NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

Flo berlari di koridor rumah sakit, ia lalu membuka setiap tirai ruang rawat. Dia tampak panik saat ini.

“Dimana dia,.” Gumam Flo, wajahnya masih tampak panik. Dia lalu berlari lagi, orang yang ia cari belum ia temukan sama sekali.

Saat berlari Flo tak sengaja menabrak seseorang membuatnya terdorong,

“maaf,. Maaf saya nggak se..Loh pacar Ares. Kenapa disini?” kaget Vano yang ternyata menabrak Flo.

“Kau tahu Dimana orang yang baru saja kecelakaan di rawat?” tanya Flo terburu-buru.

“Orang kecelakaan? Ares nggak kecelakaan”

“Bukan dia bodoh, tapi adikku yang kecelakaan.” Maki Flo,

“Adikmu? Siapa adikmu biar aku cari tahu Dimana dia di rawat”

“Vincent,”

“oh Vincent, yang baru saja di serempet orang tadi. Dia masih di IGD” jawab Vano.

“Masih di IGD, kenapa nggak di pindah di ruang rawat? Rumah sakit macam apa ini, Dimana IGD nya?”

Vano hanya bisa menggelengkan kepala dengan sikap Flo, lalu dia menunjukkan arah IGD di rumah sakitnya.

Flo langsung berlari kembali, padahal saat ini badannya terasa tidak enak. Tapi saat mendengar telpon dari adiknya yang bilang kecelakaan membuatnya langsung pergi.

“Ares ketemu dia Dimana coba?” gumam Vano menggelengkan kepalanya, lalu dia berjalan pergi kearah lain.

………..

Saat sudah sampai di IGD, Flo mencari keberadaan Vincent dan matanya melihat Vincent Tengah duduk di ranjang rawat berbicara dengan seorang dokter berbadan tinggi.

“Kau bodoh atau apa hah sampai bisa kecelakaan, punya mata atau tidak” seru Flo berjalan mendekat. Dia terlihat emosi menatap Vincent.

“Vincent dan dokter itu langsung melihat kearah Flo, bukan mereka berdua saja yang melihat tapi pasien lain dan juga para dokter dan perawat yang ada di IGD melihat kearah Flo.

“kak, jangan keras-keras pasien lain terganggu” ucap Vicent sambil menaruh telunjuknya di depan mulutnya, memberi arahan pada Flo untuk tidak berisik.

Flo melihat kearah adiknya memastikan kalau Vincent tak terluka parah, dia hanya melihat siku dan kening Vincent yang diberi perban kecil.

“Bodoh jadi orang, kenapa bisa?” tanya Flo saat sudah sampai di depan Vincent.

“Aku mau menyebrang jalan, tapi ada motor yang nerobos lampu merah”

“Nyebrang jalan, memang kau mau kemana?”

“beli makan di restaurant depan kantor”

“bodoh kamu, gunanya jadi pimpinan Perusahaan apa kalau makan saja harus beli sendiri” cibir Flo.

“Sudahlah kak, ngomong-ngomong makasih sudah datang”

“Karena kebodohanmu itu aku seperti orang gila mengerti”

“Maaf, aku pikir kau tidak perduli lagi denganku makanya aku mengetesmu” lirih Vincent sedikit menunduk merasa bersalah.

“Bukannya kau yang tidak perduli lagi denganku setelah tahu kenyataan” ucap Flo sambil melipat tangannya di dada. Vincent lalu mendongak menatap Flo.

“Bukan begitu kak, aku cuman merasa..” ucap Vincent dia tak bisa melanjutkannya. Jujur ia akui, ia merasa bersalah dengan kakaknya.

“hemmm,.” Deheman dokter tinggi tegap itu mengalihkan suasana. Flo lalu menatap dokter tersebut.

“ngomong-ngmong ngapain lo masih disini,?” ketus Flo.

“Dia temanku kak” ucap Vincent.

“Hy, kenalkan aku Hans teman adikmu sekolah dulu”

Flo tak membalas uluran tangan itu, dia hanya menatapnya sinis. Lalu ia menatap kearah Vincent,

“Lukamu tidak parahkan, kalau begitu aku pergi dulu. Aku masih ada urusan” pungkas Flo akan pergi. Tapi tangannya di Tarik oleh Hans.

“kenalkan dulu siapa namamu?” tanya Hans.

