NovelToon NovelToon
Cinta Di Atas Logika

Cinta Di Atas Logika

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:289
Nilai: 5
Nama Author: najmun_huda

yovada, seorang anak remaja yang memilik obsesi pada pengetahuan. ia tidak peduli dengan apapun, selama itu menambah pengetahuannya maka akan ia lakukan. ia di kenal debagai seseorang yang gila dengan ilmu dan tidak mau menjalin sebuah hubungan karena ia tahu bahwa hubungan tanpa memahami pasangan adalah sebuah penyiksaan. ia yakin bahwa tiada yang memahami perasaannya hingha ia bertemu seseorang yang membuatnya merasa nyaman dan aman. sebuah rasa yang membuatnya bingung dengan jalannya. sebuah lembaran baru yang ia buka demi cerita baru dalam hidupnya. apa yang terjadi selanjutnya dan apa semua akan berakhi karena ego atau malah luluh karena sebuah rasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najmun_huda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CP: 17 Pagi yang Normal

Pagi hari tiba, pak dokter menemui Yovada dan kemudian membangunkannya dan memberikan laporan masalah penyakitnya. Yovada yang baru bangun tidur dengan mata yang masih mengantuk mulai menggapai kaca matanya dan kemudian membacanya dengan perlahan. Ia melihat bahwa ia kini bisa pulang dan bisa kembali beraktivitas. Matanya melebar namun wajahnya tetap datar. Ia tidak terkejut namun ia tahu bahwa ia akan pulang dan akan berpisah dengan pak tua yang telah memberinya banyak pembelajaran dan juga pemahaman yang mendalam. Ia melirik ke sebelahnya dan kemudian ia menatap lama ke pada pak tua yang kemudian ia mulai memalingkan mukanya dan menatap pak dokter sambil memegang suratnya.

“baik pak. Terima kasih atas informasinya, saya akan segera pulang dan akan tetap menjaga kesehatan saya.” Ucapnya dengan pelan dan juga penuh kebingungan. Ia mulai beranjak dari kasurnya dan kemudian ia berjalan ke arah mejanya, mengambil buah yang masih segar dan juga roti yang masih layak makan dan ia menaruhnya di meja pak tua. Ia mengambil pulpen dan selembar kertas dan menuliskan sesuatu dan ia selipkan di bawah keranjang roti dan kemudian ia pergi dari tempat itu.

Di luar, ia kini sudah menggunakan pakaiannya dan ia juga mengambil ponselnya. Ia mulai memesan Taksi Online dan kemudian menaruh titik di rumahnya. Ia menunggu di tempat duduk di mana ia kemarin bercanda dan bersenang-senang dengan Verta, Kesya dan juga Mimi. Ia duduk dan melamun tentang dirinya. Ia merasa dirinya agak berbeda setelah ia berada di rumah sakit entah ini hanya perasannya saja atau memang ia berubah kini. Ia menghela nafas dan kemudian ia menatap sekitarnya dan ia melihat mobil yang ia pesan kini datang dan menjemputnya. Yovada masuk ke dalam mobil dan kemudian mobil itu bergerak maju meninggalkan rumah sakit itu.

Bunyi kendaraan terdengar di sekitar Yovada dengan samar, namun Yovada masih saja masuk ke dalam pikirannya. Ia kali ini melamun tentang dirinya sendiri. Pikirannya kacau seakan semua yang membuatnya nyaman kini hancur dan kembali seperti normal. Hal-hal yang membuatnya mulai terbiasa dengan lingkungan yang lebih baik malah runtuh dan kembali seperti awal. Matanya masih terpaku keluar jendela dan menatap kendaraan yang terdiam di sebelahnya. Ia melihat seorang pria dengan wanita yang ia bonceng. Wanita itu memeluk pria itu dengan penuh kemesraan dan kehangatan. Ia terdiam dengan tatapan kosong sebentar dan kemudian ia mulai tersadar ketika motor itu bergerak maju dan membuatnya kembali tersadar.

Ia kembali menatap atap mobil dan mulai berbicara pada dirinya sendiri. “gila, sejauh inikah perubahannya? Aku saja tidak menyadari bahwa ini akan secepat ini berakhirnya. Aku pikir diriku akan selalu sendiri dalam kesepian namun sepertinya bersama mereka bukanlah hal yang buruk. Aku masih berharap bahwa mereka tidak menjadi asing padaku ketika bertemu denganku nanti. Ya, tidak harus berharap sepenuhnya namun itu cukup untuk tahu mereka bisa peduli namun lebih baik tidak berharap dari pada harus sakit dengan sesuatu yang tidak di janjikan.” Ucapnya dengan penuh kepasrahan namun juga tidak begitu kecewa dengan keadaannya.

Mobilnya berhenti tepat di depan rumahnya dan kemudian ia berjalan ke arah rumahnya itu. Lampu terasnya masih menyala karena ia lupa mematikan ketika ia pergi ke sekolah. Ia kembali masuk dan kemudian ia mulai merapikan rumahnya. Ia menumpuk semua pakaian kotornya dan kemudian memasukkan ke dalam tentengan belanja yang sisinya sudah hampir penuh. Ia yang melihat itu mulai terdiam karena ia tahu bahwa totalnya akan melonjak tinggi dari biasanya namun dirinya tidak terlalu peduli dan ia langsung mengikat kedua tali pegangan tentengan itu dan membawanya keluar. Ia menaruhnya di sepeda motornya dan kemudian ia langsung pergi ke penatu dengan motornya.

