NovelToon NovelToon
One Night With The Emperor

One Night With The Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Anak Genius
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.

Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.

Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.

Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.

"Plot novel sialaaaan!!!"

Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One Night 18

"Duke, ada surat dari istana."

Duke Carlos Winter dan Duches Caleya Winter yang tengah menikmati makan malam seketika saling pandang. Surat dari istana, entah kapan mereka menerimanya.

Duke Winter yang mengumumkan bahwa mereka menutup diri dari kegiatan sosial di Ibu Kota Kekaisaran Kallistar, jelas membuat semua orang paham untuk tidak memberikan undangan tentang urusan apapun.

Bahkan saat Lucien menangkan perang besar 5 tahun lalu, Duke Winter juga sama sekali tak hadir meski diberi Undangan. Dia hadir hanya saat pemakaman permaisuri, waktu itu usia Lucien masih sekitar 8 tahun. Dan itu pun hanya meletakkan bunga krisan putih kemudian berlalu pergi.

Sekarang ada sebuah surat yang datang. Amplop surat yang di cap dengan lilin berwarna merah, menjelaskan bahwa benar surat itu dari Istana.

"Yang Mulia Duke?" panggil Hans, kepala pelayan kastel duke.

"Ah ya, bawa kemarin Hans. Kita lihat, apa yanh diinginkan bocah itu pada kakek tua ini."

Hans menganggukkan kepalanya. Dia lalu berjalan mendekat ke meja makan. Mengulurkan nampak yang berisi surat tepat di depan Duke Carlos Winter. Tak lupa ada pisau kecil di sana yang memang khusus untuk membuka amplop.

Sraak

Amplop dibuka, kertas yang ada di dalamnya diambil. Duke Carlos membuka kertas yang berisi banyak huruf, dia membacanya satu persatu.

"Bukan Lucien yang menulisnya, tapi si ajudan, Erson," ucap Duke Carlos.

"Isinya apa?" tanya Duchess.

"Dia memberitahu kita kalau Kaisar sedang ada di Utara. Tapi dia berada di rumah peristirahatan masa kecilnya dulu."

Duchess Caleya langsung menatap suaminya dengan tajam. Keningnya berkerut lalu tangannya mengepal.

"Apa yang Baginda lakukan di sana. Bukankah dia sudah tidak pernah datang saat Kaisar dan Permaisuri wafat?"

Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan dalam hati Duchees Caleya Winter setiap menyebut nama keluarga kekaisaran. Bukan karena kebencian, melainkan karena sebuah kerinduan.

"Aku juga tidak tahu, sayang. Erson tidak menjelaskan apapun di sini."

Duchess Caleya Winter menganggukkan kepalanya pelan. Dia meletakkan cangkir tehnya. Makan malam yang hanya beberapa suap itu sudah membuatnya kenyang.

"Makanlah lagi, hari ini cuma sedikit sekali makan mu."

"Tidak aku sudah cukup."

Duke Carlos hanya menghela nafasnya panjang. Istrinya semakin kurus dan rapuh. Seolah hanya tinggal menunggu kematian menjemput. Cahaya hidupnya tak pernah kembali.

"Baiklah mari kita kembali ke kamar. Aku akan mengantarmu."

Duke memapah Duchess kembali ke kamar. Awalnya ia hendak langsung keluar setelah mengantarkan sang istri di kamar namun melihatnya muring, Duke pun memilih tinggal.

Dia duduk di sisi Duches sambil menggenggam tangan dengan erat.

Hiks

Sebuah isakan terdengar jelas. Duke Carlos Winter langsung membawa istrinya ke dalam pelukannya.

"Setiap mengingat kaisar terdahulu bersama dengan istrinya, hatiku sangat sakit, Suamiku. Aku jadi teringat putri kita Careliya. Yang Mulia Permaisuri san Careliya adalah teman baik. Bahkan merekapun sama-sama telah tiada sekarang. Oh putriku, kenapa engkau pulang hanya tinggal nama mu saja."

Air mata Duchess semakin deras. Sang Duke hanya bisa menenangkan istrinya dengan sebuah pelukan. Setiap kali membicarakan putrinya yang telah tiada, Duke juga hanya bisa menahan nafasnya, lalu lambat laun air matanya mengucur deras.

Dua orang dengan kesedihan yang tak tiada akhir semenjak sang putri meninggal hanya bisa menjalani hari tanpa ada tujuan hingga ajal menjemput.

***

"Tuan Cien, d-dari mana semua ini?"

Cattleya membuka matanya lebar-lebar saat melihat banyaknya makanan di meja makan. Tak hanya itu, beberapa orang yang dia yakin betul sebagai pelayan juga mondar-mandir di sekitar mereka.

"Waaah Ayaaah ini hebat cekali. Matanannya banaaak."

"Sebelah sini, ayah akan bantu kamu Leo memotong dagingnya."

"Telimakacih Ayah. Leo cayang Ayah."

Lucien tak menjawab pertanyaan Cattleya. Dia hanya tersenyum ke arah wanita itu dan memilih berinteraksi dengan Leo. Bukan acuh hanya saja dia tak ingin membahas hal ini lebih jauh.

Saat ini Lucien tidak bisa menjelaskan apapun kepada Cattleya. Dia tak ingin wanita itu lari saat mengetahui jatidirinya yang sesungguhnya.

