Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.
Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.
Sistem Gacha.
Jaminan 100%.
Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Dinginnya angin malam langsung menyergap ketika langkah kaki Kenzo menembus pintu belakang Gedung Artha.
Ponsel di saku celananya terasa sedikit hangat.
Di dalam sana, seluruh data rahasia tentang aliran dana Adrian dan catatan misterius berkode Kargo X sudah tersimpan rapi.
Tapi data digital saja tidak cukup.
Seseorang di balik layar terlalu rapi menghapus jejak.
Sangat rapi.
Terlalu rapi.
Tujuan akhir pengiriman kargo itu sengaja dipotong di tengah jalan.
Kenzo berbelok ke sebuah gang sempit yang gelap.
Ia menyandarkan punggungnya pada dinding semen berlumut, menghindari sorot lampu jalan.
Fisik tingkat Perak miliknya membuat napasnya tetap teratur, bahkan setelah menyelinap dari lantai 20.
'Bermain kucing-kucingan ini membuatku lapar,' keluh Azzy dari balik bayangan.
Hanya senyum tipis yang tersisa di bibir Kenzo.
'Tahan dulu, Azzy. Pekerjaan kita belum selesai.'
Kelopak matanya terpejam sejenak untuk memusatkan konsentrasi.
Begitu terbuka kembali, antarmuka berwarna emas yang mewah langsung membayang di sudut penglihatannya.
[Sistem Diaktifkan.]
[Fungsi Utama: Gacha & Penyimpanan Tak Terbatas.]
[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 3/3.]
Sebuah jaminan seratus persen untuk hasil Gacha.
Terlalu berisiko jika harus mengandalkan keberuntungan murni malam ini.
"Sistem," bisik Kenzo perlahan. "Beri aku alat untuk melihat sisa energi supernatural."
Fokus pikirannya tertuju pada keinginan itu.
Tombol Gacha virtual langsung ia tekan.
[Menggunakan 1 Jaminan 100%. Sisa Hari Ini: 2/3.]
Berputar sangat cepat lingkaran cahaya di depan matanya.
Pendaran keemasan berganti dengan warna perak yang berkilau lembut di tengah kegelapan gang.
[Gacha Selesai. Kualitas: Perak.]
[Hadiah telah dipindahkan ke Penyimpanan Tak Terbatas.]
Tanpa membuang detik, ruang penyimpanan itu segera diakses.
Kacamata hitam dengan bingkai logam tipis muncul dalam genggamannya.
Kacamata Lensa Eter tingkat Perak, begitulah namanya.
Memantulkan warna ungu dan hijau yang tidak biasa jika terkena cahaya.
Dengan gerakan cepat, dipasangnya benda itu.
Berubah total dunia yang gelap di matanya seketika.
Malam tidak lagi hitam pekat.
Udara di sekelilingnya kini dipenuhi partikel halus yang melayang lambat.
Langkahnya bergegas menuju area bongkar muat di ruang bawah tanah Gedung Artha.
Terlihat olehnya sesuatu di lantai beton berkat kacamata itu.
Sebuah jejak roda kendaraan besar berpendar hijau kemerahan.
Residu energi supernatural yang sangat pekat.
Desiran halus terdengar di bawah kakinya.
Menggeliat kabut hitam tipis dari bayangan Kenzo yang memanjang.
"Kenzo... jejak itu bau," suara anak kecil Azzy terdengar merajuk.
"Energinya kotor sekali. Seperti lumpur busuk. Aku tidak suka."
Tajam tatapan Kenzo mengunci jejak itu.
'Sabar, Azzy. Justru karena kotor, jejak ini sangat mudah kita ikuti.'
Kebutuhan akan mobil atau kendaraan lain sama sekali tidak ada.
Melesat maju tubuhnya bagai anak panah, memaksimalkan kekuatan fisik tingkat Perak miliknya.
Pagar pembatas dilompatinya dengan sangat mudah.
Di atas atap-atap gedung rendah ia berlari, melompati celah sempit dengan lincah.
Pendaran hijau kemerahan yang meliuk terus dikunci oleh pandangannya.
Hampir 1 jam ia berlari tanpa merasa lelah sedikit pun.
Keluar dari pusat kota, melewati distrik mewah, jejak itu membawanya hingga ke batas pinggiran.
Tepat di atas dahan pohon beringin tua yang rindang, langkahnya terhenti.
Membentang di hadapannya kompleks bangunan raksasa bernuansa masa depan.
Kawat baja tinggi dialiri listrik menjaga ketat seluruh area tersebut.
Secara aktif puluhan kamera pengawas bergerak menyapu setiap sudut.
Namun, perhatiannya tersedot sepenuhnya pada logo besar di puncak gedung utama.
KORPORASI NEXUS.
Melewati gerbang besi tempat itu, semua jejak residu mengalir sangat deras.
Kacamata eter di matanya diturunkan sedikit dengan telunjuk.
Terukir senyum dingin di wajahnya.
'Ternyata di sini rumahnya,' gumam Kenzo.
Menunggunya di dalam, raja yang sebenarnya sudah siap.