NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 Salah sangka

Yes beberapa hari sebelum insiden Aliya dan Banyu.

Hari ini jenar tengah sibuk di toko kuenya, selain sibuk membuat kue di dapur tokonya juga tengah sibuk mengecek dekorasi dan lainya di cafe yang akan segera buka malam ini.

Jenar mengundang beberapa teman dan juga beberapa kolega bisnis keluarganya tak lupa hari ini kedua orang tua Jenar juga menyempatkan datang dari luar kota khusus untuk acara hari ini. Selain itu juga ada beberapa saudara dekat yang ada di jakarta saja yang diundang. Sementara keluarga besar Jenar tidak ada disini.

Dan pastinya Jenar mengundang keluarga Gita juga tapi kali ini Banyu absen karena dia harus berkerja sif malam di Igd ruma sakit.

Tapi bapak dan ibu pastinya datang kesana apalagi setelah tau juga kakek Jenar adalah teman baik kedua orang tau ibu dulu.

Siang itu dirumah Gita.

"Gita sebaiknya kita bawa apa kesana masak bawa tangan kosong gak enak kalau gak bawa apa-apa."

" Ibu tenang aja Gita sudah pesan buket bunga mas Banyu katanya yang mau ngambilin sekalian dia mau antar ke cafe sekalian berangkat kerja katanya."

"Oh apa Banyu gak buru buru harus mampir."

"Gak papa buk sekalian berangkat lewat juga mampir sebentar gak papa."

"Biarin aja sih bu mas sendiri yang mau ini sekalian minta maaf diundang gak bisa datang ini undangan dari cucunya sahabatnya kekake nenek kita lho Mas."

" Iya iya sih anak kecil ini cerewet sekali sih." Sambil mencubit pipi adiknya.

" Ya udah Banyu berangkat ya bu Assalamualaikum. " Sambil mencium tangan ibunya dan berlalu pergi.

Dan keduanya membalas salam Banyu "Waalaikumsalam........"

Banyu mampir ketoko bunga dan mengambil pesanan bunga Gita untuk Jenar dan setelah itu mampir ke kafe untuk mengantar bunga yang sudah Gita pesan. Bunga anggrek warna putih yang Gita pesan yang sudah dirangkai ke dalam pot cantik dan di beri pita serta ucapan selamat.

Saat Banyu membawa bunga itu masuk ke dalam melalui pintu toko karena pintu kafe masih belum bisa di acces.

Kebetulan ada Jenar yang berdiri didalam dan melihat Banyu yang sedikit kebingungan. Dengan ramah Jenar menyapa mas mas yang membawa buket bunga anggrek hidup yang sangat cantik itu.

"Mas, maaf bisa sekalian dibawa ke dalam sana, dan tolong letakan di meja depan sebelah sana ya Mas."

"Mbak mbak tapi saya bukan....."

" Yang sebelah sana itu lho mas meja dekat pintu masuk samping kolam, tolong ikuti saya ya mas."

" Mbak...tapi saya ini bukan...."

Ya Jenar mengira Banyu adalah kurir yang mengantar bunga, padahal dia sudah berpakaian rapi memakai kemeja ya layaknya dokter cuma memang tidak memakai jas dokternya, dan karena Jenar lumayan sibuk jadi tidak begitu memperhatikannya.

Dan dari pada berdebat lebih baik Banyu segera berjalan dan mengikuti Jenar dari belakang dan meletakan pot bunga itu ditempat yang Jenar maksud.

" Mas mas maaf sepertinya kurang ke kanan sedikit " sambil mengamati dengan teliti.

"Begini mb.....?"

"Bukan bukan maksudnya diputar saja mas kekanan supaya bunganya terlihat."

Batin Banyu sudah dikira kurir dan disuruh suruh pula.

"Begini kan yaa mb maksudnya atau mb sendiri saja yang benerin ya saya buru buru harus kerja."

"Lho jadi mas bukan kurir dari toko bunga ." Jenar merasa sedikit tidak enak setelah memperhatikan penampilan kuk dilihat lihat memang tidak mirip dengan mas mas kurir biasanya ini terlalu rapi. Jenar kemudian meminta maaf dengan sopan.

" Oh ya saya Banyu kakaknya Gita jadi saya mau bertemu dengan mb Jenar pemilik tempat ini."

Banyu juga tidak menyangka orang yang dia maksud adalah gadis yang memakali apron dan mengikat ramputnya ke atas dan juga memakai bandana adalah pemilik tempat itu Jenar.

Mendengar itu Jenar langsung paham jika orang ini adalah kakaknya Gita.

" Owh........maaf maaf mas kenalkan saya Jenar. " Sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman.

"Oh......jadi anda mb Jenar. " Baru paham saya kira salah satu pegawai disini.

Mereka bersalaman sambil tertawa kecil dan juga sedikit malu karena sama sama salah mengira.

