Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Bertopeng Perak
Sebelum kehilangan kesadaran, dia bisa mendengar area di sekeliling tubuhnya dipenuhi dengan sambaran petir yang dahsyat.
Entah berapa lama waktu berlalu, kesadarannya mulai perlahan-lahan kembali ke tubuhnya.
Namun meskipun begitu, dia belum bisa membuka matanya.
Dia hanya bisa memeriksa kondisi tubuhnya.
Hanya saja, begitu dia merasakan tubuhnya, dia merasa tubuhnya sangat berat. Belum lagi rasa nyeri di tulang seolah seluruh tulangnya bisa hancur kapan saja.
Namun di tengah rasa sakit itu, Zhang Tian merasakan rasa hangat mengalir ke tubuhnya.
Seolah ada energi lembut masuk ke tubuhnya lalu perlahan memperbaiki luka-lukanya.
Awalnya Zhang Tian berfikir ini hanya halusinasi, tepi kemudian mata Zhang Tian perlahan bisa terbuka.
Begitu dia membuka mata, yang dia lihat adalah langit malam langsung terlihat di hadapannya.
Tak jauh darinya, ada api unggun kecil menyala dengan aroma obat herbal yang memenuhi udara.
Zhang Tian tidak berani ceroboh, dia langsung mencoba berdiri. Karena dia tidak tahu sosok yang membuat api unggun ini orang baik atau bukan. Jika bukan, maka dia sama saja menyerahkan nyawanya secara cuma-cuma.
Namun begitu dia bangun, rasa sakit di tubuhnya membuatnya mengerutkan kening.
Meskipun ini tidak sesakit sebelumnya, tapi tetap saja ini menyakitkan.
Tepat saat ini, suara lembut terdengar. “Jangan bergerak dulu, lukamu belum pulih.”
Suara itu adalah suara wanita yang terdengar dari samping.
Mata Zhang Tian langsung menyipit, dia segera menoleh ke arah suara.
Di dekat api unggun duduk seorang gadis berjubah hitam yang tampaknya sangat sibuk.
Wajahnya tertutup topeng perak, rambut panjangnya lurus seperti air terjun. Zhang Tian bisa melihat samar-samar lekuk tubuh seorang wanita dari cahaya api unggun.
Saat wanita itu melihat ke arahnya, dia bisa melihat kalau matanya berwarna ungu dan tatapan matanya sangat lembut.
Namun aura yang keluar dari tubuhnya sangat misterius.
Meskipun tampaknya wanita ini tidak berbahaya, Zhang Tian tetap waspada.
“Siapa kau?”
Gadis bertopeng itu tidak langsung menjawab, dia hanya melemparkan ranting kecil ke api unggun. Setelah beberapa saat, suaranya yang lembut kembali terdengar. “Aku yang menemukanmu pingsan di depan Menara Petir.”
Matanya menatap ke arah Zhang Tian lalu kembali berkata, “Kalau aku tidak menyelamatkanmu saat itu, kau mungkin sudah dimakan binatang iblis.”
Zhang Tian sedikit terdiam. Jelas dia juga bisa merasakan sebagian lukanya memang sudah pulih. Dan alasan dia bisa pulih secepat ini pasti gadis ini yang mengobatinya.
“Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku. Aku berhutang budi padamu.” Zhang Tian mengatupkan tangan di depan dada.
Gadis itu hanya mengangguk kecil namun dia tidak mengatakan apa-apa sebagai tanggapan.
Suasana menjadi hening beberapa saat.
Namun Zhang Tian tetap tidak menurunkan kewaspadaan. Karena kemunculan gadis misterius di tempat seperti ini terlalu aneh dan mustahil.
Meskipun dia tidak tahu lokasinya saat ini berada dimana, namun dilihat dari hutan yang dihuni oleh Harimau Iblis Petir, jelas ini bukan area yang mudah di masuki oleh manusia.
Dan benar saja, tepat saat ini adis bertopeng itu tiba-tiba berkata, “Kau sepertinya dikejar orang Organisasi Bayangan Hitam, bukan?”
Mata Zhang Tian langsung berubah tajam menatap wanita di depannya. “Organisasi Bayangan Hitam?” Zhang Tian tampak terkejut.
Gadis itu memandang api unggun lalu berkata, “Mereka pembunuh bayaran yang tugasnya memburu target penting.”
Tatapannya perlahan menjadi serius menatap Zhang Tian, “Kalau mereka mengincarmu, berarti ada tokoh yang sangat kuat ingin membunuhmu.”
Alis Zhang Tian berkerut dalam, dia tidak bisa menebak sosok kuat seperti apa yang ingin dia mati.
Roh Kaisar Naga Petir di kepalanya berkata, “Kemungkinan besar mereka ada hubungannya dengan ayahmu.”
Zhang Tian menarik nafas, jika itu memang ada hubungannya dengan ayahnya, dia tidak akan merasa heran. Hanya saja dia tidak menyangka orang yang dulu memburu ayahnya juga akan mencarinya juga.
Entah kenapa, semakin lama dia merasa masa lalu ayahnya sangat berbahaya.
Zhang Tian menatap gadis bertopeng perak lalu berkata, “Aku tidak tahu mereka itu siapa.
Juga tidak mengenal sosok besar. Aku berasal dari tempat kecil bernama kota Qing.” Zhang Tian menjelaskan pada gadis itu tujuannya ke sekte pedang langit lalu di jalan dihadang oleh tiga orang berjubah hitam.
Gadis bertopeng itu lalu berdiri perlahan memperlihatkan tubuhnya yang ramping. Ketika bergerak, gerakan tubuhnya sangat ringan seolah dia menyatu dengan angin malam.
