NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:798
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Demi memberi kesan mendalam kepada Kira, Jamal berencana untuk membalas perkataan Kira dengan garang. Jadi, dia berkata,

"Nggak ada urusannya denganku!"

Kira memicingkan matanya dan berkata,

"Tony, beri tahu dia. "

Meskipun mengabaikan Kira, Jamal tetap ingin mendengar permasalahan nya. Dari ekspresinya saja, tampak jelas bahwa dia juga penasaran.

Tony mendengus dingin, lalu berkata,

"Tuan Jamal, aku Tony, memang nggak punya kemampuan apapun untuk menghasilkan uang 50 ribu rupiah. Tapi, Tuan Muda Kira bisa. Dia yang memberiku 50 ribu rupiah supaya aku bisa membangun rumah dan menikah."

"Apa?" seru Jamal tak percaya.

Dia pun menatap Kira dengan kaget.

Kira si anak tak berguna ini benar-benar memberi 50 ribu rupiah ke Tony si pengangguran ini? Ini bukan penipuan, kan?

Kedua pengikut Jamal saling memandang dan berkata,

"Pengangguran seperti itu saja diberikan 50 ribu rupiah, sedangkan kita yang bekerja susah payah selama setahun, 5 ribu rupiah pun nggak punya."

Kira memicingkan matanya dan berujar,

"Pak Jamal, aku adalah orang yang sangat sederhana. Orang yang menjadi saudaraku akan aku beri uang dan orang yang memusuhi ku, akan aku habisi. Bagaimana denganmu? Mau menjadi teman atau musuh?"

Tony, Danu, dan Doddy langsung tercengang. Mereka tak menduga Kira akan bicara dengan begitu berani mengintimidasi Jamal.

Hakim daerah ini punya pasukan pemanah dan pasukan militer, Selain itu, Jamal adalah pejabat pemerintah di pedesaan yang bahkan lebih menakutkan dari kepala desa.

Jamal yang mendengar ini langsung murung. Ada kemarahan yang mencuat di hatinya, tetapi dia bisa menahannya. Dia pun berkata dengan dingin,

"Itu tergantung seberapa tulusnya kamu."

Perlu diketahui, hakim daerah dan kepala desa berkomplot demi memeras uang masyarakat. Namun, uang yang didapatkan ini masih harus diserahkan ke atasan mereka. Jadi, mereka hanya bisa menikmati sedikit dari keuntungan ini.

Jika Kira bisa memberinya manfaat yang menarik, sekedar menyapa Jamal bukankah apa-apa. Kira pun mengeluarkan 3.000 rupiah sembari berkata,

"Ambil ini dan traktir pengikutmu untuk makan-makan."

Mata pengikut Jamal langsung berubah menjadi hijau. Mereka tidak menyangka orang ini akan langsung mengeluarkan 3.000 rupiah. Bocah ini benar-benar menghamburkan uang!

Sepasang mata Jamal langsung berbinar, tetapi raut wajahnya segera berubah menjadi datar. Dia berkata,

"Kira, apa kamu sedang mempermalukan ku? Memberiku uang yang lebih sedikit dari pengangguran itu?"

Penduduk desa memberi hadiah berupa induk ayam, daging sapi, atau ikan yang gemuk. Itu semua bahkan tidak sampai 1.000 rupiah. Memang, belum pernah ada orang yang memberinya 3.000 rupiah secara langsung. Namun, uang yang diberikan Kira ini jauh lebih kecil dari yang diberikan ke Tony.

Di sisi lain, Danu, Doddy, dan Tony yang melihat ini langsung terharu. Perbedaan seperti ini saja sudah menunjukkan bahwa Kira lebih menganggap penting mereka dari pada Tuan Jamal.

Kira pun memicingkan matanya seraya berkata,

"Bagaimana kalau kamu mengundurkan diri saja dari posisi ini, lalu bekerja denganku dari dini hari sampai malam hari. Dengan begitu, aku Juga akan memberimu 50 ribu rupiah?"

"Hehe...! Jangan bercanda. Ini sudah cukup, kok!"

Memahami bahwa itu adalah upah kerja, Jamal pun mengambil uang itu. Setelah itu, dia melambaikan tangannya seraya berkata,

"Ayo, semua berkumpul!"

Tidak lama kemudian, empat orang pemanah dan delapan pasukannya bergegas mendekat.

Kira pun memberi tahu Jamal bahwa mereka harus pergi ke Dusun Garata untuk menangkap Gavin bersaudara. Para pasukan yang mendengar ini tidak keberatan sama sekali.

Di pedesaan, kepala daerah otonom adalah senjata yang terkuat. Selain itu, di belakangnya masih ada beberapa pejabat pemerintahan lainnya. Namun, menangkap pencuri butuh kecakapan.

"Kamu Doddy, apa kamu benar-benar bisa melawan empat orang sekaligus?" tanya Jamal yang memandang Doddy dengan curiga.

Satu lawan empat, hanyalah orang terlatih yang bisa melakukannya.

Dulu, ketika Basan pensiun dari militer, dia pernah datang untuk merekrutnya karena ingin mengumpulkan orang yang bisa bertarung. Basan berkata bahwa dirinya adalah prajurit rendahan yang tidak pernah membunuh musuh dalam pertempuran. Dia bahkan tidak belajar ilmu diri selama di kemiliteran!

