Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan
Hari ini honeymoon Salwa dan Arsa berakhir, dari sekian banyaknya tempat dan negara yang mereka kunjungi selama dua minggu belakangan ini menciptakan ribuan momen yang tak pernah dilupakan oleh otak mereka, dari mulai hamparan pantai nan biru yang merdu sampai terakhir di negara yang penuh bunga sakura berwarna pink rasanya berat untuk kembali ke hirup pikuk pekatnya perkotaan
Sekarang mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah ayah dan bunda Salwa, lagi pula ia mulai rindu dengan mereka setelah sekian lama tak berjumpa.
Disana akan diadakan acara makan malam bersama bukan hanya ayah bunda namun ketiga sahabat Salwa dan keluarga Arsa pun diundang untuk hadir bersama
Setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya sampai juga kerumah yang telah lama ia rindukan. selama Salwa menikah ini kali pertamanya lah menginjakan kaki ditempat yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya
Terlihat Hubby ku itu cukup kerepotan saat menurun kan beberapa koper dari mobil kami ditambah beberapa bag berukuran besar yang berisi oleh oleh untuk keluarga serta sahabat aku dan Arsa
Aku masih berdiri melihat rumah orang tua ku yang kini sudah bisa dikatakan sebagai rumah yang mewah namun dulu jangankan mewah untuk dikatakan sebagai rumah yang layak saja sepertinya tidak. tetapi ayah dan bunda memiliki perjuangan yang sangat besar membangun rumah ini pelan tapi pasti rumah yang sering menjadi hinaan kini telah menjulang dengan anggunya. saat itulah aku yakin bahwa memang benar Allah tak pernah menuliskan kisah buruk tanpa sebuah alasan, doa doa bunda akhirnya terkabulkan setelah jutaan kali diaminkan
"Assalamualaikum bunda" panggilku diujung pintu sembari mengetuk ngetuk pintu yang sudah terbuka
"Iyah sebentar" Suara teriakan sang bunda terdengar jelas membuat Salwa terkekeh bunda memang seperti itu repot sendiri
Tiba tiba lengan kekar itu menggandeng lenganku, sembari tersenyum manis membuat detak jantungku berdetak dengan cepat.
Bisa diabetes gua kalau setiap hari disenyumin kayak gini
Aku cukup lama terpaku melihat wajah tampan lelaki itu sampai tak sedar ternyata bunda sudah ada dihadapanku
sambil berkacak pinggang "Kamu ga rindu sama bunda yah sayang? sampai dicuekin gini bunda nya" Ujarnya sembari mengerucutkan bibir
Tanpa aba aba aku langsung memeluk wanita yang sudah kurindukan sejak lama tanpa peduli mukanya yang tengah menekuk itu "Al rindu banget sama bunda" Jawabku tanpa disangka buliran bening air mata itu menetes
"Udah ah jangan nangis malu sama suami kamu tuh" Ucap bunda sambil menghapus air mataku dengan ibu jarinya
"Mari masuk menantu tampan nya bunda" Sambil menggiring kami mungkin tepatnya Arsa ke ruang tamu
"Dilan... ada Alwa sama Arsa nih!" Sontak Salwa dan Arsa mengerutkan kening sejak kapan dirumah ini ada orang bernama dilan?
"Dilan siapa bunda?" Tanyaku namun tak sempat dijawab karna ayah tiba tiba datang dari atas tangga
Aku berlari ke arah ayah dan langsung memeluknya, menenggelamkan wajahku di dada bidangnya aku rindu ayah rindu candaan nya rindu kekehanya ah intinya aku rindu "Ayah Al rindu banget sama ayah" Ucapku yang masih bermanja dipelukan sang ayah.
"Tapi ayah ga kangen sama kamu sayang" Ujarnya terkekeh langsung kutatap dengan tajam "Tapi bohong hahaha" Tertawa garing
Kutuntun tangannya ku dudukan disamping bunda lagi lagi mengecup punggung tangan mereka berdua begitupun dengan Arsa yang menyambut ayah dengan mengecup lengan sang mertua sembari sesekali mengobrol denganya
Setelah lama berbincang bincang hangat terdengar suara lengkah kaki yang mendekat siapa lagi kalau bukan adik ku Arbaigam Abidhar Alamsyah ia mengambil alih semua pembicaraan yang tadi bertemakan tentang ku kini tentangnya
♡♡♡
Aku masih menggenggam lengan bunda disusul ayah dibelakangnya, kalau kalian bertanya dimana Arsa dan Aigam mereka sedang murotal Al Quran di ruang keluarga sebanarnya Aigam yang merengek minta diajari dengan kakak iparnya itu, yah aku juga baru tahu ternyata suami ku memiliki suara yang merdu saat melantunkan surah Ar Rahman bersama Aigam dan aku juga baru tahu ternyata dia seorang Hafidz Quran
Lamunanku terhenti saat melihat dekorasi indah penuh tumblr di halaman belakang rumah ku begitu cantik saat kursi kursi itu berbaris mengitari meja persegi panjang tersebut.
