NovelToon NovelToon
SISTEM DEWA NAGA TERKUAT

SISTEM DEWA NAGA TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Budidaya dan Peningkatan / Dunia Lain
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rumah pena

Dimas Seorang pekerja supir truk yang gak sengaja menabrak pekerja kantoran, tapi anehnya pandanganya gelap dan dia muncul didunia lain.

Sistem dewa naga terkuat menemani perjalananya menuju puncak kekuatan, dengan berbagai misinya Dimas mendapatkan berbagai harta yang sangat kuat.

Bagaimana perjalanan Dimas, Ikuti kisah keseruanya.

Gas... gua bakal up tiap hari sesuai mood, mungkin 2 chapter sampai 5 chapter perhari, kalau lagi mood bisa lebih.

Maaf jika ada kesalahan pada cerita, karena author hanya manusia, bukan nabi Boy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Petir Merah Dan Portal Reruntuhan Kuno

Dua hari berlalu dengan cepat. Sejak insiden dengan Ye Chen di penginapan, suasana Kota Manggang kembali normal. Namun, ketegangan di antara para petualang dan ahli dari berbagai wilayah semakin meningkat. Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti, hari di mana reruntuhan kuno akan terbuka.

Pagi itu, ribuan orang berkumpul di sebuah hutan luas di luar Kota Manggang. Tempat itu merupakan area lapang yang digunakan sebagai titik pertemuan sebelum memasuki reruntuhan.

Dimas, Alexa, Ling Yuan, Dong San, serta para pengawal mereka sudah berada di sana, bersiap untuk masuk begitu portal reruntuhan muncul.

Suasana di tempat itu penuh dengan aura ambisius. Orang-orang dari berbagai wilayah datang dengan satu tujuan—mendapatkan harta karun yang tersembunyi di dalam reruntuhan.

Sebagian dari mereka datang dengan kelompok, mengenakan jubah khas klan atau sekte mereka. Ada pula yang datang sebagai individu, para petualang atau pembunuh bayaran yang siap mempertaruhkan nyawa demi keuntungan besar.

---

Di tengah kerumunan, seorang pria berdiri di atas sebuah batu besar. Wajahnya dipenuhi wibawa, dan pakaiannya menandakan bahwa ia adalah seseorang yang memiliki pengetahuan luas tentang reruntuhan kuno.

Dengan suara lantang, ia mulai memberikan instruksi kepada semua yang hadir.

“Reruntuhan kuno ini bukan tempat biasa. Di dalamnya ada bahaya yang tidak bisa diremehkan. Harta memang banyak, tapi nyawa kalian lebih berharga. Jangan serakah dan tetap berhati-hati!”

Namun, tidak ada yang benar-benar mendengarkan.

Sebagian orang menganggap ucapannya hanya sebagai peringatan kosong. Mereka datang ke sini bukan untuk berhati-hati, melainkan untuk bertarung dan merebut harta sebanyak mungkin.

Nyawa? Itu harga yang harus dibayar untuk kekayaan dan kekuatan.

Para petualang, klan besar, hingga sekte-sekte dari berbagai wilayah hanya fokus menunggu satu hal—kemunculan portal menuju reruntuhan.

Dimas, Alexa, Ling Yuan, dan Dong San hanya diam dan mengamati kerumunan. Mereka tahu betapa berbahayanya tempat ini, tapi tidak ada gunanya mencoba menyadarkan orang-orang yang sudah dipenuhi keserakahan.

---

Matahari semakin naik, cahaya keemasan menyinari tanah lapang itu.

Di antara para petualang, beberapa kelompok saling berbicara, tertawa, dan bercanda gurau seolah tidak ada ketegangan.

Bahkan Dong San yang biasanya serius, kali ini tampak lebih santai. “Mereka kelihatan begitu ceria, padahal dalam hitungan jam, banyak dari mereka yang mungkin tidak akan kembali.”

Alexa menoleh padanya dan tersenyum tipis. “Begitulah dunia. Ada yang pulang dengan membawa kekayaan, dan ada yang tidak pernah kembali sama sekali.”

Dimas tetap diam. Matanya tertuju ke langit.

Tiba-tiba, awan yang tadinya cerah mulai berubah menjadi gelap.

Langit yang terang mendadak diselimuti bayangan suram, hembusan angin dingin mulai terasa di seluruh area.

Semua orang berhenti berbicara dan mengarahkan pandangan mereka ke atas.

