NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15 mendapatkan seorang budak yang tangguh

"Apakah hanya sejauh ini kemampuan seorang jenius monster?"

Yefan bergumam dalam hati. Ada sedikit rasa kecewa yang menyelinap di balik tatapan tenangnya.

Ia bahkan tidak berniat melihat teknik andalan Jiun Yi, Tombak Penghancur Gunung. Dari awal, ia sudah dapat memperkirakan bahwa hasil akhirnya tidak akan terlalu memuaskan.

Bagi Yefan, pertarungan ini memang cukup menarik untuk menguji kemampuan tubuh barunya. Namun, kekuatan Jiun Yi masih belum cukup untuk membuatnya benar-benar serius.

Yefan kemudian mengulurkan tangan dan menarik keluar busur tulang peninggalan sang ayah.

Begitu busur itu muncul, hawa misterius langsung menyelimuti tubuhnya.

Dahulu, senjata ini merupakan benda yang sangat berbahaya baginya. Setiap kali menggunakannya, tubuhnya harus menanggung rasa sakit luar biasa karena esensi darahnya terkuras secara paksa. Bahkan satu tembakan saja mampu membuat tubuhnya berada di ambang kehancuran.

Namun, semua itu kini telah menjadi masa lalu.

Dengan fondasi kultivasinya yang telah mencapai Ranah Transenden, Yefan mampu mengendalikan busur tulang tersebut sepenuhnya.

Tak ada lagi rasa sakit.

Tak ada lagi konsekuensi mengerikan yang menggerogoti esensi darahnya.

Jemarinya perlahan menarik tali busur.

KREEEKKK!

Tali busur ditarik hingga mencapai batas maksimal.

Dalam sekejap, Qi murni berwarna keemasan berkumpul di antara kedua tangannya. Energi tersebut memadat dengan kecepatan luar biasa hingga berubah menjadi sebatang anak panah emas.

WUUUMMM!

Aura intimidasi yang mengerikan langsung meledak dari anak panah emas itu.

Gelombang tekanan menyapu ke segala arah, membuat dedaunan beterbangan dan pepohonan tua bergetar hebat. Bahkan aura tajam yang dibawa oleh seribu tombak Jiun Yi seolah mendapat lawan yang setara dan tertahan di udara.

Tatapan Yefan tetap tenang.

Ia merasakan perbedaan yang sangat kontras dibandingkan masa lalu.

Saat itu, untuk menggunakan busur tulang ini, ia harus mempertaruhkan nyawa. Kini, dengan diri nya yang telah mampu berkultifasi, ia kini mampu mengerahkan kekuatan busur tersebut dengan maksimal tanpa konsekuensi

WUUUSSSSS!

Jemari Yefan akhirnya melepaskan tali busur.

Anak panah emas melesat seperti meteor, membelah atmosfer dengan kecepatan yang sulit ditangkap mata telanjang.

BOOOOMMM!

Gelombang udara di sepanjang lintasannya meledak.

Anak panah itu menembus angkasa, langsung menuju garis depan seribu tombak milik Jiun Yi.

Mata Jiun Yi menyipit.

Namun, sebelum ia sempat berfikir lebih jauh, mata panah emas telah menghantam ujung tombak pertama.

Pada saat yang sama, Yefan mengepalkan tangannya.

"Meledak!"

Perintah itu bergema di dalam benaknya.

BOOOMMM!

Ledakan dahsyat menggelegar.

Anak panah emas tersebut meledak, melepaskan gelombang penghancur yang menyapu ke segala arah. seribu bayangan tombak yang berada di sekitarnya langsung hancur dan lenyap tanpa meninggalkan jejak.

"Uhuk!"

Jiun Yi terdorong mundur tiga langkah.

Wajahnya berubah pucat.

Efek balik akibat tekniknya dipatahkan secara paksa membuat organ dalamnya berguncang hebat. Seteguk darah panas naik ke tenggorokannya, tetapi ia memaksakan diri menelannya kembali.

Sementara itu, orang-orang yang menyaksikan pertarungan tersebut sudah benar-benar dibuat tercengang.

Siapakah sebenarnya pria berjubah hitam itu?

