Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Tujuh Hari Berakhir
Waktu mengalir tanpa henti. Di dunia luar, tujuh hari berlalu dengan cepat dalam keheningan yang mencekam di sekitar Gunung Puncak Awan. Namun, di dalam Menara Ilusi Waktu, tujuh puluh hari penderitaan, terobosan, dan kegilaan sedang terjadi.
Di Lantai Pertama menara...
Gunung Batu Roh tingkat menengah yang sebelumnya dirampas dari Lembah Kabut Merah kini telah menyusut drastis, berubah menjadi tumpukan debu abu-abu tak bernyawa.
Di sudut timur, Ye Fan duduk bersila di atas batu lotus. Pedang Pemutus Surga mengambang di depannya, beresonansi dengan detak jantungnya. Niat Pedangnya yang dulunya liar kini telah memadat menjadi sebuah pilar cahaya keperakan yang menembus atap menara. Di dalam Dantian-nya, lautan Qi-nya telah mengkristal menjadi sebuah fondasi berbentuk bilah pedang kecil. Pembangunan Yayasan Dao Pedang!
Di sudut barat, Su Yue melayang beberapa sentimeter dari tanah. Seratus bilah Pedang Dedalu Perak berputar mengelilinginya dalam lintasan orbit yang sempurna, layaknya tata surya mini. Mata abu-abunya (di balik kain) memancarkan kebijaksanaan rasi bintang. Udara di sekitarnya begitu tajam hingga debu yang jatuh di dekatnya langsung terbelah menjadi ketiadaan. Pembangunan Yayasan Bintang Jatuh!
Dan di pusat ruangan, sebuah kepompong raksasa yang terbuat dari energi hitam pekat berdenyut layaknya jantung iblis kuno. Itu adalah Lin Tian. Sutra Iblis Penelan Surga telah mengubah tubuhnya menjadi pusaran tanpa batas. Ratusan Batu Roh meledak setiap detiknya, energinya disedot habis-habisan ke dalam kepompong tersebut.
Tiba-tiba, kepompong hitam itu retak. Sepasang mata yang segelap malam tak berbintang terbuka tajam, memancarkan aura membunuh yang membuat udara di dalam menara membeku. Pembangunan Yayasan Penelan Surga!
Hari Ketujuh. Pagi Hari di Dunia Luar.
Gunung Puncak Awan masih diselimuti oleh kabut mistis dari Formasi Awan Pembantai. Di pelataran utama yang tenang, Lin Chen sedang berbaring santai di atas sebuah kursi malas mewah yang terbuat dari Giok Salju (dibeli dari Toko Sistem seharga 100 Poin, karena menurutnya Master Sekte harus punya takhta outdoor yang elegan).
Ia sedang menyeruput Teh Spiritual Embun Pagi ketika suara dentuman genderang perang memecah kesunyian langit.
DUM! DUM! DUM!
Suara itu sangat keras, hingga menggetarkan dedaunan di Puncak Awan. Awan di ufuk utara berubah warna menjadi merah tua seolah terbakar. Bau belerang dan asap menyengat terbawa oleh angin.
Lin Chen meletakkan cangkir tehnya dengan anggun. "Akhirnya datang juga. Aku hampir bosan menunggu."
Di langit, lautan manusia berseragam jubah merah-biru turun seperti badai belalang. Tiga ribu murid elit Sekte Api Biru berbaris rapat, masing-masing memegang senjata yang memancarkan Qi api. Di depan mereka, puluhan Tetua dengan kultivasi tingkat akhir Kondensasi Qi terbang mengendarai berbagai monster burung berapi.
Namun, yang paling mencolok adalah sebuah kereta perang perunggu raksasa yang ditarik oleh dua ekor Badak Bertanduk Api (Monster Tingkat 3). Di atas kereta perang itu, berdiri Master Sekte Huo, jubah merahnya berkibar liar, memancarkan aura Puncak Pembangunan Yayasan yang menekan udara di sekitarnya hingga terdistorsi.
Pasukan raksasa itu berhenti tepat di luar batas lautan kabut Puncak Awan.
