NovelToon NovelToon
HALAMAN TERAKHIR

HALAMAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: T.K. OKVIANDI

Bagi Rindu Setia Wiratman, hidup adalah buku catatan yang penuh dengan aturan ketat, ekspektasi, dan kesempurnaan semu. Sebagai gadis populer yang selalu memegang kendali, ia tidak pernah menyangka bahwa takdir akan menuliskan babak paling menyakitkan di saat ia merasa paling rapuh—ketika keluarganya runtuh dan dunianya hancur perlahan.

Di sisi lain, ada Langit Batara Nugroho, cowok arogan yang kehadirannya selalu berhasil menyulut emosi Rindu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, Langit menyimpan luka masa lalu yang belum tuntas dan sebuah rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat.

Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari halaman-halaman berat yang harus mereka balik bersama. Ketika badai menerpa hidup Rindu, justru Langit—seseorang yang paling ia benci—menjadi satu-satunya tempat untuk bersandar.

Namun, pertanyaannya: apakah mereka akan bertahan hingga akhir babak cerita, atau justru terhenti di halaman terakhir kisah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T.K. OKVIANDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HALAMAN DELAPAN BELAS

Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya ditemani suara-suara ayam yang menyambut datangnya pagi. Setelah seluruh siswa selesai sarapan, para siswa dengan segera menuju ke parkiran bis. Rindu berjalan bersama Allisya menuju kearah bis, sesaat melewati lubby penginapan, seorang petugas penginapan memanggil Rindu. "Maaf kamu benar yang namanya Rindu?" ucap seorang petugas penginapan.

"Iya teh saya Rindu , ada apa ya?" jawab Rindu.

"Tadi ada laki-laki yang nitipin ini ke saya , bilangnya buat Rindu, tadi sambil nunjuk kearah kamu" ucap petugas penginapan sambil menyerahkan sebuah amplup kepada Rindu.

"Oh iya makasih ya teh, tapi orangnya yang mana ya teh?" tanya Rindu.

"Waduh tadi orangnya buru-buru, saya juga lupa yang mana soalnya tadi pakai topi sama kacamata" jawab wanita petugas penginapan dengan sedikit terbata-bata.

Dengan penuh penasaran, Rindu tetap menerima amplup tersebut dan meletakkannya didalam tas. Rindu dan Allisya kembali berjalan menuju kearah bis. Seluruh siswa sudah terlihat menaiki bis kecuali Rindu dan Allisya, mereka langsung segena naik dan mencari bangku yang kosong. Rindu yang sebelumnya duduk bersama Langit, kali ini harus duduk bersama Allisya karena Langit telah duduk bersama Ferry. Setelah seluruh siswa telah naik, bis mulai bergerak meninggalkan tempat parkir keluar penginapan dan berjalan menuju GOR C-Tra.

Perjalanan kali ini lebih jauh dari perjalanan yang kemarin, sekarang mereka menuju GOR C-TRA yang berada di Bandung kota, jalan Cikutra tepatnya. Rindu masih penasaran dengan isi amplup tadi, Rindu segera mengeluarkan amplup tersebut lalu membukanya di hadapan Allisya. Lagi-lagi Rindu terkejut nama dia tercantum dalam sebuah bait-bait sajak.

"Aku adalah seekor burung bersayap satu

Inginku terbang menatap indahnya dunia

Semua hanya bisa terjadi

Denganmu sebagai pasangan sayapku

-Rindu-"

Ucap Rindu dalam hatinya membaca isi dari goresan dalam kertas tersebut.

Allisya yang duduk tepat disamping Rindu terlihat penasaran dengan apa yang sedang dibaca Rindu. Rindu yang mengetahui perilaku Allisya sedang berusaha ikut membaca segera melipat kertas tersebut dan memasukkan kembali kedalam saku jaket yang dikenakannya.

"Ih kakak pelit, emang surat dari siapa itu tadi kak?" tanya Allisya dengan sedikit kekecewaan

"Pelit apaan sih sya, orang cuma dari yang iseng doang, tau tuh dari siapa nggak ada namanya, Cuma minta pin bb sama nomor WA aja,bodo ah, ngapain ngasih" jawab Rindu.

"Oh begitu, aku kira apaan kak" ucap Allisya.

Rindu hanya tersenyum membalas ucapan Allisya. Rindu berusaha menutupi kepada siapapun juga tentang seseorang yang berusaha menjadi pengagum rahasianya, dia tak ingin siapapun tahu termasuk Allisya, Rindu takut akan akibatnya nanti jika tersebar disatu sekolahnya.

Setelah sekian waktu di perjalanan, bis SMA Merah Putih akhirnya tiba didepan GOR C-Tra, seorang penjaga keamanan berseragam hitam dari GOR C-tra segera memerintahkan bis tersebut memarkirkan ditempat yang telah ditentukan.