Flo langsung menarik tangannya kembali,

“Kurang ajar main Tarik tangan orang, dokter nggak ada etika”

“Kau sakit?’ ucap Hans malah bertanya.

“kau sakit kak?” tanya Vincent.

“nggak, aku pergi dulu” ucap Flo dan akan berbalik.

“Kak biar di antar Hans, mobilmu biar aku yang pakai”

“Ngapain kau pakai mobilku, nggak”

“mobilku masih di kantor, aku pakai mobilmu biar papa nggak curiga kalau aku habis kecelakaan. Kamu mau aku kenapa semprot?”

Flo diam, dia memikirkan adiknya. Benar juga kata Vincent pasti kalau Victor tahu pria itu akan marah-marah tidak jelas kalau Vincent kecelakaan.

…………………….

Ares terbangun dari tidurnya, dan mendapati sebelahnya sudah kosong taka da Flo.

“Dia kemana?” Ares langsung berdiri dari duduknya, dia panik mencari Flo yang sudah tidak ada. Ia lalu berjalan ke arah kamar mandi. Tapi kamar mandi kosong, lalu ia berjalan keluar kamar tapi Flo juga tidak ada d luar kamar. Ia lalu mencari ponsel miliknya di atas meja dekat sofa ruang tamu.

Dia langsung menelpon Flo, tapi malah ia mendengar suara ponsel dari dalam kamar. Ares melihat kearah kamar dan mendaati ponsel Flo ada di atas tempat tidur.

“kemana dia sebenarnya,” Ares mulai gelisah, pikirannya tak tenang. Buru-buru ia menelpon Topan siapa tahu Flo pulang kerumah. Tapi sama saja panggilannya tak di angkat.

Karena Topan tak mengangkat panggilannya juga, Ares langsung berlari keluar dari kamar hotel Flo. Dia langsung menuju lift yang tak jauh dari sana.

“Dimana dia? Kenapa dia pergi tanpa membawa Hp nya. Semoga kau tidak melakukan hal bodoh” Ares benar-benar gelisah memikirkan Flo yang saat ini entah kemana.

Di dalam lift Ares terus-terusan menelpon Topan tapi tak di jawab juga.

“orang ini kemana sih, sial” geramnya kesal karena Topan tak kunjung mengangkat panggilannya.

Dan lift sudah berhenti di lantai dasar, Ares lalu keluar menuju lobby dan baru saja dia akan keluar ia sudah melihat Flo yang berjalan dengan seorang pria berkemeja biru.

Dengan cepat dia menuju kearah Flo, Langkah tegasnya begitu cepat tak butuh waktu lama ia kini sudah berada di depan Perempuan itu yang tampak terkejut melihatnya.

“Kau disini?” tanya Flo saat Ares sudah di depannya.

“YAKKKK….Kau darimana saja?” bentak Ares

Flo sedikit terkejut dengan bentakan itu, begitu juga Hans yang berdiri di sebelahnya. Dia menatap Ares dengan penuh tanya.

“Aku baru saja dari rumah sakit? Kenapa? Kau mencariku ya? Ciee nyariin aku” Flo malah menggoda Ares.

Ares diam saja menarik tangan Flo agar semakin mendekat padanya.

“kenapa kerumah sakit? Kau sakit?” tanya Ares lalu memegang dahi Flo memastikan suhu tubuhnya sama dengannya. Dan benar saja suhu badan Flo panas.

“dia kerumah sakit karena adiknya kecelakaan, tapi saat ini dia juga sakit” ucap Hans, mengalihkan perhatian Ares.

Ares menatap tajam pria tersebut,

“saya tidak bertanya padamu, saya bertanya ke Perempuan ini” ucap Ares dingin.

“Iya aku sakit, sentuh lagi” ucap Flo manja sambil menaruh tangan Ares di dahinya lagi.

“Ayo kekamar, aku butuh istirahat” ucap Flo memeluk manja Ares. Ares tak menolak, dia malah memeluk balik Flo.

“Ayo” ucapnya lalu mengajak Flo pergi.

“Sebentar,” ucap Flo lalu berbalik melihat Hans yang melihat kearah mereka.

“Dokter Hans terima kasih sudah mengantarku” ucap Flo sebelum pergi.

Hans tersenyum tipis,

“Iya sama-sama” lirihnya, nada suaranya seperti kecewa.

Setelah itu Ares langsung mengajak Flo pergi, entah mengapa ia tak senang melihat Flo dengan pria lain.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!