"LIN CHEN!!!"
Raungan Master Sekte Huo yang dicampur dengan energi spiritual menggema seperti guntur, menciptakan gelombang kejut yang menghantam Formasi Awan Pembantai, meski hanya membuat kabutnya beriak pelan.
"Bocah sombong! Kau membunuh utusanku! Kau membantai tambangku! Hari ini, Sekte Api Biru mengerahkan tiga ribu pasukan untuk meratakan gunung rongsokanmu ini! Keluar dari cangkang kura-kuramu dan berlututlah di hadapanku!"
Ribuan pasukan di belakangnya ikut berteriak, menabuh senjata mereka, menciptakan aura intimidasi yang bisa membuat kultivator biasa kencing di celana.
Di dalam formasi, Lin Chen hanya menguap. Ia menggunakan sedikit Qi untuk mengirimkan suaranya keluar.
"Berisik sekali. Tidakkah ibumu mengajarimu sopan santun bertamu di pagi hari?"
Suara malas Lin Chen terdengar jelas di telinga tiga ribu pasukan itu, membuat wajah Master Sekte Huo semakin merah padam karena dihina di depan pasukannya sendiri.
"Bagus! Kau ingin bersembunyi di balik formasi ilusi rendahan ini?! Seluruh Tetua! Serang kabut ini bersama-sama! Aku tidak percaya susunan yang dibuat oleh sekte sampah bisa menahan serangan gabungan kita!"
Para Tetua Sekte Api Biru mengangkat senjata mereka, bersiap melepaskan jurus terkuat mereka ke arah kabut.
Namun, sebelum ada satu pun serangan yang diluncurkan...
KREEEEEK.
Suara pintu batu yang sangat berat bergeser terbuka dari arah puncak gunung, bergema mengalahkan suara genderang perang.
Dari balik lautan kabut yang perlahan membelah, tiga pilar cahaya spiritual tiba-tiba meledak menembus langit!
Satu pilar memancarkan ketajaman pedang perak murni.
Satu pilar memancarkan cahaya rasi bintang yang anggun.
Dan satu pilar memancarkan kegelapan mutlak yang seolah ingin menelan matahari.
BOOOOOOM!
Tekanan aura yang menyertai ketiga pilar itu menyapu keluar, menghantam pasukan Sekte Api Biru seperti badai topan badak raksasa. Burung-burung monster yang ditunggangi para Tetua menjerit panik dan mulai tidak terkendali.
Master Sekte Huo membelalakkan matanya, memegangi pinggiran kereta perangnya. "T-Tekanan ini... Pembangunan Yayasan?! Ada tiga fluktuasi Pembangunan Yayasan?! Mustahil!"
Dari balik kabut yang terbuka, tiga sosok pemuda-pemudi perlahan melayang naik ke udara, berdiri sejajar menghadapi armada raksasa tersebut.
Ye Fan, dengan Pedang Pemutus Surga di tangannya, memancarkan aura Pembangunan Yayasan Lapis 1. Jubah putihnya berkibar, Niat Pedangnya begitu tajam hingga memotong awan di sekitarnya.
Su Yue, gadis buta mungil, melayang dengan seratus bilah pedang perak yang mendengung di sekelilingnya seperti malaikat maut. Aura Pembangunan Yayasan Lapis 1-nya tenang namun mematikan.
Dan di tengah, Lin Tian. Pemuda kurus yang dulu adalah budak tambang hina, kini memancarkan aura Pembangunan Yayasan Lapis 2! Matanya segelap jurang, dan beliung patah di tangannya telah sepenuhnya diselimuti oleh Devouring Qi hitam.
Ketiganya membungkuk hormat ke arah pelataran utama. "Murid telah menyelesaikan pelatihan terasing! Memohon arahan Guru!"
Suara Lin Chen yang santai namun penuh otoritas mengalun dari bawah. "Ada banyak sampah yang mengotori halaman depan rumah kita. Bersihkan."
"Murid laksanakan!"
