NovelToon NovelToon
Membual Demi Kejayaan Sekte!

Membual Demi Kejayaan Sekte!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fat Kitten

Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.

Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.

[Ding!!]

[Hadiah penyelesaian tiba!]

[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]

Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?

Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!

Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Keluarga Jiang (2)

'Keluarga Jiang?'

Bai Ren mencoba mengulik isi ingatannya tentang keluarga Jiang.

Ia merasa familiar dengan nama itu, seperti ia pernah mendengarnya sebelumnya.

'Ah, keluarga yang itu?!'

Ingatan Bai Ren tentang novel yang dibacanya memberikan penjelasan pada rasa penasarannya itu.

Itu karena keluarga Jiang adalah salah satu keluarga yang pernah dibantai oleh protagonis novel tersebut.

'Jika itu keluarga Jiang, berarti wanita itu ada sana, kan?'

Terdapat satu karakter yang cukup membekas di ingatan Bai Ren.

Dia adalah salah satu wanita yang tidak terbuai oleh pesona sang protagonis.

Justru, wanita itu menjadi salah satu lawan tersulit yang pernah dihadapi oleh sang protagonis.

Wanita itu adalah garda terdepan yang mempertahankan keluarganya ketika mereka diserang.

Walaupun protagonis sudah melakukan segala upaya untuk menjinakkan hatinya, namun pada akhirnya, wanita itu tewas di tangan sang protagonis itu sendiri.

Meskipun Bai Ren mencap novel itu sebagai sampah, tapi wanita itu berhasil menjadi karakter yang menarik simpati Bai Ren.

"Apa hubunganmu dengan Jiang Hua?"

Mendapati pertanyaan Bai Ren, Jiang Diyi terkejut. Ia tidak menyangka jika Bai Ren yang minim pengetahuan tentang dunia, bisa menyebut nama itu dengan mulutnya sendiri.

"Jiang Hua? Jika itu adalah orang yang sama dengan yang kutahu, maka orang itu seharusnya adalah adikku."

Setelah ia mengkonfirmasi keraguannya, Bai Ren kemudian menjadi yakin.

Ia menyatukan pecahan-pecahan puzzle yang ia kumpulkan dari informasi yang tertulis dalam novelnya.

'Jiang Diyi...'

'Kakak laki-laki Jiang Hua...'

'Keluarga Jiang yang dihancurkan...'

'Alasan protagonis menyerbu keluarga Jiang...'

Ketika semua puzzle telah menyatu, bahu Bai Ren bergidik ngeri.

'Jangan bilang... Yang mengincar Jiang Diyi adalah... Si protagonis?!'

Sebagai pembaca yang telah membaca novelnya cukup jauh, Bai Ren sangat memahami bagaimana kekuatan si protagonis itu sendiri.

Selain kuat, orang itu juga mempunyai keberuntungan yang sangat tinggi.

Bukan hanya itu saja, dia juga memiliki banyak rekan dan koneksi yang ia kumpulkan sepanjang perjalanannya.

Jika Bai Ren membandingkan kekuatan dia dengan protagonis, ia pun harus mengakui kekalahannya.

Menyinggung protagonis langsung di hari pertama kedatangannya ke dunia ini, adalah kesialan terburuk yang bisa menimpa Bai Ren.

Tanpa sadar, tatapan Bai Ren menajam ke arah Jiang Diyi.

Bai Ren akhirnya mengetahui alasan mengapa ia sama sekali tidak merasa familiar dengan Jiang Diyi seolah ia bukanlah karakter di dalam novel.

Namanya memang tidak pernah disebutkan dalam novelnya, namun identitas dia sebagai Tuan muda keluarga Jiang telah berulang kali disebut.

Lebih tepatnya, sang protagonis menyimpan dendam yang sangat mendalam padanya meskipun tidak pernah ada pertemuan langsung di antara keduanya.

Dan alasan dari semua ini jelas terkait dengan...

Wanita.

Ya, itulah alasan utama dibalik kehancuran keluarga Jiang.

Hanya masalah sepele, tapi itulah yang menjadi penyebab runtuhnya keluarga terkuat di Kekaisaran.

Bai Ren yang telah mengetahui siapa lawan yang akan dihadapinya nanti, mulai bersikap hati-hati.

Sejak awal, Bai Ren tidak berniat bersenggolan dengan sang protagonis, karena dialah karakter utama dunia ini.

Bai Ren juga paham betul dengan sikap si protagonis itu. Dia adalah seorang maniak pertarungan yang bisa menggila hanya karena seorang wanita, padahal sudah ada banyak wanita yang berada dalam dekapannya.

Menghadapi orang seperti itu, jelas Bai Ren merasa ogah.

