NovelToon NovelToon
Takdir Kedua: Balas Dendam Ophelia

Takdir Kedua: Balas Dendam Ophelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: Ashe Lepidoptera

Demi meningkatkan reputasi, Ophelia—seorang anak yatim piatu—tiba-tiba diadopsi oleh keluarga Pratama, konglomerat yang baru naik kasta. Namun bukannya kasih sayang, ia justru mendapatkan penyiksaan di rumah dan bullying di sekolah elit yang dimasukinya.

Puncaknya, Ophelia tewas secara tragis di tangan mereka.

Tetapi alam semesta memberinya kesempatan kedua. Terbangun satu tahun sebelum kematiannya, Ophelia bertekad merobohkan keluarga Pratama menggunakan senjata mematikan: rahasia-rahasia busuk yang ia ketahui dari masa depan.

Dibantu oleh seorang pewaris misterius dari keluarga ternama, kali ini Ophelia tidak akan lagi menjadi korban. Dia yang akan memegang kendali atas panggung permainan hidupnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashe Lepidoptera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

“Padahal kamu bisa libur dulu satu hari. Kamu nggak pernah izin ‘kan ya di semester ini?” tanya Chelsea ketika mereka keluar dari mobil. 

Ophelia menjawab datar. “Aku lebih memilih pergi ke sekolah sambil sakit daripada diam di rumah.” 

Kakaknya langsung terdiam, setuju dengan perkataan itu. Chelsea melihat ponselnya, ada beberapa notifikasi yang belum ia baca tadi malam. Tunggu, ini 'kan—

"Lia—"

Adiknya itu sudah tidak ada.

Ophelia berjalan ke gedung kelas 2 dan berniat mengambil sesuatu di lokernya, namun berhenti ketika mencium aroma busuk. 

Oh, Ophelia tahu bau ini. 

Gadis itu memilih untuk tidak membuka apapun dan langsung berjalan menuju kelas. Dia dibully lagi kah? Terakhir waktu Airin belum kecelakaan ‘kan ya? 

Jadi nostalgia. 

Kira-kira hal apa lagi—

“Akh!”

Ophelia langsung meringis merasakan punggungnya ditepuk kencang dari belakang. Siapa—orangnya langsung berlari pergi. 

Kenapa tepat di situ sih? 

“Diam sebentar.” Seseorang berkata pelan dan mengambil sesuatu dari punggung Ophelia dengan amat perlahan—seakan dia tahu ada luka di sana. 

“Beres.” 

Kaiser terlihat menggulung kertas yang ada di tangannya dan melemparnya ke tong sampah sana. 

“Tulisan di kertas sialan itu apa?” geram Ophelia. Ekspresinya ada di antara kesal dan menahan sakit. 

Pemuda itu berkata cepat. “Bukan sesuatu yang penting. Lukamu bagaimana? Mau ke UKS? Kalau pergi waktu upacara hanya akan ada sedikit orang di sana.” 

“Tidak, terima kasih.” Ophelia kembali menegakkan tubuhnya. “Kamu tahu dari Airin atau kakakmu soal ini?” 

“Tidak dari siapa-siapa.” 

Bohong.

“Airin berarti.” 

Sekalipun Aidoneus itu tipe yang agak bawel, tapi sepertinya dia tidak sepeduli itu dengan Ophelia sampai memberitahukan hal ini pada Kaiser.

Sakit. Denyutan di punggungnya terasa kembali.

Gadis itu menghela napas. Untungnya Ophelia membawa obat penahan sakit, mungkin akan dia minum sebentar lagi. 

Hm? 

Kenapa Kaiser masih berdiri di depannya? Lagipula apa yang kelas 3 seperti dia lakukan di gedung kelas 2? 

“Kenapa masih di sini? Upacara mau dimulai.” 

Kali ini pemuda itu yang menghela napas. “Jika situasinya menjadi lebih buruk dan kamu benar-benar membutuhkan sesuatu, setidaknya beri tahu kami. Airin akan sedih jika kamu terus terluka seperti itu.” 

Ophelia paling tidak suka dikhawatirkan begini. 

“Akan kuingat itu.” 

Ia berjalan ke kelasnya, namun ketika melewati beberapa siswi lain mereka melirik Ophelia dan langsung berbisik-bisik. Kenapa lagi ini? 

“Upacaranya mau dimulai, lebih baik kamu langsung ke lapangan.” 

Ketua kelas—Keenan terlihat berada di bangku Ophelia sembari memegang lap basah. Bangkunya juga terlihat bersih mengkilap, seakan dibersihkan barusan. 

Ophelia mendekat dan menyentuh mejanya perlahan. “Tulisan apa yang ada di sini?”

“Bukan hal yang penting.” 

Kenapa semua orang mengatakan itu?

Hinaan kecil bukan sesuatu yang bisa membuatnya hancur.

“Lia!” Airin terlihat datang berlari dari luar kelas. “Kukira kamu belum datang, aku mencari-cari ke seluruh gedung tadi.” 

