NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sulis Murka

Sejak melihat sendiri Lastri keluar dari kamar kost beberapa hari lalu, Sulis berubah.Ia tidak lagi menangis setiap malam,tidak lagi bertanya kepada Irwan ke mana ia pergi,tidak lagi memperdebatkan hal-hal yang sebenarnya sudah ia ketahui jawabannya,justru sikapnya menjadi jauh lebih tenang.

Ia harus memisahkan Irwan dan Lastri,bukan dengan amarah,dengan keributan,melainkan dengan bukti,karena selama ini Irwan selalu pandai berkelit,setiap tuduhan dibantah, kecurigaan dianggap sebagai prasangka.Sulis tidak ingin lagi berdebat tanpa dasar,Ia ingin melihat wajah Irwan ketika seluruh kebohongannya terbongkar.

...****************...

Dua hari kemudian Irwan kembali berpamitan.

"Aku ada pemasangan reklame di luar kota."

Sulis yang sedang menyetrika pakaian hanya mengangguk.

"Oh."

Jawaban singkat itu justru membuat Irwan lega,Ia mengira istrinya sudah mulai percaya lagi,padahal Sulis sudah menyiapkan sesuatu.Satu jam setelah Irwan berangkat, Sulis kembali mengendarai motornya,kali ini bukan untuk memastikan keberadaan Lastri,karena ia sudah tahu,kali ini ia ingin mencari bukti,bukti yang tidak bisa dibantah siapa pun.

Menjelang siang Sulis tiba di kawasan kost tempat Lastri tinggal,Ia tidak langsung mendekat,sebaliknya, ia mengamati dari warung kecil yang berada tidak jauh dari bangunan kost tersebut,benar saja,mobil pikap Irwan sudah terparkir di sana,dadanya kembali terasa sakit melihat kenyataan itu,namun kali ini ia tidak membiarkan emosinya menguasai diri.

Setelah memastikan Irwan berada di dalam, Sulis berjalan menuju rumah kecil yang berada tepat di samping area kost,rumah itu milik ibu pemilik kost,seorang wanita paruh baya bernama Bu Ratna.Sulis sempat memperkenalkan diri dengan sopan,awalnya ia hanya berbincang biasa,tentang penghuni kost,lingkungan sekitar,hingga akhirnya pembicaraan mengarah ke Lastri.

"Wanita yang di kamar belakang itu sudah lama tinggal di sini ya, Bu?"

Bu Ratna mengangguk.

"Beberapa bulan."

"Sering ada tamu laki-laki?"

Pertanyaan itu membuat Bu Ratna terlihat sedikit canggung,Sulis lalu menarik napas panjang.

"Bu... saya istrinya laki-laki itu."

Suasana langsung berubah hening,wajah Bu Ratna seketika menunjukkan keterkejutan.

"Astagfirullah..."

Sulis tersenyum pahit.

"Jadi sekarang Ibu tahu kenapa saya datang."

Hampir satu jam Sulis berbicara dengan pemilik kost tersebut,tidak membuat keributan,marah dan tidak menyalahkan siapa pun,Ia hanya menceritakan kenyataan yang terjadi.

Bu Ratna tampak berkali-kali menghela napas prihatin.

"Saya benar-benar nggak tahu kalau laki-laki itu masih punya istri."

Sulis mengangguk pelan.

"Saya percaya, Bu."

Lalu untuk pertama kalinya Sulis menyampaikan maksud sebenarnya.

"Saya butuh bantuan."

Bu Ratna menatapnya bingung.

"Bantuan apa?"

"Saya hanya ingin mengumpulkan bukti."

Awalnya Bu Ratna terlihat ragu,namun setelah mendengar seluruh cerita, hatinya mulai luluh,apalagi ia juga seorang ibu,Ia bisa membayangkan bagaimana sakitnya berada di posisi Sulis.

Akhirnya wanita itu bersedia membantu.

"Kalau dia datang lagi, saya bisa kasih tahu."

Sulis mengangguk.

"Kalau memungkinkan, tolong dokumentasikan."

Bu Ratna kembali mengangguk pelan.

"Saya usahakan."

Sulis juga menanyakan mengenai kamera pengawas yang terpasang di depan area kost,ternyata memang terdapat beberapa CCTV yang mengarah ke pintu masuk dan area parkir.Meskipun tidak merekam bagian dalam kamar, kamera itu cukup untuk menunjukkan siapa yang datang dan kapan mereka datang,informasi itu membuat Sulis semakin yakin,selama ini yang ia miliki hanya firasat.Kini ia mulai memiliki jalan untuk mendapatkan fakta.

Sore harinya Sulis pulang ke rumah,perasaannya masih berat,namun ada satu hal yang berbeda,Ia tidak lagi merasa sendirian menghadapi semua ini,pertama kalinya, ia memiliki cara untuk melihat kenyataan apa adanya.

Malam itu Irwan pulang dengan wajah santai,seperti biasa,seolah tidak terjadi apa-apa.

"Bawa oleh-oleh nih."

