NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 18_PELARIAN YANG SALAH ALAMAT

Jam dinding digital di dalam ruangan CEO akhirnya berkedip tepat menunjukkan pukul lima sore, menandakan waktu kerja yang mencekam itu telah usai.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Cinta langsung menyambar tas Chanel-nya, berbalik memunggungi meja kebesaran sang bos, dan melangkah keluar dari ruangan eksekutif itu tanpa mengucapkan sepatah kata pamit pun.

Cinta menghentakkan stiletto Christian Louboutin-nya dengan ketukan yang sangat keras di atas lantai marmer sepanjang koridor, membawa pulang seluruh kekesalan dan rasa dongkol yang menggumpal erat di dalam dadanya.

Bahkan ketika dia sudah berada di dalam taksi yang membawanya membelah kemacetan kota Jakarta di bawah guyuran rintik hujan, perasaan dongkol itu tidak berkurang seujung kuku pun. Cinta menatap nanar ke luar jendela kaca yang dibasahi air, giginya mengatup rapat menahan amarah yang berapi-api.

Cinta tidak bisa melupakan kejadian siang tadi begitu saja. Sepanjang kariernya dalam menaklukkan pria, baru pertama kali ini dia merasa tertolak dan dihempaskan di detik-detik paling krusial.

Pria munafik sialan! rutuk Cinta dalam batinnya dengan napas yang memburu pendek. Dia jelas-jelas menginginkanku. Tubuhnya, ketegangannya, dan embusan napasnya siang tadi tidak bisa berbohong! Tapi dia sengaja menarik rem dan mendorongku menjauh hanya untuk menginjak harga diriku, menjatuhkan mental sekretarisnya, dan bersikap seolah-olah dia adalah pria suci yang tak tersentuh. Sialan kamu, Tuan Maxim yang terhormat!

Rasa frustrasi karena egonya terluka parah membuat kepala Cinta terasa pening berdenyut. Selama ini, dia selalu menjadi pihak yang memegang kendali penuh, memanipulasi situasi, dan memutuskan hubungan sesuka hatinya—persis seperti yang dia lakukan pada Ethan kemarin malam.

Namun ditolak mentah-mentah oleh Maxim benar-benar merusak seluruh kepercayaan diri dan suasana hatinya. Cinta merasa terhantam. Dia merasa butuh pelampiasan instan malam ini untuk mengembalikan harga dirinya yang sempat goyah.

Dia butuh seseorang yang bisa dia perintah, seseorang yang menatapnya dengan penuh pemujaan, dan seseorang yang selalu memuaskan hasratnya tanpa banyak protes atau aturan formalitas kantor.

Tiba-tiba, bayangan postur tubuh kokoh, dada bidang, dan lekuk otot perut yang sempurna milik Ethan melintas di dalam benak Cinta.

Cinta menahan napasnya sejenak, tubuhnya menegang di jok belakang taksi. Kemarin subuh dia sudah bersumpah untuk membuang pria bertopeng itu demi fokus penuh pada misinya menaklukkan Maxim.

Dia bahkan sudah meninggalkan uang kompensasi yang sangat melimpah di meja nakas dan melayangkan tamparan keras di lorong klub.

Namun malam ini, dalam kondisi emosi yang hancur berantakan akibat ulah menyebalkan Maxim, logika dingin Cinta mendadak kalah telak oleh rasa dongkolnya.

Dia mendadak merindukan bagaimana Ethan bertingkah manja di pelukannya, merindukan kehangatan tubuh pria itu, dan cara Ethan memohon padanya untuk tidak pergi.

Persetan dengan komitmen, batin Cinta egois dan masa bodoh. Ethan hanyalah mainan sewaanku yang kubayar mahal. Aku yang memegang kendali atas dirinya, jadi aku berhak memanggilnya kapan pun aku mau saat aku sedang bosan dan butuh hiburan.

Cinta merogoh ponsel rahasianya dari dalam tas dengan tergesa-gesa. Dia membuka aplikasi pesan terenkripsi, mencari kontak Ethan yang beruntung belum sempat dia hapus dari daftar, lalu mengetikkan beberapa kalimat singkat dengan jemari yang bergetar menahan gejolak emosi yang membakar dadanya.

"Datang ke hotel tempat biasa kita bertemu malam ini. Kamar suite nomor 402. Aku menunggumu dalam waktu satu jam."

Cinta menekan tombol kirim dengan tegas, lalu menyandarkan kepalanya di jok mobil dengan senyuman miring yang perlahan kembali terukir di wajah cantiknya. Dia merasa ini adalah keputusan yang paling tepat untuk membalas dendam pada rasa frustrasinya hari ini.

Sementara itu, di dalam sebuah mobil Mercedes-Benz hitam mewah yang sedang membelah jalanan ibu kota yang mulai basah, ponsel pribadi milik Tuan Maxim yang berada di dalam saku jasnya mendadak bergetar halus.

Maxim yang saat itu sedang bersandar lelah dengan wajah sekaku pualam dan mata terpejam, merogoh ponselnya perlahan.

Begitu dia membuka layar dan membaca pesan dari kontak bernama 'Vera', sepasang mata hitam sang CEO langsung menyipit tajam.

Sebuah kilat amarah yang pekat, rasa cemburu yang terpendam, sekaligus kepuasan yang kejam mendadak melebur menjadi satu di dalam manik matanya yang dalam.

Rahang tegas Maxim mengeras dengan urat-urat leher yang menegang kencang saat menatap deretan kalimat di layar ponselnya.

