NovelToon NovelToon
Suami Kredit

Suami Kredit

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Jangankan barang, bahkan suami pun bisa dibayar kredit!

Ya, itulah yang dialami Tia. Dia nekat membayar seorang lelaki tampan bernama Sam untuk dijadikan suaminya. Namun karena uang Tia belum cukup, dia terpaksa meminta pembayaran sistem kredit. Bagaimana kocaknya kisah cinta mereka?

"Gaji saya cuma staf admin biasa, Mas. Jadi... tiga juta itu mau saya bayar secara kredit. Cicilan sepuluh kali, tiga ratus ribu per bulan, bunga nol persen. Bagaimana?" - Tiana Anjani.

"Hah?! Mbak bercanda ya?!" - Sam alias Samsudin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Malam Pertama

Sam memiringkan kepalanya sedikit, menatap jemari Tia yang tertaut di dalam genggamannya. Di tengah riuhnya denting sendok prasmanan dan gelak tawa para sepupu yang masih sibuk mengantre sate ayam, pikiran Sam mendadak melenceng jauh.

Kesadaran itu baru menghantam logikanya tepat setelah kata "Sah!" dari para saksi bergema beberapa jam lalu. Sam memegangi pelipisnya yang mendadak terasa agak berdenyut. Kenapa dia tidak melunasi saja utang pinjol Tia secara terang-terangan dan membatalkan drama ini sejak awal? Kenapa dia malah menikmati momen-momen naik motor matik merah jambu, disemprot parfum melati berlebihan, sampai diarak di depan keluarga besar Tia?

'Ah, sudahlah... nasi sudah jadi bubur,' desah Sam dalam hati, berusaha melupakan kebingungan filosofisnya. 'Ijab kabul sudah diucap, surat nikah resmi sudah di genggaman. Nasi padang katering warteg ini juga enak. Jalani saja dulu drama sebulan ini sambil tetap pura-pura miskin!'

"Mas Sam? Kamu melamun lagi ya?" tegur Tia sambil menyenggol pelan pinggang tegap Sam dengan siku tangannya.

"Eh, tidak kok, Mbak Tia," jawab Sam cepat, memasang kembali senyum paling tampannya. "Aku cuma sedang menghitung berapa mangkok es buah yang sudah dihabiskan Mamat sama Pak Budi di bawah sana."

Tia tertawa geli melihat deretan pawang buaya yang kini sedang berebut porsi es buah ketiga mereka di dekat meja katering.

Namun, kejutan sebenarnya dari acara pernikahan ini baru dimulai ketika pesta resepsi resmi ditutup pada pukul lima sore.

Saat Tia dan Sam sedang bersiap-siap merapikan barang dan hendak pulang naik motor matik merah jambu, Bu Heni bersama Tante Lies dan Tante Mirna tiba-tiba menghadang mereka di pintu keluar gedung dengan wajah berbinar-binar penuh konspirasi.

Bu Heni menyelipkan sebuah kartu kunci (keycard) tebal berwarna emas ke dalam telapak tangan Tia.

"Ini apa, Bu?" tanya Tia dahi berkerut.

"Itu kunci kamar Suite Room VIP di Hotel Grand Imperial!" seru Bu Heni dengan mata berbinar-binar bangga. "Ibu, Tante Lies, sama Tante Mirna sengaja patungan sewa kamar paling mewah di sana khusus buat malam pertama kalian! Biar kalian bisa fokus... menambah anggota keluarga baru!"

Tia dan Sam saling pandang sekejap. Alih-alih menolak atau kelihatan ragu, naluri akting dan sifat sok tahu mereka berdua mendadak menyala kompak di depan Bu Heni. Tia mengibaskan tangannya santai seraya tertawa percaya diri.

"Aduh, Ibu! Pakai sewa kamar VIP segala!" cetus Tia sok polos dengan nada menggoda. "Tenang saja, Bu! Mas Sam ini kan pawang buaya, staminanya tidak usah diragukan lagi. Mau di hotel bintang lima atau di mana saja, dijamin malam pertamanya bakal berlangsung sangat panas dan penuh gairah! Ya kan, Mas Sam?"

