "Ini sudah impas. Kamu jangan datang lagi ke sini ya! Bosan tau."

Wajah Abang Kunti terlihat sendu. Padahal ia berniat baik. Kenapa Mbak Kunti selalu jutek padanya? Apakah ia tidak tampan? Abang Kunti pulang dengan merajuk. Ia masuk ke dalam batang pohon asam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!