Ophelia menatap kedua temannya dengan tatapan datar. Ketika akan bertanya apa yang sedang terjadi, suara keras dari speaker yang menyuruh mereka segera ke lapangan membuatnya berhenti. 

Airin menarik tangannya. “Ayo. Aku ikutin kamu dari belakang.” 

Agar tidak ada yang jahil lagi pada punggungnya ya? 

Bahkan saat upacara, murid lain di samping Ophelia terus berbisik-bisik namun suara mereka terlalu kecil untuk bisa ia dengar. 

Ia menepuk bahu salah satu murid itu. “Kalau mau bergosip agak keras sedikit, jadi aku juga tau apa yang kalian bicarakan.” 

Mereka langsung diam. 

Padahal Ophelia benar-benar ingin tau rumor apa yang sedang berpusat padanya sekarang. 

Tapi ketika kembali ke kelas, dia langsung mengerti.

Foto Ophelia tanpa busana disertai tulisan ‘ANAK PELACUR’ dan hinaan lain memenuhi papan tulis. Keenan langsung menarik gambar itu dan menghapus tulisannya, tapi sudah terlambat.

Semua orang di kelas sudah melihat. 

Ada yang langsung berbisik, ada yang menatap Ophelia dengan tatapan jijik, ada juga yang terlihat tidak peduli. 

Hm. 

Ophelia jarang menjadi pusat perhatian. Jadi begini ya rasanya? 

Ia baru akan mengucapkan sesuatu ketika Keenan—sang ketua kelas menyimpan penghapus papan tulis dengan hentakan. 

“Duduk semuanya. Guru sebentar datang.” 

Kenapa malah dia yang terlihat marah?

Ophelia menguap, ia melihat beberapa pesan tentang dirinya yang dikirimkan ke grup angkatan. 

Dari sini rupanya. 

“Harusnya aku mengecek grupnya lebih sering.”

Airin yang berdiri di sebelahnya terlihat tidak nyaman. “Udah, jangan dibaca lagi.”

“Kenapa?” Ophelia setengah tertawa. “Mereka baik lho, soalnya aku sendiri yakin tubuhku tidak sebagus itu.” 

Rumor lain mengatakan kalau Ibunya yang seorang pekerja malam sedang mencari dirinya—bahkan informasi palsu tentang wanita itu sudah menyebar. 

Dia bahkan ingin memberi imbalan pada siapapun yang bisa membawa Ophelia padanya. 

“Lucu sekali.” 

Ibu kandungnya adalah orang yang membawa Ophelia ke panti asuhan, pemilik panti dulu bilang kalau setelah itu Ibunya sakit kemudian meninggal. 

Entah fakta atau bukan, tapi Ophelia tidak pernah penasaran atau ingin mencari tahu tentang asal-usulnya, dia yang sekarang akan tetap kuat tanpa mereka. 

Yang dia khawatirkan sekarang adalah Randi. Apa yang akan Ayah angkatnya lakukan jika rumor Ophelia ini sampai ke telinganya? 

...****************...

Dia terlihat normal.

Saat makan malam tiba, Randi bersikap tenang dan dingin seperti biasa.

“Besok malam Tuan Wijaya ingin mengajakmu makan malam di hotel bintang lima miliknya. Buat dia terpesona dengan penampilanmu, mengerti?”

“Mengerti, Ayah,” jawab Chelsea pelan.

“Rumor tentang Ophelia bagaimana?” Yelena yang mengangkat topik itu. Dia menatap putri angkatnya dengan tatapan sinis. “Kalau dibiarkan bisa-bisa nama keluarga Pratama ikut di cap buruk.” 

Ophelia langsung membalas datar. “Siapapun yang bisa berpikir pasti tahu kalau itu cuma rumor murahan. Yang percaya cuma mereka yang otaknya tidak dipakai.” 

Yelena langsung menggeram. 

Lihat siapa yang bertingkah kekanakan sekarang? 

“Ayah tidak peduli dengan omong kosong anak-anak sekolah itu. Tapi kalau kamu bahkan tidak bisa mengatasi gangguan kecil seperti ini dan membiarkan namamu terus diseret, Ayah baru akan turun tangan.” Randi mengangkat cangkir kopinya sembari menatap Ophelia tajam. “Kamu tahu apa artinya bukan?”

Ophelia menahan diri sekuat tenaga untuk tidak memutar mata. “Dimengerti.” 

Gadis itu memegang ponsel di bawah meja, jarinya mengetuk tombol ‘kirim’ diam-diam dan beberapa detik kemudian, pesannya sudah terbaca.

.

.

.

Ada dua orang yang berlutut di hadapannya, keduanya sama-sama memiliki luka yang cukup parah namun masih tetap tidak mau mengatakan apa-apa. 

Justru lebih menarik begini, kalau mereka terlalu mudah untuk bicara nantinya akan membosankan.

Ting!

Pria itu mengelap tangan dengan handuk kecil—membuat kain yang sebelumnya berwarna putih menjadi kemerahan.

Ia melirik pesan pada ponselnya kemudian berdehem. “Besok sore ya?”

1
aku
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!