Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Pagi itu seperti biasanya Naya selalu mengerjakan pekerjaan nya, dia perlahan mulai terbiasa akan situasi saat ini. Namun hari ini perasaan bingung pun mulai kembali merasuki pikiran nya saat melihat isi kulkas yang sudah kosong, tidak ada yang bisa dia masak untuk sarapan pagi.
"Astaga, bagaimana ini, aku harus masak apa? Tuan muda pasti sebentar lagi akan turun untuk sarapan, jika aku tidak masak sesuatu bisa-bisa dia akan marah kepada ku," ucap Naya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara itu tampa dia sadari Samuel sudah berdiri di belakang nya sejak beberapa menit lalu sambil memperhatikan gerak-gerik nya.
"Ada apa?" tanya Samuel.
"Astaga!" kaget Naya sambil berbalik menatap Samuel.
Naya mengelus dada nya, Samuel yang tiba-tiba muncul dan bicara membuat nya kaget setengah mati.
"Tu ... Tuan, seperti nya hari ini aku tidak bisa masak, tidak ada bahan makanan lagi yang tersisa." jelas Naya sambil mendudukkan kepalanya.
Tampa banyak bicara, Samuel mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompet nya dan meletakkannya di atas meja yang ada di hadapan mereka berdua.
"Pakai kartu itu untuk berbelanja," ucap Samuel singkat dan hendak berbalik dari sana.
"Tuan tunggu!"
Naya menghampiri Samuel yang baru saja hendak melangkah pergi.
"Ad apa lagi? Aku buru-buru!" bentak Samuel.
"Bisa kah kali ini menemani aku pergi ke mall untuk berbelanja bahan makanan?"
Sejujurnya Naya bisa melakukan semuanya sendiri, namun dia harus menepati janji nya kepada mama Zena, agar bisa lebih dekat dengan Samuel, menghapus kebencian Samuel dan membuat Samuel jatuh cinta kepada nya, jika dia tidak berani mengambil tindakan tidak akan ada banyak waktu bersama Samuel.
"Apa kau sudah tidak waras? Aku menemani mu pergi berbelanja? Tidak bisa, pekerjaan ku menumpuk,"
Samuel tentu saja menolak nya, karena memegang tidak pernah menganggap Naya penting di hidup nya.
"Ayo lah, tuan aku mohon, kali ini saja, karena hari ini pak sopir tidak sehat dan dia ijin untuk tidak bekerja," Naya tampak berusaha keras membujuk Samuel.
Samuel terdiam, dia mungkin sangat malas pergi bersama dengan Naya, namun mau bagaimana lagi, sopirnya malah sakit mendadak, ada-ada saja pikir nya.
"Baik lah, cepat siap-siap jangan seperti gembel pergi dengan ku, aku tunggu di mobil," ucap Samuel.
Samuel berbalik dan kembali melangkah kan kaki nya untuk pergi ke mobil menunggu Naya siap-siap. Sementara itu Naya yang bahagia karena berhasil membujuk Samuel pun seketika tersenyum manis dan kemudian segera siap-siap.
Dua puluh menit kemudian, Naya masuk ke dalam mobil, sementara Samuel sudah menunggu nya dari tadi di di dalam.
"Mengapa lama sekali?" ucap Samuel dengan wajah dingin nya.
"Maaf, aku siap-siap dulu," jawab Naya.
Namun Samuel tidak lagi menjawabnya dia menyalakan mesin mobil dan kemudian segera melaju meningal kan rumah.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sebuah mall, Samuel dan Naya memarkirkan mobil di parkiran mall dan kemudian masuk bersama-sama ke dalam mall.
"Ini adalah mall terbesar di kota ini, aku baru pertama kali nya ke sini," ucap Naya kepada Samuel sambil tersenyum bahagia.
