NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:942
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Sisi Lain Sang Predator

​Keheningan malam kembali merayapi kamar utama penthouse setelah pengakuan intens yang keluar dari bibir Jayden. Elleanor masih terpaku di tempatnya, menatap lurus pada sepasang netra hitam di depannya yang berkilat tanpa keraguan. Kata-kata Jayden barusan bukan sekadar bualan cowok SMA yang sedang kasmaran; itu adalah sebuah proklamasi kepemilikan yang mutlak.

​Jayden perlahan bangkit dari posisi berlututnya, menegakkan tubuh tegapnya kembali. Sisi emosional yang pekat itu seketika surut, digantikan oleh ekspresi dingin dan tenangnya yang semula.

​"Kamar lo masih sama kayak kemarin. Bersih-bersih, terus langsung tidur. Gua gak mau liat lo lemes di kelas besok pagi," perintah Jayden datar, seolah ketegangan beberapa menit lalu tidak pernah terjadi.

​Elle berkedip, mencoba menguasai kembali kesadarannya yang sempat goyah. Ia berdeham pelan, berusaha mengembalikan nada bicaranya yang kasual dan ketus. "Gua gak bawa baju ganti, Muka Tembok. Lo kira gua bisa tidur nyenyak pakai baju bekas sirkuit yang bau asap gini?"

​Jayden tidak menjawab. Ia hanya berbalik, melangkah menuju lemari pakaian besar berpintu kaca gelap di sudut kamar. Setelah menggeser pintunya tanpa menimbulkan suara, jemari panjangnya memilah beberapa potong pakaian sebelum akhirnya menarik sebuah kaus hitam polos berukuran oversized dan sepotong celana pendek olahraga bertali.

​Puk.

​Jayden melemparkan tumpukan pakaian itu ke atas pangkuan Elle. "Pakai baju gua dulu buat malam ini. Besok subuh, seragam lo yang kemarin udah diantar ke sini dalam keadaan bersih."

​Elle mengangkat kaus hitam milik Jayden. Ukurannya sangat besar, jika ia memakainya, kaus itu pasti akan tenggelam hingga mencapai paha atasnya. "Ini mah daster namanya," gerutu Elle pelan, namun ia tidak punya pilihan lain. Aroma detergen maskulin yang khas langsung menguar dari kain lembut tersebut, entah mengapa memberikan sedikit rasa nyaman yang aneh di dadanya.

​"Gua keluar sekarang. Jangan coba-coba buka balkon kalau lo gak mau gua ikat beneran," peringat Jayden sebelum melangkah menuju pintu. Bunyi klik dari sistem penguncian otomatis kembali terdengar begitu pintu kayu tebal itu tertutup rapat dari luar.

​Elle menghela napas kasar. Ia berjalan ke arah kamar mandi mewah bernuansa marmer hitam untuk membersihkan diri. Begitu tubuhnya basah di bawah guyuran air hangat, pikirannya kembali berputar pada satu nama: Alka.

​"Alka pasti marah banget sekarang," gumam Elle sambil mengusap wajahnya yang basah. Ia tahu Alka sangat peduli padanya sejak mereka masih sering balapan bersama di New York, namun konfrontasi Alka dengan Jayden di sirkuit tadi jelas telah memicu monster posesif di dalam diri sang ketua Vultures untuk bertindak lebih jauh. Elle harus mencari cara agar kedua cowok keras kepala itu tidak saling bunuh di jalanan demi dirinya.

​Setelah selesai mandi, Elle mengenakan pakaian yang diberikan Jayden. Sesuai dugaannya, kaus hitam polos itu longgar di tubuh mungilnya, sementara celana pendeknya harus ia ikat sekencang mungkin agar tidak melorot. Ia berjalan menuju tempat tidur king size, menjatuhkan tubuhnya di sana, dan menatap dinding kaca besar yang menghadap langsung ke arah langit malam Jakarta.

​Di luar kamar, suasana lorong penthouse begitu sunyi. Jayden tidak pergi ke kamar tamu atau tidur di sofa ruang tengah. Cowok itu justru duduk bersandar di lantai, tepat di samping pintu kamar tempat Elle berada, menekuk satu kakinya ke atas.

​Di tangan kanannya, ponsel hitam miliknya menyala, menampilkan ruang obrolan grup inti VULTURES.

​Erlan: Bos, anak-anak Wolfangs masih muter-muter di sekitar area Jaksel. Kayaknya si Alka beneran frustrasi lo bawa kabur neng bule.

Shaka: Biarkan mereka muter sampai bensinnya habis. Yang penting, pastikan gak ada satupun dari mereka yang tahu lokasi penthouse Jayden.

Haikal: Aman, Shaka. IP rumah ini udah gua enkripsi pakai tujuh lapis proxy. Si Matthew gak bakal bisa nembus.

​Jayden mematikan layar ponselnya, melemparkan benda itu ke atas lantai marmer di sebelahnya. Ia menyandarkan kepalanya pada dinding lorong yang dingin, memejamkan matanya perlahan.

​Untuk pertama kalinya dalam delapan belas tahun hidupnya, Jayden merasa kamarnya sendiri terasa kelewat sepi karena ia memilih berada di luar. Namun, mendengarkan suara gemercik air mandi yang samar dari dalam kamar, diikuti oleh keheningan yang menandakan bahwa gadis itu telah berbaring di kasurnya, memberikan sebuah kepuasan tersendiri bagi sisi obsesifnya.

​Elleanor ada di sini, di dalam wilayahnya, aman di bawah penjagaannya, dan terisolasi dari dunia luar. Bagi seorang Jayden Xeno Frederick, itu sudah lebih dari cukup untuk menenangkan badai cemburu yang sempat membakar akal sehatnya malam ini. Poros dunianya kini telah terkunci sepenuhnya di balik pintu kayu tersebut, dan ia bersumpah tidak akan membiarkan siapapun membuka pintunya.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!