NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 18 - Biang Masalah Tersembunyi

Setelah beberapa menit menghabiskan waktu untuk membuka tirai jendela, Kim Hwa berjalan kembali pada meja makan kaisar dengan gerakan anggun tak ada beringas beringasnya. "Hamba tidak sakit yang mulia. Hamba memang selalu penurut dan sabar seperti ini."

"Uhuk!" Shen Wang nyaris tersedak mendengar pengakuan berlawanan fakta yang keluar dari bibir Kim Hwa.

"Yang Mulia!" A Yong segera menuangkan air ke secangkir gelas emas milik Shen Wang dan memberikannya.

Shen Wang meneguk habis airnya dan meletakkan sejenak sumpitnya.

"Apa? Penurut dan sabar? Apa kau tahu hukuman dari mengucap kebohongan di depan kaisar?" goda Shen Wang.

Kim Hwa menggeleng. "Hamba tidak tahu. Tapi kalau memang ada hukumannya, tidak masalah asal bukan hukuman mati." celetuk Kim Hwa dengan bibir yang setengah maju.

Ya apa gunanya menjadi orang lain? Toh Kim Hwa tak bisa lama-lama bersikap manis. Ia langsung berubah kembali menjadi Kim Hwa yang biasanya.

Shen Wang tertawa. "Hahaha! Kau memang tidak bisa tahan diri. Pada akhirnya kau bersikap seperti itu lagi."

Kim Hwa melirik Shen Wang yang masih menertawainya itu dengan wajah melas minta belas kasihan.

"Yasudah pergilah." usir Shen Wang.

Kim Hwa langsung dapat bernafas dengan lega seakan cekikan di leher akibat malu tingkat langit ke tujuh itu melepas cengkramannya. "Terimakasih Yang Mulia."

Shen Wang menatap punggung Kim Hwa yang berjalan keluar dari sana, masih dengan kekehan.

"Yang Mulia, lagi-lagi Yang Mulia membebaskannya dari hukuman. Pagi ini Yang Mulia juga jadi banyak tersenyum seperti Tabib Kim Hwa. Ada apa gerangan?" goda A Yong.

Shen Wang segera mengatur wajah cool nya dan melahap makanannya lagi, ia tak menjawab A Yong karena kesal.

Ia terus melahap makanannya tanpa henti seakan punya semangat tinggi untuk sembuh.

Glug glug glug.

Kaisar Shen Wang meneguk habis ramuan yang terbuat dari belut, jahe, bawang hijau dan rempah lainnya itu.

"Ahh..." Setelah menyelesaikan makan paginya, dengan santainya Shen Wang menyuruh A Yong untuk memanggil Kim Hwa lagi. "Panggil tabib itu."

"Baik Yang Mulia."

Tak lama A Yong datang kembali dengan Kim Hwa yang berjalan menunduk mengikut di belakangnya. Sepertinya ia masih malu karena gagal bersikap sopan pagi ini.

"Kemari." panggil Shen Wang lagi.

"Ada apa Yang Mulia?" tanya Kim Hwa.

"Apa saja yang harus aku lakukan agar aku sembuh?" Pertanyaan yang sama terus Shen Wang tanyakan.

Kim Hwa langsung menoleh ke jendela belakang. "Membiarkan matahari masuk ke ruangan sudah. Minum obat dengan teratur sudah. Sekarang Yang Mulia harus berjemur lagi." kata Kim Hwa.

"Baiklah. A Yong, siapkan semuanya." perintah Shen Wang.

"Baik Yang Mulia."

Setelah A Yong keluar dari sana, hanya tinggal Kim Hwa dan Shen Wang yang berada di dalam ruangan. Selain itu hanya pelayan-pelayan wanita yang selalu berdiri di pinggiran tembok siap melayani setiap detiknya.

"Apa lagi?" tanya Shen Wang, ia terus menatap Kim Hwa tanpa jeda dengan ekspresi cool yang masih dipertahankan.

"Bahagia." jawab Kim Hwa tanpa menatap wajah Shen Wang.

"Tapi sepertinya yang mulia susah sekali tersenyum selain tersenyum menyebalkan." Akhirnya Kim Hwa mengangkat kepalanya.

Saat pandangan mata mereka bertemu, Shen Wang seakan tak bisa bergerak.

"Bahagia dan tidak banyak memendam kesedihan." Bibir Kim Hwa kembali bergerak saat mengatakannya.

"Uhuk! Uhuk uhuk!!"