Di langit, sebuah pusaran energi muncul. Warna merah menyala bercampur dengan cahaya ungu yang berkedip-kedip. Pusaran itu berputar semakin cepat, hingga akhirnya...

Sebuah portal besar muncul di tengah-tengah lapangan!

---

Tatapan setiap orang yang hadir berubah drastis.

Mereka yang sebelumnya santai dan bercanda, kini menatap portal itu dengan penuh ambisi.

Tanpa aba-aba, beberapa orang langsung bergerak lebih dulu!

Mereka melompat dengan kecepatan tinggi, berusaha menjadi yang pertama masuk ke dalam reruntuhan.

Namun…

CRACK!!

Kilatan petir merah menyambar!

Tiga orang yang pertama masuk langsung terkena serangan itu. Tubuh mereka hangus seketika dan jatuh tanpa nyawa!

Seluruh orang yang hadir terkejut.

Namun, ada beberapa yang masih berpikir bahwa itu hanya kebetulan.

“Pasti karena mereka terlalu terburu-buru!”

“Kalau kita masuk dengan lebih hati-hati, kita bisa menghindarinya!”

Sekelompok orang lain mencoba masuk.

Satu langkah…

Dua langkah…

BOOM!

Petir merah kembali turun dari langit!

Mereka tidak punya kesempatan untuk menghindar. Tubuh mereka hancur menjadi abu dalam hitungan detik.

Suasana di lapangan yang tadinya penuh semangat berubah menjadi mencekam.

Orang-orang yang sebelumnya percaya diri, kini diam dan ragu.

Tidak ada yang berani bergerak.

---

Tanpa disadari oleh banyak orang, tepat di depan portal, terdapat sebuah formasi tersembunyi.

Formasi ini bekerja sebagai sistem pertahanan reruntuhan.

Setiap kali seseorang memasuki area tertentu, formasi itu akan mengaktifkan petir merah untuk menghancurkan mereka.

Mereka yang hadir mungkin kuat, tapi tidak ada yang bisa selamat dari petir itu.

Mereka harus memecahkan formasi terlebih dahulu sebelum bisa masuk dengan aman.

---

Dimas Memilih Menunggu

Dari tempatnya berdiri, Dimas memperhatikan semuanya dengan tenang.

Ia tidak langsung bertindak seperti yang lain.

Ling Yuan yang berdiri di sebelahnya bertanya, “Apa kita akan ikut masuk sekarang?”

Dimas menggeleng. “Belum.”

Dong San juga mengangguk setuju. “Aku tidak tahu bagaimana cara memecahkan formasi itu, tapi kita bisa melihat dulu bagaimana orang lain mencobanya.”

Sebenarnya, jika Dimas mau, ia bisa saja langsung menerobos masuk.

Tubuh naganya sudah mencapai level 2.

Ditambah dengan armor naga yang melindunginya, kemungkinan besar petir merah itu tidak akan bisa membunuhnya.

Namun, ia memilih untuk menunggu.

Kenapa?

Karena ia tidak perlu terburu-buru.

Banyak orang lain yang akan mencoba memecahkan formasi itu. Biarkan mereka bekerja dulu, sementara ia dan kelompoknya hanya mengamati.

Sampai saat ini, tidak ada yang tahu bagaimana cara melewati petir merah itu.

Namun, cepat atau lambat, seseorang akan menemukan jawabannya.

Dimas hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk bergerak.

---

Sementara itu, orang-orang mulai membicarakan teori mereka.

“Apa mungkin ada pola dalam petir merah itu?”

“Atau mungkin ada jalur khusus untuk masuk?”

“Apa ada yang bisa mendeteksi formasi?”

Namun, tidak ada yang benar-benar memiliki jawaban pasti.

Beberapa sekte besar mulai mengirim orang-orang mereka yang ahli dalam formasi untuk mencari tahu.

Tetapi tidak ada yang berani masuk ke dalam portal sebelum mereka yakin formasi itu sudah benar-benar hancur.

Untuk sementara waktu, tidak ada yang bergerak.

Hanya ada kesunyian yang mencekam.

Semua mata tertuju pada portal besar yang masih berkilauan di depan mereka.

Menunggu saat yang tepat untuk melangkah masuk… atau menjadi korban berikutnya.

.......

BERSAMBUNGG...

1
Rumah Pena
Campur oy
Dean Adam
Ini Kultivator Atau Dunia Fantasy Barat, heran Gue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!