NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Selama berada dilingkungan kerja, Vania bersikap seperti biasa pada Sandi hingga tak seorangpun yang akan menduga jika keduanya merupakan pasangan suami-isteri, termasuk manager hotel.

"Vania, buatkan segelas teh untuk tuan Bara!." Perintah pak manager dengan nada setengah berteriak, di depan ruangan kerja Vania.

"Baik, pak." Jawab Vania dengan sopan. Kalau ingin mengikuti kata hati, mungkin Vania sudah berteriak untuk menolak perintah tersebut. Pegawai di hotel tersebut bukan hanya dirinya, lalu mengapa pak manager silih berganti memberikan pekerjaan untuknya. Mengapa tidak meminta pada pegawai lainnya untuk melakukan tugas tersebut, mengingat saat ini ia sedang sibuk menyusun laporan pembukuan bulanan, dan tugas itupun merupakan perintah dari pak manager.

"Jangan berlama-lama! Saya tidak ingin sampai pimpinan berpikir kita tidak menjamu tamunya dengan baik." Lanjut pak manager sebelum berlalu.

"Sepertinya pak manager sengaja melakukan semua ini untuk menekan mu, Vania." Komentar Cika yang kebetulan sedang berada di ruangan Vania.

Vania tak mengomentari perkataan Cika. Hanya hembusan napas berat yang mewakili suasana hati wanita itu sekarang ini.

Vania berlalu menuju pantry. Setelah selesai membuat segelas teh, Vania langsung mengantarkannya ke ruangan pimpinan. Ya, hanya satu gelas saja karena sepengatahuan Vania, pimpinan hotel tidak suka mengkonsumsi minuman manis dengan alasan demi menjaga kesehatan.

Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Vania lantas memasuki ruangan pimpinan.

"Permisi, tuan."

"Bukannya sudah beberapa kali saya katakan kalau saya tidak suka mengkonsumsi minuman manis." Kata Sandi yang menyadari nampan ditangan Vania melalui ekor mata. Ya, ekor mata, sebab saat ini Sandi tengah sibuk menatap layar laptopnya.

"Maaf tuan. Teh ini buat tuan Bara."

Sandi sontak mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya, berganti memandang pada Vania yang kini nampak menyajikan segelas teh di hadapan Bara.

"Apa dia kurang kerjaan sampai repot-repot membuatkan teh segala." Batin Sandi masih dengan memandang ke arah Vania.

"Silahkan di minum tehnya, tuan." Setelah menyajikan teh tersebut Vania lantas mempersilahkan Bara untuk menikmatinya.

"Terima kasih untuk tehnya, Nona Vania." Ujar Bara seraya mengukir senyum terbaiknya.

Jujur, ada rasa malu dihati Sandi karena terlalu percaya diri jika teh tersebut hendak diantarkan Vania untuknya.

Merasa telah menyelesaikan tugasnya, Vania lantas pamit undur diri.

"Ehem...." Deheman Sandi berhasil mengalihkan perhatian Bara dari benda persegi panjang di mana tubuh Vania baru saja menghilang.

"Aku baru sadar kalau nona Vania itu sangat cantik dan juga menarik." Puji Bara sambil senyum-senyum tak jelas.

"Jangan bilang kau tertarik padanya."

"Kalau aku bilang Iya, bagaimana?."

Sandi yang awalnya hanya asal bicara saja, kini langsung berubah mimik wajahnya.

"Jangan macam-macam! Dia sudah menikah." Tutur Sandi yang kini kembali memfokuskan pandangan pada layar laptopnya.

"Sotoy..... Lagian kau tahu darimana kalau Nona Vania sudah menikah?." Nampaknya Bara tak percaya dengan ucapan Sandi.

Sandi yang kini tengah duduk di kursi kerjanya lantas melipat laptopnya, lalu memandang pada Bara.

"Bukankah sejak tadi kau begitu penasaran pada sosok wanita yang aku nikahi kemarin."

"Tentu saja." Bara baru teringat akan maksud dan tujuan utamanya hingga rela mendatangi Sandi di hotel pagi-pagi begini.

Sandi nampak menegakkan posisi duduknya.

"Wanita yang tadi kau puji cantik dan juga menarik itu, dialah istriku, wanita yang telah aku nikahi kemarin."

