NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Raja melajukan mobilnya, lalu berhenti tepat dihalaman masjid pinggir jalan. Sudah terbiasa sholat di awal waktu membuat pria itu menyegerakan selagi bisa.

“ Turun dulu ya, sudah maghrib, nggak baik jalan terus,” ujar pria itu menepikan mobilnya.

Sepitas bayangan tentang orang asing yang membahayakan langsung sirna. Sepertinya pemuda itu memang berniat menolong,walaupun caranya sekonyol orangnya.

Sarah ikut turun, berjalan sebelah kiri lalu masuk di bagian putri setelah mengambil wudhu. Sepintas gersang hati sirna mendapat kultum petang ini usai menunaikan tiga rakaat wajib tepat waktu.

Ia masih duduk tertunduk sembari menghayati kat demi kata motivasi kehidupan. Mungkin saat ini memang dirinya tengah berada di titik kehancuran, tetapi bukankah manusia beriman harus selalu percaya kuasa Allah.

“Maafkan aku ya Rabb, hamba yang banyak dosa dan putus asa,” batin Sarah seakan mempunyai asa kembali.

Mencoba berdamai dengan hati dan keadaan walau pahi rasanya. Berharap kebaikan selalu menaunginya.

“Berdoanya lama, banyak mintanya ya?” Seloroh Raja begitu mendapati Sarah keluar dan mendekati mobilnya.

“Baru tau kalau ada orang sekepo ini,” jawab gadis itu melebarkan bibir bawahnya.

“Hahahah. Kepo is my passion, ayo pulang!” ajak pri itu berniat mengantar gadis yang baru dikenalnya.

“Terima masih banyak, cukup sampai disini saja. Aku akan pulang dengan taksi,” tolak Sarah sungkan. Baru juga kenal tidak mau merepotkan. Apalagi keadaannya saat ini membuat dirinyaa tak berniat mengenal dekat pria manapun.

“Eh, mana taksinya? beneran apa bohongan.”

“Beneran, ini udah pesan taksi, kamu boleh melanjutkan perjalananmu.”

“Ngomongnya udah kaya musafir nggak sih, melanjutkan perjalanan,berasa jauh,” ujar pria itu selalu asyik.

Bertemu dengan orang baru dengan karakter yang unik tetapi religius membuat Sarah yang tengah dirundung duka menjadi sedikit terhibur. Masih ada orang baik di sekitarnya.

“Emang benar kan? Mau lanjutin pulang?” kata perempuan itu benar adanya.

“Iya, tapi biar akunya tenang, nunggu taksi kamu datang ya, takutnya lama dapatnya, ini sudah malam.”

“Terima kasih, tapi emang kamu nggap sibuk, bukannnya anak koas itu biasanya super sibuk ya?” tebak Sarah menurut pengetahuannya.

“Alhamdulillah sibuk, tadi shif pagi, makanya sore udh pulang. Kamu sekolah, kuliah, atau kerja.”

“Kuliah, eh ya itu sepertinya pesenan taksi aku datang. Duluan ya,” pamit Sarah mengangguk ramah. Melambaikan tangan dengan senyuman.

“Hati-hati….. jika Tuhan berkehendak, pasti bertemu lagi,” ucap Raja balas tersenyum teduh.

“Terima kasih orang baik, semoga harimu menyenangkan,”batin Sarah dari balik kaca mobil menatap Raja yang masih tersenyum kearahnya.

Hati gadis itu tak segalau tadi, setidaknya jauh lebih baik. Hidup terus berjalan, tidak ada gunanya terpuruk dengan masa lalu yang menyedihkan. Sarah ingin kembali bangkit dan mencoba melupakan kejadian kelam itu. Hanya dirinya yang mampu melawan rasa ketidak percayaan diri itu.

Gadis itu sampai rumah selepas isya. Hal yang jarang sekali Sarah lakukan. Biasanya ia akan pulang tepat waktu, bila izin keluar mentok sebelum maghrib sudah sampai rumah.

Saat gadis itu tengah berjalan di bawah rembulan malam. Seseorang memperhatikannya dari atas balkon kamarnya. Lingga melihat Sarah yang pulang. Pria itu mencibir gemas melihat gadis itu doyan keluyuran malam-malam.

“Tampangnya sok lugu, setiap malam keluyuran, gadis aneh,” guman pria itu menatap jengah. Ia memperhatikan gadis berhijab itu sampai menghilang dari pandangan.

Suara ketukan diujung pintu menyudahi tatapannya yang terus mengintai.

“Mas Lingga, ditunggu ibu sma bapak makan malam,” seru mbok dari balik pintu.

“Iya mbok,makasih,” jawab Lingga lalu keluar. Bergabung dimeja makan. Terlihat Bu Alice dan Pak Regan sudah mengisi piring masing-masing.

Sementara Bu Maryam sibuk menyiapakan menu makan malam.

“Sarah sudah sembuh mbok?” tanya Bu Alice yang belum mengetahui kabarnya lagi.

“Sudah Bu, sudah mulai masuk kuliah,” jawab Bu Maryam lalu kembali kebelakang.

“Syukurlah…. Kasihan sekali sakit, sudah aku gadang-gadang buat ngasih job,” ujar Bu Alice merekomendasikan Sarah sebagai brand ambassador di klinik kecantikannya.

“Kayak nggak ad cewek lain aja Ma, nggak kuat bayar?” Cibir linggah entah selalu memandang sebelah mata.

“Banyak, tapi yang cantik dan sholehah kayak dia tuh langka. Mama tuh seneng banget, Sarah itu cantik dan sangat menjual, sangat cocok menjadi brand di klinik mama,” jawab Bu Alice yakin. Wajahnya yang cantik dan natural itu yang menjadi magnet tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

“Emangnya dia udah mau? Kalau nggak mau jangan di paksa terus Mq,” ujar Pak Regan memperingatkan. Istrinya kalau sudah punya kemauan selalu ngeyelan.

“Lagi usah Pah,makanya besok aku mau ajak dia main-main ke klinik. Semoga dia mau,” ujat Bu Alice penuh harap.

“Ga, besok mama minta tolong ya, jemput Sarah pulang kuliah sekalian kamu pulang.”

“Mana bisa gitu Ma, dia pulang jam berapa aku juga nggak tahu. Kita beda jurusan dan fakultas,” tolak Lingga jelas tidak mau.

“Ya ampun…… hari gini kok ribet,ya ditanya, ditelpon kan bisa. Pokoknya besok kamu harus bantu mama bawa Sarah kehadapan mama, ini perintah, nggak usah nawar.”

“Mama apaan sih! Suruh pakai taksi kan bisa!”

“Ga!” Pak Re memperingatkan putranya. Ia paling tidak suka ribut-ribut.

“Iya,iya, besok Lingga usahain. Nyusahin mulu tuh cewek,” guman Lingga tak ada pilihan.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!