NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Saja

Cintai Aku Sekali Saja

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Askararia

Raisa meninggalkan rumah mertuanya di malam hujan, pernikahan yang kata suaminya "tanpa cinta" itu harus kandas setelah kedatangan saudara tirinya yang bernama Arni yang mana sebelumnya adalah mantan kekasih suaminya. Lima tahun bertahan dengan lelaki lumpuh yang memiliki temperamen buruk itu bahkan membuat Raisa kehilangan dirinya sendiri, malam itu disaat ia mengajukan perceraian pada Angga, ia pergi ke makam ayahnya untuk meluapkan seluruh isi hatinya sebab jika ia kembali kerumah ia hanya akan mendapat cacian dari ibu sambungnya. Namun seiring berjalannya waktu Raisa tak lagi mampu bertahan dengan semua penderitaannya. Apakah pada akhirnya suaminya akan mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askararia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Silau cahaya dari flash kamera yang memotret dirinya tak membuat gadis ini berkedip, ia terus melakukan pose sempurna yang membuat hampir semua orang disana berteriak kegirangan memuji dirinya. Sudah bertahun-tahun gadis ini bekerja sebagai model sebab mulai dari fitur wajah yang tirus, kulit putih mulus dan tinggi badannya sangat mendukung. Gaji yang ia peroleh dari sana pun cukup baginya memenuhi kebutuhannya dan Tina setiap harinya, namun mereka tetap meminta Raisa untuk memberi mereka uang. Dan tibalah hari dimana seharusnya hari ini Raisa sudah mengirimkan mereka uang, namun mengingat bahwa sejak beberapa hari lalu Raisa tak kunjung ada kabar membuat Tina kesal.

Ia keluar dari ruang pemotretan meninggalkan anak semata wayangnya yang masih sibuk, kabar telah pulangnya Raisa memang belum sampai ke telinganya namun ia yakin kalau Raisa sengaja tidak mengabari mereka karena ia tak lagi ingin memberi uang pada Tina dan Arni.

"Padahal aku bisa shopping menggunakan yang dikirim Raisa. Tapi karena dia belum kelihatan aku jadi gak bisa shopping bulan ini. Kalau aku pake uang Arni pasti dia marah besar. Aduhhh, aku harus segera mencari tahu kemana Raisa pergi!" Serunya kesal.

Baru saja ia membicarakan Raisa tiba-tiba wanita itu muncul diseberang jalan, namun ramainya kendaraan yang melaju membuat Tina tak melihatnya, berbeda dengan Raisa, setelah ia turun dari taxi ia berdiri tegap menatap ibu sambungnya itu dari kejauhan, dibelakangnya terdapat sebuah salon kecantikan langganan Arni dan Tina, serta kali ini Raisa ingin ia menggantikan kepopuleran Arni disana.

Ting

Bunyi lonceng kecil di pintu masuk, para pekerja di salon itu segera menghampirinya menawarkan diri untuk mengurusnya selama ia berada disana. Aku mau kamu mengubah penampilanku dari ujung rambut hingga ujung kaki, aku ingin aku tidak hanya cantik tapi sangat cantik!" Titahnya pada salah satu karyawan salon itu.

Beberapa orang disana memperhatikan Raisa, sebenarnya tak banyak yang perlu diubah darinya karena memang dia sudah cantik bahkan tanpa riasan apapun, namun untuk membuat Raisa puas mereka makeover seluruh penampilan Raisa, hingga dua jam kemudian ia keluar dari sana bak seorang artis yang bahkan membuat semua pandangan orang-orang disana teralih padanya.

Rambut Raisa dipotong sebahu dilengkapi poni tipis berlayer lalu digerai polos, kuku jemarinya begitu lentik dengan kuku palsu berwarna kecoklatan yang dibubuhi gliter mengkilap yang membuatnya bersinar apabila terkena cahaya, wajahnya di hiasi berbagai macam prodak kecantikan yang membuatnya bahkan jauh lebih cantik dari Arni.

Tepat saat itu juga Arni selesai melakukan pemotretannya dan ia merangkul Tina berjalan ke luar dari bangunan bertingkat itu, managernya yang kebetulan sedang melakukan siaran langsung itu tak sengaja menangkap Raisa di dalam kameranya, tiba-tiba banyak komentar dan like yang ditujukan pada wanita yang tengah berjalan menerobos keramaian dengan anggun itu.

"Siapa dia? Aku belum pernah melihat orang sekeren itu sebelumnya, padahal pakaiannya bukan pakaian mahal, tapi begitu ia memakainya itu tampak mahal!" Seru manager Arni membuat gadis itu kesal bukan kepalang.

Siaran langsung itu kemudian dilihat oleh beberapa agency model diberbagai penjuru kota, mereka berlomba-lomba untuk mencari tahu siapa wanita yang terlihat begitu menarik itu terutama agency yang merekrut Arni.

Menyadari banyak mata menatapnya kagum membuat rasa percaya diri Raisa meningkat drastis, ia berjalan dengan salah satu tangan di saku sementara tangan lainnya menenteng tasnya. Ia mampir ke toko ponsel didalam mall lalu menatap beberapa ponsel mahal di etalase.

"Mau cari ponsel yang bagaimana, Kak?"

"KAK?" Tanya Raisa menaikkan kedua alisnya kala pelayan toko itu memanggilnya dengan sebutan "Kak"

Wanita ini tertunduk sesaat sambil tersenyum puas, selama ini karena ia tak pernah menjaga penampilannya dan kehilangan rasa percaya dirinya membuatnya kelihatan tua dan ia kerap sekali dipanggil ibu, namun kali ini ia kembali terlihat muda bahkan jauh lebih muda dari yang ia bayangkan. Raisa mengeluarkan sebuah kartu dari dalam tasnya, ia yakin Angga tak akan menyadari kalau ia mengambil salah satu kartunya.

