NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Dadakan

Suara hembusan angin pagi menerpa wajah dingin Liu Han yang sedang duduk di halaman samping rumah.

Di depannya, Jia Li menantang tatapan itu dengan tatapan yang tidak kalah dingin. Liu Han cukup terkejut saat Jia Li tiba-tiba datang untuk membicarakan sesuatu padanya.

Apakah ini tentang masa lalu? Atau apakah tentang hal lainnya? Liu Han sama sekali tidak bisa menebak arah pikiran wanita itu sekarang.

Setelah beberapa menit terjebak dalam keheningan yang tegang, Jia Li akhirnya berdehem sejenak. "Maaf mengganggumu pagi-pagi begini," katanya datar.

Ia memperbaiki posisi duduknya, lalu menatap lurus ke dalam manik mata Liu Han. "Tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ucapnya mulai serius.

Memang waktu yang dimiliki Jia Li saat ini sangat sempit. Ia harus mulai bergerak cepat demi menyelamatkan masa depan.

Sementara itu, Liu Han tampak menyipitkan matanya. Cara Jia Li berbicara dan bersikap padanya saat ini benar-benar asing, seolah dirinya adalah orang luar yang tidak pernah ada di masa lalunya. 'Apa dia masih sangat marah padaku?' batin Liu Han bertanya-tanya, merasakan sedikit denyut perih di dadanya.

Tiba-tiba, Jia Li merogoh sesuatu di dalam tasnya, lalu meletakkan sebuah dokumen ke atas meja, tepat di depan Liu Han. "Aku ingin mengajukan permohonan," katanya singkat dan jelas.

Liu Han menatap dokumen itu sejenak sebelum akhirnya mengambil dan membukanya. Ia membaca baris demi baris kata yang tertulis di sana.

Perlahan, sorot matanya semakin mendingin. Ia menutup dokumen itu dengan suara debuman pelan, lalu menatap Jia Li tanpa ekspresi. "Apa ayahmu yang menyuruhmu melakukan ini?" tanya Liu Han datar.

Jia Li tidak langsung menjawab, ia hanya mengangkat sebelah alisnya dengan anggun namun angkuh.

Melihat respons itu, Liu Han menambahkan dengan suara yang semakin rendah dan dingin. "Perusahaanku sudah resmi menolak untuk memberikan tanah ini kepada perusahaan ayahmu. Dan sekarang... kau datang ke sini untuk mewakilinya?"

Liu Han berdecak remeh, senyum sinis terukir di sudut bibirnya. "Kau sama sekali tidak berubah, Jia Li. Selalu saja menjadi anjing yang setia untuk keluargamu. Meskipun kau tahu betul, apa pun yang kau lakukan untuk mereka, tidak akan pernah mereka hargai."

Jia Li semakin menyipitkan matanya. Ada kilatan bingung yang tertahan di sana, seolah ada sesuatu yang ia lewatkan dari ucapan pria di depannya.

Namun, Jia Li tetap mampu mengendalikan dirinya dengan sangat tenang.

"Kau salah paham," ujar Jia Li, suaranya mengalun tenang namun mematikan. "Atau memang ada yang salah dengan caramu berpikir saat ini. Aku menginginkan tanah ini bukan untuk pria itu, bukan juga untuk perusahaannya. Aku menginginkannya untuk diriku sendiri... atau bisa dibilang, demi masa depan yang akan datang."

Suasana kembali hening, hanya menyisakan deru angin pagi yang semakin menusuk tulang. Keduanya saling mengunci tatapan, mencari celah sesuatu dibaliknya.

Jia Li menjeda kalimatnya, memberikan penekanan pada setiap kata berikutnya. "Aku sama sekali tidak peduli pada keinginan orang tua itu," ucapnya, begitu tajam hingga mampu mengintimidasi siapa saja yang mendengarnya.

Atmosfer di antara mereka seketika membeku. Hening total merayap di antara mereka.

Liu Han sedikit tertegun, matanya menyipit, memaku tatapan mendalam ke dalam manik mata wanita di hadapannya.

Ia mencoba mencari adanya kebohongan disana. Namun, apa yang ia temukan justru sesuatu yang sama sekali berbeda dari Jia Li yang ia kenal dulu. Wanita ini jauh lebih berani, tanpa ada keraguan, dan memiliki niat yang sangat sulit ditebak.

Sebelum Liu Han sempat memecah keheningan, Jia Li menambahkan dengan ketenangan yang mengintimidasi. "Aku tahu persis bahwa wilayah tanah itu berada di bawah kekuasaan mu. Aku juga sangat realistis untuk menyadari bahwa aku tidak mungkin bisa untuk melawan kekuatanmu saat ini. Tapi, aku bisa menjanjikan satu hal padamu—di masa depan kelak, kau tidak akan pernah menyesali keputusanmu jika kau bersedia menyerahkan hak kepemilikan tanah itu kepadaku."

Liu Han tidak segera merespons taktik negosiasi tersebut. Ia terdiam selama beberapa saat yang terasa begitu mencekam, sebelum akhirnya merogoh ponsel pintar dari saku celana kainnya yang mahal.