Monster jenius dari keluarga mana?

Bagaimana mungkin seorang kultivator yang berada di Ranah Transenden tahap awal mampu bertarung secara frontal melawan Jiun Yi yang telah mencapai tahap tengah, bahkan membuatnya tidak mendapatkan keuntungan sedikit pun?

Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi pikiran mereka.

Setelah menstabilkan pijakannya, Jiun Yi mengangkat wajah.

Tatapannya terhadap Yefan kini telah berubah sepenuhnya.

Ada kegentaran yang sulit disembunyikan di balik kedua matanya.

"Ini pertama kalinya aku bertemu lawan yang melampaui seluruh musuhku di masa lalu..."

Jiun Yi menggumam dalam hati.

Namun, rasa takut itu sama sekali tidak menghapus niat membunuhnya.

Sebaliknya, dendam terhadap kematian sang adik justru semakin membakar darahnya.

"Kau memang tangguh!" teriak Jiun Yi. "Tapi meski nyawaku menjadi taruhannya, aku tetap akan membunuhmu!"

Yefan hanya mengulas senyum dingin.

Ia bahkan tidak menganggap ancaman tersebut sebagai sesuatu yang serius.

Namun, tepat ketika Jiun Yi hendak melancarkan serangan berikutnya—

Gerakannya mendadak berhenti.

Mata Jiun Yi membelalak.

Tatapannya terkunci pada telapak tangan Yefan.

Di sana, mengambang sebuah bola cahaya putih seukuran kepalan tangan bayi.

Cahaya itu begitu lembut, tetapi di dalamnya terkandung aura kehidupan yang sangat murni.

Jiun Yi merasakan sesuatu yang sangat familiar dari dalam bola cahaya tersebut.

Ikatan garis darah antara dirinya dan adiknya membuatnya mampu mengenalinya tanpa perlu memastikan lebih jauh.

"Itu..."

Suara Jiun Yi bergetar.

"Itu jiwa adikku!"

Rasa terkejut bercampur kebahagiaan yang luar biasa langsung memenuhi dadanya.

Jiwa Jiu Liang ternyata masih ada!

Yefan sengaja mempertahankannya menggunakan cahaya hijau yang merupakan energi kehidupan agar jiwa tersebut tidak menghilang sepenuhnya.

Jiun Yi menatap bola cahaya itu dengan mata bergetar.

Jika jiwa masih ada, berarti masih terdapat kemungkinan untuk menghidupkan kembali adiknya.

Memang, membangkitkan orang yang telah mati merupakan sesuatu yang hampir mustahil.

Sejak zaman kuno, tidak pernah ada kabar yang benar-benar dapat dipercaya mengenai seseorang yang mampu mengembalikan nyawa orang mati.

Namun, setelah menyaksikan begitu banyak kemampuan aneh dari Yefan, Jiun Yi tidak lagi berani menganggap sesuatu sebagai mustahil.

Jika pria ini mampu keluar hidup-hidup dari Jurang Keputusasaan...

Jika pria ini mampu memegang dan mempertahankan jiwa adiknya...

Mungkin saja dia benar-benar memiliki cara untuk menghidupkan kembali Jiu Liang.

Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut pun semakin bingung.

Mereka sama sekali tidak memahami apa yang sedang terjadi.

Pertarungan yang sebelumnya dipenuhi niat membunuh kini berubah menjadi sesuatu yang jauh di luar pemahaman mereka.

"Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?!"

Jiun Yi berteriak dengan suara berat.

Ia sadar bahwa Yefan tidak mungkin mempertahankan jiwa adiknya tanpa alasan.

Pria ini pasti memiliki tujuan.

Yefan hanya tersenyum tipis.

Ia memainkan bola jiwa Jiu Liang di telapak tangannya dengan santai.

Sejak awal, ketika Jiu Liang berada di ambang kematian, Yefan telah diam-diam menarik jiwanya dan menyimpannya di dalam jantung miliknya.

Semua itu merupakan bagian dari rencananya.

"Jadilah budakku selama tiga puluh tahun."

Suara Yefan terdengar datar.

"Ka... kau..."

Jiun Yi tercekat.