Shen Wang kembali terbatuk. Bukannya Kim Hwa yang mundur, Shen Wang lah yang langsung berdiri dan mundur beberapa langkah.

"Apa Yang Mulia langsung teringat akan kesedihan? Memang tidak mudah ya." Kim Hwa tersenyum dan menunduk pasrah.

"Ah." Shen Wang memegangi dadanya.

"Kenapa dadaku jadi nyeri." gumam Shen Wang.

"Itu termasuk gejala tuberculosis Yang Mulia." kata Kim Hwa.

"Uhuk uhuk!! Khuu khuu." Shen Wang menepuk-nepuk dadanya sendiri. Ia terduduk di bawah.

Kim Hwa hendak mendekat membantu Shen Wang berdiri, tetapi Shen Wang langsung menolak. "Menjauh." perintahnya.

"Baiklah. Aku akan mencoba melupakan semuanya agar dapat tersenyum. Uhuk uhuk!" Shen Wang terus berusaha bicara.

Kim Hwa menatap Shen Wang dengan prihatin, kaisar itu terus terbatuk dengan kata-kata menyedihkannya itu.

"Yang Mulia!" A Yong segera datang membantu Shen Wang berdiri.

"Kita berjemur sekarang." perintah Shen Wang.

"Baik."

Kim Hwa terus menatap punggung A Yong yang sedang menuntun Shen Wang keluar itu dengan mata berkaca-kaca, dirinya memang emosional. Gampang menangis, gampang marah, gampang dibuat tertawa.

Kim Hwa terus memikirkan kata-kata Shen Wang barusan. Sebenarnya masalah apa sampai dia sakit seperti itu? Apa aku harus bertanya lagi pada A Yong? Itu yang ada di benak Kim Hwa.

.

.

"Kau. Mata-matai tabib yang bernama Kim Hwa itu. Mata-matai juga dia dengan kaisar. Apa saja yang mereka lakukan, laporkan padaku setiap hari." Selir Kehormatan Yue Xi menunjuk pada seorang pelayan kediamannya.

"Jika kau ketahuan, jangan pernah sebut namaku, atau aku akan mempersulit hidup keluargamu." ancam Selir Kehormatan Yue Xi.

Pelayan itu dengan takut-takut mengangguk mengiyakan. Pelayan itu langsung berlari keluar untuk menjalankan tugasnya.

Selir Kehormatan Yue Xi pun tersenyum puas. "Awas saja kalau tabib itu melapor pada kaisar dan meminta tolong untuk dilepaskan dari eksekusi. Mungkin dia akan lebih cepat mati di tanganku."

"Benar Nona. Tabib itu pasti mencari kesempatan." Xiao Qi, pelayan pribadi Yue Xi pun memanas-manasi.

"Setelah urusan dengan gadis rendah ini selesai, kita tinggal menangani permaisuri mandul itu." Yue Xi tersenyum.

Xiao Qi mengangguk-angguk setuju dengan senang.

"Bagaimana dengan Selir Luan Lu?" tanya Xiao Qi.

"Kalau yang mulia belum pernah menyentuhnya juga, dia bukan saingan berat. Lagi pula Luan Lu tidak ada harga diri apa apa di depan ibu suri." Selir Kehormatan Yue Xi mendecih meremehkan, ia membalik badannya berjalan masuk ke dalam.

Xiao Qi berlari kecil ikut masuk ke dalam. Nonanya itu tengah duduk di depan meja riasnya sambil menatap bayangan dirinya dari cermin.

"Setelah yang mulia sembuh, ia harus menyentuhku bagaimanapun caranya." kata Selir Kehormatan Yue Xi.

"Tapi bagaimana jika yang mulia tidak sembuh? Satu bulan lagi tabib itu di eksekusi. Bagaimana jika penyakit yang mulia memang seberat itu?" tanya Xiao Qi.

"Masih ada Tabib Cheng. Ibu suri tidak mungkin membiarkan putranya itu mati." kata Yue Xi dengan santai, ia terus menyapukan bedak ke pipinya dengan percaya diri.

"Walaupun hubungannya dengan kaisar agak renggang, dia itu masih sayang pada anaknya. Setidaknya karena kesalah pahaman hari itu, ayahku dan aku berhasil mengendalikan ibu suri bodoh yang sombong dan mudah curiga itu." Yue Xi tersenyum.

"Ayahku, perdana menteri adalah orang terpercaya setelah kematian ayahnya Shen Wang." Yue Xi mengerling ujung rambutnya dengan jari telunjuk.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!