Tiga murid jenius itu berbalik serempak, menatap lautan merah Sekte Api Biru. Tatapan mereka bukan tatapan orang yang sedang dikepung oleh tiga ribu musuh, melainkan tatapan harimau kelaparan yang melihat sekawanan domba gemuk.
Di atas kereta perangnya, Master Sekte Huo nyaris gila. "K-kalian! Bukankah kalian bocah-bocah Kondensasi Qi yang dilaporkan mata-mataku?! Bagaimana mungkin dalam tujuh hari kalian menembus Pembangunan Yayasan?!"
Lin Tian tertawa keras, tawa yang dipenuhi dengan dendam yang tertahan selama tiga tahun. Ia mengangkat beliung hitamnya dan menunjuk lurus ke arah Master Sekte Huo.
"Master Sekte Huo! Ingatkah kau pada Klan Lin di Kota Kayu Besi?! Ingatkah kau pada darah ratusan orang yang kau bantai tiga tahun lalu demi liontin pusaka?!" Raungan Lin Tian dipenuhi aura iblis, membuat langit di sekitarnya menjadi redup. "Hari ini, aku tidak hanya akan mengambil nyawamu! Aku akan menghancurkan fondasi sektemu hingga tidak ada satu anjing pun yang tersisa!"
"Sombong! Memangnya kenapa jika kalian bertiga baru menembus Pembangunan Yayasan?! Aku berada di Puncak! Pasukan, bunuh—"
Belum sempat Master Huo memberi perintah, Ye Fan sudah bergerak.
"Adik Lin Tian, Master Sekte itu milikmu. Biarkan aku dan Adik Su Yue yang mengurus keroco-keroco ini."
Sring! Ye Fan menghilang dari posisinya, langsung terjun bebas ke tengah lautan tiga ribu pasukan Kondensasi Qi layaknya meteor hitam.
"Niat Pedang Pembelah Lautan!"
Satu ayunan dari Pedang Pemutus Surga di tangan seorang ahli Pembangunan Yayasan menciptakan gelombang sabit hitam sepanjang lima puluh meter!
CRAT! CRAT! CRAT!
Ratusan murid Sekte Api Biru terpotong menjadi dua bersama dengan senjata dan perisai mereka dalam satu detik! Jeritan kematian langsung meledak memenuhi langit.
Su Yue tidak mau kalah. "Formasi Seratus Bintang... Hujan Meteor."
Ia mengayunkan tangannya dengan elegan. Seratus pedang peraknya membelah diri menjadi ratusan ilusi Qi pedang, melesat turun seperti hujan perak yang menembus dada para Tetua dan murid elit yang mencoba terbang melarikan diri. Siapa pun yang disentuh oleh cahaya perak itu langsung jatuh tak bernyawa.
Pembantaian sepihak kembali terjadi. Bukan tiga ribu orang mengepung tiga orang, melainkan tiga monster sedang memanen ladang gandum!
Melihat pasukannya dibantai seperti babi, Master Sekte Huo menggeram marah hingga matanya berdarah. Ia melompat dari kereta perangnya, tombak api raksasa muncul di tangannya.
"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!"
Namun, sebelum ia bisa mendekati Ye Fan, sebuah pusaran hitam tiba-tiba muncul di depannya, menelan api Qi-nya secara instan. Lin Tian melangkah keluar dari pusaran itu, matanya menatap Master Huo dengan senyum malaikat pencabut nyawa.
"Lawanmu adalah aku, Anjing Tua!" Lin Tian mengayunkan beliungnya. "Teknik Penelan Surga: Jurang Keputusasaan!"
Energi spiritual di sekitar mereka langsung tersedot ke dalam senjata Lin Tian, memotong koneksi Master Huo dengan energi alam.
Pertarungan hidup mati antara Master Sekte yang arogan dan murid pembalas dendam yang penuh kebencian resmi dimulai di atas langit Gunung Puncak Awan!
Sementara itu, di bawah, Lin Chen hanya menyesap tehnya, menonton pertunjukan sambil tersenyum melihat Poin Reputasi di panel sistemnya yang melonjak naik tanpa henti.