Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.7: Pertukaran Kembali
Benar-benar mengerikan dan aku bisa mengatakan bahwa di depanku ini, semuanya bukan lagi manusia.
Mereka sudah berubah menjadi makhluk lain menyerupai manusia. Kita biasa menyebutnya ‘Binatang’.
Para manusia yang bertingkah layaknya hewan tanpa akal, itulah ‘Binatang’. Yahh... Selanjutnya, mataku terbuka perlahan.
Jam weker berbunyi kencang dan suara James Darren kembali. [Sudah pagi kah, Takeuchi Hideki?]
“Sepertinya iya. Jam ku juga terus berbunyi dan waktunya ku matikan.” Aku menekan bagian atasnya menggunakan jari telunjuk kananku dan seketika jam weker pun mati.
Mati suaranya, hahaha. “Hari ini, waktunya bekerja seperti biasa. Oh iya! Perpustakaan kita kunjungi setelah pulang kerja saja oke!”
[Oke, Takeuchi Hideki. Sekarang agendamu ada banyak kah?]
“Sebagai seorang pekerja kantoran, tentunya banyak. Aku harus menemui cukup banyak klient yang ada di beberapa daerah dekat tempat perusahaanku bekerja. Kalau diriku mau istirahat setelah selesai mengunjungi beberapanya, baru ke perpustakaan. Tak apa kan, agak lama!?”
[Ya. Dan juga kau memang benar. Kalau terburu-buru dan mati lagi, entah apa yang akan terjadi selanjutnya padaku juga padamu.]
Segitu saja sih obrolan kami dan hari esok pun tiba. Di awali dengan Yamada memamerkan ketampanannya.
“Selamat pagi semuanya!”
Dia terlihat sangat bersinar. Kulitnya makin memutih dan terlihat kayak karakter anime.
Karakter yang begitu tampan dan membuat siapapun senang melihatnya. Dalam artian... Penghidup cerita sesungguhnya.
Tanpa karakter-karakter sepertinya, kayaknya sebuah cerita takkan hidup. Namun kalau dirinya bukan mc, masih bisa saja.
Dalam cerita, kebanyakan karakter tampan memang selalu menjadi pusat perhatian semua orang.
“Kau kemarin tidak lembur kan?”
“Tentu saja tidak, Takeuchi-kun. Mana mungkin aku lembur kemarin malam, hehehe.”
Seketika, ekspresinya yang berbeda kepadaku membuat pandangan di sekitar langsung melotot marah ke arahku.
“Sia*an! Kenapa dia selalu diperhatikan oleh Pangeran kami?”
“Memangnya dia ini siapa?”
“Cuman pekerja baru tapi sok-sokan.”
Bukannya Pangeran kalian juga pekerja baru sepertiku? Hahaha, terserahlah. Sebenarnya... Entah kenapa ini agak aneh.
Perbedaan beberapa menit saja seperti sudah berhari-hari. Aku diterima pukul 14.30 dan Yamada pukul 14.40.
Dalam hal apa ini itu? Dikasih surat pemberitahuan bahwa anda lolos semua tahap dan besok sudah boleh mulai bekerja di sini.
Kurang lebih seperti itu dan entah kenapa juga seperti selain beberapa hari berlalu, mungkin... Bertahun-tahun kayaknya bisa dianggap demikian.
Apakah ini masuknya efek dari kematianku di dunia sana? Ahaha, terserahlah. Kalau terus memikirkannya, sepertinya aku akan menjadi orang bodoh.
Banyak omongan membuatku bodoh, lebih banyak lagi akan semakin bodoh. Oh benar!. “Yamada, hari ini aku akan mengunjungi beberapa klient. Jangan mengikutiku dari belakang lagi mengerti! Aku tahu niatmu baik, tapi pandangan orang-orang sekeliling malah membuatku seperti seharusnya tak ada di dunia atau atau cepat hilang gitu.”
“Ehhh!!! Nggak mauuu!!! Aku pengen mengikutimu juga hari ini!!! Kalau ada cewek yang mendekatimu nantinya diriku cemburuuuu!!!”
...Maksudnya apa? Aku tidak mengerti, tapi para cewek langsung menatapku lebih marah lagi.
“Pertama-tama, terserahmu saja. Kedua, kendalikan dulu para pemujamu itu! Mungkin... Fans atau... Terserahlah.”
Aku berjalan masuk ke dalam ruangan dan melambaikan tangan kananku padanya. “Bye! Aku kerja duluan.”