Di sisi lain, Kesya datang membawa sebuah bubur seperti biasa dan berjalan ke lorong Yovada. Ia membuka dengan perlahan dan ia terkejut dan melihat sekitar seperti mencari sesuatu. Ia mencari Yovada yang sedang terbaring. Ia tidak menemukan di mana-mana. Ia menahan seorang perawat dan menanyakan tentang Yovada. Perawat itu langsung bilang bahwa Yovada sudah pulang ke rumahnya tadi pagi. Kesya yang mendengar itu langsung memiringkan kepalanya dengan kebingungan. Suster itu meninggalkannya dan ia langsung mengurus pak tua yang sedang terbaring di ranjangnya.

Ia terdiam sejenak dan berbicara di dalam hatinya. “Yovada sudah pulang? Kenapa tidak ada yang memberi tahuku? Apa yang terjadi? namun yasudahlan, setidaknya ia baik-baik saja. Sebaiknya aku membawakannya untuk ia makan di rumahnya.” Kesya bergegas pergi keluar dari ruangan itu dan kemudian pergi ke parkiran dan kemudian memesan Taksi Online untuk pergi ke rumah Yovada.

Di sisi lain, Yovada baru saja selesai dari penatu. Penatu itu bernama Laundry Jamal yang mana cukup terkenal di kota dan cabangnya sudah ada di mana-mana. Ia terus menaiki motornya dan kemudian ia pergi kembali ke rumahnya. Namun ia harus pergi singgah ke beberapa tempat seperti toko sayur dan juga toko roti untuk makanannya nanti. Ia menyalakan mesin dan motornya melaju meninggalkan tempat penatu itu.

Di jalan, ia memacu motornya dengan cepat. Matanya tetap fokus agar dirinya tidak melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya. ia terus memacunya hingga di batas kecepatan motor itu. Angin berhembus cepat di sekitar Yovada, motornya melaju seperti angin yang siap pergi ke mana pun yang ia mau. Ia terus menalu hingga ia akhirnya menurunkan kecepatannya dan kemudian ia berhenti di sebuah toko sayuran. Motornya melambat dan kemudian ia parkirkan tepat di sebelah bangunan itu. Ia menaruh helm dan kemudian ia pergi memasuki toko sayuran itu.

Di sana, ia melihat berbagai macam sayuran. Ia mulai mengambil beberapa yang ia perlukan dan ia suka. Ketika mengambil sayuran itu, ia tidak sengaja menyenggol seorang petugas yang ada di sana. Ketika ia ingin meminta maaf, wanita itu menepatnya sebentar dan tiba-tiba ia menyadari bahwa wanita itu adalah Verta yang sedang bekerja di sana. Melihat seseorang yang menyenggolnya adalah Yovada, mereka terdiam sejenak seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan mereka sekarang. Yovada sendiri tidak akan menyangka bahwa ia akan bekerja di toko sayur ini. Sedangkan wanita itu sendiri tidak percaya bahwa ia akan bertemu dengan Yovada di saat ini sudah keliar dari rumah sakit.

Mereka terdiam dan Yovada mulai melakukan pembicaraan. “Verta, kamu kerja di sini? Sejak kapan kamu bekerja di sini? Aku sering membeli bahan baku makanan aku di sini. Aku pikir kamu bekerja di suatu tempat mungkin atau apapun itu. Tidak aku sangka rupanya kamu bekerja di sini. Senang bertemu denganmu lagi di sini Verta” Ucapnya dengan senang kepadanya. Senyum Yovada begitu tulus dan juga tenang ketika bertemu dengannya.

Verta yang mendengar hal itu langsung tersenyum dan kemudian ia langsung berkata kepada Yovada dengan pelan dan juga tulus. “ah, senang melihatmu di sini, apa ada yang bisa aku bantu? Namun bentar, sejak kapan kamu keluar dari rumah sakit? Kalau tidak salah kemarin kamu masih pakai impuls dan sekarang kamu bisa pergi ke toko ini.” Ucapnya dengan tenang dan juga penuh senyuman di wajahnya. Ia menatap Yovada dengan begitu tenang dan juga senang kepadanya.

Yovada yang melihatnya sedang bekerja menjadi penasaran dengannya dan memutuskan untuk bertanya kepadanya. “ya, aku keluar tadi pagi dan langsung pergi mencari makan dan juga beres-beres. Tunggu, di mana anakmu? Bukankah ia masih kecil dan sekarang si... Den masih di rumah sakit? Siapa yang mengurus anakmu?” Ucapnya dengan penasaran kepada Verta yang sedang menyusun barang di bawahnya.

Verta yang mendengar itu langsung terdiam namun ia langsung berusaha menjawab pertanyaan Yovada. “aku sudah bekerja di sini sebelum menikah dengan Denas, jujur saja aku menitipkannya degan tetanggaku. Ia sangat pengertian denganku, aku yakin ia akan baik-baik saja. Jika aku titipkan ia dengan Denas di rumah saki pasti tidak di bolehkan oleh Denas dan ia pasti akan di biarkan begitu saja” Ucapnya sambil menyusun barang yang ada di rak bawah. Ia menyusunya dengan begitu rapi dan teliti. Ia akan melakukan pengecekan ulang pada sayuran yang lain agar sayuran tetap terlihat baik dan juga segar.

Yovada yang melihat itu langsung berbicara dengan pelan seperti suara yang hanya bisa di dengar oleh dirinya. “yah... seperti yang di katakan... semua indah di waktunya namun tidak selamanya” ucapnya dengan pelan dan sedikit raut wajahnya yang menunjukkan bahwa dirinya tidak senang dengan jawaban yang di berikan Verta. Ia mengambil bahan-bahan belanjaannya, berpamitan dengan Verta, membayarnya di kasir dan kemudian pulang dengan motornya meninggalkan Verta yang masih bekerja di sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!