NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

PERNIKAHAN YANG YANG HARUS KUBAYAR MAHAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Dikelilingi wanita cantik / Nikah Kontrak
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.


Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Kenyataan Pahit

Kiara terus saja mengajak Anabell bicara untuk merangsang kesadaran gadis kecil itu. Kadang Kiara membacakan buku cerita tentang kisah kehidupan seorang putri raja yang ditinggal mati kedua orangtuanya oleh musuh.

Sudah tiga hari ini Kiara sangat dekat dengan Anabell bak anaknya sendiri. Bahkan Kiara menggantikan tugas perawat yang biasa memandikan dan membersihkan kotoran Anabell. Melihat ketulusan Kiara kepada keponakannya membuat Billy makin jatuh cinta pada gadis berjilbab itu.

"Apakah aku harus menyatakan perasaanku kepadanya bahwa aku sangat mencintainya? apakah dia akan menerima cintaku? sebaiknya begitu. Aku harus menyampaikan padanya sekarang sebelum semuanya terlambat," batin Billy hendak masuk ke kamar Anabell di mana Kiara berada di sana namun pelayan Carlota memanggilnya.

"Tuan, ada tamu untuk anda," ucap carlota.

"Tamu..? siapa..?" tanya Billy.

"Mereka mengaku dari kedutaan Indonesia ingin bertemu dengan nona Kiara," ucap carlota.

"Ya Tuhan mengapa harus sekarang menjemput gadisku?" gumam Billy lalu segera melangkah menuju ruang tamu.

Begitu tiba di ruangan itu ada sekitar lima orang utusan duta besar Indonesia dua diantaranya adalah bos nya Kiara yang merupakan CEO perusahaan cyber kriminal tempat Kiara bekerja dulu. Billy menyambut dengan ramah walaupun saat ini hatinya sedang menjerit karena ia tahu akan berpisah lagi dengan Kiara.

Setelah mengambil posisi duduk masing-masing salah satu tamu itu menyampaikan tujuan mereka ke tempatnya Billy.

"Tuan, kami datang untuk menjemput nona Kiara. Beliau harus memberikan klarifikasi data dirinya kepada negara ini di depan pers sebelum kembali ke tanah air kami," ucap tuan Rafli sebagai wakil duta besar Indonesia.

"Begitu ya? baiklah tunggu sebentar," ucap Billy lalu meninggalkan tempat itu menuju kamar Anabell. Sebenarnya ia bisa saja menyuruh carlota untuk memanggil Kiara di kamar Anabell namun Billy ingin dirinya punya waktu bersama Kiara sebelum orang kedutaan indonesia membawa pergi gadisnya.

Billy menahan gejolak emosinya agar tidak terlihat sedih di depan Kiara. Ia menghembuskan nafas sesaat lalu mengetuk pintu itu sebentar. Namun pintu itu belum juga terbuka membuat Billy memberanikan diri membuka pintu itu dan melihat Kiara sedang sholat dhuha. Billy terpaku menatap wajah polos Kiara dengan mukena putih yang membuat wajah Kiara makin bercahaya.

Jantung Billy makin berdegup kencang karena mengagumi sosok bidadari di depannya.

Setelah mengucapkan salam Kiara mengangkat wajahnya melihat Billy yang menatapnya.

"Maaf aku sedang sholat jadi tidak bisa membukakan pintu untukmu," ucap Kiara.

"Tidak apa Kiara. Maaf menganggumu karena ketidaktahuan ku," ucap Billy lalu melihat wajahnya Anabell yang nampak tenang tanpa alat bantu nafas dihidungnya. Kondisi Anabell sudah lebih baik setelah mendapatkan perawatan intensif di kediaman pamannya oleh dokter terpercaya yang dipilih lansung oleh Billy. Mungkin percaya atau tidak justru kondisi Anabell makin membaik karena pertemuan pertamanya dengan Kiara walaupun gadis kecil itu belum sadar juga dari komanya.

"Ada apa tuan Billy?" tanya Kiara menangkap wajah cemas Billy.

"Ada orang utusan kedutaan menjemputmu untuk melakukan beberapa hal sebelum kamu kembali ke Indonesia. Aku akan meminta pelayan untuk membereskan barang-barangmu," ucap Billy.

"Benarkah...? alhamdulillah ya Allah, Engkau mengabulkan doa-doaku," ucap Kiara lalu menjatuhkan tubuhnya untuk bersujud.

Kiara terlihat girang dan ingin segera pergi secepatnya dari kediaman Billy. Ia lalu menatap wajah Anabell yang terlihat tenang. Wajahnya yang tadi ceria berubah murung menatap wajah malaikat kecil itu.

"Ya Allah, berilah kesembuhan pada gadis kecil ini. Kasihanilah dia ya Allah," ucap Kiara lalu mengecup kening Anabell dengan linangan air mata.

"Maafkan aku sayang karena harus meninggalkanmu di saat seperti ini. Aku yakin Allah akan segera menyembuhkanmu," kata-kata Kiara terasa sangat sesak saat diucapkannya.

Kiara segera melangkah perlahan dalam keadaan masih menangis. Billy tidak kuat melihat perpisahan itu. Sebelum langkah itu berakhir dipintu, ada suara lirih yang menghentikan langkahnya.

"Jangan pergi kakak cantik..! jangan tinggalkan aku...!" ucap Anabell sambil membuka perlahan matanya. Mendengar itu, Kiara dan Billy serentak berbalik melihat Anabell.

"Anabell....!" pekik keduanya menghampiri Anabell yang terlihat lemah dan berusaha bicara lagi untuk menahan langkah Kiara.