"Tuan?"

"Makanlah Catty, setelah ini mandi dan istirahatlah. Aku tahu kamu sangat lelah. Dan kamu tidak perlu memikirkan hal lain. Seperti yang aku katakan, bahwa tak ada orang yang berani menyakiti mu selama kamu bersama denganku."

Ucapan Lucien terdengar lembut dan juga tulus. Cattleya sama sekali tidak meragukannya. Hanya saja dalam kepalanya terus saja bertanya, siapa sebenarnya pria ini.

"Dia tak mungkin pedagang biasa. Setidaknya dengan kekayaan yang dimilikinya, minimal dia memiliki serikat dagang dan juga bangsawan tentunya. Tapi kenapa seorang bangsawan bisa ada di Green Village?"

Cattleya ingin menanyakan hal tersebut, namun dia menaham dirinya. Pria yang saat ini duduk di depannya sudah sangat memberi perlindungan. Cattleya tak ingin dianggap tidak tahu diri jika masih rewel dengan berbagai pertanyaan.

Tapi tetap ada satu hal yang harus ia ketahui agar dirinya bisa bersikap.

"Tuan Cien, apa Anda merupakan seorang bangsawan?"

Ya itulah pertanyaan Cattleya. Jika benar Lucien adalah seorang bangsawan, maka Cattleya akan bersikap hati-hati.

"Bisa dikatakan begitu. Bukankah kamu juga Catty?" jawab Lucien tenang. Senyum tipis menghiasi bibirnya.

"Ah ya, tapi saya setengah darah bangsawan yang ada dalam tubuh saya. Saya sudah menceritakan itu kepada Anda kemarin," balas Cattleya. Dia tak bisa mengingkari hal tersebut. Dia tidak bisa menolak bahwa dirinya memang lah keturuan bangsawan meski jika diingat dirinya tak banyak menikmati hal-hal tentang bangsawan itu sendiri.

Cattleya tersenyum kecut saat tubuh Cattleya yang asli tersebut memperlihatkan ingatan tentang masa lalu.

"Catty, bagaimana ibumu?" tanya Lucien tiba-tiba. Dia penasaran dengan cerita Cattleya yang sebenarnya tentang ia dan ibunya.

"Ibu ya? Sebenarnya saya tak punya kenangan yang banyak dengan ibu. Ibu meninggal saat usia saya mungkin baru 4 atau 5 tahun. saya lupa. Hanya orang-orang dikediaman Marquis berkata bahwa ibu adalah seorang pelayan yang kebetulan menarik perhatian Marquis sebelumnya. Maka dari itu lahir lah saya ini. Semua berkata seperti itu. Yaah begitulah," jawab Cattleya.

Dalam novel "The Emperor True Love" memang tidak dijelaskan tentang ibu Cattleya secara gamblang. Di novel hanya dikatakan bahwa Cattleya anak haram Marquis dengan seorang pelayan cantik. Dan tubuh Cattleya yang asli juga tidak memiliki ingatan apapun tentang ibunya. Maka dari itu Cattleya hanya bisa menjawab demikian.

"Baiklah, itu sudah cukup. Maafkan aku karena mengungkit kesedihan mu."

"Oh tidak, tidak Tuan Cien. Saya tak banyak memiliki kenangan dengan ibu. Jadi tidak masalah. Semua baik-baik saja."

Cattleya berkata bahwa semuanya baik-baik saja. Dia juga tidak tahu cerita tentang ibu si peran jahat. Tapi entah mengapa hatinya terasa sedikit ngilu.

"Perasan apa ini?"

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya emng benar ank dari Marquis tapi bukan dari istri sah ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
fix catty cucu km
GiZaNyA
waahhhh... sebuah kejahatan besar nih keluarga Winslow kalo sampe benar mereka tau siapa Cattleya tapi sengaja disamarkan...
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku yakin itu caty cucumu
GiZaNyA
nahhh jangan2 Catty ada hubungannya d3ngan Duke Winter yaa...
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂🙏🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah kita tunggu saja ap yg cocok
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru bgtu ajh dah malu gmn NNT KLO tau km cm mimpi
GiZaNyA
hohoho... sekarang semua orang tau kan kalo Adelle cuma ngibul... 🤣🤣
GiZaNyA
yaampuuunnn... pedeee kebangeten yaaa si Adelle sama Bapakke.... ckckck.... coba cari kaca dulu sana... udah bikin gosip deket sama Kaisar lhaaa malah cewe gak dibolehin masuk... keki gak tuhhh..? 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kok melempem katanya ketua sekaligus pelatih beladiri tapi mental anak mamih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha 🤣🤣🤣🤣 mng enk di usir secara g lngsng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,sayangnya g akan mungkin pede sekali anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ya ya akan tiba waktunya km malu semalu malu ny
Pelangi Jingga
kurang bnyk tor 😂
GiZaNyA
hahahaha ngarep beneerrr si Adelle ini... ckckck.... keep manaaaa ngirinyaaaa dia pas tau Sang Kaisar udah punya Permaisuri ples Putra Mahkota... serius kalah langkah sangaaatttt jauh si Adelle... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
🤣🤣🤣🤣🤣mimpimu ketingian awas jatuh sakit loh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mengundang kali ka,typo itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yang pasti 22nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km loh penyebab shock ny catty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!