"Ini dekorasi siapa yang buat bunda?" Tanya pada bunda
"Dekorasi ayah dong kan ayah kreatif" Yang ditanya siapa yang jawab siapa
"Ko kamu sih Dilan kan kita sama sama yang dekor nya"
Ujar bunda geram namun yang membuatku heran nama Dilan itu siapa?
"Bercanda Milea" Ucap ayah mengecup pipi bunda tapi tunggu tadi ayah bilang apa? Milea dan Dilan jangan bilang...
"Dilan sama Milea itu siapa sih bun, yah?" Tanya ku pada bunda dan ayah
Mereka malah tertawa mengejek ku "Masa kamu ga tahu Dilan sama Milea sih? itu lho di film 'Dilan 1990' kami berinisiatif menggunakan nama mereka untuk panggilan sayang, iyah kan Dilan" Jelas bunda
"Iyah dong Milea" Sontak aku tertawa keras aku yakin kalian yang baca pasti merasa mual bukan? Bagaimana mungkin ke dua orang tuaku bisa se alay ini!
♡♡♡
Ah bahagia rasanya bisa berkumpul seperti ini lagi bertemu dengan Sandra, Nesa, Aisyah sudah lama aku tak berjumpa. mereka bertiga terus saja menggodaku tentang honeymoon kemarin awas saja kalau mereka sudah menikah dan honeymoon akan aku goda habis habisan.
Melihat wajah istri cantiknya itu kesal Arsa berinisiatif untuk menghibur nya dengan menyuapi makan "Aaa" Ujar Arsa menyuruh Salwa membuka mulutnya "Terimakasih Hubby" Jawab Salwa setelah menelan makanan dibalas senyuman manis olehnya
Momen itu tak terlepas dari para manusia yang terganggu makan malamnya tak terkecuali ketiga sahabatku "Kasihan" Godaku tanpa suara dibalas tatapan sewot oleh mereka
"Mentang mentang punya suami lo Sal seenaknya mengumbar kemesraan dihadapan kami jomblo ngenes ini" Katanya
"Ya ga apa apa lah wajar makanya kalian cepet nyusul deh nikah itu beeh enak" Salwa tak bosan menggoda mereka
"Enak apanya kak" Ucap Aigam yang menyambung
"Belum cukup umur lo dek dah sana makan lagi" Jawab Vanesha.
"Insaalllah aku secepat nya nyusul Sal" Kata Aisyah tiba tiba
"Serius!" Ujar kami bertiga serentak dijawab anggukan oleh Aisyah
"Heem sebenarnya aku sudah dijodohkan oleh abi dan umma sejak lama namun aku kekeh menolaknya dengan alasan usia ku masih sangat muda dan usia nya terpaut jauh olehku sekitar 8 tahun walaupun itu bukanlah alasan sebenarnya karna aku mencintai lelaki lain yang tak pernah abi restui padahal akupun belum menemui lelaki yang dijodohkan oleh abi dan dengan egoisnya aku membenci dia tanpa sebuah alasan" Jelas Aisyah panjang lebar
"Terus kamu pilih yang dijodohkan oleh abi atau lelaki yang kamu cintai Syah?" Tanya Salwa
"Insaalllah dengan lelaki yang abi jodohkan Sal" Kemudian Salwa menjawab "Iyah kadang kita harus berdamai dengan keadaan dan mengikhlaskan keegoisan mungkin yang abi kyai jodohkan adalah yang terbaik untuk Aisyah" Seperti halnya Aisyah dan yang lainnya memanggil orang tuaku dengan sebutan 'Ayah dan Bunda' begitupun dengan orang tua Aisyah yaitu 'Abi kyai dan Umma'
"Amin Sal" "Terus udah di khitbah kaya si Salwa belum Syah?" Tanya Vanesha
Dijawab gelengan oleh Aisyah "Doain agar secepatnya yah masih dalam proses ta'aruf soalnya" Dijawab amin serentak oleh kami.
"Cakep ga Syah" Pertanyaan receh itu terlontar oleh Casandra namun di jawab senyuman saja oleh Aisyah
♡♡♡
Foto foto saat salwa honeymoon diberapa negara
Ali Bachtiar Ghifari (Gus Ghifari)
Lelaki yang dijodohkan dengan Aisyah
beliau adalah putra pemilik pesantren terbesar di negara ini.
Assalamu'alaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up hehe😍
ceritanya bagus kok😊