Jemarinya bergerak lincah di atas permukaan layar sentuh yang bercahaya, membuka sebuah galeri penyimpanan sebelum menyodorkannya ke arah Jia Li.

"Sebelum kita melangkah lebih jauh ke arah negosiasi itu... kau harus menjawab pertanyaanku yang satu ini terlebih dahulu," katanya, menyodorkan perangkat digital tersebut ke hadapan wajah Jia Li.

Jia Li kembali menyipitkan matanya yang dipenuhi kewaspadaan, lalu meraih ponsel tersebut dari tangan Liu Han.

Ia memfokuskan pandangannya pada layar digital itu, dan seketika itu juga, manik matanya membelalak sempurna akibat syok yang menghantam kesadarannya saat menyaksikan visualisasi mengerikan dari sebuah adegan pembantaian yang brutal.

‘Astaga! Bagaimana aku bisa kecolongan seperti ini?!’ batinnya menjerit panik, jantungnya berdegup kencang.

Karena terlalu larut dalam euforia yang membahagiakan saat bereuni kembali dengan kedua kakak laki-lakinya, Jia Li sampai melupakan hal penting.

Ia tidak pernah memprediksi atau berpikir bahwa ada kamera CCTV tersembunyi yang merekam seluruh peristiwa berdarah di jalan sepi tersebut. Layar itu menampilkan dengan sangat jelas rekaman visual saat kedua kakaknya mengeksekusi kelima kultivator iblis tanpa ampun.

"Sebuah adegan yang sangat dramatis dan teatrikal, bukan?" suaranya mengalun rendah namun sarat akan intonasi sinis yang menusuk. "Tepat setelah mereka berdua menyelesaikan pembantaian itu... kau tiba-tiba muncul di sana."

Liu Han mencondongkan postur tubuhnya ke depan, memangkas jarak di antara mereka. Sebuah senyuman sinis yang penuh ancaman tersungging di bibirnya yang dingin.

"Dan... memeluk mereka," lanjut Liu Han. Matanya berkilat tajam, perasaan cemburu yang sejak semalam menekan nya kini keluar. "Jia Li... sepertinya kau melupakan sesuatu."

Liu Han bangkit berdiri dari tempat duduknya. Langkah kakinya yang berat dan penuh intimidasi berhenti tepat di samping Jia Li. Gadis itu terpaksa mendongak, menatap pria di hadapannya dengan sepasang mata yang bergetar hebat.

Perlahan, Liu Han mengulurkan tangan, menyentuh dagu Jia Li dengan ujung jarinya, memaksa pandangan mereka mengunci satu sama lain.

"Bukankah aku pernah bilang padamu... kau tidak akan bisa lari dariku?" Tatapan mata Liu Han semakin dingin, wajahnya maju beberapa senti hingga Jia Li bisa merasakan hembusan napasnya. "Dan sekarang... kau berani memeluk pria lain di wilayah kekuasaanku?"

Jari Liu Han bergerak naik, menyentuh daun telinga Jia Li dengan kelembutan yang justru terasa mencekam. "Kau terlalu berani."

DEG!

Jantung Jia Li seolah berhenti berdetak. Namun, belum sempat seuntai kata pun keluar dari bibirnya, mata Jia Li seketika membelalak sempurna.

Tanpa peringatan, bibir Liu Han langsung melumat kasar bibirnya, mengklaimnya dengan posesif dan penuh amarah yang tertahan. Tubuh Jia Li menegang seketika, terkunci dalam kuasanya.

Sampai akhirnya, sebuah suara menggelegar bagai badai yang siap mengguncang tanah tempat mereka berpijak.

"APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Jia Li tersentak. Menggunakan seluruh tenaga yang tersisa, ia mendorong kuat tubuh Liu Han dan langsung bangkit berdiri. Napasnya terengah-engah. Ia menelan ludah dengan sulit saat melihat kobaran kemarahan yang begitu besar di wajah sang kakak.

Di sana, Yun Shadom berdiri tegak dengan wajah merah padam menahan murka.

Jia Li sebenarnya tidak datang ke tempat itu sendirian. Ia datang bersama Yun Shadom dan Yun Sharam, yang sejak tadi menunggu dengan sabar di ruang tamu.

Namun, karena rasa cemas setelah menunggu terlalu lama, Yun Shadom akhirnya memutuskan untuk keluar. Sialnya, hal pertama yang ia saksikan adalah sesuatu yang membuat seluruh amarahnya meledak ke ubun-ubun.

Oh! Tidak! Gawat! batin Jia Li menjerit pasrah, menyadari badai besar akan segera datang.

Sementara itu, Liu Han hanya berdiri tenang. Ia menatap datar pria yang baru datang itu dengan pandangan meremehkan. Pria berkuasa itu sama sekali tidak tahu, bahwa sosok yang berdiri di depannya saat ini adalah Yun Shadom—seseorang yang memiliki kekuatan mengerikan, yang bisa menghancurkan tanah ini hanya dengan satu pukulan.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!