NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:723
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Air mata Xiao tong

Suasana di lobi Rumah Sakit Pusat Jiangnan mendadak senyap. Para dokter dan pengawal Keluarga Wang masih terpaku melihat mukjizat medis yang baru saja terjadi, namun fokus Lin Xiu sudah beralih sepenuhnya. Pandangannya terkunci pada gadis remaja di ambang pintu.

"Xiao Tong..." gumam Lin Xiu.

Suaranya yang tadinya dingin dan penuh keangkuhan di hadapan kaum elite, kini melunak. Dia melangkah lebar, mengabaikan tatapan syok orang-orang di sekitarnya.

Gadis itu, Xiao Tong, menjatuhkan kantong plastik berisi obat-obatan murah yang dipegangnya. Butiran air mata mengalir deras membasahi pipinya yang pucat. Tubuhnya bergetar hebat antara rasa tidak percaya dan kerinduan yang mendalam.

"Ini benar-benar Kak Lin Xiu... Kakak tidak mati di pulau itu..." Xiao Tong berlari kecil dan langsung menubruk dada Lin Xiu, menangis sesenggukan.

Lin Xiu mendekapnya erat. Namun, saat tangannya menyentuh punggung dan lengan Xiao Tong, alisnya langsung bertaut tajam. Melalui indra perabaannya yang telah terlatih, dia bisa merasakan tubuh Xiao Tong teramat kurus—jauh dari kata sehat untuk gadis seusianya. Yang lebih membuat darahnya mendidih, ada bekas luka cambukan tipis yang tersembunyi di balik baju pelayan lusuhnya.

*Siapa yang berani menyentuh adikku?!* batin Lin Xiu, aura membunuh bergejolak di dalam dadanya, membuat suhu di lobi rumah sakit mendadak turun beberapa derajat.

"Xiao Tong, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau berpakaian seperti ini? Dan di mana adik-adik kita yang lain dari panti asuhan?" tanya Lin Xiu bertubi-tubi, menangkup kedua bahu Xiao Tong.

Xiao Tong mendongak, matanya yang sembap memancarkan ketakutan yang mendalam. "Kak... Panti asuhan kita... panti asuhan kita sudah dihancurkan tiga tahun lalu. Mereka... mereka membawa semua orang..."

Belum sempat Xiao Tong menyelesaikan kalimatnya, sebuah suara bariton yang angkuh memotong reuni mereka dari arah belakang.

"Heh, jadi gelandangan yang punya sedikit trik sulap ini adalah kakakmu, Xiao Tong?"

Tuan Muda Wang—Wang Jinhai—melangkah maju dengan sisa-sisa kesombongannya. Meskipun dia baru saja menyaksikan Lin Xiu menjatuhkan pengawalnya dan menyembuhkan ayahnya, ego sebagai pewaris salah satu keluarga terkaya di Jiangnan membuatnya menolak untuk tunduk.

Wang Jinhai menatap Xiao Tong dengan pandangan merendahkan, lalu beralih ke Lin Xiu. "Kebetulan sekali. Berhubung kau sudah menyelamatkan ayahku, aku akan melupakan kelancanganmu tadi. Tapi gadis itu—Xiao Tong—dia adalah pelayan rendahan di kediaman Keluarga Wang. Dia berutang besar pada kami setelah panti asuhannya digusur. Lepaskan dia, dan kau boleh pergi membawa sekeranjang uang hadiah."

Lin Xiu perlahan melepaskan pelukannya dari Xiao Tong. Dia berbalik, matanya menatap Wang Jinhai seolah-olah pria kaya itu hanyalah tumpukan sampah.

"Pelayan rendahan?" Lin Xiu mendengus remeh. "Utang? Katakan padaku, utang apa yang membuat seorang gadis di bawah umur harus bekerja sampai tubuhnya penuh luka cambuk?!"

Mendengar kata 'luka cambuk', wajah Wang Jinhai sedikit berubah, namun dia dengan cepat mencibir. "Di Kota Jiangnan ini, Keluarga Wang adalah hukum. Jika dia melakukan kesalahan saat menyajikan teh untuk ibuku, mencambuknya adalah hak kami! Uang penggusuran panti asuhan itu bahkan belum cukup untuk membayar kerugian yang dibuat anak-anak yatim piatu itu!"

*PLAK!!!*

Sebuah tamparan super cepat mendarat di pipi kanan Wang Jinhai sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya. Kekuatan tamparan itu begitu masif hingga tubuh Wang Jinhai berputar di udara dua kali sebelum terhempas keras ke lantai marmer, memuntahkan beberapa giginya yang patah.

"Tuan Muda!!!" Teriak para staf rumah sakit dan dokter yang ketakutan.

Lin Xiu melangkah maju, menginjak dada Wang Jinhai dengan sepatu kainnya yang usang. Tekanan dari kaki Lin Xiu membuat Wang Jinhai merasa seolah-olah ada gunung yang sedang meremukkan tulang rusuknya. Dia tidak bisa bernapas, wajahnya yang tadinya tampan kini memerah keunguan karena menahan sakit.

"Kau... kau berani memukulku?! Keluarga Wang tidak akan... tidak akan melepaskanmu!" ancam Wang Jinhai dengan suara tercekat.

"Keluarga Wang? Di mataku, kalian tak lebih dari faksi semut," kata Lin Xiu dingin. "Hari ini aku tidak membunuhmu hanya karena aku baru saja menyelamatkan ayahmu. Aku tidak suka mengambil nyawa dan memberi nyawa di tempat yang sama. Tapi ingat ini..."

Lin Xiu membungkuk, menatap langsung ke mata Wang Jinhai yang dipenuhi teror.

"Mulai detik ini, Xiao Tong bebas dari ikatan apa pun dengan keluarga cacatmu. Dan mengenai luka cambuk di tubuhnya... aku akan datang ke kediaman Wang untuk menagih bunganya. Bersiaplah."

Lin Xiu menarik kakinya, lalu berbalik ke arah Xiao Tong yang masih terpaku melihat keberanian kakaknya. Lin Xiu tersenyum hangat, sangat kontras dengan ekspresi kejamnya satu detik lalu.

"Ayo pergi, Xiao Tong. Kakak akan membawamu pulang. Tidak akan ada lagi yang bisa menyakitimu."

Tepat saat Lin Xiu dan Xiao Tong melangkah keluar dari lobi rumah sakit, Tuan Besar Wang yang baru saja siuman di atas brankar berteriak dengan sisa kekuatannya, "Jinhai... kau bodoh! Cari tahu... cari tahu siapa pemuda itu! Jangan sampai... jangan sampai kita bermusuhan dengan seorang *Dokter Surgawi*..."

Namun, peringatan itu sudah terlambat. Wang Jinhai menatap punggung Lin Xiu yang menjauh dengan kilatan dendam yang membara di matanya.

Di luar rumah sakit, langit Jiangnan mulai mendung. Lin Xiu menatap ke arah langit, merasakan energi spiritual di kota ini yang terkotori oleh hawa busuk keserakahan. Sambil menggandeng tangan Xiao Tong yang gemetar, dia tahu bahwa untuk menemukan adik-adiknya yang lain, dia harus menjungkirbalikkan seluruh tatanan kekuasaan di kota ini.

Dan dia tidak akan ragu untuk memulainya dari Keluarga Wang.

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!