Seluruh siswa SMA Merah Putih terlihat mulai menuruni bis, dengan berjalan beriringan mereka bersama-sama memasuki GOR C-Tra. Rindu berjalan tepat didepan Allisya, sedangkan Langit berjalan di barisan paling belakang bersama seluruh tim basket. Sesaat memasuki GOR C-Tra, Rindu merasa ada laki-laki yang sedang memperhatikannya, Rindupun menoleh kearah kanannya, dari jarak yang tidak terlalu jauh terlihat laki-laki yang sedikit lebih tua dari Rindu, bisa diperkirakan adalah seorang mahasiswa sedang memperhatikan kearah Rindu, saat Rindu balik memperhatikannya, laki-laki itu langsung memberikan sebuah senyuman lalu menggunakan kamera yang dipegangnya untuk memotret kearah Rindu.

Dalam hatinya Rindu penuh tanya, siapa dia? Apakah dia yang selama ini memberinya kata-kata itu? Dari mana lelaki itu mengenalku? Terus saja pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam benak Rindu.

 Rindu berusaha melupakan sejenak semua itu, dia terus melangkah bersama yang lain menuju tribun warna merah yang sudah dipersiapkan untuk SMA Merah putih dan SMA Putra Bangsa. Sementara dibelakang ring satunya diseberang tribun merah , atau tepatnya adalah tribun berwarna hijau ada lah tempat untuk SMAN 2 Bandung , SMA Bakti Utama. Untuk sisi kiri lapangan , atau tribun berwarna biru dipersiapkan untuk SMAN 1 Bandung dan SMA Padjdjaran 1, sementara sisi kanan lapangan atau tribun kuning digunakan untuk orang umum yang ingin menyaksikan.

Rindu baru saja duduk dan mencoba memperhatikan seisi ruangan, dari tribun berwarna biru dia melihat lelaki yang tadi memperhatikannya berada disana sedang menggunakan kameranya memotret seisi ruangan hingga akhirnya dia fokus memotret kearah Rindu berada. Rindu mencoba berusaha memperhatikan dengan jelas siapa lelaki itu, tapi semua sia-sia karena lelaki itu masih mengenakan topi dan kacamata yang menutupi wajahnya.

"Siapa sih dia, dari tadi perhatiin gue terus kayaknya, kalau emang dia yang ngasih kata-kata itu ke gue, apa maksudnya, sedangkan gue sama sekali nggak tau siapa dia itu" pikir Rindu dalam hatinya.

Beberapa saat kemudian perwakilan panitia terlihat memasuki lapangan dengan memegang mikrofon tangan kanannya, dan selembar catatan ditangan kirinya. Tanpa menunggu lama, panitia tersebut akhirnya membacakan beberapa kata pembuka dengan mikrofonnya.

"Selamat pagi, selamat datang kami ucapkan kepada seluruh peserta dan para penonton yang telah menyempatkan waktunya untuk menyaksikan babak semifinal SMAN2 Basketball Cup tahun ini. Sesuai dengan hasil dari babak penyisihan sebelumnya, juara dari grup A yaitu SMAN 2 Bandung akan melawan juara dari grup C yaitu SMA Putra Bangsa, sedangkan juara dari grup B yaitu SMA Merah Putih akan melawan juara dari grup D yaitu SMA Bakti Utama. Untuk peserta cheerleader kali ini diikuti oleh 4 peserta, dan pengumuman nya akan digabungkan dengan partai final bola basket esok harinya. Pra peserta cheerleader yang akan tampil hari ini adalah SMAN 2 Bandung, SMA Merah Putih, SMA Padjajaran 1 , dan SMAN 1 Bandung" ucap seorang panitia ditengah lapangan.

Dari seluruh isi GOR suara tepuk tangan dan sorak sorai mengiringi suasana disana seusai panitia membacakan para peserta yang kan bertanding. Terlihat dari masing-masing sekolah mengeluarkan yel yelnya, ada yang menggunakan alat musik kecil ada pula yang hanya menggunakan tepukan tangannya.

Lapangan kembali dikosongkan, dari sisi lapangan terlihat panitia bersiap memanggil tim cheerleader yang kan pertama tampil. Dari meja panitia, terlihat seorang bangun dri tempat duduknya dan memanggil tim yang tampil pertama.

"Tim cheerleader yang akan tampil untuk pertama ini adalah tim yang mewakili grup A, tim ini menampilkan pertunjukkan yang luar biasa di babak penyisihan kemarin, mereka masuk ke babak ini dengan memperoleh nilai 277, kita sambut tim cheerleader..... SMAN 2 Bandung" ucap panitia.

