NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18| Marten

Ara sedang sendirian di ruangannya. Jason pergi ke kantor, karena lelaki itu ada rapat penting dan Nara tidak di beri cuti oleh manajernya untuk menemani Ara di rumah sakit.

Nara sudah terlalu banyak mengambil cuti, sehingga jatah cutinya sudah habis. Ara membaca novel yang di bawakan Nara agar tidak bosan, Ara tersenyum membaca novel yang bergenre romantis dan komedi itu. Nara sangat pengertian dan selalu membuat moodnya kembali lagi, ia sangat bersyukur memiliki sahabat sepertinya.

“Asik sekali sampai tidak menyadari kedatanganku!” seru seseorang yang berdiri di samping Ara, Ara terkejut dan menemukan sosok Marten yang sudah di ruangannya.

“Kau mengejutkanku saja!” kesal Ara membuat Marten tertawa kecil dan mengacak rambut Wanita itu.

“Kau sangat menggemaskan, jika sedang marah begitu,” goda Marten yang di balas dengus kesal.

“Maaf-maaf, aku tidak sengaja tadi. Habisnya kau dipanggil dari tadi, tapi kau terlalu fokus dengan novel di tanganmu itu,” jelas lelaki itu.

“Kau harus mentraktirku es krim, baru aku akan memaafkanmu!” seru Ara.

“Oke, aku akan mentraktirmu es krim. Tapi, kau berjanji harus kembali sembuh dan jangan lakukan hal berbahaya seperti ini!” titah Marten yang dibalas anggukan dari Ara.

“Kau belum memakan makananmu?” tanya Marten saat melihat makanan untuk Ara yang masih utuh.

Ara hanya memperlihatkan giginya dan lelaki itu sudah tahu dengan jawabannya.

“Kau harus makan! Katanya kau ingin di traktir es krim?”

Ara hanya tersenyum kikuk.

“Iya aku akan makan, tapi nanti,” jawab Ara yang membuat Marten langsung mengambil tempat makan wanita itu.

Ara melihatnya dan ia tidak mengerti sampai lelaki itu menyodorkan sendok yang sudah terisi nasi.

“Kau menyuapiku?” tanya Ara yang di balas anggukan oleh Marten.

Ara menggelengkan kepalanya dan ia membuka mulutnya menerima suapan dari lelaki itu. Marten tersenyum saat Ara tidak menolaknya.

Marten terus menyuapi Ara yang sedang fokus dengan novel, sesekali ia memandangi wajah cantik Ara.

“Sudah habis!” kata Marten membuat Ara membulatkan kedua matanya dan melihat tempat makannya yang sudah bersih, ini tidak biasa baginya. Wanita itu tidak pernah bisa mengahabiskan makanan sebanyak itu, tapi dengan Marten ia bisa menghabiskannya tanpa tersisa sama sekali.

“Wah, akhirnya aku bisa menghabiskan makananku,” bangga Ara menatap tempat makan itu dengan mata berbinar, Marten begitu gemas dengan wajah polos yang selalu bisa membuatnya tertawa.

“Kau sudah lama di sini?” tanya Jason yang baru datang, ia melepaskan dasinya dan jasnya.

Jason melangkah mendekati mereka setelah meletakkan jas dan dasinya di sofa.

“Hai, sayang,” sapa Jason sambil mengecup bibir Ara sekilas tepat di hadapan Marten.

Marten cukup terkejut dengan perubahan temannya itu, tapi ia bersyukur akhirnya Jason mau berubah juga.

“Tidak terlalu lama, setengah jam yang lalu,” jawab Marten yang menyingkir dan kini duduk di sofa.

“Oh,” balas Jason yang masih mengusap pelan puncak kepala Ara, hal itu tentunya tidak lepas dari penglihatan Marten.

“Kau sudah makan?” tanya lembut Jason kepada Ara.

“Sudah, baru saja selesai makan,” jawab Ara menyandarkan kepalanya di dada bidang Jason.

“Kau minum obat dulu, ya!” Jason memberikan obat kepada Ara dan segelas air.

Ara meminumnya dan Jason masih setia memperhatikannya. Termasuk Marten yang masih terdiam di sofa dan menyaksikan semua itu. Marten menghela napas kasar dan mengusap pelan wajahnya.

“Kau ingin istirahat?” tanya lembut Jason yang di balas gelengan pelan.

“Tidak, aku ingin membaca novel ini!” tunjuk Ara.