Basan saja tidak bisa bela diri, bagaimana bisa mengajari putranya? Mungkinkah bocah ini sangat berbakat?

"Kalau kamu nggak percaya, kamu boleh menyuruh pengikutmu mengujinya!" ujar Doddy.

Kemudian, sorot matanya menjadi kesal dan dia berkata,

"Masih ada lagi. Kak Kira sudah mengganti namaku menjadi Zabran. Jadi, jangan panggil aku Doddy lagi."

Tugas hakim daerah adalah menangkap para pencuri. Namun, Jamal malah dijatuhkan oleh Kira dengan 3.000 rupiah. Jadi, Doddy tidak menganggap serius Jamal.

"Percaya, kok!" jawab Jamal sambil bergidik.

Dia pun menoleh ke arah Danu dan bertanya,

"Kalau kamu?" Danu menjawab tanpa ekspresi,

"Satu!"

Jamal pun menghela napas lega. Dua anak buah Kira adalah petarung yang cakap. Jika terjadi sesuatu di masa depan, Jamal yang kemampuannya sedikit pasukan ini pasti bisa ditekan.

Di sisi lain Doddy tampak masam. Orang yang bisa memukul Danu itu dia, dan ayahnya bisa memukul mereka berdua.

Kemudian, sekelompok orang itu bergegas ke Dusun Garata. Jamal sudah membuat pengaturan di sepanjang jalan untuk semua orang.

Dia menginstruksikan Doddy yang bisa bela diri membawa Tony dan seorang pasukan untuk menangkap anak kedua, Gandi. Sementara Danu yang hanya bisa melawan satu orang akan pergi bersama empat pemanah dan dua pasukan untuk menangkap Ganjar yang terluka.

Terakhir, dirinya dan Kira akan membawa dua pemanah beserta tiga pasukan ke rumah kakak tertua, Gavin.

Ketika mereka masuk ke desa, ada sekelompok warga desa yang langsung mengepung. Namun, ketika melihat bahwa orang yang datang adalah Jamal, warga desa langsung ketakutan dan melarikan diri.

Di pedesaan, hakim daerah lebih menakutkan dari pada kepala desa. Pada dasarnya, kemunculan mereka hanya untuk menangkap orang. Jadi, para warga ini memilih untuk menonton dari kejauhan saja.

Setibanya di sebuah kediaman kecil berdinding kayu dan bambu, Jamal pun mengeluarkan pisau lengkung yang tergantung di pinggangnya dan mengayunkannya.

Dua pasukan yang membawa tongkat pun segera menendang pintu kayu yang bobrok itu. Kemudian, tiga pasukan berjaga di depan dan dua pemanah yang sudah bersiap dengan busur menerobos masuk secara bersamaan.

Di dalam sana, tampak seorang wanita kurus sedang berjalan keluar dari dapur, Dia bertanya,

"Tuan-tuan, ada masalah apa?"

"Gavin, kamu sudah melakukan kejahatan. Cepat keluar!"

Jamal yang mengabaikan pertanyaan wanita tua itu melambaikan pedang lengkungnya dan lima orang segera menerobos masuk ke dalam rumah.

Brak!

Pintu kayu terbang ke luar dan langsung menjungkirbalikkan mereka berlima. Setelah itu, tampak seorang pemuda bergegas keluar dengan pisau di tangannya dan langsung menyerang Jamal.

Kira tercengang. Dia mendapati bahwa sorot mata pemuda ini sangat kuat dan wajahnya memancarkan aura membunuh yang pekat.

Tak terduga, Jamal yang bahkan tidak mengangkat pisau lengkungnya malah tersenyum dingin dan berkata,

"Gavin, membunuh pejabat sama dengan pemberontakan dan seluruh kerabatmu akan dibantai. Aku, Jamal, nggak menyerang mu. Apa kamu berani membunuhku?"

Gavin yang membawa pisau itu terkejut. Setelah itu, dia bergegas lari ke arah tembok halaman. Dia hendak melompati tembok yang setinggi dua meter itu dan melarikan diri.

"Reaksinya cepat sekali, bahkan lebih cepat dari beberapa pelari tercepat di dunia!"

Kira merasa bahwa Gavin telah melarikan diri. Namun, sebelum lima pengikut Jamal memanjat tembok, Jamal kembali berbalik dengan perlahan dan berkata lagi,

"Gavin, apa kamu benar-benar mau melarikan diri? Kamu boleh lari. Tapi, bagaimana dengan istri, anak, dan ibumu? Apa kamu akan membiarkan mereka semua ditangkap dan dipenjara?"

Pencurian di kerajaan Nayara pada awalnya memang sangat serius. Jika satu orang terlibat dalam pencurian, seluruh keluarga dan kerabat akan terkena imbasnya.

Hanya saja, ada terlalu banyak kasus pencurian selama masa perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini. Jadi, penanganannya sekarang agak ringan. Asalkan pelaku tertangkap, keluarga tidak akan terlibat. Namun, jika pelaku kabur, pihak keluarga yang akan dijebloskan ke penjara.

Mendengar ucapan Jamal, Gavin yang berada di atas tembok terpaku dan ekspresi di wajahnya tidak pasti.

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!