Mutiara Bumi: Sang Kucing Putih dan Sang CEO
Bai Xue adalah makhluk asing berwujud kucing berbulu putih cantik yang datang ke Bumi bersama empat temannya. Misi mereka adalah mengumpulkan Mutiara Energi untuk menyelamatkan planet asal mereka yang terancam punah. Mereka semua bisa berubah wujud menjadi manusia kapan saja.
Di Bumi, Bai Xue berubah menjadi gadis cantik berusia 20 tahun yang mungil, ceria, dan baik hati. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, seorang CEO muda kaya raya yang jenaka, tengil, agak ceroboh, dan memiliki keunikan: ia sangat alergi terhadap kucing.
Awalnya pertemuan mereka penuh insiden konyol, namun lama-kelamaan Xiao Chen mengetahui rahasia Bai Xue dan mulai jatuh hati padanya. Bersama teman-teman alien dan orang-orang kepercayaannya, mereka berusaha mengumpulkan energi sambil melawan musuh yang ingin mencuri kekuatan para alien dan menghancurkan perusahaan Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Dua Dunia
Alun-alun pusat ibu kota Xing Yun yang luas kini dipenuhi ribuan penduduk yang datang dari segala penjuru. Dulu tempat ini terasa dingin dan sepi, hanya sesekali digunakan untuk upacara resmi yang kaku. Namun hari ini, suasana berubah total—udara terasa hangat, dipenuhi bisikan harapan dan tatapan penuh rasa ingin tahu yang tertuju pada rombongan yang baru saja turun dari pesawat.
Di hadapan mereka, Ketua Dewan berdiri tegak meski terlihat sedikit bimbang. Di sampingnya berdiri para penasihat dan peneliti yang selama ini menjadi pendukung utamanya, namun kini wajah mereka juga menunjukkan keraguan yang perlahan berubah menjadi keinginan untuk memahami.
Xiao Chen melangkah maju beberapa langkah, berdiri di tempat yang bisa dilihat dan didengar oleh semua orang. Ia tidak membawa senjata, tidak memancarkan kekuatan yang mengancam—hanya ketenangan dan keyakinan yang terpancar dari matanya. Di sampingnya, Bai Xue berdiri setia, sementara Ratu Lien dan Elion berada di belakangnya sebagai penopang.
"Yang Mulia, dan seluruh rakyat Xing Yun," mulai Xiao Chen dengan suara yang jelas dan menggema tanpa perlu bantuan peralatan. "Selama ribuan tahun, kalian diajarkan bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan mengambil energi dari tempat lain. Kalian diajarkan bahwa kekuatan adalah hal yang harus dikuasai dan dikumpulkan dengan paksa. Tapi hari ini, saya datang untuk menunjukkan bahwa ada cara lain—cara yang tidak membutuhkan pertumpahan darah, tidak membutuhkan kehancuran, dan justru akan membuat kita lebih kuat dari sebelumnya."
Ia mengangkat tangannya perlahan. Dari telapak tangannya, muncul cahaya emas lembut yang berdenyut pelan. Bersamaan dengan itu, Bai Xue mengangkat tangannya juga, memancarkan cahaya putih yang menyatu sempurna hingga membentuk bola cahaya yang indah dan hangat.
"Ini bukan energi kasar yang diambil dari inti planet atau benda langit," lanjut Xiao Chen. "Ini adalah energi kehidupan—tercipta dari kasih sayang, persahabatan, harapan, kenangan indah, dan keinginan untuk saling melindungi. Energi ini tidak akan pernah habis, justru akan tumbuh semakin kuat semakin banyak orang yang memilikinya."
Ia menoleh ke arah Ketua Dewan, lalu melanjutkan: "Di Bumi, tempat saya dibesarkan, energi ini melimpah. Setiap kali orang-orang saling membantu, saling mencintai, atau bahkan hanya merasakan kebahagiaan yang tulus, energi ini tercipta dan bisa dikumpulkan. Kami telah membawakan contohnya."
Dari saku bajunya, ia mengeluarkan kotak kristal kecil yang berisi Mutiara Energi yang telah mereka kumpulkan selama berada di Bumi. Saat kotak itu dibuka, cahaya yang lebih terang namun tetap lembut menyebar ke seluruh alun-alun. Semua orang yang merasakannya bisa merasakan sendiri: tubuh mereka yang tadinya terasa lemas dan dingin perlahan menjadi hangat, pikiran yang kusam menjadi jernih, dan hati yang tadinya penuh keputusasaan mulai terisi kembali dengan semangat hidup.
Para peneliti yang berdiri di samping Ketua Dewan segera mendekat, mengamati dan merasakan energi itu dengan peralatan serta kepekaan mereka. Wajah mereka yang tadinya penuh keraguan perlahan berubah menjadi takjub.
"Ini... ini benar-benar berbeda!" seru salah seorang peneliti tua dengan suara bergetar. "Strukturnya jauh lebih stabil, tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan, dan justru mampu memperbaiki kerusakan yang sudah ada! Ini sesuai dengan catatan kuno yang kami kira hanya mitos!"
Ketua Dewan juga merasakannya. Ia bisa merasakan sendiri bagaimana energi itu menyentuh hatinya, menghilangkan rasa takut dan dendam yang telah menumpuk selama puluhan tahun. Ia menatap Mutiara Energi itu, lalu menatap kembali Xiao Chen.
"Tapi... apakah ini cukup? Dan bagaimana cara mendapatkannya dalam jumlah yang cukup besar untuk memulihkan seluruh planet kita?" tanyanya dengan suara yang lebih lembut, tidak lagi penuh permusuhan.