Sam yang tidak mau kalah gengsi langsung membusungkan dada tegapnya, memasang senyum paling gagah di hadapan ibu mertuanya.

"Betul sekali, Ibu!" timpal Sam percaya diri, merangkul pinggang Tia erat-erat. "Ibu tenang saja. Saya ini biasa bertarung sama pemangsa raksasa, jadi kalau cuma urusan malam pertama, pasti bakal meledak dan luar biasa! Pokoknya Ibu siap-siap saja gendong cucu tahun depan!"

Bu Heni, Tante Lies, dan Tante Mirna langsung memekik girang sambil menepuk-nepuk tangan mereka. "Duh! Memang calon menantu idaman! Ya sudah, cepat berangkat ke hotel sekarang!"

Namun, semua sesumbar dan ocehan sok bisa yang mereka lontarkan di depan Bu Heni hancur lebur tanpa sisa begitu pintu kayu tebal kamar nomor 1208 Hotel Grand Imperial dibuka.

Kamar Suite Room VIP itu luar biasa luas. Pencahayaan temaram berwarna hangat, karpet bulu tebal yang empuk, aroma terapi mawar yang menenangkan, dan sebuah kasur berukuran King Size dengan taburan kelopak bunga mawar merah berbentuk hati di tengahnya menyambut mereka.

Pintu kamar tertutup otomatis dengan bunyi Brak! yang pelan namun bergema tegas.

Seketika itu juga, keberanian palsu yang tadi mereka pamerkan di depan Bu Heni menguap tuntas. Atmosfer di dalam ruangan berubah total. Keheningan yang sangat pekat mencengkeram udara. Canggung luar biasa yang teramat dahsyat membuat bulu kuduk mereka berdua meremang seketika.

Tia berdiri kaku di dekat pintu, memegangi tas kecilnya erat-erat bagaikan perisai pelindung. Wajahnya yang semula berani dan sok tahu di depan ibunya, kini memerah padam sampai ke ujung telinga.

Di sisi lain, Samsudin, pria yang tadi sesumbar soal stamina pawang buaya di hadapan Bu Heni, mendadak mematung. Otot-otot tubuhnya yang tegap terasa kaku bagaikan patung batu. Matanya menatap bingung dan panik pada taburan kelopak bunga mawar di atas kasur.

"E-ehem..." Sam berdehem canggung, suaranya mendadak beruBah agak serak. "Kamarnya... lumayan luas ya, Mbak Tia."

"I-iya... Karpetnya juga empuk..." jawab Tia pendek, suaranya mencicit kecil. Matanya menatap lurus ke arah lantai dan sama sekali tidak berani melirik ke arah kasur apalagi menatap mata Sam.

Mana semua sesumbar 'malam pertama panas dan penuh gairah' yang tadi mereka omongkan di depan Bu Heni? Lenyap tak berbekas!

"Mbak Tia... mau mandi duluan? Baju pengantinnya kan kelihatannya agak berat," tawar Sam sopan, memegang tengkuknya yang terasa panas.

"Iya! Aku mandi duluan!" seru Tia secepat kilat, seolah-olah kamar mandi adalah satu-satunya tempat penyembunyian dari situasi canggung mematikan ini.

Tia langsung menyambar tas pakaian ganti dan melesat masuk ke dalam kamar mandi mewah beratap kaca es tersebut, mengunci pintunya rapat-rapat sampai bunyi Klik! terdengar nyaring.

Di luar, Sam menghembuskan napas panjang yang ditahannya sejak tadi. Pria tegap itu melangkah gontai menuju tepi kasur berukuran raksasa tersebut, lalu mendudukkan tubuhnya perlahan agar tidak merusak tatanan kelopak mawar berbentuk hati.

Sam menatap pantulan dirinya di cermin meja rias, lalu menepuk jidatnya sendiri.

'Samsudin, Samsudin...' batin Sam meringis. 'Tadi di depan Ibu sok-sokan bilang staminanya luar biasa meledak... Sekarang dikasih kamar hotel VIP beneran malah kaku kayak kayu jati! Gimana cara tidurnya malam ini coba?!'