Matanya menatap ke arah Zhang Tian dengan wajah serius, terutama pada mata Zhang Tian yang juga berwarna ungu. “Aku penasaran, bagaimana mungkin seseorang dengan atribut petir ungu sepertimu muncul di tempat kecil seperti Kota Qing?”
“Karena yang aku tahu, orang yang memiliki atribut petir, terutama petir ungu itu bukan orang biasa.”
Jantung Zhang Tian sedikit berdegup lebih cepat, karena gadis bertopeng perak memang benar. Meskipun Zhang Tian tidak tahu ayahnya sebenarnya memiliki identitas seperti apa, namun dia tahu bahwa ayahnya tidak sederhana.
Zhang Tian harus mengakui bahwa pandangan gadis ini terlalu tajam, matanya seolah dia bisa melihat banyak hal.
Namun Zhang Tian tidak akan menjelaskan soal ayahnya yang misterius itu. Bagaimanapun dia juga tidak yakin dengan identitas ayahnya.
Matanya menatap api unggun lalu berkata, “Dulu aku tidak bisa merasakan energi spiritual, namun karena suatu kebetulan saat hujan aku tersambar petir. Sejak saat itulah aku memiliki atribut petir. Adapun soal identitas, aku juga tidak tahu, karena aku berasal dari keluarga kecil.” Zhang Tian mengangkat bahu.
Gadis itu tertawa kecil.
“Kebetulan yang kamu ceritakan sungguh menarik. Karena jika itu orang biasa, mereka akan langsung mati jika tersambar petir.” Hanya saja, meskipun penasaran, gadis itu tidak bertanya lebih jauh.
Dia berjalan perlahan mendekat ke arah Zhang Tian lalu berkata, “Aura petir di tubuhmu sangat murni, bahkan lebih murni dibanding kebanyakan orang yang pernah aku temui yang juga memiliki atribut petir.”
Kemudian dia tersenyum manis seolah menyiratkan sesuatu, lalu sesaat kemudian suara lembutnya kembali terdengar, “Dan yang perlu kamu tahu, semua orang yang pernah aku temui rata-rata bukan orang biasa, dan mereka tidak mungkin tiba-tiba memiliki atribut petir secara tiba-tiba.”
Mendengar gadis bertopeng perak masih tidak berniat mengorek informasi darinya, petir kecil mulai muncul di sekitar tubuh Zhang Tian.
Kali ini dia tidak menjawab. Kalau dia harus bertarung dengan wanita ini, dia sudah siap.
Terlebih lagi tubunnya sudah perlahan pulih, meskipun itu baru pulih sebanyak dua puluh persen namun itu sudah cukup.
Matanya menatap dingin ke arah wanita bertopeng perak.
Melihat reaksi Zhang Tian, gadis bertopeng justru tersenyum kecil di balik topengnya.
“Tenang saja, aku tidak memiliki niat lain, aku hanya penasaran.”,
Dia kemudian melempar sebuah botol kecil ke arah Zhang Tian.
“Minum itu akan mempercepat pemulihanmu.”
Zhang Tian menangkap botol tersebut perlahan, namun dia jelas tidak akan percaya begitu saja.
“Haha.”
Melihat betapa hati-hatinya Zhang Tian, gadis itu kembali tertawa lalu berkata, “Tenang saja, itu bukan racun.”
Roh Kaisar naga petir juga berkata itu memang obat, bukan racun.
Baru saat itulah Zhang Tian yakin.
Saat tutup botol terbuka, dia bisa merasakan rasa segar yang keluar dari dalam botol ini.
Tanpa ragu Zhang Tian meminumnya.
Saat obat memasuki tubuhnya, energi hangat langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, lalu meresap memasuki pembuluh darah. Kemudian Meridian, hingga akhirnya meresap kedalam tulang.
Bersamaan dengan itu, luka-lukanya mulai pulih lebih cepat dengan kecepatan yang terlihat dengan mata telanjang.
Tatapan Zhang Tian sedikit berubah serius, karena pil seperti ini jauh lebih bagus dibanding pil keluarga Zhang. Pil yang di berikan keluarga Zhang sebelumnya sudah habis dia minum saat di kejar oleh dua pria berjubah hitam, namun hasilnya sangat jauh dari maksimal.
Penyembuhannya sangat lambat. Namun obat dari gadis bertopeng perak ini sangat luar biasa.
Bahkan sekarang dia bisa merasakan dengan jelas kalau luka dalamnya sudah hampir pulih sepenuhnya. Mungkin butuh waktu satu jam lagi agar pulih sepenuhnya. Gadis bertopeng itu jelas bukan orang biasa karena bisa memiliki obat sehebat ini.
Saat Zhang Tian sedang mengembangkan diri, suara ledakan terdengar dari kejauhan.
Boom….
Tatapan gadis bertopeng langsung berubah serius, “Mereka menemukan tempat ini.”
Mata Zhang Tian menyipit. “Mereka siapa?”
“Tentu saja organisasi Bayangan Hitam.” Gadis bertopeng perak berkata, Kemudian dia mencabut pedang tipis berwarna hitam dari pinggangnya.
“Apa kau sudah pulih?” matanya menatap Zhang Tian.
Zhang Tian perlahan berdiri dan mengangguk, “Aku sudah sembilan puluh sembilan persen sudah pulih. Sisanya hanya luka luar yang bukan masalah besar.”
Tak lama, beberapa sosok berjubah hitam muncul di depan mereka berdua. Hanya saja yang datang kali ini, jumlahnya lebih banyak dibanding sebelumnya.
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?