"Bumi memiliki sumber daya yang melimpah, dan lebih dari itu—penduduknya memiliki hati yang terbuka," jawab Xiao Chen dengan tenang. "Kami tidak akan mengambilnya secara paksa. Kami akan membangun kerja sama. Kami akan saling berbagi ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman. Bangsa Xing Yun bisa mengajarkan kami cara mengelola energi dengan bijak, sementara kami akan mengajarkan cara mengumpulkan energi kehidupan ini tanpa merusak apa pun."
Ratu Lien kemudian melangkah maju, menarik perhatian semua orang. Wajahnya yang penuh wibawa membuat banyak orang yang mengenalnya sebagai Ratu yang hilang puluhan tahun itu tertegun.
"Selama ini kita berpikir bahwa kita harus memilih antara menyelamatkan diri sendiri atau membiarkan diri kita punah," ucapnya. "Tapi tidak harus begitu. Kita bisa menciptakan masa depan di mana kedua dunia bisa hidup berdampingan, saling menguatkan, dan menjadi lebih baik bersama-sama. Itulah yang selalu saya yakini, dan itulah yang kini terbukti nyata."
Elion juga menambahkan: "Sebagai Penjaga Pengetahuan, saya telah mempelajari sejarah kita selama ribuan tahun. Dulu, sebelum energi kasar mulai digunakan secara berlebihan, nenek moyang kita hidup dengan energi kehidupan seperti ini. Planet kita pernah menjadi tempat yang penuh cahaya dan kehidupan, dan kita bisa mengembalikannya—bukan dengan cara yang salah, tapi dengan jalan yang benar."
Suasana menjadi hening sejenak, lalu perlahan suara dukungan mulai terdengar dari kerumunan. Satu per satu, penduduk mulai mengangguk setuju, lalu bertepuk tangan, dan akhirnya bergema menjadi sorotan yang menyatu. Mereka merasakan sendiri manfaatnya, dan hati mereka yang sudah lama menanti harapan akhirnya menemukan jawaban.
Namun, Ketua Dewan masih memiliki satu pertanyaan terakhir. Ia menatap Xiao Chen lekat-lekat: "Kau adalah keturunan campuran. Apakah kau bisa benar-benar dipercaya? Apakah kau akan memihak Bumi dan melupakan asal-usulmu?"
Xiao Chen tersenyum tipis, lalu menatap semua orang dengan tatapan yang tulus. "Saya tidak memihak satu pihak saja. Saya adalah jembatan. Darah saya mengalir dari kedua dunia, dan hati saya terbuka untuk keduanya. Saya tidak akan membiarkan salah satu dari mereka menderita. Saya berjanji akan bekerja dengan sekuat tenaga agar kedua dunia ini bisa tumbuh bersama, saling melindungi, dan saling menyelamatkan."
Ia mengulurkan tangannya ke arah Ketua Dewan. "Beri kami kesempatan. Biarkan kami membuktikan bahwa jalan damai itu mungkin. Jika dalam waktu yang ditentukan cara ini tidak berhasil, maka kita bisa mempertimbangkan pilihan lain. Tapi setidaknya, mari kita coba cara yang tidak membutuhkan pertumpahan darah ini terlebih dahulu."
Ketua Dewan menatap tangan itu, lalu menatap wajah rakyatnya yang penuh harapan. Ia menghela napas panjang, merasa beban berat yang selama ini menindih pundaknya perlahan terangkat. Akhirnya, ia mengangguk pelan dan menjabat tangan Xiao Chen.
"Baiklah. Kami akan memberikan kesempatan. Kami akan membuka saluran kerja sama. Tapi ingat—kami akan mengawasi setiap langkahnya. Jika ada tanda-tanda penipuan, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan."
"Terima kasih, Yang Mulia," jawab Xiao Chen dengan senyum tulus. "Kami tidak akan mengecewakan kepercayaan yang diberikan."
Sorakan yang lebih keras lagi bergema di seluruh alun-alun. Bahkan beberapa prajurit yang tadinya bersiap untuk berperang kini menurunkan senjata mereka dan ikut tersenyum. Awan gelap yang menyelimuti planet Xing Yun selama bertahun-tahun perlahan mulai menghilang, digantikan oleh cahaya yang semakin terang.
Beberapa hari kemudian, sebuah perjanjian kerja sama resmi ditandatangani. Utusan dari Xing Yun akan dikirim ke Bumi untuk mempelajari cara mengumpulkan energi kehidupan, sementara perwakilan dari Bumi akan datang ke Xing Yun untuk membantu memulihkan kerusakan lingkungan dan berbagi ilmu pengetahuan.
Di malam hari, saat langit Xing Yun memancarkan cahaya dua matahari yang lembut, Xiao Chen dan Bai Xue berdiri di atas bukit kecil yang menghadap ke arah ibu kota yang kini kembali bersinar.
"Kita berhasil melewati salah satu tantangan terberat," kata Bai Xue dengan suara lembut.
"Memang," jawab Xiao Chen sambil memegang tangan gadis itu. "Tapi ini baru permulaan. Masih banyak hal yang harus kita lakukan, masih banyak hal yang harus disesuaikan. Tapi setidaknya sekarang, kita punya jalan yang jelas."
Ia menatap langit yang luas, lalu menoleh ke arah Bai Xue dengan senyum penuh harapan. "Dua dunia yang dulunya terpisah kini mulai terhubung. Dan selama kita bersama, aku yakin kita bisa mewujudkan janji ini."
Di kejauhan, cahaya dari ibu kota bersinar semakin terang, menjadi simbol harapan baru yang akan terus tumbuh dan menyebar ke seluruh penjuru alam semesta.