Dito dan Rara langsung bersorak senang,sementara Sulis hanya memperhatikan dari kejauhan.Ia melihat suaminya tertawa bersama anak-anak.Melihat pria itu berperan sebagai ayah yang baik,dan justru itulah yang membuat hatinya semakin sakit,hanya beberapa jam sebelumnya, pria yang sama sedang berada di tempat lain bersama perempuan lain.

"Kenapa lihat aku begitu?" tanya Irwan sambil tersenyum.

Sulis membalas senyum tipis.

"Nggak kenapa-kenapa."

Irwan tidak menyadari apa pun,tidak menyadari bahwa istrinya sudah mulai bergerak perlahan,Sulis sedang menyusun kepingan-kepingan kebenaran,suatu hari nanti, semua kebohongan yang selama ini ia bangun akan berdiri tepat di hadapannya tanpa bisa lagi disangkal.

Malam semakin larut.

Setelah Dito dan Rara tertidur, rumah kembali sunyi.

Irwan sedang duduk di ruang tamu sambil memeriksa beberapa berkas pekerjaan. Sesekali ponselnya menyala menerima pesan, lalu segera dimatikan kembali setelah dibaca,Sulis yang sedang melipat pakaian memperhatikan semua itu dari sudut matanya,dulu ia mungkin akan langsung bertanya,sekarang tidak lagi,Ia kini memilih diam.

"Besok aku mungkin berangkat pagi," ujar Irwan tanpa mengangkat kepala.

"Kerjaan lagi?"

"Iya."

Sulis mengangguk pelan.

"Oke."

Jawaban singkat itu membuat Irwan menoleh sekilas,entah kenapa beberapa hari terakhir istrinya terlihat berbeda,adahal sebelumnya Sulis selalu memperdebatkan keberadaan Lastri.Namun karena merasa keadaan mulai tenang, Irwan tidak terlalu memikirkannya,Ia justru merasa semuanya mulai terkendali.

Keesokan harinya, sekitar pukul sembilan pagi, ponsel Sulis bergetar,sebuah pesan masuk dari nomor Bu Ratna,jantungnya langsung berdegup lebih cepat,dengan tangan sedikit gemetar ia membuka pesan tersebut.

"Bu, tadi pagi suami Ibu datang lagi."

Di bawah pesan itu terdapat dua foto.

Foto pertama memperlihatkan mobil pikap Irwan terparkir di depan kost.

Foto kedua menunjukkan Irwan membawa kantong belanja menuju kamar Lastri.

Sulis menutup matanya perlahan,meski sudah mengetahui kenyataannya, melihat bukti langsung tetap terasa menyakitkan,kali ini ia tidak menangis.Ia justru menyimpan foto-foto tersebut ke folder khusus di ponselnya,folder yang sengaja ia buat beberapa hari lalu,folder berisi semua bukti tentang kebohongan Irwan.

...****************...

Hari-hari berikutnya berjalan hampir sama,Irwan semakin percaya diri menemui Lastri,karena di rumah, Sulis tampak tidak mencurigai apa pun,sementara itu Bu Ratna diam-diam terus membantu,setiap kali Irwan datang, ia mengirimkan kabar singkat.Irwan bukan datang sesekali.

Ia datang berkali-kali,bahkan beberapa kali menghabiskan waktu berjam-jam di sana.

Setiap bukti yang diterima membuat hati Sulis semakin terluka,tapi juga semakin kuat,kini ia tahu satu hal,dirinya tidak gila dan berlebihan,semua kecurigaannya selama ini benar.

Suatu sore, setelah menerima rekaman terbaru dari Bu Ratna, Sulis duduk sendirian di kamar.Dito dan Rara masih bermain di halaman tetangga,rumah terasa sunyi.

Ia membuka satu per satu foto yang tersimpan di ponselnya.

Ada foto Irwan membawa makanan,foto Irwan datang malam hari,rekaman mobilnya masuk ke area kost,semua tersusun rapi berdasarkan tanggal.Sulis memandangi layar ponsel cukup lama,air matanya akhirnya jatuh juga,bukan karena terkejut,melainkan karena lelah,lelah menghadapi kenyataan bahwa laki-laki yang dicintainya selama bertahun-tahun kini menjalani kehidupan lain di belakangnya.Namun di tengah kesedihan itu, perlahan muncul tekad baru,Ia tidak akan membiarkan Lastri merebut begitu saja apa yang telah dibangunnya selama belasan tahun,Ia tidak akan membiarkan kebohongan terus berjalan tanpa perlawanan,yang terpenting, ia harus melindungi anak-anaknya dari kehancuran yang mungkin akan datang.

Sulis menghapus air mata di pipinya,lalu mengunci kembali folder berisi bukti-bukti tersebut,perang yang sebenarnya belum dimulai,langkah pertama sudah berhasil ia lakukan,ia hanya perlu bersabar,menunggu waktu yang tepat,karena semakin lama Irwan merasa aman, semakin banyak pula bukti yang akan terkumpul,dan ketika saat itu tiba, Sulis ingin memastikan tidak ada lagi ruang bagi suaminya untuk berbohong.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!