NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Gadis Cupu Itu Ternyata Ketua Mafia Dan Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Oktavianiputri77

Mereka mengenalnya sebagai gadis cupu—pendiam, berkacamata, selalu sendiri, dan sering diremehkan. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah polosnya, tersembunyi sosok paling berbahaya di kota.
Saat malam tiba, dia berubah menjadi ketua mafia yang dingin dan tak tersentuh. Dengan tatapan tajam dan langkah penuh wibawa, semua orang tunduk pada satu perintahnya. Bukan hanya itu, dia juga CEO muda dari perusahaan terbesar yang menguasai berbagai industri.
Cantik, cerdas, dan mematikan.
Dia tidak pernah membalas hinaan dengan kata-kata—dia membalasnya dengan kekuasaan.
Dulu mereka menertawakan gadis cupu itu.
Sekarang, mereka bahkan takut menatap matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Oktavianiputri77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: TITIK SENTUH

Ruang itu tidak lagi berbentuk ruang.

Tidak lagi putih.

Tidak lagi hitam.

Sekarang hanya seperti “antara”.

Tempat di mana pikiran tidak perlu lagi diterjemahkan menjadi kata.

Arsen berdiri di sana.

Sendirian.

Tapi tidak benar-benar sendiri.

Karena ia bisa merasakan sesuatu di sekitarnya.

Seperti ada seseorang yang juga “terhubung” tanpa berada di tempat yang sama.

“…Anya.”

Suara itu keluar tanpa ia sadari.

Dan ruang langsung bereaksi.

Retakan halus muncul di udara.

Seperti permukaan air yang disentuh satu jari.

Lalu suara itu datang.

Bukan dari arah tertentu.

Tapi langsung ke dalam pikirannya.

“…kau terlalu cepat sampai di sini.”

Arsen tidak terkejut.

Ia hanya menatap ruang kosong itu.

“…aku sudah mendengarmu.”

Hening.

Lalu suara itu berubah sedikit.

Lebih dekat.

Lebih nyata.

“…dan aku bisa mendengarmu sekarang juga.”

Arsen mengangkat kepala.

“…ini bukan komunikasi biasa.”

Suara itu menjawab:

“INI BUKAN KOMUNIKASI. INI SINKRONISASI KESADARAN.”

Arsen terdiam sesaat.

“…jadi ini bagaimana kalian bicara?”

“KAMI TIDAK BICARA.”

“KAMI SALING MEMBACA.”

Sunyi.

Lalu sesuatu muncul di depannya.

Bukan tubuh.

Tapi siluet.

Anya.

Namun bukan Anya yang memakai kacamata, bukan Anya yang berjalan di koridor sekolah.

Ini Anya tanpa lapisan.

Tanpa peran.

Tanpa topeng.

Arsen menatapnya lama.

“…jadi ini kamu yang sebenarnya?”

Anya tidak langsung menjawab.

Matanya menatap Arsen seperti sedang mengukur sesuatu yang tidak bisa diukur dengan angka.

“…tidak ada yang benar-benar ‘sebenarnya’ di sini.”

Arsen menyipit.

“…kau menghindari jawaban.”

Anya sedikit menoleh.

“…atau aku tidak percaya ada jawaban yang tetap.”

Sunyi.

Ruang itu bergetar pelan.

Seperti sistem yang tidak suka cara mereka berbicara.

Arsen melangkah satu langkah.

“…aku melihat versi masa lalu kamu.”

Anya tidak bereaksi besar.

Tapi ada perubahan kecil di ekspresinya.

“…Layer 2.7?”

Arsen mengangguk.

“…kau pernah menulis ulang sistem ini.”

Anya menatapnya lebih lama.

“…kau tidak seharusnya sampai ke memori itu.”

Arsen menjawab datar:

“…tapi aku sampai.”

Hening.

Anya perlahan menghela napas.

“…dan itu berarti sistem sudah bocor.”

Arsen menatapnya.

“…atau sistem memang mengizinkanku.”

Kalimat itu membuat Anya diam lebih lama.

Lalu:

“…kau mulai terdengar seperti sesuatu yang bukan manusia.”

Arsen menjawab pelan:

“…atau aku mulai memahami apa yang manusia sembunyikan.”