Samuel mengerutkan keningnya." Jangan membuat aku malu, ayo cepat beli saja apa yang perlu kau beli,"
"Baik tuan," jawab Naya yang kemudian menghampiri bagian buah-buahan, sayur-sayuran,dan perdagingan.
Lima menit mengelilingi dan melihat-lihat tempat sayuran tersebut membuat Samuel kesal karena Naya masih belum mengambil satu pun dari sebanyak-banyak makanan di sana.
"Apa yang kau tunggu? Ambil saja sebanyak yang kau mau," tegur Samuel yang gelisah melihat Naya.
"Jangan tuan muda, harga nya sangat mahal," ucap Naya beberapa kali membolak-balik makanan yang dia pegang untuk melihat label harga.
Samuel tercengang mendengar ucapan Naya barusan, perempuan yang ada di hadapannya ini benar-benar hampir membuat nya jadi gila, bisa-bisa nya dia mempertimbangkan harga saat berbelanja dengan seorang Samuel.
"Kalau kau melihat harga nya yang mahal dan tidak mau membeli, untuk apa kita ke sini? Dan untuk apa kartu yang ku berikan kepada mu? Dan di sini semua barang itu wajar dengan harga segitu, namanya juga mall, bukan pasar ikan biasa," jelas Samuel dengan mata melotot.
"Hah? Pasar? Ah iya! Aku baru ingat, seharusnya kita itu ke pasar, bukan ke mall, tuan muda ayo segera ikut aku meningal kan tempat ini, sebaiknya kita berbelanja di pasar biasa saja,"
Naya yang mendengar kata pasar sontak buru-buru menarik tangan Samuel untuk segera keluar dari mall tersebut untuk pergi ke pasar. Samuel yang melihat itu sontak kaget dan melongo tak habis fikir bisa-bisa nya Naya tidak jadi berbelanja di mall dan lebih memilih pasar.
Mau tidak mau, mereka pun akhirnya kembali masuk ke dalam mobil dan pergi menuju pasar.
"Lain kali jangan mempermasalahkan soal harga lagi, kau bahkan bisa membeli mall itu dengan kartu yang aku berikan, dasar bodoh bikin malu saja," ucap Samuel sambil fokus menyetir.
"Apa? Aku bisa beli mall itu dengan kartu ini? Yang benar saja, sangat banyak sekali uang ya?" ucap Naya kembali ke stelan polos nya.
Samuel yang hampir di buat gila oleh Naya pun memilih untuk diam, tidak mau lagi memperpanjang kan masalah.
Mereka pun akhirnya tiba di pasar, suasana pasar yang sangat ramai membuat Samuel sangat takut, karena kali ini Samuel lah yang pertama kalinya datang ke pasar seperti itu.
"Aku tidak mau turun dari mobil, kau saja," ucap nya dengan wajah takut.
"Kenapa?" tanya Naya kebingungan.
"Lihat lah, semua orang sangat menakutkan, ada yang tidak bersandal ada yang, astaga aku tidak sanggup lihat lah mereka jual ikan dan ayam di atas meja biasa, itu pasti tidak higienis." ucap Samuel sambil bergidik negeri.
"Hahaha, hahaha," tawa Naya
"Mengapa kau malah tertawa? Sebaiknya jangan beli makanan di sini, bisa-bisa aku mati keracunan, kita kembali ke mall saja," ucap Samuel hendak memutar balik mobil nya.
"Tunggu! Jangan, malah makanan mereka yang lebih sehat dari makan di mall, ikan-ikan, sayur-sayuran, daging-daging yang di jual di sini jauh lebih segar, lihat lah di sini dekat dengan laut, para nelayan yang baru pulang dari laut pasti langsung menjual ikan di sini, ibu-ibu yang menanam sayuran sendiri pasti akan membawa ke sini untuk di jual," jelas Naya.
Mendengar ucapan Naya, Samuel terdiam, tak di sangka Naya tau banyak tentang hal sederhana seperti itu.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,