Wanita itu baru saja menamparnya sebagai Ethan tadi malam, mengumumkan dengan sombong bahwa dia sudah tidak menginginkan Ethan lagi demi fokus menggoda Tuan Maxim di kantor.

Namun sekarang, setelah Maxim sengaja menolaknya siang tadi demi menjaga harga dirinya, wanita manipulatif itu justru kembali mengemis pada sosok Ethan di malam hari untuk mencari pelampiasan.

Maxim meremas ponselnya kuat-kuat, suara kekehan rendah yang sangat dingin, berat, dan mematikan menggema di dalam mobil mewah yang sunyi itu.

Sifat gila kendali dan obsesi posesifnya terangsang hebat melihat betapa kacaunya pertahanan mental Cinta akibat permainannya hari ini.

Wanita ini benar-benar tidak tahu bahwa pria yang membuatnya dongkol seharian dan pria yang dia panggil malam ini adalah satu orang yang sama.

"Kamu mencampakkan Ethan karena ingin fokus pada Maxim, tapi sekarang kamu kembali mencariku saat Maxim menolakmu, Cinta?" desis Maxim dalam batinnya dengan suara rendah yang sedingin es, menatap nanar ke arah jendela mobil yang buram oleh air hujan.

"Kamu benar-benar suka bermain api cinta. Baiklah... jika kamu begitu merindukan mainanmu malam ini, bersiaplah untuk terbakar habis di dalam sangkarku, Kakak Cantik."

Maxim langsung mengetuk layar ponselnya, memberikan instruksi singkat pada sopir pribadinya untuk memutar arah menuju hotel bintang lima tempat biasa mereka menyewa kamar suite. Sang serigala bertopeng kini bersiap untuk menjemput kembali mangsanya yang dengan bodoh telah membuka pintu jebakan untuk ketiga kalinya.

Tepat satu jam kemudian, Cinta sudah berada di dalam kamar suite nomor 402. Suasana kamar itu begitu mewah dan sunyi, hanya diterangi oleh temaram lampu dinding bernuansa kuning hangat yang memberikan kesan intim dan sensual.

Cinta sudah membersihkan diri. Rasa dongkolnya pada Maxim dia salurkan menjadi sebuah persiapan yang luar biasa berani malam ini. Dia berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya sendiri.

Kali ini, dia sengaja mengenakan sehelai lingerie sutra tipis berwarna hitam pekat yang sangat seksi.

Potongan pakaian dalam premium itu melekat ketat membungkus lekuk tubuhnya yang proporsional, memperlihatkan siluet punggungnya yang terbuka lebar hingga ke pinggang serta belahan dada yang rendah. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai bergelombang acak di bahunya yang putih mulus.

Cinta menyunggingkan senyum jemawa di depan cermin, mengusap bibir merah menyalanya yang sensual.

Malam ini, aku adalah ratunya. Jika Tuan Maxim yang sok suci itu menolakku, maka mainanku Ethan akan memulihkan kembali harga diriku, batin Cinta penuh percaya diri.

Klik.

Suara pintu kamar suite yang terbuka perlahan memutus keheningan. Cinta memutar tubuhnya anggun, sengaja berdiri di tengah ruangan dengan pose yang memamerkan keindahan lekuk tubuhnya di bawah sorotan lampu temaram.

Sesosok pria dengan postur tubuh yang tinggi tegap melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu mengenakan kemeja hitam premium yang kancing teratasnya terbuka, dipadukan dengan celana kain gelap yang mahal.

Dan yang paling penting, wajah bagian atasnya tertutup rapat oleh topeng hitam satin ikonik yang melingkar erat di matanya. Itu Ethan.

Begitu melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya, langkah kaki Ethan mendadak terhenti di atas karpet beludru.

Di balik celah topeng hitamnya, sepasang mata hitam tajam milik Maxim langsung mengunci siluet tubuh Cinta yang sedang berdiri menunggunya dengan balutan lingerie seksi yang sangat minim.

Darah di dalam tubuh Maxim rasanya mendidih seketika dalam gejolak gairah yang pekat dan berbahaya. Pemandangan di hadapannya murni menghancurkan sisa-sisa kewarasan yang sejak siang tadi dia pertahankan mati-matian di ruang CEO.

Gumpalan kemarahan karena ditampar semalam dan rasa tidak rela saat melihat wanita ini tersenyum manis pada Rudi siang tadi, kini melebur menjadi satu dengan rasa kepemilikan yang sangat agresif.

Maxim menatap lekat-lekat pada lekuk tubuh indah Cinta yang terekspos jelas di balik kain sutra hitam tipis tersebut. Hasrat posesifnya bergejolak hebat di dalam dada. Wanita ini baru saja membuangnya kemarin, tapi malam ini dengan begitu berani mengundangnya kembali, menyajikan tubuh indahnya seolah-olah dia adalah hadiah hiburan untuk mengobati rasa frustrasinya dari kantor.

Cinta tersenyum manis, sebuah senyuman nakal yang dipenuhi oleh keangkuhan seorang majikan yang merasa telah berhasil memanggil kembali peliharaan tampannya. Dia melangkah perlahan di atas lantai beludru, mendekati pria bertopeng itu dengan ayunan pinggul yang sensual, membiarkan aroma parfum black opium-nya mengudara bebas menjerat indra penciuman sang serigala.

"Kamu datang tepat waktu, Ethan," bisik Cinta dengan nada suara yang sangat manja, rendah, dan mendayu, berdiri tepat di hadapan dada bidang pria bertopeng itu sembari mendongak menatap matanya dengan tatapan sayu yang memikat.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!