NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:521.6k
Nilai: 5
Nama Author: Myhani

Ashallina cerry, gadis yatim piatu yang sejak kecil tinggal di panti asuhan.

Karena kebaikan hatinya yang pernah menolong seorang kakek. Lalu suatu hari kakek itu memintanya menikah dengan cucu nya. Pewaris kelurga Prasetya. Darrel Arka Prasetya.

Akankah Ashallina gadis yang baru berumur 17 tahun dan kini masih duduk di bangku SMA itu menerima permintaan kakek tersebut?

Dan

Akankah Darrel, sang tuan muda yang kini sudah berumur 27 tahun mau menuruti keinginan kakeknya dengan menikahi gadis kecil yang sama sekali tidak ia kenal?

Bagaimana kisah mereka selanjutnya??

Ikuti kisahnya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Darrel terbangun ketika sinar matahari menelusup masuk ke celah gordeng kamarnya. Ia memutar kepalanya, menoleh ke samping di mana saat ini Cerry masih tertidur lelap dengan berbantalkan lengannya.

"Morning, " Ia mendaratkan sebuah kecupan selamat pagi di kening istri kecilnya. Tangan yang di jadikan bantal oleh Cerry terangkat mengusap lembut puncak kepala gadis itu.

Perlahanan mata Cerry mengerjap, merasa terganggu dengan apa yang di lakukan suaminya. Ia menengadahkan wajahnya dan mendapatkan wajah suami tampannya sedang menatapnya dengan senyum manis mengembang di bibirnya.

"Mas sudah bangun? " Darrel mengangguk menanggapi pertanyaan Cerry.

"Bangun yuk! Udah siang nih, kamu sekolah kan? " Giliran Cerry yang mengangguk, ia beringsut duduk.

Saat ia menurunkan kakinya dari atas ranjang, gadis itu kembali merasakan sakit di area bawahnya.

"Aw, " Cerry berpegangan pada tepian ranjang dengan erat.

"Kenapa? " Darrel merangkak turun dan menghampiri Cerry, ia berlutut dengan kedua tangan menggenggam kedua tangannya "masih sakit? " Cerry kembali mengangguk.

"Maaf ya, semalam aku lepas kendali! Lagian siapa yang duluan ngegodain aku? " Darrel mengusap pipi Cerry yang tiba tiba merona mendengar ucapan Darrel barusan.

Ingatannya kembali pada kejadian semalam, gara gara dirinya yang tidak kuat menahan sakit. Suaminya harus menunda keinginannya, padahal ia yakin itu pasti sangat menyiksa bagi seorang lelaki dimana hasratnya harus tertunda.

"Maafin aku juga, gegara aku, mas__"

Cerry tak berani melanjutkan ucapannya, wajahnya sudah merona parah menahan malu. Darrel tersenyum lebar melihat wajah merona istrinya.

"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi, mungkin memang belum saatnya aku untuk__" Cerry menutup mulut Darrel dengan telapak tangannya cepat.

"Ih jangan di perjelas dong, kan aku malu? " Ia kembali menundukan wajahnya.

"Hahaha, gemes banget aku lihat kamu kalau lagi blushing gini. " Tangan Darrel iseng mencubit kedua pipi Cerry, membuat pipi putih itu berubah menjadi semakin merah.

"Sakit, " Cerry mengusap kedua pipinya.

"Sakitan mana? Ini apa ini? " Darrel menujuk pipi dan bagian bawah Cerry bergantian.

"Ih tau ah, aku ngambek. Kamu tuh ya, nyebelinn! " Cerry bangkit hendak meninggalkan Darrel. Tapi karena ia masih merasakan sakit, maka ia tidak bisa berjalan dengan cepat menuju kamar mandi.

"Sha, Sha. " Darrel menarik tangan Cerry "mau aku bantuin gak mandinya? " Ia menaik turunkan kedua alisnya.

"Dih ogah! " Ia menutup pintu dengan cepat, sebelum Darrel ikut masuk bersamanya.