" Baik mbak kalau begitu saya langsung pamit dulu ya dan ya semoga acaranya lancar nanti dan minta maaf saya tidak bisa ikut bergabung karena harus bekerja, sebenarnya saya juga ingin bertemu kakek nya mbak jenar yang teman lama kakek saya sampaikan salam hormat dari saya."

" Ohw....baik mas terima kasih dan sekali lagi saya minta maaf karena merepotkan mas nanti akan saya sampikan ke Eyang."

Banyu kemudian langsung beranjak dari tempat itu dan berlalu pergi menuju mobilnya. Sebari itu Jenar berpikir untuk memberikan kue untuk Banyu. Dengan cepat dia meminta box kue pada pegawainya dan memasukan beberapa kue manis dan juga sekotak cake coklat kunafa yang menjadi best saler di tokonya.

Jenar buru buru berlari menyusul Banyu dan untung saja masih terkejar. Jenar memanggil dan mengetuk kaca pintu mobil Banyu. Banyu segera membukakan kaca mobilnya.

" Gimana mb apa ada yang ketinggalan?"

"Ini mas untuk camilan nanti di ruma sakit ." Sambil menyodorkan kotak yang di bawanya.

"Gak usah mbak repot repot."

"Gak repot kan sudah ada tinggal ambil saja, buat nanti sama temen temen pas istirahat sekalian cobain kue buatan saya ."

Ya sudah karena terburu buru Banyu menerimanya saja dan mengucapkan terima kasih hitung hitung ongkos sebagai pengantar buket. Setelah mobil banyu berlalu pergi Jenar segera kembali masuk dan melanjutkan pekerjaanya.

Sampai di Ruma Sakit.

Banyu melihat 2 kotak kue yang dia dapat dari Jenar tadi dibawanya semua ke ruang kerjanya. Disana beberapa perawat sedang sibuk bersiap siap ganti jaga. Dan juga ada dokter yang sudah menunggu Banyu yang memang sedikit terlambat.

" Maaf ya dokter Lina agak sedikit terlambat tadi harus mampir dibeberapa tempat oh ya ini ada kue silahkan di makan bersama sama."

" Oh dokter Banyu ini sepertinya memberi kita suap karena datang terlambat, kuk sepertinya baru lihat kue merek ini ya"

"Iya dokter penasaran kita buka saja ya dok ." Salah satu perawat mengambil inisiatif untuk membukanya.

"Wah sepertinya enak sebaiknya langsung kita makan saja dokter saya ambilkan piring kecil di pentri."

Dan kue kue itu langsung dimakan bersama sama oleh rekan rekan kerja Banyu. Mereka berkomentar enak semua dan meminta kepada dokter Banyu lain kali untuk membawanya lagi.

"Dokter Banyu terima kasih kuenya enak saya bawa pulang ini ya buat dijalan oiya lain kali telat telat sedikit gak papa asalkan bawain ini saya sih menunggu sebentar gak masalah dok."

"Oh iya dok lain kali saya bawakan. " batin Banyu untuk tadi Jenar memberinya kue dan jumlahnya cukup banyak.

Acara Grand Opening LEGIT CAFE.

Dan acara grand opening dimulai para tamu undangan sudah berdatangan termasuk juga Gita dan kedua orang tuanya.

Acaranya berlangsung meriah diawali dengan pemotongan pita didepan pintu dan potong tumpeng. Dan doa bersama serta santunan anak anak yatim setelah itu acara santai ditemani life music.

Diacara ini keluarga Gita juga berkesempatan bertemu dengan orang tua Jenar. Mereka berkenalan dan ngobrol bersama.

Kedua orang tua Jenar juga dangat ramah dan tentunya tidak sombong. Mereka begitu ramah dan langsung akrab begitu saja. Obrolan mereka juga nyambung.

Tak terasa sudah cukup larut malam jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, Gita dan kedua orang tuanya pamit untuk pulang saking asiknya ngobrol mereka sampai lupa waktu.

Semua tamu yang datang diberikan hampers yang isini kue manis beberapa macam dan juga set cangkir kopi yang cantik.

"Oiya mbak Jenar tadi ketemu dong sama mas Banyu." gita bertanya dengan antusias.

" iya sampai lupa cerita dan ucapkan terima kasih banyak untuk bunganya bagus sekali, tadi kebetulan Jenar bertemu dengan mas Banyu tapi malau Jenar salah sangka"

" lhoo maksudnya gimana nak Jenar"

"Iya Tante kinasih, Om dan Gita tadi saya kira kurir yang antar bunganya jadi saya sempet tidak sopan saya suruh suruh pindah potnya, saya jadi malu dan tidak enak seorang dokter saya kira kurir."

Semua orang malah tertawa mendengarkan cerita Jenar.

"Ngomong-ngomong apa Banyu sudah punya calon istri ? " Eyang bertanya.

"Kalau calon istri belum ada Eyang cuma teman dekat soalnya mas Banyu masih sibuk kuliah. " Gita langsung menjawab pertanyaan kakek Jenar.

Karena sudah cukup malam mereka lalu pamit dan segera pulang.

Bersambung ke episode selanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!