Jangankan menjadi musuh, menjadi kawannya pun Bai Ren tak sudi.

Namun kini, takdir telah mengikat lengan mereka berdua, dan keduanya telah dijamin akan bertemu entah cepat atau lambat.

Satu-satunya yang bisa Bai Ren lakukan saat ini adalah memperkuat dirinya sendiri.

Tak cuma sampai di situ, Bai Ren juga harus mengembangkan skala sektenya dengan bualan demi bualan, sembari mengasuh Jiang Diyi agar ia cepat kembali dan melampaui masa puncaknya sebelum core miliknya hancur.

Dengan musuh kuat di depan mata, tidak ada waktu lagi yang bisa disia-siakan oleh Bai Ren. Sebaliknya, Bai Ren lah yang dikejar oleh waktu.

"Sepertinya aku sudah cukup memahami situasimu."

"A-Apa?"

"Ayo, mari kita berangkat."

Bai Ren bangkit dari duduknya dan berjalan membelakangi Jiang Diyi seakan ia tahu jika Jiang Diyi akan mengikutinya.

"Tunggu! Kita mau ke mana?!"

"Dengan jubah terhempas angin, Bai Ren berkata sambil melirik ke arah belakang.

"Tentu saja ke kediaman keluargamu."

Seperti itu, pasangan guru dan murid tersebut memulai perjalanan mereka menuju Ibukota Kekaisaran.

...***...

Sementara itu, jauh di dalam retakan dimensi.

Tempat itu seperti gua, gelap dan tak ada setitik cahaya yang mampu menembus ke dalamnya.

Dalam kegelapan itu, helaan napas berembus.

Napas itu tenang dan dalam, namun tekanan yang dipancarkannya begitu terasa sampai dinding pun bergetar karenanya.

"Sudah waktunya, kah?"

Suara yang berat itu bergema di sekeliling area.

Perasaan rindu, kesal, kecewa, antusias bercampur dalam nada suaranya. Tidak ada yang tahu perasaan mana yang sebenarnya ia rasakan.

Pria itu mengambil sebuah senjata yang tergeletak di dekatnya.

Gumpalan debu yang menempel pada senjata tersebut, perlahan bergerak lunglai dan meninggalkan senjata itu saat senjata tersebut terangkat.

Melihat betapa kotornya senjata yang telah menemaninya selama ini, pria itu terdiam, memikirkan betapa lamanya waktu yang berjalan tanpa disadarinya.

"Maafkan aku, teman lamaku."

Ungkapan tulus diucapkan pria itu, seolah ia sedang berbicara dengan kawan lama yang telah lama tak ditemuinya.

Pria itu kemudian berdiri, dan mengeluarkan senjata itu dari sarungnya.

Meski ruangan itu gelap, tapi itu tidak menenggelamkan betapa mengkilapnya senjata itu, seolah pedang itu baru saja diasah.

Dalam sekedipan mata, satu set gerakan dilakukan pria itu.

Gerakannya begitu halus, namun sangat cepat hingga sulit diikuti mata.

Bersamaan dengan itu, dinding-dinding di sekitar pun roboh.

"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa meninggalkan tempat ini."

Pria itu tidak sedikit pun merasakan adanya keterikatan antara dirinya dengan tempat itu meski ia telah lama menempatinya.

"Jika aku dipaksa harus kembali ke sini, maka hari itu haruslah hari pemakamanku."

Pria itu sekali lagi mengibaskan pedangnya, dan sebuah retakan sejauh mata memandang terlukis di tanah.

Retakan itu dibuat seolah ingin memberi tahu siapa pun yang melihatnya tentang betapa kesalnya ia dengan tempat ini.

"Ayo, mari kita tuntaskan janji lama kita."

Dengan langkah ringan namun ganas, pria itu melangkah meninggalkan tempat yang telah lama menahannya.

1
RMQ
kasih lima lagi kalau bisa🤣🤣🤣
RMQ
3 hari nunggu cuman 1 chapter thor🗿🗿
Karenina
Nice
verto
wah ta k lah
RMQ
minimal 5-10 chapter sehari🤭😄🤣🤣🤣
RMQ
thor kalau ceritanya bikin penasaran banyak kan chapternya lah thor biar gak mati penasaran pula aku dibuatnya🗿
RMQ
lama juga updatenya🗿1 chapter aja thor🗿
Fat Kitten: sabar, dicicil dulu chapternya🤣
total 1 replies
RMQ
gak ada update lagi ya thor🗿🗿🗿
RMQ
lanjutkan ceritanya jangan setengah setengah kalau buat cerita thor🔥🔥
Nanaa
Seruuu!!
Karenina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!