"Aku mau ponsel yang paling bagus disini!" Titahnya dan segera dilayani oleh pelayan toko itu.

Segera ia membuat akun whatsapp baru disana juga membuat beberapa akun media sosial yang baru, ia ber swafoto disana lalu mempostingnya. Anehnya baru saja diposting tapi foto itu sudah mendapat banyak like dan komentar bahkan tak sedikit yang menyimpan dan membagikan postingannya tersebut.

Angga dan Steven yang hendak pergi keruang meeting turut serta mendengar kabar adanya wanita cantik yang menarik perhatian banyak orang di kota mereka, beberapa agency bahkan menawarkan sejumlah uang bagi orang yang memiliki informasi tentang wanita tersebut.

"Aneh, tidak begitu cantik. Kenapa orang-orang begitu menyukainya?" Tanya Angga sambil menyukai postingan di akun milik istrinya tersebut.

Sopir pribadinya juga Steven yang mendengar dan melihat Angga saling tersenyum menatap satu sama lain sebelum mereka sampai ke ruang rapat. Keduanya dengan serius memimpin rapat mereka hari itu sementara Raisa terus berbelanja barang mewah hingga beberapa notifikasi tentang pengeluaran yang membludak tiba di email Angga.

***

Kedua tangan Indra begitu cekatan memutar kemudi, beberapa menit lagi ia akan sampai ke rumahnya yang berada di dataran tinggi yang tak jauh dari kota, rumah dengan pemandangan pantai indah berombak itu.

"Malas kalau mau memasak lagi, sebaiknya aku makan dulu kearah kota. Sekalian membeli perlengkapan dapur yang sudah habis" ucapnya terus melaju kearah kota melewati rumahnya.

Lima belas menit berlalu dan kini ia sampai di basement tempat parkir mall yang akan ia kunjungi itu, sebelum keluar dari mobil ia meregangkan badannya setelah memundurkan kursinya. Bunyi tulang-tulang bagian belakangnya begitu nyaring sebab kelelahan selama perjalanan tadi.

Diraihnya ponselnya dari atas kursi dan segera masuk kedalam mall, siapa sangka saat ia hendak memesan makanan untuk makan malam ia bertabrakan dengan Raisa yang penampilannya sudah berubah total.

"Indra!"

"Raisa!"

Lelaki itu mengucek matanya berkali-kali memastikan kalau ia tak salah mengenali orang sementara Raisa kembali fokus pada pemesanan makanan tadi.

"Kamu mau makan juga?" Tanyanya dijawab anggukan pelan oleh Indra.

"Kalau begitu kita duduk bersama saja" tawarnya.

Begitu wanita itu melangkah memilih tempat duduknya banyak orang-orang memegangi ponselnya untuk menangkap gambar wajah cantik Raisa dan memostingnya di media sosial, sebab Raisa tengah viral mereka akan kecipratan jumlah like dan tweet. Indra mengerutkan keningnya saat tiba di meja tempat Raisa kini bermain ponsel sambil berpangku tangan.

"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali yang memperhatikanmu?" Tanyanya.

"Owhhh, tidak apa-apa. Kamu kapan kembali dari desa?" Raisa balik bertanya.

"Hari ini, aku baru saja sampai. Sekalian nanti aku mau belanja keperluan dapur untuk dibawa pulang!"

"Owhhh, baguslah kalau begitu. Apa kau butuh teman untuk berbelanja? Aku tidak ingin pulang kerumah cepat-cepat"

"Tentu" jawab Indra.

Ditengah-tengah obrolan mereka salah satu pemilik akun yang memosting keberadaan Raisa saat ini mendapat pesan dari beberapa agency yang penasaran akan Raisa. Mereka menanyakan lokasi tempat sekarang Raisa melakukan pertemuan dengan seorang lelaki muda yang duduk berhadapan dengannya kini.

Tak lama setelah makanan keduanya diantar oleh pelayan, beberapa media sudah mengincar Raisa dari kejauhan, rencananya mereka akan memberikan penawaran terhadap wanita itu agar ia mau bergabung bersama mereka. Arni yang muak akan kabar viralnya wanita yang merupakan kakak tirinya itu membuang seluruh barang-barang diatas mejanya ke lantai.

Banyaknya komentar yang membandingkan dirinya dengan Raisa membuat gadis ini begitu marah, bahkan saat Steven menghubunginya ia tak menghiraukannya.

"Kenapa dia mengabaikan teleponku? Apa dia masih pemotretan?" Tanya Steven menatap layar ponselnya, beberapa panggilan telepon dan vidio keluar di berandanya tak satupun mendapat balasan dari Arni.

Berbeda dengan Angga yang menyuruh sopir pribadinya berhenti, lelaki ini tengah syok saat melihat mutasi pengeluaran dari rekeningnya, bukan puluhan, tapi ratusan juta, sementara ia seharian ini sibuk bekerja dan tidak melakukan transaksi apapun.

"Tidak mungkin!" Serunya kuat hingga Steven menoleh padanya.

"Ada apa?"

"Rekeningku, sepertinya rekeningku dibajak seseorang!" Serunya mengusap kasar wajahnya.

"Hah? Apa sudah di cek? Kartunya hilang atau bagaimana?" Tanya Steven, Angga baru sadar setelah Steven menyebut kartu, ia segera merogoh dompetnya dan benar saja kalau kartu yang digunakan untuk transaksi itu telah hilang.

"Tidak mungkin, yang hilang hanya kartu itu, apa jangan-jangan"

"Jangan-jangan apa?" tanya Steven lagi bahkan kali ini suaranya lebih kuat dari sebelumnya.

"Raisa, berani-beraninya dia!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!