“Baik, Takeuchi-kun. Hehehe, senang banget!”
Entah hubungan ini aneh atau tidak, tapi menurutku sangat menjijikkan. Yahh... Nggak ngerti juga sih, cuman... Kalau makin memburuk, memukulnya sampai mati bukan dosa kan?
Kenapa aku jadi terdengar kejam? Naga di kedua tanganku ini benar-benar menginginkan dirinya entah ke mana.
Maksudnya... Ke alam sana yang jauh sekali atau hilang dari surga maupun neraka. Kekekek, keren banget chuunibyou ku ini.
Begitu duduk di kursiku, suara James Darren terdengar kembali. [Takeuchi Hideki, entah kenapa Yamada agak aneh. Mungkin kau harus menjauhinya. Jika tidak, hal buruk akan terjadi padamu.]
“Apanya yang hal buruk?”
Suaraku sekarang kecil dan tak ada yang mendengarnya selain aku dan James Darren. [Entahlah. Hanya saja, lebih baik jauhi oke! Mungkin dia bisa membunuhmu jika dirinya mau.]
“Me-mengerikan sekali. Kalau aku mati, diriku akan kembali ke dunia ‘Bollorta’ atau ‘Magiort kan!”
[Harusnya benar dan ingatan kita kayaknya bakal diganti lagi. Hanya saja... Aku sendiri tidak terlalu tahu.]
“Dari awal saja sudah aneh, jadi wajar saja jika kau tidak mengetahuinya. Omong-omong, kalau boleh tanya, kenapa kematian bisa menjadi penyebab dari segala perubahan di duniaku maupun duniamu juga aku versi sana?”
[Mungkin itu berhubungan dengan suara portal misterius. Yahh... Semua hal aneh pasti terjadi karena hal tersebut.]
“Bagaimana jika kita dipermainkan oleh kematian itu sendiri? Seperti sebuah film yang ku tonton tahun kemarin, hahaha.”
[Apa judul filmnya?]
“Kalau kusebut kasihan seseorang nantinya. Pencipta karya ini maksudku.”
[Kau ini ngomong apa?]
“Entahlah, hahaha.”
[Hahaha.]
Aku yang terlihat kesenangan sendiri membuat Yamada memelototiku dengan sangat tajam.
Matanya sangat mengerikan dan membuat bulu kudukku merinding. “A-ada apa Yamada? Kau sudah kembali rupanya.”
Dia makin mendekat ke arahku dan tiba-tiba kepalanya muncul dihadapanku serta membuatku mundur ke belakang beserta kursi berodaku ini.
“Uwaa! Ja-jangan ngagetin tiba-tiba, Yamada!”
Dia berjalan perlahan tanpa menjawab pertanyaanku sama sekali, reaksiku, dan diam banget.
Sunyi, menyeramkan, aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi kursi beroda ini terus ku dorong hingga belakang dan mentok di meja salah seorang karyawan.
Salah seorang karyawan ini namanya Goroshi Ryo. Pria yang cukup menarik dengan setelan kemeja belang hitam-putih yang terus ia kenakan setiap harinya hingga membuatku pernah bertanya ‘Kenapa kau tidak pernah mengganti bajumu’ dan dia menjawab ‘Nggak akan. Ini pemberian mendiang ibuku tercinta soalnya.’
Aku langsung minta maaf dan menjadi sangat menghormatinya. Dan walau tidak pernah diganti, wanginya kerasa atau bisa dibilang selalu di ke mesin cucikan.
Hahaha, benar-benar pria yang menarik sekali. Oh benar! Dirinya santai sekali mengerjakan pekerjaannya.
Dia tidak usik dari komputernya dan saat aku melirik ke arahnya, tiba-tiba Yamada ada di sisi kiri menghalangiku dari melihatnya.
“Ka-kaget bodoh!! Ja-jangan tiba-tiba muncul lagi di depanku, Yamada!”
Dia menoleh ke arahku, aku mundur lagi dengan kursi beroda ini dan dirinya terus mengikutiku hingga membuatku muak dan langsung loncat dari tempat dudukku serta sujud di depannya.
“Maafkan aku Yamada! Apapun yang kau minta akan ku kabulkan. Jangan diam seperti ini lagi oke! Kau boleh ikut bersamaku mengunjungi klient kapanpun yang kau mau.”
Mendengar semua perkataanku ini membuatku penasaran bagaimana reaksinya dan begitu ku lihat, dirinya makin kelihatan tampan serta aura-aura cewek kelihatan banget darinya.
Saling support sabi kali ya😉