Kemarahan dan ketidakpercayaan bercampur menjadi satu di dalam hatinya.

Sebagai Tuan Muda dari keluarga besar nomor dua, sejak kecil ia selalu berdiri di tempat tinggi.

Ia terbiasa memandang rendah orang lain.

Ia terbiasa menjadikan orang lain sebagai pengikut.

Bahkan, bagi sebagian orang, menjadi bawahannya saja sudah merupakan sebuah kehormatan.

Namun kini...

Takdir seolah berbalik dalam sekejap.

Martabatnya yang selama ini ia banggakan kini berada di tangan seorang pria asing.

Jika bukan karena jiwa adiknya, Jiun Yi lebih memilih bertarung sampai titik darah penghabisan daripada tunduk menjadi seorang budak.

Ia mengepalkan tangan erat.

Tatapannya penuh pergulatan.

Pada akhirnya, demi sang adik, ia menundukkan kepalanya.

"Baiklah..."

Suara itu keluar dengan berat.

"Aku setuju."

Jiun Yi mengembuskan napas panjang.

Hanya tiga puluh tahun.

Baginya, tiga puluh tahun memang bukan waktu yang singkat, tetapi dibandingkan dengan kesempatan menghidupkan kembali adiknya, pengorbanan tersebut masih dapat diterima.

Selain itu, dengan mengikuti Yefan, ia dapat mengamati pria tersebut dari dekat.

Ia ingin mengetahui kemampuan aneh yang dimiliki Yefan.

Ia ingin memahami berbagai trik yang membuat pria ini mampu bertarung melampaui batas kultivasinya.

Meski membenci Yefan karena telah membunuh adiknya, jauh di lubuk hatinya Jiun Yi juga harus mengakui satu hal.

Ia sangat mengagumi kekuatan pria tersebut.

Pertikaian yang semula dipenuhi niat membunuh mendadak berakhir dengan situasi yang begitu absurd.

Semua orang hanya mampu berdiri terpaku.

Di sisi lain, Nanli tidak terlalu terkejut melihat keputusan Jiun Yi.

Ia tahu betul betapa dalam kasih sayang Jiun Yi terhadap adiknya.

Namun, kekaguman di mata Nanli justru semakin kuat.

Pemuda ini bukan hanya kuat.

Ia juga cerdas.

Bahkan taktiknya jauh melampaui perkiraan Nanli.

"Kini musuhku justru menjadi budak dari orang yang menerima kebaikanku..."

Nanli bergumam dalam hati.

Ia kemudian teringat pada buah Ganoderma lucidum yang sebelumnya ia serahkan kepada Yefan.

Tanpa disadari, senyum puas muncul di wajahnya.

Mendengar keputusan Jiun Yi, Yefan hanya mengangguk pelan.

Tentu saja.

Inilah skenario yang sejak awal ia incar.

Dengan kemampuan yang ia miliki sekarang, menghadapi seluruh jajaran Keluarga Ji secara frontal bukanlah pilihan yang bijaksana.

Membunuh Jiun Yi memang akan menyelesaikan satu masalah.

Namun, setelah itu, ia kemungkinan besar harus menghadapi kemarahan seluruh Keluarga Ji.

Dan dengan kekuatan Yefan saat ini, menghadapi keluarga besar tersebut secara langsung sangat lah berisiko.

Karena itu, menjadikan Tuan Muda jenius mereka sebagai budak jauh lebih menguntungkan daripada membunuhnya.

"Ikuti aku."

Yefan berbalik.

WUUUSSS!

Tubuhnya langsung berubah menjadi bayangan hitam dan melesat ke kejauhan.

Sebelum pergi, ia sempat melirik Nanli yang sedang memberi hormat kepadanya.

Jiun Yi berdiri diam selama beberapa saat.

Meski hatinya masih dipenuhi amarah dan kesedihan akibat kematian adiknya, ia akhirnya menghela napas panjang dan melangkah menyusul.

Ia tahu...

Mulai hari ini, takdirnya telah berubah.

WUUUSSS!

Bayangan kedua pria itu akhirnya menghilang dari kejauhan.

( Bersambung )

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!