"Sayang. Kamu sudah sadar...?" tanya Kiara.

Billy mencium tangan kecil keponakannya sambil berurai air mata." Terimakasih Tuhan atas keajaiban ini," ucap Billy melihat Kiara dan Anabell saling memeluk.

"Tolong jangan pergi kak...! jangan pergi kak. Aku masih rindu padamu..!" ucap Anabell membuat Kiara makin pecah tangisnya. Ia menjadi serba salah saat ini karena urusan pribadinya juga belum selesai.

"Aku tidak meninggalkanmu. Aku hanya menyelesaikan beberapa hal penting di negaraku," ucap Kiara menenangkan Anabell.

"Tuan, tamu anda menunggu anda dan nona Kiara. Mereka harus membawa nona Kiara," ucap carlota.

"Baik carlota. Katakan kepada mereka kami akan segera keluar, " ucap Billy. Kiara membujuk Anabell dengan beberapa janji untuk menenangkan Anabell. Harusnya mereka merayakan kesembuhan Anabell bersama namun apa daya perpisahan itu harus kembali terjadi.

Dengan berat hati, Anabell meledak juga Kiara. Billy tidak kuat menahan kesedihannya melihat wajah melas Anabell menatap wajah Kiara dengan linangan air mata.

"Berjanjilah satu hal padaku kalau kakak akan menjadi tanteku," pinta Anabell. Kiara yang ingin buru-buru pergi hanya mengangguk setuju.

"Baiklah. Aku sangat senang menjadi tantemu, sayang," sahut Kiara mencoba tersenyum.

"Kalau begitu menikahlah dengan pamanku yang tampan ini," pinta Anabell membuat Kiara terperanjat sementara Billy sangat senang mendengar pinangan keponakannya pada Kiara.

"Yes baby. Kamu adalah hal terbaik yang paman miliki. Terimakasih Anabell," batin Billy pingin lompat jingkrak di kamar itu. Kiara tidak menjawab begitu saja.

"Akan aku pertimbangkan sayang," ucap Kiara lalu mengecup pipinya Anabell. Ia segera berlalu dari kamar itu. Beberapa menit kemudian dirinya sudah disambut oleh orang-orang kedutaan yang sangat mengenal sosok Kiara.

Gadis jenius yang sudah banyak memiliki jasa besar dalam mengungkapkan berbagai kejahatan di negara Indonesia. Hanya saja identitas Kiara tidak bisa diekspose di berbagai media karena adanya ancaman dari berbagai arah termasuk politikus di negaranya. Kiara tersenyum senang melihat orang-orang sebangsanya menyambutnya ramah.

"Kita pergi sekarang, Kiara?" tanya tuan Rafli.

"Iya pak," ucap Kiara walaupun hatinya tidak tega meninggalkan Anabell yang baru saja sadar dari komanya.

Ponsel Billy berdering. Ia segera menerima panggilan itu sambil menatap Kiara yang sudah masuk ke dalam mobil. Kiara ingin sekali mengucapkan beberapa kata pada Billy sebagai ucapan terimakasih namun Billy terlihat sangat serius menerima telepon dari seseorang.

"Tuan. Hasil visum nona Kiara sudah keluar. Keadaan tubuh nona Kiara akibat menerima pukulan berkali-kali menyebabkan darah membeku beberapa titik di syaraf nya. Seluruh kujur tubuhnya memar karena menerima penyiksaan dari seseorang yang belum kami ketahui tuan," jelas dokter yang memeriksa hasil visum Kiara.

"Apakah ada yang tidak beres dengan keadaannya saat ini?" tanya Billy penuh amarah pada Kelly.

"Iya tuan. Jika nona Kiara tidak menjalani perawatan maka besar kemungkinan dia akan mengalami...-" ucap dokter begitu takut meneruskan kalimat terakhirnya.

"Katakan ada apa dengan Kiara...?" pekik Billy yang tidak lagi melihat mobil para tamunya di halaman resort itu.

1
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus deh g jadi nikah🤭
Adi Sudiro
manusia egois udah pada bau tanah bukan nya sadar malah tambah edan
🌸UmmiMasPutro🌸
yg salah cucu kakek seandainya dya g ada amanda mgkn kiara bs jadi istri yg sholeha bkn cm nikah kontrak
🌸UmmiMasPutro🌸
bagus kiara batalin aja
Irul Nurjanah
lanjut
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh harus cepet di tangani kiara jgn sampe parah
🌸UmmiMasPutro🌸
sering di ajak ngomong kiara, Annabelle syg sm. kamu, insyAllah cpt sadar
🌸UmmiMasPutro🌸
waduh billy semangat ya kiara percaya Allah SWT
🌸UmmiMasPutro🌸
syukur alhamdulillah masih ada yg mU percaya kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
kiara lengah, sampe sampe passport di ganti dya g tau,
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga yg dihamil manda bukan anak evan
🌸UmmiMasPutro🌸
nama kakeknya amran tp lupa nama istrinya thor🤭
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
🌸UmmiMasPutro🌸: sama sama kakak author, tetep semangat ya menulisnya 🙏
total 4 replies
🌸UmmiMasPutro🌸
curiga nanti paman Annabelle yg bantu kiara
🌸UmmiMasPutro🌸
cerita sebagus ini nggak ada yang baca.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭
vitrienoor99
kapok kamu evert, diperjanjikan ga akan menyentuh Kiara tapi syarat dari kakek Hilman harus ada cicit dulu sebelum warisan jatuh ke evert🤣🤣
vitrienoor99
lanjutkan kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!