Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Ratih
Rania dan Anne sudah selesai berbelanja, mereka berdua banyak membawa paperbag pada kedua tangannya.
"Ayo kita pulang, aku sudah sangat lelah." tukas Rania sambil berjalan kearah lift.
"Nona, barang belanjaan kita sangat banyak. Bagaimana bila nyonya Ratih tahu, uangnya sudah tidak ada didalam kotak."
"Kamu tenang saja, aku yang akan urus semuanya." balas Rania sambil masuk kedalam lift yang terbuka dan di ikuti Anne.
Ting!"
Pintu lift terbuka lebar, mereka berdua keluar dan berjalan kearah lobby.
Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan lobby mall. Berjejer sepuluh orang pria berpakaian jas hitam. Sang bodyguard membukakan pintu untuk sang ceo keluar dari dalam mobil.
Pria tampan rupawan berkacamata hitam turun dari mobil. Tuxedo hitam melekat di tubuhnya yang atletis, jam rolex limited edition menambah kesan macho. Aura dingin begitu mendominasi, angkuh, sombong dan tidak mudah tersentuh.
Para bodyguard membungkuk hormat saat sang ceo berjalan dan melewati mereka. Beberapa bodyguard berlari dan mengamankan pengunjung untuk tidak menghalangi jalan sang CEO.
Pintu kaca terbuka, sang CEO di persilahkan untuk jalan terlebih dahulu, dan sepuluh bodyguard tetap berjaga di belakang sang CEO.
Sekuriti Mall beri keamanan khusus untuk sang CEO, orang-orang yang menyaksikan kehebohan itu hanya melihat dari jarak jauh, sebab pengawalan ketat untuk sang CEO mengundang pengunjung Mall untuk melihat.
"Minggir... minggir kalian, Tuan besar akan masuk lift." seru sekuriti menghalau pengunjung untuk melewati jalan tersebut.
"Hey apa-apaan kau? melarang kami untuk lewat!" tukas Rania kesal. sebab ia sudah sangat kelelahan setelah satu hari berbelanja. Ia hanya ingin cepat-cepat pulang dan tidur.
"Tuan besar akan lewat! Kau carilah jalan lain atau kau tetap diam disini sampai tuan besar lewat!" sahut beberapa sekuriti yang berjaga.
"Hey! Mall ini jalanan umum! Kalian tidak bisa melarang kami seenaknya!"
"Jangan keras kepala nona! Kami hanya menjalankan tugas. Pemilik Mall ini baru pulang dari luar negri, ia akan mengadakan meeting tahunan di ruangan paling atas."
Rania berdecak, "Itu bukan urusan pengunjung! Ayo Ann, kita jalan terus."
"Nona jangan nekad, lebih baik kita tunggu sampai orang penting itu lewat."
"Tidak bisa! Aku hanya ingin istrahat dan cepat-cepat pulang!"
Rania langsung menerobos dan melewati para sekuriti yang berjaga. Anne tampak bingung dan terkejut dengan sikap Clara yang bar-bar. Perubahan yang di alami majikannya bertolak belakang dengan sifat asli Clara. Clara gadis yang lembut dan tidak pernah berkata kasar apalagi menentang orang. Tapi sekarang, sifat Clara berubah 180 derajat.
"Anne ayok jalan, kenapa kamu malah bengong!" sahut Rania
"Iy-a! Balas Anne sambil mengikuti Rania.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Rania merasakan tubuhnya berbenturan dengan seseorang. "BRUKK!"
"Aawww!" pekik Rania, paperbag di tangannya langsung berjatuhan ke lantai.
Rania mengangkat wajahnya dan menatap tajam pria yang berdiri di depannya. "Heh! Kau tidak punya mata ya!"
"Lihat! Belanjaan ku berantakan di lantai! Kau harus ambilin semuanya!" tukas Rania sambil menunjuk pria tersebut.
"Hey! Hati-hati nona, anda sedang berbicara dengan tuan kami!" sahut pria berjas hitam yang berdiri di belakangnya.