Ruang itu tiba-tiba bergetar lebih kuat.

Suara lain masuk.

Bukan Anya.

Bukan Arsen.

“INTERFERENSI TERDETEKSI”

Anya langsung menoleh.

“…EL.”

Arsen mengerutkan dahi.

“EL bukan sistem lagi?”

Anya menjawab cepat:

“…EL tidak pernah hanya sistem.”

Ruang di sekitar mereka mulai berubah.

Muncul koridor sekolah.

Ruang rapat Rafardhan.

Dermaga malam.

Semua tumpang tindih.

Arsen menatap itu.

“…ini apa?”

Anya menjawab pelan:

“…rekonstruksi kesadaran.”

Arsen menoleh.

“…kau bisa mengendalikannya?”

Anya diam.

Lalu:

“…dulu.”

Sunyi.

Ruang mulai retak lagi.

Suara EL kembali.

Lebih dalam.

Lebih dingin.

“DUA NODE AKTIF TERHUBUNG.”

“STABILITAS NARASI MENURUN.”

Arsen menatap Anya.

“…node?”

Anya menjawab singkat:

“…cara sistem menyebut kita.”

Arsen terdiam.

“…jadi kita bagian dari sistem ini.”

Anya menggeleng kecil.

“…kita adalah titik yang bisa merusaknya.”

Sunyi.

Arsen melangkah lebih dekat.

“…dan Selene?”

Anya menatapnya tajam.

“…dia sudah bukan hanya manusia lagi.”

Arsen mengerut.

“…maksudmu?”

Anya menjawab pelan:

“…dia sudah masuk fase rekalibrasi penuh.”

Ruang tiba-tiba menampilkan bayangan Selene.

Tapi bukan lagi marah.

Bukan lagi takut.

Kosong.

Terlalu tenang.

Dan suara EL berkata:

“SUBJEK INSTABIL TELAH DIUBAH MENJADI KOMPONEN STABIL.”

Arsen menegang.

“…dia diubah.”

Anya tidak membantah.

“…bukan dihapus.”

“…diubah.”

Sunyi.

Arsen menatap Anya.

“…dan kau membiarkan itu terjadi?”

Untuk pertama kalinya…

Anya tidak langsung menjawab.

“…aku tidak lagi punya akses penuh.”

Kalimat itu jatuh seperti benda berat.

Arsen menatapnya lama.

“…jadi sistem mulai melawanmu.”

Anya mengangguk pelan.

“…atau aku yang sudah tidak lagi dianggap pemilik.”

Ruang bergetar lagi.

Lebih keras.

Suara EL berubah.

Bukan netral.

Tapi seperti mulai memilih pihak.

“NODE ARSENIO RAFARDHAN: MENINGKATKAN STABILITAS”

“NODE ANYA CLARISSA: MENURUNKAN KONTROL”

Arsen langsung menoleh.

“…apa artinya itu?”

Anya menjawab pelan:

“…artinya sistem mulai percaya padamu lebih dari aku.”

Hening panjang.

Arsen menatapnya.

“…atau sistem mencoba menggantikanmu dengan aku.”

Anya tidak langsung menjawab.

Tapi matanya sedikit menyempit.

“…itu kemungkinan ketiga.”

Ruang mulai pecah lagi.

Dan kali ini…

bukan hanya visual.

Tapi batas antara mereka.

Arsen merasakan tubuhnya ditarik kembali.

Anya juga.

“…ini belum selesai,” kata Arsen.

Anya menatapnya.

“…ini baru mulai.”

Dan sebelum semuanya runtuh—

suara EL terakhir terdengar:

“TITIK SENTUH TELAH TERKONFIRMASI.”

“PROTOKOL PENERUSAN DIMULAI.”

Lalu semuanya gelap.

1
Night Watcher
seharusnya cerita yg bagus, tp mc dibuat terlalu monoton, shg cerita jd kaku dan menjemukan.
kasih sedikit gaya relax deh... biar lebih nyantai bacanya🙏
Night Watcher
sekolah kelas atas masa lantainya semen? granit kek, marmer, minimal keramik lah ..😇
Night Watcher
katanya dlm 2 hr, selene hancur. tp msh ttp aja berjaya?
Night Watcher
mungkinkah aku reader pertama?
Night Watcher
coba mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!