“Ya sudah, aku ingin menemani Marten dulu. Kalau kau ingin sesuatu, panggil saja aku!” Jason mencium kening Ara, sebelum ia melangkah menghampiri Marten yang sendirian di sofa.

Jason duduk di sofa hadapan Marten dan ia membelakangi Ara. Marten masih menatap ke arah Ara dan Jason menggeram kesal saat mengetahuinya, ia menatap tajam Marten yang masih tidak menyadari keberadaannya.

Jason berdeham untuk menyadarkan Marten dan terbukti Marten tersenyum kikuk saat baru mengetahui Jason sudah berada di hadapannya.

“Kau tahu Ara masuk rumah sakit dari siapa?” tanya Jason yang memang tidak mengabari Marten tentang Ara.

Marten menyandarkan punggungnya di sofa dan ia menatap tajam Jason.

“Aku tahu dari Ayahmu,” jawab Marten.

“Hm, aku lupa mengabarimu. Soalnya aku masih terkejut dengan keadaan Ara,” balas Jason.

“Tidak apa, aku mengerti. Kau sebagai seorang suami pastinya sangat kebingungan saat terjadi sesuatu dengan istrimu,” ujar Marten membuat Jason tersenyum kecil.

“Tapi, aku tidak habis pikir denganmu! Kenapa kau bisa membuat Ara melakukan hal itu?” tanya Marten dengan suara dinginnya.

Percakapan mereka tidak di dengar oleh Ara, karena suara mereka memang di pelankan agar Ara tidak mengetahuinya.

“Apa yang ku lakukan waktu itu bukan urusanmu! Ara adalah istriku dan terserah aku memperlakukannya bagaimana! Kau tidak perlu mencampurinya!” ujar Jason dengan nada penuh penekanan di setiap akhir katanya.

Marten tertawa sinis dan menatap geli ke arah temannya itu.

“Iya, aku tahu kalau Ara adalah istrimu! Tapi, kau tidak bisa memperlakukannya seperti itu! Apalagi kau sampai melukainya hingga dia hampir kehilangan nyawanya sendiri. Apakah itu wajar? Menurutku tidak! Kau sebagai lelaki seharusnya melindunginya bukan menyakitinya dan menambah luka di dirinya!” jelas Marten membuat Jason mengepalkan tangannya, ia tidak terima dengan sang teman yang berani menasihatinya.

“Hm, aku tahu apa yang kau maksud!” desis Jason menatap dingin Marten.

“Maksudmu?” bingung Marten.

“Kau menaruh hati kepada istriku kan?” pertanyaan Jason itu membuatnya tidak terkejut sama sekali, malahan Marten tersenyum lebar dan Jason ingin sekali memukul wajah menyebalkan itu.

“Ternyata kau sudah mengetahuinya ya?” kekeh Marten yang sangat menjijikan itu di telinga Jason, ia mati-matian menahan emosi untuk tidak melayangkan pukulan kepadanya. Karena, Jason masih menganggap Marten teman terbaiknya.

“Kau tidak boleh meneruskan perasaanmu itu, karena Ara adalah istriku! Istri dari temanmu!” gertak Jason.

“Aku tidak akan berbuat nekat, kau tenang saja! Tapi, ingat satu hal ini!” seru Marten dengan serius.

Jason terdiam dan menatapnya dengan datar.

“Kalau kau sampai berani menyakitinya lagi! Aku tidak akan diam saja dan akan ku pastikan Ara berada di tanganku!” ancam Marten yang dibalas tawa sinis dari Jungkook.

“Hal itu tidak akan pernah terjadi, jadi ingatlah posisimu Park Marten! Jeon Ara adalah istri dari seorang Jeon Jason dan Jeon Jason tidak akan pernah melepaskannya untuk siapa pun!” ujar Jason dengan serius dan Marten tersenyum lebar mendengarnya.

“Aku pengang kata-katamu itu!” balas Marten sebelum bangkit dari duduknya dan melangkah ke rah Ara untuk berpamitan, ia ada rapat di kantornya, sehingga tidak bisa berlama-lama.

“Kau akan menjengukku lagi kan?” tanya Ara dengan suara sedihnya, tangan Marten terulur untuk mengelus puncak kepalanya. Tapi, tangannya hanya melayang di udara saat Jason lebih dulu mengelus puncak kepala Ara.

“Marten pasti menjengukmu lagi, sayang. Tapi, sekarang sia ada pekerjaan penting, jadi dia harus cepat kembali,” jelas Jasob membuat Ara menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, aku pamit dulu. Bye Ara, Jason,” pamit Marten.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!