"Hahaha, " Terdengar tawa Darrel kembali menggema di setiap sudut kamar itu.

~

"Yakin nih, mau sekolah? "

Darrel memperhatikan cara jalan istrinya dengan seksama sambil bersandar di bahu mobil, ketika ia hendak mengantarkan istrinya itu sekolah.

Sandi yang berdiri di sisi lain mobil ikut memperhatikan Cerry dengan kening berkerut bingung. Apa telah terjadi sesuatu, apa nona mudanya itu terjatuh atau mengalami kecelakaan kemarin saat acara go green sehingga menyebabkan cara jalannya berubah? Berbagai pertanyaan bersarang di benaknya, namun ia hanya bisa menyimpannya sendiri.

"Emang kenapa? " Jawab Cerry ketika ia sudah berdiri di hadapan Darrel.

Darrel menggeleng dengan senyum yang tak kunjung surut. Ia membukakan pintu untuk Cerry, kemudian ia ikut masuk dan duduk di sebelahnya.

"Jalanmu kayak pinguin? " Bisik Darrel, setelah mobil yang di kendarai Sandi melaju meninggalkan rumah.

"Gara gara kamu! " Cerry menggeplak paha Darrel dengan kuat, membuat lelaki itu meringis namun senyumnya tak juga pudar.

Seperti biasa Darrel menurunkan Cerry di gerbang sekolah. Setelah istrinya itu turun, Darrel membuka jendela dan kembali mengatakan sesuatu.

"Nanti kalau di tanya teman, kamu mau jawab apa? Udah nyiapin jawaban belum? "

"Masss.. " Geram Cerry.

Darrel terbahak, ia segera menutup kaca mobilnya setelah melambaikan tangan pada istri kecilnya.

Cerry menarik nafas panjang sebelum masuk ke area sekolahan. Jarak dari gerbang sampai ke kelasnya lumayan jauh, dan itu akan sangat menyiksanya. Jika saja tidak ada try out dirinya pasti memilih rebahan di rumah sampai ia bisa berjalan normal lagi.

"Cer, kamu kenapa? "

Ah ternyata benar kata suaminya, ia benar benar harus menyiapkan jawaban untuk pertanyaan teman temannya. Pasti mereka sangat jeli, memperhatikan cara jalannya.

"Dito, " Cerry berbalik menatap Dito yang tengah berdiri tak jauh darinya bersama Atta.

"Kaki kamu sakit? " Dito berlutut hendak memegang kaki Cerry, sebagai pacar tentu saja ia khawatir melihat gadis yang di cintainya dalam keadaan tidak baik baik saja.

"Aku tidak papa? " Cerry mundur beberapa langkah, menghindari tangan Dito yang akan menyentuhnya.

"Sory, aku hanya ingin memastikan kalau kamu baik baik aja! " Ia kembali ingin melihat kaki Cerry.

"Cerry gak papa, Dit. " Tiba tiba Nina datang dan merangkul pundak Cerry "iya kan, Cer? " Ia meremas pangkal lengan Cerry dengan mata mengedip beberapa kali.

"Iya, aku gak papa kok. Ya udah kita duluan ya? " Ia melingkarkan tanganya pada lengan Nina dan menariknya pergi meninggalkan kedua laki laki itu.

"Kamu hutang penjelasan sama aku! " Bisik Nina ketika mereka berjalan menuju kelas.

"Nanti aku jelasin. " Jawab Cerry tak kalah berbisik.

Sementara Dito dan Atta memandang kedua gadis yang sudah berlalu menjauh itu dengan heran. Atta menatap Dito dengan penuh tanya, namun Dito hanya menjawab dengan gelengan kepala.

"Kayak abis di___ Cerry? " Gumam Atta, namun masih terdengar oleh Dito yang berada di sebelahnya.

"Apa maksud kamu? "

Atta mengangkat kedua bahunya bersamaan "kata orang, seorang gadis yang baru saja kehilangan kesuciannya, cara berjalannya tuh beda, bro! " Ia menepuk bahu Dito dan merangkulnya.