"Seriously?." Bara membelalak. "Bukannya waktu itu kau mengatakan bahwa calon istrimu bersatus single mom?." Akal sehat Bara seakan menolak percaya jika wanita muda secantik dan semenarik Vania telah memiliki seorang putri.

"Benar, sebelum menikah denganku, dia bersatus single mom. Vania adalah ibu dari gadis kecil yang saat itu bersamaku di mall."

Melihat wajah tak percaya Bara, Sandi lantas berkata. "Sama sepertimu, awalnya aku juga sulit untuk percaya jika mamahnya Sesil ternyata adalah Vania, salah seorang pegawaiku sendiri." Usia Vania saat ini menjadi salah satu faktor mengapa sampai Sandi sulit percaya jika kenyataannya wanita itu telah memiliki seorang putri. Dan sepertinya hal itu pula yang kini tengah dialami oleh sahabatnya, Bara.

"Aku harap kau tidak sampai berpikir membuatnya menyandang status janda untuk kedua kalinya, karena aku yakin tidak sedikit yang akan menyambut wanita secantik istrimu itu, kawan." Kata Bara seraya melebarkan senyumnya.

Sandi tak dapat menepis perkataan Bara, mengingat faktanya Vania memiliki paras yang cantik dan juga bentuk tubuh yang indah, ditambah lagi dengan penampilannya yang menarik.

Menyaksikan jarum jam yang melingkar pada pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Bara lantas berpamitan karena setengah jam lagi ia ada meeting bersama kliennya.

Waktu terus bergulir hingga tak terasa waktu makan siang pun tiba. Vania dan Cika beranjak menuju ruangan yang diperuntukkan bagi semua pegawai untuk mengisi perut. Ya, pihak hotel memberikan fasilitas makan siang dan makan malam bagi semua pegawainya, semacam kantin gratis lah. Itu salah satu kebijakan hotel setelah berpindah kepemilikan ke tangan Admodjo Group. Menurut Sandi apapun profesi dan kedudukan seseorang dalam bidangnya, semua pasti bekerja dengan satu tujuan utama yakni memenuhi kebutuhan perut. Lalu, apa salahnya melakukan kebijakan untuk para pegawainya yang sudah bekerja sepenuh hati.

Satu persatu pegawai hotel memasuki ruangan yang berada di lantai dasar tersebut. Mulai dari pegawai yang menduduki departemen housekeeping hingga mereka yang menduduki posisi petinggi di hotel tersebut berbaur tanpa ada perbedaan status. Itu termasuk perintah dari Sandi selaku pimpinan hotel, ia tidak ingin ada di antara para pegawainya yang saling merendahkan.

Suasana yang awalnya bising oleh obrolan antar sesama pegawai yang tengah menikmati makan siang, seketika sunyi senyap saat menyadari kedatangan pimpinan hotel yang ditemani oleh asisten pribadinya. Tidak sedikit dari mereka yang berpikiran bahwa kedatangan Sandi dikarenakan ada pegawai yang telah melakukan kesalahan, mengingat pada jam makan siang hampir semua pegawai akan berkumpul di ruangan tersebut.

Semuanya mencoba mengingat-ingat kesalahan diri sendiri yang mungkin saja terjadi tanpa disadari. Namun beberapa saat kemudian semua keresahan dihati para pegawai sirna seketika melihat Sandi menempati salah satu meja di ruangan itu kemudian menikmati makan siangnya. Tak seorangpun yang berekspektasi bahwa Sandi akan berbaur bersama para pegawainya di ruangan tersebut, termasuk Vania dan juga Cika sekalipun.

"Tumben tuan Sandi makan siang di sini." Cika terheran-heran.

"Lagi pengen kali." Balas Vania sekenanya, tanpa mau terlalu ambil pusing.

"Apa mungkin tuan Sandi_." Cika merasa lidahnya tercekat saat menyadari pandangan Sandi tertuju ke arah meja mereka.

"Kamu kenapa sih?." Tanya Vania melihat Cika tiba-tiba berhenti berbicara dan menundukkan kepalanya.

"Tuan Sandi memandang ke sini, Vania."

"Nggak mungkin, itu pasti hanya perasaan kamu saja." Balas Vania sebelum kembali melanjutkan makannya.

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!