Sementara itu dari dalam kamar mandi, suara gemericik air shower mulai terdengar. Tia berdiri di bawah pancuran air hangat, menepuk-nepuk pipinya yang terasa membara bagaikan terkurung di dalam oven.

"Tia, mulut kamu itu ya!" bisik Tia pada dirinya sendiri di depan cermin kamar mandi. "Ngapain juga tadi sok gengsi ngomong 'panas dan penuh gairah' di depan Ibu?! Sekarang kamu terjebak di kamar hotel mewah sama pawang buaya berotot six-pack! Fokus Tia, fokus! Jangan sampai kamu terintimidasi sama suami kreditmu sendiri!"

Malam pertama bagi pasangan pengantin palsu yang sok bisa di depan orang tua itu pun resmi dimulai dalam keheningan yang super canggung.

1
ˢ⍣⃟ₛ ERti ˢ⍣⃟ₛ.
tambahin up dong tor lagi seru lo torr
sampai ikut nangis er baca tadi malam kasihan tia diposisinya nyesek banget gitu

udah dipecat, hutang banyak, barang² dirumah habis, suami kreditnya kalau g mau menerima keadaan lalu kabur apa gak tambah nelangsa Tia
bayangin aja melasssssss bener
Ass Yfa
Sam...kalo belum mau jujur...bilang sja ke Tia...aku siap nafkahi mb tiSd. lahir batin🤭🤭
Ass Yfa
mereka itu miskom..belum ada kejujuran diantara mereka
Ardan
Sam kamu lelaki sejati, tambahin dong kalimat, "aku sudah ada rasa ama Mba Tia" 😍
dan selain membuka hati, juga sampaikan juga bahwa kamu sekarang yang akan menafkahi,
tapi jangan dulu terbuka Sam yang Miliuner, bisa² Mba Tia pingsan sambil melotot, wkwkwk 🤣
Arin
Hayo..... mau cari alasan apa Mas Sam?? Sudah diterima kerja kantoran??? Tapi dalam hati bilang dengan gaji milyaran🤣🤣🤣🤣
Hary Nengsih
lom tau suami nya sultan
Arin
Cobalah saling terbuka, biarpun hanya suami-istri kontrak sementara.
Ida Khalifah: lanjut Thor 💪
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Khaira Almahendra
lanjoot thoor...mkn gregetan ni cerita nya😄,,,💪💪💪othor
Faidah Ida
lucu dan gemes thor,... 🤣🤣🤣

turunin gengsi nya dong Tia agar sam gercep,
tidak sabar liat mereka bucin akut thor... 😄
Ass Yfa
Samsudi...gara2 grogi..mlh bikin dapur berantakan🤭
Ass Yfa
mb Tia suruh nglamar ditempat Sam
Ardan
sing sabar mbar, bojo mu si pawang buaya, udah jadi milyader loh, utang mu wis pasti dilunasin
Rommy Wasini Khumaidi
ini pasti mimpi,gk mungkin mereka secepat kilat melakukanya
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ
itu akibatnya main nikah² an jadi serbasalah kalau ada adegan dewasa dikit udah tegang😁
ini baru sehari lohhh kalau tiap hari apa gak tambah bingung ularnya.
er yakin kalau sering ada godaan gini gak akan lama mereka udah praktek malam pertama beneran
Ardan
makin lucu aja tingkah berdua🤣
Arin
Hayo lo..... Mba Tia. Sampai umur 35 baru ngelihat bentuk "ular ponton"?? 🤣🤣🤣 Apa lagi punya Mas Sam sang suami " kredit" Apa gak pengin di cicil dulu coba-coba kenalan dulu biar akrab🤭🤭🤭🤭
Hary Nengsih
ada2 ajs🤣🤣
Ass Yfa
😄😄😄😄ular piton...besar ya Tia...nggk pengin kamu🤭🤭
Rommy Wasini Khumaidi
sayang udah disewain kamar kalau dianggurin mas Sam,gas aja daripada nanggung,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!