Seluruh tim cheerleader SMAN 2 Bandung langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kearah tengah lapangan. Suara tepukan tangan mengiringi tiap langkah tim cheerleader SMAN 2 Bandung. Sambil melangkah, tak lupa tiap anggota cheerleader SMAN 2 Bandung melambaikan tangan mereka ke seluruh penonton yang hadir disana ditemani dengan senyuman manis ciri khas wanita bandung.

Tim cheerleader SMAN 2 Bandung yang sudah berada ditengah lapangan, langsung menempati posisinya masing-masing. Sesaat kemudian, musik pengiring mulai terdengar bersamaan dengan gerakan yang dilakukan tim cheerleader tersebut. Tim SMAN 2 Bandung menampilkan pertunjukannya dengan sangat indah, semua gerakan khas cheerleader dilakukan dengan benar tanpa ada cacat sedikitpun, baik itu saat membentuk piramida, saat melakukan gerak perseorangan, melakukan yel-yel, atau saat flyer mereka dilempar ke udara beberapa kali.

Tak henti-hentinya tepuk tangan menemani pertunjukkan tersebut, dalam beberapa waktu Rindu yang sedang menyaksikan pertunjukan tersebut melirik ke arah dimana lelaki yang dari tadi meliriknya itu. Dari kejauhan, Rindu melihat lelaki itu nampak senang dan bangga atas penampilan tim cheerleader SMAN 2 Bandung, Rindu langsung membuang mukanya saat laki-laki itu menoleh ke arahnya. Pertunjukan cheerleader SMAN 2 Bandung akhirnya ditutup dengan flyer yang berdiri menggunakan tangannya diatas bahu temannya dan beberapa yang melakukan gerakan split dilantai. Tim cheerleader SMAN 2 Bandung akhirnya meninggalkan lapangan, disisi lain terlihat lelaki itu terus memotret ke arah Rindu.

Setelah sekian lama, akhirnya Rindu merasa risih dengan hal tersebut, dia bangun dari posisi duduknya dan mencoba meninggalkan tribun SMA Merah Putih. Saat Rindu melewati Allisya, Allisya pun menanyakan kemana Rindu akan pergi.

"Mau kemana kak?" tanya Allisya.

"Mau ke kamar mandi Sya, sebentaran lagian masih lama kan sekolah kita" jawab Rindu.

"Aku ikut deh kak, sekalian aku juga mau buang air kecil nih" ucap Allisya.

Allisya bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mengikuti Rindu menuruni tribun sekolahnya. Dengan berjalan perlahan mereka melewati teman-temannya yang sedang duduk dan beberapa siswa SMA lainnya. Dengan sopan Rindu dan Allisya tak lupa mengucapkan kata permisi setiap melewati orang-orang. Mereka berjalan meninggalkan tribun tersebut, dan berjalan kearah belakang tribun dimana toilet berada.

Sesampainya di toilet, Allisya langsung masuk kedalam bilik toilet sedangkan Rindu hanya berdiri didepan cermin wastafel untuk sekedar membenarkan make upnya. Tidak selang lama, Allisya sudah keluar , dan ikut membenarkan make upnya disebelah Rindu.

"Kayaknya kakak udah tau deh siapa yang ngasih amplup tadi itu tuh" Ijar Rindu.

"Hah serius kak, kok bisa tahu, emang siapa kak?" tanya Allisya dengan sedikit terkejut.

"Kakak juga belum tahu pasti sih, tapi cuma filling kakak aja, soalnya dari tadi ada cowok yang perhatiin kakak terus, motretin kakak terus, dari mulai turun dari bis sampe tadi pas di tribun" jawab Rindu menjelaskan

"Oh begitu kak, siapa ya dia, apa udah kenal kakak dari jauh-jauh kali" ucap Allisya dengan ekspresi sedikit lega seakan ada sesuatu yang masih berhasil dia rahasiakan.

"Kenapa Sya? Gitu amat ekspresinya?" tanya Rindu.

"nggak apa-apa kak, aku lega aja kalau kakak udah tahu , ya seenggaknya udah ada perkiraan aja" jawab Allisya.

“Kirain kakak, kamu tahu sesuatu sya" ucap Rindu.

"Wah kak , nggak kerasa ya kita ninggalin tempat kita udah lama juga" spontan Allisya sambil melihat kearah jam tangannya.

Mereka merapihkan seluruh peralatan make up nya dan segera meninggalkan kamar mandi. Mereka berjalan dengan sedikit terburu-buru menuju tribunnya karena takutnya ini adalah waktu untuk sekolah mereka. Begitu Rindu tiba di tribunnya dan segera duduk, Rindu melihat ke arah lapangan dan yang terlihat olehnya adalah tim cheerleader SMA Padjadjaran 1 yang baru saja selesai tampil dan langsung meninggalkan lapangan.

"Wah ketinggalan 1 penampilan gue, jadi nggak bisa tahu deh gimana penampilan mereka" Gerutu Rindu dalam hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!