"Maksud kamu, Cerry__? " Dito tak berani berasumsi lebih jauh, ia yakin bahwa yang di fikirkan Atta semuanya salah.

"Maybe? " Jawab Atta acuh.

"Aku gak percaya, " Dito menggeleng kuat "Cerry tuh gadis baik baik, Ta. " Ia mencengkram kuat pundak Atta dengan tatapan marah.

"Selow bro, gue ngomong sesuai dengan fakta yang ada. Bukan kah beberapa bulan ini si Cerry di antar jemput sama mobil mewah terus, dan kamu kan neglihat sendiri kemarin dia pulangnya gak ke panti, tapi ke rumah mewah! Menurutmu itu apa? "

"Aku gak nyangka, Ta. Kamu sejahat itu? Kamu tega ngejelek jelekin Cerry di depan aku, apa sih untungnya buat kamu, Ta? Kamu suka sama Cerry ngomong, Ta! Gak usah ngerendahin cewek yang aku cinta? Aku kecewa sama kamu! " Dito melepaskan tangannya dari pundaknya dan meninggalkan Atta yang masih bergeming di tempatnya.

Atta lebih terkejut karena ia fikir Dito sudah tau bahwa Cerry sering di antar jemput oleh seorang pemuda kaya. Tapi kenapa sekarang Dito seolah olah menyangkal dengan semua fakta itu, bahkan tadi mereka berdua melihat dengan mata kepala sendiri Cerry kembali di antar oleh orang yang sama. Ia bahkan tidak menyangka Dito malah menuduhnya yang bukan bukan.

.

1
Nnek Titin
aku penasaran niih lanjutan nya si Fariz
Nnek Titin
aku cari cari d NT ko gada thooor
Nnek Titin
sayap pelindung tuuh awalnya aja udah bikin hati teremas remas
bikin penasaran bgt
Nnek Titin
terkadang lupa buat ngelike nya karena fokus baca ceritanyaa
jgn d bikin sad dong thoor kasian Cheryl
Nnek Titin
duuh aku udah deh degan lhontjor takut darel kejebak cewek seksi kan kasian Cherryl
Nnek Titin
pasti si Dito lemes mulutnya
Nnek Titin
waah sepertinya ceryl hamidun
gawaatt dia kan msh sekolah
Nnek Titin
visual Daren kurang macho
Nnek Titin
Dito baru berbunga alamat langsung layuuu PES kempes Iki yooow
Nnek Titin
Hah ko ceryy gitu apa dia amnesia yaa
dia kan udah punya suami...???
Nnek Titin
sukaaaa jadi berasa remaja lagi hahahah
Qaisaa Nazarudin
Cantik banget visual Nina,cocok sama Sandi..👍👍🥰
Qaisaa Nazarudin
Kayaknya Sandi bener2 serius dgn Nina,Mau di jadiin isterinya..Wah untung Sandi dan Darrel dapat daun muda, Apalagi isteri mereka sahabatan lg .👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waaahh gentle banget Sandi,to the point aku suka..🥰🥰😍😍💃💃
Qaisaa Nazarudin
Cari yg gambang namanya thor,Terbelit lidah ku menyebut namanya 😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Trauma Daffin ditinggal Nara selama 4 tahun..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya Darrel udah pulang,Semoga Darrel bisa memberikan pelajaran ke Dito,kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Cinta dan Dendam lebih menguasai diri Dito,Harusnya kalo dia tulus sama Cerry dia pasti merelakan Cerry,Aku tau disini emang Cerry yg salah,Tapi begini kah sikap seorang SAHABAT???!! Ck miris banget,Atta juga ikut ikutan sok tersakiti, seharusnya sebagai seorg sahabat Atta cari tau apa yg sebenarnya berlaku,Atta yg harusnya jadi penengah,Tapi ini apa?? 🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Senjata makan tuan..
Qaisaa Nazarudin
Udh ku duga saat Sandy berbisik ke Darrel,pasti Sandi punya rencana licik,mampos tuh jalang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!