Saat sang bodyguard ingin menarik tangan Rania, pria tampan berkacamata hitam itu mengangkat tangannya. Seakan memberi kode pada sang bodyguard untuk berhenti. Pria bertubuh tinggi besar itu seperti mengerti, ia mundur kebelakang punggung pria tersebut.
Pria dingin itu menepuk-nepuk jasnya, seakan membuang debu yang melekat di jas. ia membuka kacamata hitamnya dan berkata dengan nada dingin. "Bereskan barang-barang wanita itu!"
Selesai memberikan perintah, pria dingin itu langsung melangkah pergi tanpa menoleh. Dua orang bodyguard langsung memunguti barang belanjaan Rania dan memberikan padanya. Kemudian dua orang bodyguard tersebut berjalan di belakang rekannya.
"Nona!" panggil Anne membuyarkan lamunan Rania.
"Kenapa Nona nekad sih, untung pria itu tidak membawa kita ke kantor polisi."
"Memangnya kita pencuri? Mau dibawa ke kantor polisi? ayok kita pulang!"
Rania dan Anne melangkah pergi meninggalkan Mall. Lalu memesan taksi untuk pulang kerumah. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di kediaman Ratih. Rania dan Anne membawa semua belanjaan nya.
"Nona tunggu! bagaimana bila Nyonya Ratih murka melihat semua belanjaan ini. Aku takut Nyonya Ratih menghukum Non Clara dan aku di pecat."
"Huft! Aku sudah katakan berkali-kali, kamu tidak usah khawatir. Biar ini menjadi urusan ku!"
"Ayo masuk!"
Anne yang ketakutan mengikuti langkah Rania di belakangnya. Rania membuka pintu utama, ia melihat ruangan nampak sepi dan tidak ada siapapun disana. Saya gadis itu sudah melewati ruangan tamu, tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.
"Berhenti!"
Rania sangat tahu siapa yang meneriakinya. Ia berhenti dan membalikkan tubuhnya. Ia melihat Ratih duduk di kursi kulit, tatapannya sangat menakutkan dan aura mencekam begitu terasa.
"Ann, bawa semua belanjaan ini ke kamar, aku akan urus wanita tua ini!" bisik Rania, sambil menyerahkan semua paperbag ketangan nya.
Anne yang ketakutan melangkah cepat menaiki anak tangga.
"Anne tunggu! mau kemana kamu?!
Gadis itu berhenti di anak tangga kedua, lalu menoleh "Sa-ya mau taruh belanjaan ini di kamar nona Clara." ucapnya terbata.
"Anne! Cepat bawa semua barang-barang ku ke kamar!
Anne tampak bingung, ia harus mengikuti perintah siapa?"
"Anne, tidak usah takut. Yang gajih kau itu Kakek ku bukan? Aku juga berhak perintahkan dirimu."
"Hey sudah berani kau mengatur di rumah ini! Dasar pencuri!" teriak Ratih.
Wanita itu mengambil cemeti/cambuk di dalam lemari, lalu mengarahkan cambuk itu ke tubuh Clara. Dengan cepat Clara berhasil menangkap ujung cambuk dan menariknya.
"Berani sekali kau ingin mencambuk tubuh ku ini! Dulu aku hanya diam dan mengalah. Tapi sekarang tidak! Bentak Rania, cambuk itu sudah berpindah ke tangan Rania.
Rania menyeringai "Bagaimna bila gantian, kau saja yang aku cambuk!"
Ratih terkejut, bola matanya terbelalak. Ia mundur kebelakang selangkah demi selangkah. "Apa-apaan kau ini Clara! Berani sekali ingin mencambuk ku!"
"Kenapa tidak! Kau ibu tiri yang sangat jahat!" bentak Clara sambil menghentakkan cambuk ke lantai, terdengar suara menakutkan dari cambuk tersebut.
"Awas saja kalau berani mencambuk ku. Ronald akan membalas mu! kau akan di hajar habis-habisan oleh adikku!" ancam Ratih, namun ancaman itu tidak membuat Rania ciut.
ikuti terus kelanjutannya ya All... Kalau banyak yang baca karya ini, bunda akan lanjut terus.
Jangan lupa LIKE setelah membaca, berikan VOTE/ GIFT, sertakan komentar kalian yang banyak All 🥰🥰
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